Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Outer


Kekacauan yang dimaksud pria tua di kursi roda adalah Dual Secret Sword, tetapi matanya memancarkan kebingungan karena Blue juga terlihat sama seperti kekacauan.


"Siapa yang anda maksud tuan?" tanya Blue terlihat kebingungan. Ia sebenarnya sudah tahu Dual Secret Sword adalah kekacauan yang dimaksud.


"Jangan berpura-pura, Blue. Aku sedikit bingung mengapa aura kekacauan yang seharusnya tidak dimiliki manusia malah bersarang didalam tubuhmu."


Blue tersenyum manis, ia tidak menyebutkan nama maupun kekuatan istimewa yang dia miliki. Namun kakek tua bernama Orakel bisa mengetahuinya.


Orakel adalah seorang peramal agung di Domain Dewa, Blue pernah membaca buku tentangnya. Kekuatan Orakel tidak hanya mengetahui seluruh isi Domain Dewa, tetapi juga tahu siapa yang ikut campur urusan Domain Dewa. Salah mahkluk yang mencampuri Domain Dewa adalah Kekacauan.


Blue tidak mau mengambil resiko, ia hanya tersenyum untuk menghormatinya. Namun senyumnya justru membuat Orakel sedikit ketakutan.


"Bagaimana mungkin ada dua kekacauan?"


Meskipun samar, Orakel bisa merasakan energi kekacauan di dalam tubuh asli Blue. Satu orang saja sudah sangat merepotkan, ditambah lagi ada Blue.


"Nak, sekarang duduklah. Aku ingin bertanya tentang tujuanmu hidup di dunia."


Orakel ingin memastikan keamanan Domain Dewa, ia tidak mau tanah dewa hancur karena peperangan yang tiada habisnya.


"Tujuanku sangat sederhana, menjadi pemenang!"


Jawaban Blue yang sedikit ngawur mengingatkan Orakel pada seseorang berambut hitam beberapa juta tahun yang lalu.


"Huh, baiklah aku tidak akan menghentikan langkahmu. Namun pastikan kau bisa mengerti kapan harus mundur." Orakel melempar gulungan kertas berupa informasi Hades.


Blue tersenyum tipis, ia sebenarnya ingin menanyakan sesuatu yang lain. Namun Orakel memberinya informasi tentang cimera dan cara mengatasinya.


"Tuan peramal, sebenarnya aku datang sini untuk bertanya keberadaan Odin."


Orakel yang mendengar pertanyaan Blue langsung melotot dan memancarkan aura membunuh. Odin adalah pria yang selalu melihat dunia dengan matanya.


"Sebaiknya kau jangan dekat-dekat dengannya, Odin sudah menjadi entitas yang lebih mengerikan!"


"Sekarang aku tahu, Odin ternyata sudah menjadi Outer yang dibicarakan Athena."


"Darimana kau tahu tentang Outer?"


"Athena menjelaskannya secara pribadi padaku, wanita itu sungguh cerewet."


Orakel tampak terkejut, ia sudah meramalkan kematian Athena sejak dulu. Namun kenyataannya Athena masih hidup di sebuah tempat yang tidak diketahui.


Jika Zeus mengetahuinya pasti seluruh dunia akan dibinasakan, pertarungan antara Outer akan terjadi lagi di tanah dewa.


"Outer, apa Zeus adalah outer?"


Blue sedikit terkejut dengan informasi barusan, ia tidak menyangka lawannya jauh lebih kuat daripada dewa biasa.


"Ternyata kau masih anak-anak seperti penampilanmu."


Orakel menjelaskan maksud dari kata Outer. Sebelum itu, ia menceritakan sejarah terbentuknya Domain Dewa.


Kala itu, pertarungan besar terjadi di waktu yang tidak diketahui, peperangan itu mengakibatkan semua aliran waktu berubah dan alam semesta kacau. Itulah awal mula terbentuknya energi kekacauan yang sekarang dimiliki Dual Secret Sword.


Perang itu mempertemukan pasukan dari manusia atau lebih tepatnya Bumi melawan ketidak adilan takdir, Raja Segalanya.


Tentu saja kemenangan sudah dipastikan milik Raja Segalanya yamg bisa membunuh pasukan musuh. Namun kejadian yang tidak terduga terjadi, manusia bernama Aldi menggunakan keterampilan Reverse God.


Semua alam semesta kacau dan beberapa orang kembali ke masa lalu. Salah satunya adalah Blue yang berhasil kembali dan mendominasi di aliran waktunya.


Efek paling mencolok dari Reverse God adalah melempar Raja Segalanya ke sebuah ruang tampa batas yang tidak akan pernah bisa dibukan kecuali Aldi mengizinkannya.


Raja Segalanya tidak bisa mati, ia hanya bosan di ruang tanpa batas dan menciptakan sesuatu yang konyol di aliran waktu yang baru. Salah satunya adalah menciptakan sistem 1 atau sistem berwarna biru milik semua pemain Domain Dewa.


"Maksudmu semua orang di Domain Dewa asli?" teriak Blue dengan nada tinggi.


"Ya, mereka semua asli. Sayangnya hanya ada beberapa orang yang menyadari kebenarannya, salah satunya aku."


Blue tampak sangat terkejut mendengarnya ia membelalakkan matanya hingga berwarna merah. Artinya beberapa orang yang terbunuh olehnya adalah mahkluk hidup asli. Energi kekacauan di dalam tubuhnya tiba-tiba keluar, hatinya yang terkejut mulai tenang karena bantuannya.


Mahkluk hidup Domain Dewa yang menyadari kebenarannya disebut dengan manusia istimewa, salah satunya adalah Yami dan kawan-kawannya. Mereka semua sadar bahwa Domain Dewa hanyalah sebuah dunia alternatif untuk Blue dan para pemain lainnya.


Namun kebenarannya tidak seperti itu, para pemain adalah alien yang datang ke Domain Dewa untuk menghancurkan kekuasaan yang sudah ada. Oleh karena itu Athena Sang Dewi Kebijaksanaan membuat dirinya sangat kuat untuk melawan kalian.


"Jadi..."


"Jangan terlalu cepat menyimpulkan, Nak. Kedatangan kalian juga ada baiknya untuk orang sepertiku."


Orakel langsung memuntahkan darah segar, ia mengungkapkan kebenaran pada orang lain. Hal itu memicu amarah dari Sistem Biru yang mengawasi Domain Dewa.


Matanya menatap langit dan tersenyum. "Kau tidak akan bisa membunuhku!" teriak Orakel dengan penuh percaya diri.


Seperti yang dikatakan Orakel, Sistem Biru tidak mempunyai hak untuk membunuh mahkluk ciptaan Raja Segalanya. Jadi ia hanya bisa menggerutu memberikan peringatan pada Blue untuk segera menjauhi Orakel.


[Skenario Utama telah selesai, segera kembali dan rayakan kemenangan anda!]


[Selamat pemain Blue telah berhasil menyelesaikan Skenario Utama jalur ke 5, semua statusnya akan meningkat sesuai dengan pencapaiannya.]


Orakel tertawa terbahak-bahak, ia tidak pernah merasa senang seperti ini sebelumnya. "Rasanya nyaman bisa melihatmu panik, wanita sialan!"


Blue masih bingung siapa yang menyebabkan ini semua, ia hanya bengong dan mengikuti alur pertikaian Orakel Sang Peramal dan Sistem Biru.


"Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Tidak ada yang spesial. Seperti yang aku katakan sebelumnya, Outer adalah orang yang punya pengetahuan serta kekuatan sepertiku, buktinya sistem biru saja tidak bisa membunuhku!"


Outer adalah sebutan untuk mereka yang tidak bisa terpengaruh Sistem Biru ciptaan Raja Segalanya. Zeus dengan kekuatan Ruang dan Waktu telah terbebas dari jeratan Domain Dewa, Odin dengan Mata Alam Semesta bisa melihat apapun yang ada.


"Apa hanya mereka bertiga yang berhasil menjadi Outer?"


Orakel menggelengkan kepala. "Kau bisa menyebutku sebagai Outer. Oh iya, ada juga Iblis dari Neraka yang sangat mendominasi, Satan."


"..."


Blue tidak bisa berkata apa-apa, ia tidak menyangka Satan yang menjadi sosok iblis paling kuat adalah Outer.


"Apa kekuatannya?" tanya Blue.


"Aku tidak tahu, Satan jauh lebih misterius dibandingkan Odin dan Zeus."


"Bagaimana dengan Baal?"


"Baal, iblis yang sangat rakus dan bisa menggunakan skill milik mangsanya. Namun skill para Outer tidak akan bisa di gunakan sembarang orang. Baal hanya anak-anak dimata Zeus jika menggunakan kekuatan penuhnya."


"Terus kenapa semua anak Zeus bisa di bunuh Baal?"


"Dia sengaja, sama seperti Athena yang di lempar ke ruang tanpa batas. Apakah kau masih tidak sadar, Odin punya kekuatan mata alam semesta, bagaimana ia bisa membantu keturunan Zeus untuk membuat gerbangnya?"


Kebenaran kedua dikatakan Orakel, mulutnya terbuka dan darah muncrat dari dalam. Hampir semua organ dalam tubuhnya hancur, bahkan beberapa darahnya terkena baju milik Blue.


"Orakel, apa kau tidak apa-apa?"


Blue mencoba membantu Orakel yang tampak pucat dan terlihat akan mati dalam beberapa menit. Namun entah mengapa Blue tidak khawatir sama sekali.


"Tenanglah, aku tidak akan mati meskipun melanggar beberapa peraturan."


Ternyata orang yang membantu para saudara Athena adalah Zeus sendiri karena merasa tahtanya sebagai Outer akan segera direbut. Perlu diketahui untuk menjadi outer orang itu harus memahami konsep dunia, Athena terlalu pintar dan membuatnya sedikit takut. Karena itulah Zeus melemparnya ke ruang tanpa batas.


Konspirasi diciptakan sedemikian rupa sehingga dunia mengetahui bahwa Odin adalah orang yang membantu saudaranya.


Blue menggelengkan kepala. "Sayangnya Athena tidak sebodoh itu, aku yakin betul dia menyadari bahwa Zeus adalah dalang di balik semua kejadian yang menimpanya."


"Anak itu sangat spesial, mungkin saja dia bisa merebut kemampuan outer milik Zeus dan Odin sekaligus." Orakel tersenyum manis dan perlahan memejamkan matanya.


Blue membantunya ke atas kasur, pria yang menemaninya di bar langsung datang dan merawat kakek tua itu.


"Sekarang pergilah, aku tidak ingin melihatmu lagi!" kata pria tua yang dia temui di bar.


"Sampaikan ucapan terima kasih ku pada Orakel!"


"Jangan harap!"


Blue tidak mau menambah masalah, ia keluar dengan wajah serius. Pikirannya sudah tidak tenang, hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari Domain Dewa.


Mesin Virtual Domain Dewa terbuka, Arief keluar darinya sambil menghela napas panjang. Ia masih berpikir apa yang dikatakan Orakel adalah kebohongan yang dibuat game.


Arief yang bimbang langsung berjalan ke loteng memperhatikan langit malam yang begitu indah. Ia tersenyum dan menikmati hembusan angin yang terasa sangat nyaman.


Leon datang dan menarik sebatang rokok dari bungkusnya. Korek bergambar singa dikeluarkan dan dinyalakan untuk membakar rokoknya.


"Malam yang indah, apa yang kau pikirkan?"


Arief menoleh ke arah Leon, senyum muncul di bibirnya. "Seandainya Domain Dewa bukan pemain apa yang kau pikirkan?"


"Bukankah dunia ini juga sebuah permainan yang tidak masuk akal, lihatlah sekarang aku bisa melompat daei gedung lantai 22. Mana mungkin manusia biasa bisa melakukannya."


Arief tidak mengatakan apa-apa, ia mengalihkan pandangannya ke bulan. "Benar juga, bahkan sekarang aku bisa menggunakan skill pedang di Domain Dewa untuk digunakan di dunia nyata."


"Sudah aku bilang jangan terlalu dipikirin. Kita masih muda kawan," ucap Leon sambil menyodorkan sebuah kartu undangan.


"Apa ini?"


"Aku akan tunangan, jangan lupa luangkan waktumu bulan depan."


Leon dan Salju akan bertunangan karena mereka sudah yakin dengan pilihannya. Sedangkan Arief masih bimbang apa yang harus dia lakukan.


Arief tersenyum lebar dan menarik pundak Leon dengan tangannya. "Sialan kau berkhianat, sejak kapan kalian menjadi seserius ini!"


"Siapa cepat dia dapat kawan, kalau saja aku terlambat pasti si wanita cantik itu sudah ada yang punya!"


"Ais... Lupakan!"


Arief dan Leon berbicara panjang lebar di loteng, Salju melihat mereka dari bawah dengan tatapan tenang. Jessica mendengar pembicaraan keduanya dari meja kerjanya. Amelia mendengar semua perkataannya daei balik pintu loteng.