
Cerita Liem dapat disimpulkan bahwa Baal ingin menyingkirkan para orang kuat dan menjadikan dirinya tak terkalahkan.
“Bagaimana para titan yang kuat itu musnah?” tanya Blue yang penasaran dengan cerita lengkap para Titan.
“Semua cerita tertulis di dinding ini, mereka punah karena Raja Titan telah mati di tangan Athena.” Liem mengirimkan semua terjemahannya ke dalam otak Blue menggunakan sistem.
Setelah Raja Titan berhasil dikalahkan, para pasukan titan berkeliaran entah kemana. Bahkan beberapa masuk ke dalam neraka untuk mengasah kekuatannya. Satu hal yang pasti, mereka semua terpecah dan mencari jalan hidup masing-masing. Hal itu mengakibatkan para titan mudah untuk dikalahkan.
“Apa kamu punya jantung titan?” tanya Blue pada Liem yang selesai mengirimkan semua informasi.
“Aku tidak percaya dengan kekuatan seperti itu. Lucifer punya kesombongannya sendiri!” seru Liem membanggakan dirinya.
Seperti yang ia katakan, kekuatan jantung Titan dan Naga hanyalah kekuatan eksternal. Liem tidak percaya dengan kekuatan yang di dapat dari luar, makanya ia selalu berusaha untuk menjadi yang terkuat tanpa senjata.
Sayangnya pemikiran Blue sedikit berbeda, ia membutuhkan senjata untuk menopang kelemahannya sebagai manusia biasa.
Raja Orc turun dari tahtanya, ia merasakan kehadiran Blue semakin dekat. “Tuan, akhirnya anda datang!” katanya sambil berlutut. Semua pasukan monster yang setia langsung berlutut, semua monster ini telah mengucap sumpah darah.
Blue bisa melihat semua status monster di dalam ruangan, ia merasa sia-sia melatih banyak orang berbakat setelah melihat banyaknya Orc Lord yang berlutut di depannya. Kekuatan mereka setara dengan sepersepuluh Yami, artinya hanya butuh 10 dari para monster ini untuk mengalahkan Yami dengan kekuatan penuh.
Padahal ia melihat ada ratusan orc yang berlutut di depannya, Blue melambaikan tangannya. “Bangunlah, kedatanganku untuk melihat perkembangan kalian dan meminta menyiapkan wilayah yang cukup luas.”
“Kamu akan langsung menyiapkannya, Tuan.” Raja Orc langsung menjawab dengan suara lantang.
Blue segera menyiapkan simbol untuk pindah ke tempat Ratu Es, ia menggambar simbolnya bersama Rafaela. Meskipun Liem dan Kitty bisa membuat simbol, Blue ingin keduanya menyimpan tenaga dan menggunakannya untuk bertahan.
Sebuah portal raksasa muncul di depan Blue dan kelompoknya. “Raja Orc, aku akan menyerahkan semuanya padamu. Jangan buat pergerakan yang mencolok untuk dua bulan ke depan.”
“Baik, Tuan.”
Blue, Yami, Rafaela, Liem, Kitty, dan Nevada masuk bersamaan, kelimanya terlihat sangat serius dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam portal. Tepat setelah menembus portal, sebuah balok es raksasa muncul dan menghantam mereka semua.
Liem dan Kitty yang menyimpan energinya segera bergerak dan menghancurkan balok es dengan mudah. Blue merasakan ada keanehan dalam ruangan yang mereka tuju, Ratu Es tampak melemah karena sebab yang tidak diketahui.
“Manusia, bagaimana kau bisa sampai disini!”
“Aku hanya menyusuri simbol yang kau tinggalkan. Siapa yang menyangka ini adalah tempat untukmu menenangkan jantung general titan!” seru Blue dengan senyum manis.
“Bajingan, darimana kau tahu aku punya jantung titan?” tanya Ratu Es terlihat panik.
“Tentu saja aku tahu, makanya kedatanganku ke sini untuk merebut jantung titan!”
“Keserakahan akan membunuhmu, aku tidak akan memberikan jantung ini padamu!”
Blue dan Ratu Es saling menatap, mereka sedang mencoba mencari kelemahan masing-masing. Sampai akhirnya Blue mengeluarkan sebuah gulungan berwarna kuning, itu adalah benda untuk memanggil para demigod.
“Sialan, jadi kau adalah suruhan ayahku!”
“Bukan, aku hanya pemain yang belum terlalu dewasa. Jadi bagaimana kita menyelesaikan masalah ini?”
“Jangan terlalu sombong!” ucap Ratu Es sambil melambaikan tangannya.
Ratusan balok es berhasil menembus penjagaan Rafaela, Yami dan Nevada menarik pedangnya dan membelah semua balok dengan sangat rapi. Keduanya saling memandang dan tersenyum karena pergerakan mereka tampak sama persis.
Nevada dan Yami mempunyai kekuatan yang setara setelah pencerahan ilahi Nevada di sarang Naga Es. Mereka bergerak bersama dan membersihkan bongkahan es dengan sangat mudah.
Blue melihat keanehan lainnya, setelah menyerang Ratu Es tidak merubah posisinya. “Sepertinya tempat itu sangat penting untukmu, mari bermain lebih serius!”
Gulungan yang ditinggalkan para Demigod digunakan, ratusan Demigod tingkat tinggi dan puncak tiba dalam sekejap mata. Mereka semua tidak menyangka persembunyian Ratu Es sangat dekat dengannya.
“Kerja bagus anak muda, kami tidak akan melupakan jasamu!”
“Hei, bukankah kita akan kerjasama untuk mengambil hadiah masing-masing. Aku ingin sepatunya!” seru Blue dengan penuh semangat.
“Maafkan aku anak muda, semua yang ada disini milik kita!”
Blue menahan pergerakannya, ia ingin melihat para Demigod bertarung dengan Ratu Es. Energi yang sangat kuat muncul dari Ratu Es, beberapa Demigod langsung terluka karenanya, Blue mundur untuk mencari kesempatan.
Pertarungan antara Ratu Es dan ratusan Demigod terjadi begitu intens, mereka jual beli serangan layaknya petarung sejati. Anehnya Ratu Es tidak mengangkat kakinya sedikitpun, Blue menyempitkan mata dan menggunakan Mata Dewa untuk melihatnya.
...[Tidak dapat di identifikasi.]...
Pertarungan berlangsung cukup lama, Blue tidak ingin menggangu karena Demigod tingkat tinggi mulai berjatuhan dan sekarat. Otak licik Blue mulai bekerja, ia membelah dirinya menjadi tiga dan 2 diantaranya langsung menyerang Demigod yang sekarat.
Blue dan kelompoknya naik ke tempat yang cukup tinggi supaya para Demigod melihatnya. Hal itu dilakukan supaya menciptakan ilusi bahwa dua orang yang ada di bawah bukan temannya.
Satu Demigod tingkat tinggi berhasil di bunuh dengan beberapa serangan, para Demigod lainnya tidak peduli. Mereka hanya ingin jantung titan dan semua harta yang dimiliki Ratu Es. Disisi lain Blue senang bisa panen Energi Kehidupan setiap kali membunuh Demigod.
...[Blue telah membunuh Demigod tingkat tinggi, memberikan 300 miliar Energi Kehidupan.]...
Setelah dua jam bertarung, hanya satu Demigod yang sudah tumbang. Blue merasa pertarungan ini terlalu panjang, makanya ia memberikan sedikit sentuhan supaya pertarungan mencapai puncaknya.
Dua bayangan Blue telah memasang kertas simbol di setiap sudut, keduanya langsung mengaktifkannya untuk melemahkan Ratu Es dan semua orang yang ada di dalam jangkauannya. Blue cukup jauh, jadi dia tidak terkena efek buruk.
“Sialan, aku harus membunuh manusia itu!” seru Ratu Es menunjuk Blue yang menonton dari belakang.
“Ratu Es, kita awalnya tidak punya dendam. Namun posisiku sedikit sulit disini.” Blue menjawab dari jarak sangat jauh, ia tersenyum manis melihat keadaan semakin memihak nya.
Senyum manis itu bukan untuk memprovokasi Ratu Es, tetapi untuk berterimakasih karena semua Demigod melihatnya sekarang. Artinya semua Demigod beranggapan dua orang di bawah bukan rekannya.
Ratu Es tampak marah, ia melepaskan sebuah skill yang bisa menjangkau seluruh tempat. Blue segera menggunakan simbol pelindung tingkat dewa yang sudah ia siapkan di dalam kertas.
Dua bayangannya langsung menghilang karena tidak bisa menahan serangan Ratu Es, tetapi setelah serangan selesai keduanya muncul lagi seperti tidak terjadi apapun. Blue tersenyum melihat puluhan Demigod jatuh ke tanah, dua bayangannya langsung bekerja dengan baik.
Sayangnya Energi Kehidupannya tidak sebanyak sebelumnya, mereka semua sudah menggunakan energinya untuk menyelamatkan nyawa. Sayangnya di sana ada orang licik yang memanfaatkan situasi sebaik mungkin.
...[Blue telah berhasil membunuh Demigod tingkat tinggi, memberikan 100 miliar Energi Kehidupan.](16x)...
...[Blue telah berhasil membunuh Demigod tingkat puncak, memberikan 500 miliar Energi Kehidupan.](3x)...
“Panen yang memuaskan,” gumam Blue yang masih belum kehilangan senyumnya.