Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Guild Master Fairy Dance


Agnologia pergi sambil tersenyum lebar, ia berhasil memperkeruh suana perang. Semakin sengit peperangan, akan bertambah nikmat untuk membunuh semua orang di dalamnya.


Tidak hanya psikopat, Agnologia sangat jahat hingga iblis tidak bisa menyainginya.


Blue dan teman-temannya hanya bisa fokus, mereka dalam keadaan yang kurang baik karena kembalinya kesadaran Asura.


Cola melompat ke depan dan langsung mengayunkan perisainya. Sayangnya ayunannya terlalu lambat sehingga bisa dihindari dengan mudah.


Tidak sampai disitu, Asura yang berwujud seperti serigala langsung menyemburkan bola energi dari mulutnya.


Cola segera merespon dan mengarahkan perisainya ke bola energi. Ledakan terjadi sekali lagi, Cola dan Asura sama-sama melompat kebelakang.


Asura tampak keluar tanpa luka sedikitpun, berbanding terbalik dengan Cola yang cukup lusuh.


Meskipun HP Asura ada di 18%, kemampuan kontrol kekuatannya sangat baik. Jadi ia akan menghindari setiap serangan yang meruhikannya.


Blue teringat sesuatu, senyumnya segera muncul dari wajahnya. Tinjunya mengepal dan berlari ke arah musuh.


"Apa yang kalian lakukan, lindungi Cola!" teriak Blue memberikan perintah.


Lina dengan sigap langsung menggunakan sihir pelindung. Cola yang menerimanya langsung merespon dan menggerakkan perisainya.


Namun Asura selangkah lebih dulu, tangannya sudah ada di punggung Cola. Seketika Cola di terbangkan beberapa ratus meter jauhnya.


Asura tidak membiarkan Cola beristirahat, karena ia yakin Tank adalah pusat dari kombinasi serangan mereka.


Sayangnya keputusan Asura sedikit gegabah, Blue muncul di sebelahnya dan meninju pipinya.


Asura dikirim terbang puluhan meter, Leon segera menyambut umpannya. Ratusan sayatan pedang muncul, kali ini ia tidak mengandalkan kerusakan besar tetapi kerusakan pasti.


Berbeda dari sebelumnya, kulit Asura tidak terluka sama sekali. Tepat ketika kaki Asura menempel di tanah, ia menoleh ke langit dan hujan panah mengarah padanya.


Tanpa rasa ragu Asura memilih untuk menghindar, tapi kakinya tiba-tiba tidak bisa bergerak. Sebuah rantai berwana untu mengikat keempar kaki Asura.


"Cih, sial."


Hujan panah langsung menghantam Asura tanpa pertahanan sedikitpun. Karena terkena efek armor break, kerusakan yang diterimanya sangat besar.


Asura mengibaskan kepulan asap yang menutupi pandangannya. Segera setelahnya ia langsung berlari menjauh dari kelompok Blue.


"Mau kemana kau anak anjing!" ucap Cola dengan nada sedikit kesal karena menyerang tepat di depan mukanya.


Perisai besar menghantam kepala Asura yang tidak fokus ke depan. Ia mengarahkan semua fokuanya ke belakang untuk menghindari serangan musuh.


Asura tersungkur ke tanah, ia langsung menatap tajam ke arah Cola dan menghilang. Cakarnya keluar dan menyerang punggung Cola sekali lagi.


Bukannya takut, Cola tersenyum dan mengerahkan sedikit auranya ke punggung. Sebuah duri layaknya landak keluar dan menusuk Asura.


Efek stun muncul, Blue dan semua robot langsung menghajar Asura yang tersungkur di tanah.


"Argh!" teriak Asura yang kesakitan. Kali ini HPnya tinggal 4%, ia harus kabur menyelamatkan hidupnya.


"Aku tidak akan melupakan penghinaan ini, manusia!" teriak Asura yang berlari kencang meninggalkan medan perang.


Sayangnya itu bukan tindakan yang pintar, Blue sudah menyiapkan pasukan untuk situasi seperti ini.


Reaper muncul di sebelah kanan Asura dan mengayunkan pedang pendek yang dia punya. Tidak hanya satu orang, melainkan ada puluhan assassin.


Sebuah cahaya berwarna hitam menjulang ke langit dan menghabisi Asura yang kehilangan kesempatannya untuk hidup.


Semua anggota yang berperan untuk mengalahkan Asura mendapat penghargaan sistem. Termasuk Reaper yang menjadi sosok Raja Perang karena berhasil membunuh Asura.


"Aku tidak suka gelar yang mencolok, berikan saja kekuatan yang lebih besar!" katanya dengan nada tegas.


Tubuhnya memancarkan cahaya hitam dan gelarnya sekarang bukan Raja Pembunuh, melainkan Pemburu Dewa.


"Tidak buruk," kata Reaper sambil melihat layar status yang melayang di depannya.


Kematian Asura menyadarkan Zeus bahwa para pemain sungguh merepotkan. Ditambah lagi sosok Agnologia yang netral dan membuat semua jadi rumit muncul.


"Bagaimana dengan Odin?" tanya Zeus pada sosok wanita berambut panjang dan berwarna merah.


"Dia juga sudah bergerak, beberapa bawahan Odin sudah membuka pintu kematian."


Zues mengetuk meja dengan jarinya, ia berpikir keras untuk menyelesaikan masalah yang sedang bergulir.


Kehadiran Blue menjadi entitas yang tidak ia perhitungan. Padahal dengan adanya Hades, ia bisa membuat pasukan cimera tanpa batas dan merebut semua otoritas musuhnya. Namun sekarang menjadi semakin rumit dan Iblis yang mengambil tubuhnya tidak menunjukkan perkembangan.


Dagon dan Venom merebut semua energi di sekitar Azazel. Blue baru sadar Venom keluar dari Dunia Buatan dan sedang menyerap energi di waktu yang sama.


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Blue berdiri di depan Venom.


"Blue, aku juga tidak tahu. Tiba-tiba pikiranku terbelah menjadi dua dan mempunya fisik yang sama."


Venom di Dunia Buatan dan Venom yang menyerap energi di sekitar Azazel adalah orang yang sama.


Ayah Venom yang merupakan raja dari para Venom tertawa terbahak-bahak setelah keluar dari Dunia Buatan.


Ayah Venom berlutut dan menyambut Venom seperti layaknya kaisar. "Salamat telah menjadi pemimpin kami, Venom Sejati. Izinkan hamba Reyi melayani anda!" katanya.


Venom yang tidak sadar apa yang dilakukan ayahnya hanya diam terperangah. "Apa maksudmu orang tua!" bentak Venom yang sedikit malu melihat tatapan Blue dan kelompoknya.


Reyi adalah nama bawaan Ayah Venom, dia tidak boleh menyebutkan namanya selama menjabat sebagai Raja. Setelah anaknya mewarisi gelar raja, ia harus menyebutkan namanya. Itulah ritual keluarga yang harus dipertahankan sampai akhir hayat.


Blue tidak habis pikir teknik paling misterius milik ras Venom adalah pembelah pikiran yang sama sepertinya.


Venom menggabungkan dirinya dengan sangat mudah, ia menyerap semua energi di sekitarnya.


Dagon bangun dari meditasi. "Bedebah sialan, kau memakan semuanya!" ucapnya mengejek Venom yang serakah.


Sosok yang ia kenal tampak berlutut di depan Venom. "Hei orang tua, sudah lama kita tidak bertemu!"


Reyi selalu ingat para musuhnya, ia segera mengeluarkan cakar dari tangannya dan menyerang Dagon.


Kecepatan serangnya meningkat dibandingkan sebelumnya. Tidak hanya Blue yang terkejut, tapi Reyi sendiri tidak percaya dengan terobosan kekuatannya. Sayangnya kecepatan dan kekuatan itu masih belum cukup melukai Dagon.


Tanpa mengeluarkan pertahanan yang merepotkan, Dagon menerima serangan Reyi dengan tubuhnya.


Cakar yang penuh dengan racun mematikan menerjangnya, Dagon hanya menguap karena terasa geli. "Apa yang kau lakukan?" tanya Dagon.


Kekuatannya bukan budak iblis seperti dulu, Dagon sekarang menjelma menjadi Raja Iblis Neraka yang sesungguhnya. Jadi serangan racun milik ras Venom hanya mainan anak-anak baginya.


Reyi terkejut hingga membuka lebar matanya, ia ingat Dagon kesakitan terkena racun di perang terkahirnya.


"Aku tidak tertarik dengan pria lemah ini. Bos biarkan aku istirahat di Dunia Buatan," ucap Dagon yang mulai bosan menjaga patung Azazel.


Blue menggelengkan kepala. "Tidak, kau harus tetap menjaga patung Azazel. Bawa ini dan sedikit menjauh darinya," katanya sambil melirik ke arah Venom.


Sebuah Batu berwarna merah di lempar, Blue memberikan batu mana berwana merah seperti melempar batu sungai.


"Baiklah, aku tidak sabar memulainya." Dagon segera pergi dari tempat kejadian.


Sosok Agnologia muncul dari langit, ia melihat patung Azazel yang tampak sangat suram.


"Kasian sekali kau kakek tua," katanya sambil mengibaskan lengannya.


Sebuah badai angin muncul dan menghancurkan apapun yang dia lalui. Sosok naga muncul dan memakan badai angin.


"Agnologia, pengecut!" teriak Naga Angin yang terus mengejarnya. Meskipun dia tahu kekuatan musuh diluar jangkauannya, tekad balas dendamnya telah melewati akal sehat.


Tanpa peringatan sebuah bola energi muncul dan langsung menembak Agnologia. Kali ini Naga Angin tidak main-main, ia menggunakan sebagian besar kekuatannya.


Sayangnya Naga Angin masih bukan lawan Agnologia, hanya dengan satu tangan serangan Naga Angin berhasil dihentikan.


"Aku tidak tertarik denganmu kadal kecil, tumbuhlah lebih kuat dan tantang aku lagi!" kata Agnologia sambil meninggalkan tempat kejadian.


Meskipun meninggalkan tempat kejadian, ia sebenarnya sudah menyusun simbol kekacauan yang akan muncul beberapa saat lagi.


Naga Angin tidak mau menyerah, ia mengejar Agnologia kemanapun dia pergi.


Blue menyadari ada sesuatu yang aneh dengan udara di sekitarnya. Lina dan Rina tidak merasakan apapun karena mereka belum terlalu peka.


Serly Sang Penyihir Kuno muncul dan mengidentifikasi lingkungan sekitar. Ia langsung berkeringat dingin setelah menemukan susunan tak kasat mata.


"Bos, monster kuno macam apa yang menyusun simbol disini?" tanya Serly yang tampak sangat ketakutan.


Blue mencoba menyembunyikan faktanya, tapi demi kebaikan bersama ia harus memberitahu Serly. "Agnologia yang menyusunnya," katanya penuh dengan keyakinan.


Ternyata Serly tidak takut, ia hanya tidak bisa menahan sindrom keingintahuan yang dideritanya. Bibirnya bergetar dan berteriak keras, "Aku akan menemukanmu dan membedak tubuhmu, Agnologia!."


Blue hanya bisa tersenyum kecut mendengar pernyataan gila Serly. Namun ia tidak boleh terlalu pesimis dengan kekuatannya.


Sembari menunggu Serly menyelesaikan pemecahan simbil, Blue menyusun beberapa pasukan dan memerintahkan Reaper mengambil peran.


Pergerakan pasukan Zeus sudah terlihat, Fairy Dance akan menyambut mereka dengan perang panjang.


Dalam perjalananya, Blue menyadari ada perubahan kepemimpinan yang sangat mencolok.


Di era Blue, Fairy Dance lebih cenderung berdiam diri dan melawan ketika ada musuh. Era Leon lebih fokus pada pelebaran wilayah dan kesejahteraan anggotanya.


Namun sekarang ada perubahan yang sangat mencolok, yaitu perubahan tentang daya serang pasukan Fairy Dance. Tidak seperti biasanya, anggota Fairy Dance bergerak sanga rapi dan efisien. Hal itu menimbulkan kecurigaan publik dan menanyakan siapa Guild Master Fairy Dance yang baru.


Guild Master yang beru tidak lain adalah murid langsung dari Blue, Amir Sang Ahli Strategi. Inilah alasan mengapa Fairy Dance bisa bergerak secara diam-diam tapi berkembang pesat.


Memanfaatkan nama besar Fairy Dance, Amir merampas semua bakat dan melatih mereka menjadi sosok yang sangat berpengaruh. Bukan hanya membangun Fairy Dance, Amir berhasil menggandeng guild di seluruh dunia.


Dengan melatih mereka dan menggandengnya, Fairy Dance sekarang di anggap sebagai penguasa Domain Dewa.


Dibawah kepemimpinan Amir, semua pemain menikmati Domain Dewa dengan caranya masing-masing. Tidak seperti Blue yang merebut semua sumber daya, ataupun menekan musuh dan merebut wilayah seperti Leon. Amir menciptakan gaya kepemimpinannya sendiri.


Namun itu semua hanya kamuflase, Amir sebenarnya mengendalikan seluruh dunia dengan nama Fairy Dance.


"Huh, semoga anak gila itu tidak salah langkah," kata Blue sambil menghela napas.