
Tidak dapat dipungkiri, Si Kembar memang sangat kuat. Hira dan Hida mundur karena kerusuhan yang diakibatkan serangan pesawat tanpa awak yang dikirim untuk membantu mereka.
“Apa lukamu bisa disembuhkan?” tanya Hida.
“Aman, tapi aku merasa sangat kelelahan,” jawab Hira dengan suara pelan.
“Ini sangat aneh, mungkinkah kita terkena racun?”
Hira menggelengkan kepala. “Sepertinya bukan racun tapi cara bertarung mereka bisa menekan lawannya hingga titik ekstrem.”
Jawaban Hira ada benarnya, Si Kembar dari pasukan Zeus dapat memancarkan aura yang mencekam sehingga konsumsi mana, konsentrasi, dan stamina lawannya sedikit di atas rata-rata.
Penghancuran masal menggunakan pesawat tanpa awak berhasil mendorong sebagian pasukan Zeus yang dipimpin Si Kembar. Baruna yang melihat musuh yang mulai mundur segera memerintahkan pasukan angkatan laut dan udara bergerak.
Semua perahu terbang yang bisa di operasikan segera berangkat dengan awak kapal seadanya. Semuanya menyerang bersamaan ke arah pasukan Si Kembar untuk mengurangi kekuatan musuh. Namun siapa yang menyangka ternyata pasukan Si Kembar berbeda dengan Thor, mereka menyusun formasi bertahan untuk melindungi rekannya.
Bahkan Si Kembar yang masih kebingungan dengan tubuhnya terlindungi dari serangan perahu terbang. Tidak dapat dipungkiri, pasukan mereka sangat kuat jika berkelompok.
Baruna disisi lain tidak mau membiarkan hal itu terjadi terus, ia memberikan isyarat pada divisi laut untuk menggunakan sihir pemanggilan monster air.
Mendengar perintah Baruna, 10 penyihir air segera berkumpul dan membentuk lingkaran. Mereka langsung membaca sebuah mantra pemanggilan monster air, tidak hanya satu, divisi laut memanggil 7 monster air.
Raungan monster air terdengar sangat keras, beberapa orang lemah menutup telinganya untuk menghindari serangan beku yang disebabkan dari raungan monster air. Sayangnya 7 monster air itu tidak lebih kuat dari satu Maha Kuasa, jadi ketujuhnya langsung menghilang hanya dengan satu serangan prajurit musuh.
Para penyihir yang bersusah payah memanggil monster air langsung memuntahkan seteguk darah segar. Mereka tidak percaya pemanggilan yang menghabiskan sebagian Mananya langsung hancur.
“Ini gila!” ucap Baruna yang tidak percaya dengan matanya.
Buana bisa mengerti mengapa atasannya itu terkejut. Pasalnya monster air itu setingkat dengan Dewa Puncak atau bahkan mendekati Maha Kuasa. Namun musuhnya kali ini adalah Maha Kuasa yang benar-benar kuat, ia curiga lawannya bukan pemula.
Pesawat tanpa awak langsung terbang kembali setelah beberapa saat istirahat, mereka langsung menembak dengan rudal dalam jumlah yang banyak. Kali ini rudalnya tidak berbentuk fisik, melainkan terbuat dari energi aneh berwarna merah. Perlu diingat, satu pesawat tanpa awak itu mempunyai inti Batu Mana berwarna merah. Jadi sudah sewajarnya mereka memulihkan energinya sendiri dan membuat sesuatu yang mustahil dalam waktu singkat.
Rudal yang terbuat dari mana langsung menghujani formasi pelindung yang diciptakan puluhan Maha Kuasa tingkat pemula. Ledakan terjadi di mana-mana, hanya butuh 1 menit untuk para rudal menembus pertahanan dan menyerang para penghuninya.
“Sial, hancurkan mereka dulu!” teriak salah satu Maha Kuasa yang menjadi wakil pemimpin pasukan Si Kembar.
Sekelompok orang segera melesat ke arah pesawat tanpa awak, mereka mengayunkan senjatanya untuk menghancurkannya. Namun pedangnya berhenti sebelum mengenai target. Mana Shield yang super kuat ternyata terkandung di dalam setiap pesawat.
Kelompok penyerang langsung mundur karena mereka menjadi target para pesawat tanpa awak. “Mundur!” teriak sekelompok orang menyelamatkan nyawanya. Namun usaha mereka sia-sia, entah datang dari mana Hira dan Hida menebas mereka hingga tubuhnya tidak dapat digerakkan.
Mata Hira dan Hida memancarkan merah haus darah, salah satu teknik jiwa diterapkan dan mempercepat reflek mereka. Awalnya Blue tidak membiarkan Reaper menggunakan ini, tetapi ia mengatakan bahwa Reaper sungguh mampu, makanya sekarang Divisi pembunuh punya teknik jiwa yang sangat menakutkan.
Si Kembar tersenyum manis, mereka tanpa peringatan melepas topengnya. Mata merah darah seorang haus darah muncul dan berlari dengan darah yang masih mengalir di lengannya.
“Kalian sama seperti kami!” teriak Si Kembar bersamaan.
Hida dan Hira tahu mereka bukan lawan yang mudah setelah membuka topengnya. Pasalnya aura membunuh mereka terlalu kuat untuk menjadi pembunuh kelas bawah, jadi Hida dan Hira tidak akan menahan kekuatan seperti sebelumnya.
Pertarungan habis-habisan terjadi, hanya dalam beberapa menit tidak hanya pelabuhan yang hancur tapi puluhan kota rata dengan tanah karena dampak dari pertarungan 4 orang gila.
Si Kembar bisa menggunakan sihir, jadi mana mereka melebar kemana-mana, hasilnya mereka menghancurkan semuanya.
Untuk pertama kalinya Buana melihat empat orang super bertarung tanpa memperdulikan lingkungan sekitar. Matanya sekarang terbuka, dua bawahan Blue saja bisa menciptakan kekacauan seperti ini, bagaimana jika bawahan lainnya bertarung bersama.
“Betapa bodohnya aku berpikir Fairy Dance sudah runtuh!” ungkapnya menyesali pikiran sebelumnya.
Baruna mengangguk setuju. “Baiklah sekarang waktunya kita ikut campur. Jangan biarkan pertarungan mereka berakhir dengan kekalahan di pihak Fairy Dance.”
“Baik!”
Padahal Blue sedang berkeringat dingin di kepung pasukan Odin dan Zeus, apalagi dia hanya punya 12 orang di belakangnya. “Sial, apa yang sebenarnya mereka lakukan?” gumam Blue pelan.
Zaha dan semua divisi teknologi tidak dapat dihubungi, mereka tampaknya juga mengalami kesulitannya sendiri. Divisi pengintai ternyata melawan para iblis yang keluar dari gerbang neraka. Beberapa orang dari dunia lain seperti Brune dan Burnah menahan arus monster yang tiba-tiba meledak.
Bisa dikatakan sosok Satan sudah dekat, karena kekuatannya terlalu mengerikan para monster dan iblis keluar dari wilayahnya untuk mengamankan dirinya. Itu sudah seperti insting yang tertanam dalam diri para monster dan iblis.
Odin dan Zeus menghentikan pertengkaran mereka dan menoleh ke arah Blue yang sedang berkeringat. “Apa kau sudah selesai menunggu teman-temanmu? Bajingan sialan itu sudah mulai dekat!” ucap Odin dengan ekspresi datar.
“Bajingan sialan?” tanya Blue mencoba berpura-pura bodoh.
“Jangan pura-pura, kamu pasti juga sudah tahu Satan sudah dekat. Jadi perang sudah tidak bisa dihilangkan, bahkan jika aku membunuhmu saat ini!” ungkap Zeus sambil melipat tangannya ke belakang.
Blue memang mendapat informasi bahwa para iblis dan monster mulai tidak tenang, mereka menghancurkan barisan blokade yang dibuat Fairy Dance untuk menahannya. Zeus dan Odin tidak takut dengan keberadaan Satan, mereka hanya kerepotan melawan kekuatan yang tidak diketahui.
“Mengapa harus waspada, bukankah kalian lebih kuat darinya?” tanya Blue dengan wajah polos, tujuannya tentu saja mengulur waktu.
“Bodoh, Odin memang lebih kuat dariku tapi apa kau lihat aku tidak takut padanya?” tanya Zeus.
“Bukankah karena kartu as yang kau sembunyikan di balik lenganmu?” ungkap Blue dengan suara santai.
“Bodoh, manusia sepertimu memang bodoh!” kata Zeus dengan nada tinggi.
Zeus ingin menyampaikan bahwa kekuatan yang tersusun dari Mana, Aura, dan Energi bukanlah hal mutlak. Bisa dikatakan Satan tidak punya kekuatan seperti itu, ia hanya mengandalkan dirinya sendiri tanpa mengandalkan Mana, Aura, dan Energi seperti orang lain.
Odin punya Mana yang tidak terbatas, kemampuannya menciptakan sihir tidak dapat diragukan lagi. Bahkan Zeus mengakui bahwa Odin lebih cakap dibandingkan dengannya masalah Sihir.
Disisi lain Zeus sangat kuat di bidang Energi yang dapat menciptakan sebuah bentuk seperti petir. Makanya otoritas yang dimilikinya adalah Waktu dan Ruang yang tersusun dari tumpukan energi.
Menurut aturan yang seharusnya, Satan harus mempunyai Aura yang sangat kuat sehingga bisa menjadi 3 penyusun utama Domain Dewa. Namun nyatanya tidak seperti itu, Satan bisa menguasai 3 unsur utama yaitu Mana, Aura, dan Energi. Kemudian ia menggabungkan semuanya menjadi satu dan menjadikannya abadi.
Namun keabadiannya mempunyai kelemahan, yaitu nafsu bertarungnya tidak dapat dikendalikan. Setiap ada makhluk yang menarik minatnya, Satan akan hadir dan menguji kekuatannya.
Makanya ketika perang Ragnarok di Domain Dewa, Satan membunuh Raja Titan yang sebenarnya dan memakan jantungnya. Begitu juga dengan Raja Naga yang kabarnya bisa mengalahkan semua orang, Raja Naga terdahulu lebih kuat dari Agnologia Sang Naga Hitam.
Kekuatan Satan terus menumpuk hingga tak terhingga, ia mengambil semua sumber kekuatan Domain Dewa hingga menjadikannya entitas yang seharusnya tidak ada. Makanya Odin dan Zeus memilih untuk tidak menarik minatnya.
Blue menganggukkan kepalanya, ia tidak pernah mengira Satan menjadi sangat kuat. Padahal tujuan awalnya adalah meruntuhkan para dewa, yang diwakili Zeus itu sendiri. Sekarang masalah sudah menyebar, bahkan Odin yang seharusnya tidak pernah muncul ada di depannya.
Ditambah lagi adanya Satan yang tidak pernah kalah ataupun melihat darahnya sendiri. Blue tanpa sadar gemetar mendengar cerita heroik yang dijelaskan Odin Sang Pengetahuan.
“Aku tidak menduga situasi akan berkembang sejauh ini, bagaimana kalau kita berkerja sama mengalahkannya?” tanya Blue menawarkan solusi terbaik untuk semua pihak.
Sayangnya tawarannya itu membawa situasi menjadi lebih buruk, Odin dan Zeus tampak diam. Setelah beberapa saat keduanya saling menyerang hingga Blue terhempas puluhan meter dan menghantam tanah.
Ledakan kekuatan Odin dan Zeus mengakibatkan gunung yang ada di bawahnya hancur dengan tanah. Blue tidak bisa mengungkapkan rasa campur aduk dalam hatinya. Disisi lain ia ingin membuat perdamaian untuk semua orang, tapi keputusannya ternyata malah mendatangkan musibah untuk dunia.
Tidak dapat dipungkiri, keputusan Blue dan Fairy Dance tampak mulia untuk para penduduk pribumi. Namun nyatanya tidak sesederhana itu, Satan keluar dari persembunyiannya karena perang akan segera pecah.
Odin dan Zeus juga sudah bosan berbicara, keduanya akan menyelesaikan pertarungannya dan menentukan siapa yang pantas meninggalkan Domain Dewa terlebih dulu.
Keduanya sudah tahu bahwa untuk meninggalkan Domain Dewa dan menuju tempat yang lebih mulia, mereka harus membunuh 1 atau 2 penyusun utama Domain Dewa. Karena Satan sangat merepotkan, Zeus dan Odin saling membunuh untuk memperebutkan kursi yang tersisa.
Blue tidak tahu harus mengatakan apa, ia hanya melihat pertarungan gila antara dua kelompok yang seharusnya damai. Odin dan Zeus bertarung hingga tanah dewa bergetar. Para penduduk pribumi dan dewa tingkat puncak ke bawah melarikan diri ke dunia manusia.
Situasi ini dapat dikatakan sebagai niat baik dengan cara yang salah. Blue tidak tahu mengapa kejadian ini berkembang sejauh ini, padahal niatnya sangat baik untuk menolong para penduduk pribumi.