
Lima pemain terbaik Blacklist tanpa sadar melangkah kebelakang, mereka semua terkejut melihat pasukannya dengan cepat menghilang dari pandangannya. Selain itu ada sosok yang sangat menakutkan berdiri di depan mereka mengenakan topeng polos.
Oheb adalah orang paling tenang di sisa kelompoknya. “Bisakah kita selesaikan disini, Blacklist tidak akan melakukan serangan lain ke Fairy Dance.”
“Apa jaminannya kalian tidak akan menyerang kami?” tanya Blue mendekati lawannya dengan langkah kaki yang tenang. Ia melepaskan kekuatan prana dan membentuk sebuah bayangan yang nampak seperti malaikat pencabut nyawa.
Kelimanya bisa melihatnya dengan jelas, pria di depannya adalah orang yang kuat di dunia nyata dan Domain Dewa. mereka harusnya menghindari pertarungan dengan orang seperti ini. Namun nasi sudah menjadi bubur, tidak mungkin kelimanya mundur dan meninggalkan harga dirinya.
“Aku wakil ketua Blacklist, akan aku yakinkan seluruh tetua dan investor untuk melupakan dendam pada Fairy Dance.”
“Bukankah salah satu tetua kalian sudah mengatakan bahwa tidak perlu mengganggu Fairy Dance, sayangnya 9 dari 10 tetua menganggap kami seperti semut!” ucap Blue mengungkapkan rapat rahasia yang harusnya hanya petinggi Blacklist.
Oheb mengerutkan kening, ia bingung mengapa orang luar di depannya bisa mengetahui hasil rapat rahasia yang dilakukan oleh para investor Blacklist. “Itu hanya pertemuan biasa, aku akan menyarankan pertemuan resmi untuk mencari kesepakatan.”
“Tidak perlu, salah satu rekanku sudah melakukan kesepakatan dengan semua investor Blacklist. Karena kalian ingin bermain, maka ayo lanjutkan permainannya.” Blue menggunakan kuda-kuda pertarungan tangan kosong atau sering ia sebut dengan teknik Baguazhang.
“Kau memaksaku untuk melakukannya!” Seru Oheb sambil melompat ke atas dan menarik anak panahnya.
Bukannya bertahan, Blue malah melompat dan menyerang lawannya dengan tangan kosong. Pergerakan Oheb sangat lambat, itu membuat Blue sedikit bingung dengan apa yang dilakukan pria di depannya. Akhirnya ia mencoba menghindari semua panah dan langsung mengetahui kekuatan dari lawannya.
“Sungguh mengejutkan, kau menipu orang seluruh dunia dengan sangat baik.” Blue mengepalkan tinjunya dan menghancurkan tulang rusuk bagian kanan lawannya.
Alasan mengapa Oheb bisa sangat kuat tidak lain karena racun tak kasat mata di setiap panahnya. Pemain yang terkena racun itu akan mengalami penurunan status rahasia, itulah yang mendasari ia bisa menghindari semua pemain yang menyerangnya.
Kiki seorang penyihir langsung melemparkan bola api ke arah Blue, ia tidak bisa memastikan kekuatan lawan. Sayangnya bola api itu terlalu lambat untuk Blue yang sigap mengeluarkan sayap hitam dan terbang.
“Huh hampir saja aku aku jadi kepiting bakar. Mengapa kalian diam saja, ayo kita bermain!” seru Blue dengan suara keras.
Obi, mengerutkan kening dan langsung menggunakan kemampuan terbaiknya. 100 transformasi tusukan digunakan, tusukan yang bertubi-tubi menciptakan bayangan naga kuning yang legendaris. Rumornya siapapun akan langsung dikirim ke rumah kebangkitan jika terkena serangan tersebut.
Sayangnya Blue bukan orang biasa, ia menggunakan teknik yang sama dan mengatur napasnya. Semua tombak yang menusuknya dengan kecepatan tinggi dihindari dengan irama yang senada dengan musuh, itulah kekuatan dari teknik Baguazhang yang ia kembangkan.
“Sungguh menakutkan, aku pikir akan menjadi sate setelah terkena serangan itu!”
Blue masih sempat bercanda, ia sebenarnya sedang mengulur waktu karena peperangan terjadi di markas Blacklist. Bukan peperangan fisik, melainkan peperangan kekuasaan dan perebutan perusahaan. Siapa lagi dalangnya jika bukan Jesicca dan kawan-kawannya yang menganggap uang adalah barang penting.
Viki dan Polem menyerang bersamaan, Viki menggunakan kapak besar yang ia miliki, sedangkan Polem menggunakan pedang pendek. Keduanya menjalankan tugasnya masing-masing, Viki menyerang dari depan, sedangkan Polem akan melakukan serangan dari belakang.
Sekali lagi serangan seperti itu tidak akan bisa membuat Blue tergores, ia menangkis kapak dengan tangan kosong. Kemudian menggunakan kakinya untuk menyerang Polem yang menikamnya dari belakang.
Panah Oheb muncul dari atas, satu panahnya berubah menjadi hujan panah yang menyerang semua orang. Polem dan Viki tidak bisa menghindari serangannya. Namun Blue menggabungkan prana dan teknik Baguazhang untuk menghindari semua panah dengan sempurna, kadang ia menangkis, kadang ia menghindar. Itulah teknik yang sudah disempurnakan untuk dirinya sendiri.
“Wow, sungguh keputusan yang bijak.” Blue mengejek keputusan Oheb yang tampak terlalu tergesa-gesa.
“Kau pikir aku tidak memikirkan ini akan terjadi?” tanya Oheb sambil mengangkat sudut bibirnya.
Tepat setelah mengatakannya, Viki dan Polem minum sebuah ramuan yang dapat menghilangkan racun dalam darah mereka. Blue malah bertepuk tangan melihat keduanya bebas dari racun dalam beberapa detik saja.
“Mengagumkan, aku melihatnya!” seru Blue turun dan menginjakkan kakinya ke tanah.
Blue tersenyum dan menggunakan Langkah Cahaya untuk memindahkan tubuhnya ke arah Polem. Sehingga hanya Viki yang terkena serangan terkuat Kiki.
“Bajingan mengapa kau mengikuti ku!” seru Polem yang mulai kesal karena pergerakan kakinya tidak bisa membantunya lolos dari pria bertopeng ini.
“Sangat sederhana, aku hanya ingin membawa bencana padamu!” jawab Blue.
Seperti yang ia katakan, hujan panah sekali lagi menyerang. Kali ini ia belajar sesuatu, Obi dikerahkan untuk membatasi pergerakan lawan supaya terkena panah. Sayangnya Obi terlalu lemah untuk mengimbangi kecepatan Blue yang menggunakan sayap hitam.
Semua keterampilan terbaik sudah digunakan, tetapi belum bisa mendaratkan satu serangan pada musuhnya. “Jangan takut, dia sudah kelelahan!” serunya memberi semangat pada kelompoknya.
Blue melihat mereka dengan tatapan datar dan mengelus dagunya. “Mm... baiklah aku sudah kelelahan,” katanya dengan suara lantang dan penuh semangat.
Oheb dan kelompoknya sudah tahu lawannya terlalu kuat, tetapi mereka masih menyusun rencana dan meminta bantuan dari pusat. Bukannya memberi bantuan, pusat malah mengabaikan pertarungan mereka.
“Apa pusat mengabaikan kalian, kasihan sekali...” ejek Blue dengan nada yang membuat emosi kelimanya naik pitam.
Tanpa koordinasi yang jelas, lima pemain terbaik Benua Barat menghajar Blue dengan keterampilan terbaiknya. Namun semua serangan bisa di tangkis dan Blue bisa menyerang balik dengan sangat mudah.
Bukannya menang, kelimanya malah berlutut karena HP mereka sudah berwarna merah. Hanya perlu satu pukulan untuk mengirim kelimanya ke rumah kebangkitan. Blue mendekati kelimanya dengan senyum lebar dan hentakan sepatu yang membuat suasana lebih menyeramkan.
“Jadi mana bala bantuan kalian?” tanya Blue mendekatkan wajahnya pada Oheb yang berlutut karena hampir kehabisan stamina dan konsentrasi.
“Apa yang kau lakukan pada Blacklist!” seru Oheb dengan nada putus asa.
“Sejujurnya aku tidak melakukan apa-apa, semau tetua dan investor kalian memilik untuk menyelamatkan dirinya dan membawa uang mereka. Anehnya mereka sama sekali tidak memperhatikan pemain Blacklist.”
“Mengapa ini bisa terjadi!”
“Tentu saja karena para investor itu hanya bermain-main dengan kalian. Inilah yang terjadi kalau bermain tanpa ada dukungan resmi, oh iya ketua Blacklist mendapat panggilan polisi tuh...”
Tanpa menunggu lama Oheb langsung menghubungi ketua melalui pesan sistem Domain Dewa, ia mendapati bahwa sekretarisnya yang menjawab dan mengatakan bahwa ketua Blacklist mendapat tuduhan penipuan dan pencucian uang.
“Mengapa kau melakukan ini?”
“Sudah aku bilang bukan aku yang melakukannya, Anjing. Eh... aku tidak boleh memanggil hewan pada manusia.”
“Jadi siapa yang melakukannya?”
“Awalanya para investor Blacklist tidak tahu siapa pendukung Fairy Dance. Setelah tahu, mereka angkat koper dan mengamankan dirinya sendiri. Sungguh menyedihkan...”
Seperti yang dikatakan Blue, Blacklist menghilang dalam 1 malam. Hal itu karena kesalahan management yang telah diungkapkan oleh media, fakta itu langsung terbit di seluruh berita Benua Barat hingga mengakibatkan ketua Blacklist mendapat tuntutan penjara selama 20 tahun.
Proses persidangan di Benua Barat sangat cepat dan efisien, oleh karena itu Jesicca main dengan rapi dan membawa beberapa kekayaan Blacklist di tangannya.
“Aku bukan pencuri, ini hanyalah salah satu cara meminta uang kita kembali.” Jesicca membela dirinya di depan Nidia yang memandangnya dengan aneh.
“Iya, bos aku paham.”