
Ketua Gong tampak sangat terkejut dengan berita yang dia terima. "Tidak mungkin, tidak mungkin!" katanya sambil mundur teratur.
Matanya tampak gemetar dan tidak percaya dengan beritanya. Air mata mulai menetes, ia mendapatkan berita bahwa leluhur terkuat keluarga Gong telah menemui ajalnya. Begitu pula dengan 4 keluarga kuno lainnya.
Tidak hanya Ketua Gong, tetapi ketua lainnya juga merasakan perasaan yang sama. Awalnya mereka ingin menggunakan kekuatan penuh, tapi apa yang akhirnya mereka raih.
Disisi lain, Aries Hardiman menduduki tubuh 5 orang. "Ais sial, sudah lama aku tidak bergerak berlebihan seperti ini. Apa kau masih hidup?" tanyanya pada seorang pemuda yang tergeletak di bawah lantai.
"Mm, setidaknya nyawaku masih selamat." Ketua Harimau Putih bangkit dengan satu tangan, wajahnya penuh darah dan pakaiannya sudah tidak jelas.
Tidak beda jauh dengan Aries Hardiman yang penuh luka di sekujur tubuhnya. "Ya, setidaknya aku juga masih hidup. Apa kau siap pertarungan selanjutnya?"
Ketua Harimau Putih mengambil sisa kain di tubuhnya, kemudian mengikatkannya di tangan kiri yang sudah terputus. "Jangan menanyakan sesuatu yang pasti!"
"Aku berharap kamu bisa selamat."
Aries Hardiman dan Ketua Harimau Putih bersiap dengan kuda-kuda mereka. Namun sosok wanita cantik berbaju putih muncul dan menghilangkan semua orang di depan Aries Hardiman dan Ketua Harimau Putih.
Wajah Aries Hardiman tampak tidak percaya dan terlihat shock. "Nona, akhirnya anda kembali!"
"Aku tidak punya banyak waktu, mengapa kau bertarung dengan Gong Ryu?" tanya wanita itu dengan wajah dingin.
"Semua terjadi karena mereka melanggar perjanjian ribuan tahun yang lalu..."
Aries Hardiman menceritakan semua yang terjadi di bumi sejak perang Ragnarok. Wanita itu mendengarkan dengan saksama, Ketua Harimau Putih tidak tahu siapa wanita itu, tapi Aries Hardiman sangat menghormatinya.
"Sepertinya aku salah waktu, baiklah segera lakukan pembersihan. Akan ada kejadian besar, segera kumpulkan orang-orang yang masih setia!" ungkap wanita cantik.
Tepat setelah mengatakannya, wanita itu menghilang dari pandangan semua orang. Aries Hardiman saja tidak bisa melihatnya, apalagi Ketua Harimau Putih yang tidak fit.
"Siapa sebenarnya dia, ayah?"
"Jangan pernah menentangnya, ia adalah anggota penting di Seven Soul, Shen Haise!"
Wanita bernama Shen Haise adalah salah satu anggota inti Seven Soul. Organisasi bernama Seven Soul adalah pemimpin umat manusia melawan perang Ragnarok di masa lalu.
Dengan kepemimpinan pria bernama Shen Zero, Seven Soul meraih kemenangan meskipun mengorbankan lebih dari 80% populasi manusia di seluruh dunia.
"Mengapa dia tidak terlihat kuat sama sekali?" tanya Ketua Harimau Putih yang kebingungan.
"Kita tidak bisa mengetahuinya, menurut pengelihatanku, dia bisa menghancurkan 5 benua ini dengan satu serangannya."
Shen Haise muncul lagi. "Mengapa banyak anggota yang hilang?"
"Banyak anggota yang bentrok, mereka saling membunuh dan menyisakan beberapa diantara kita."
"Baiklah, antar aku ke markas kalian. Aku ingin menyampaikan berita yang genting!" ucap Shen Haise dengan tatapan tajam.
Pertempuran di Dunia Nyata lenyap begitu saja setelah sosok wanita bernama Shen Haise datang. Tidak ada yang tahu siapa dia didunia ini kecuali kelompok Aries Hardiman.
Disisi lain, Leon sedikit lega karena semua musuhnya tiba-tiba menghilang. Dengan sigap ia membawa semua pengawalnya ke rumah sakit dan menuju markas Fairy Dance untuk masuk Domain Dewa.
Tidak hanya Leon, Reza, Snow, Aqila, Justin juga merasakan hal yang sama. Mereka semua berlari ke markas masing-masing untuk menghadiri peperangan akbar.
Ketua Gong yamg bertarung dengan Fairy Dance masih belum percaya dengan berita yang dia dapatkan. Tidak hanya Leluhur keluarga yang gugur, tetapi hampir semua petarung kuat mereka menghilang dari dunia.
Dunia hanya tahu sosok Aries Hardiman yang membela Fairy Dance, mereka sama sekali tidak tahu salah satu Shen turun ke bumi.
Blue tidak mendapatkan berita apapun karena pertarungan Aries Hardiman dan Leluhur Keluarga Gong sangat dirahasiakan. Jadi ia hanya menebak bahwa kakek tua itu sudah berhasil menumbangkan orang terkuat di Keluarga Gong dan pasukannya.
Ketua Keluarga Ma juga tidak percaya kondisi ini akan menimpanya, Leluhur yang selama ini mereka percaya ternyata tidak lebih dari murid angkat Leluhur Keluarga Gong. Ditambah lagi leluhur mereka mati di tangan pria yang tidak dikenal.
Tanpa pikir panjang, ketua keluarga Ma langsung mendekati Ketua Gong dan menarik kerahnya. "Apa yang terjadi, bukannya kau mengatakan semua akan baik-baik saja!"
Ketua Long, Yun, dan Shan juga mendekat. Mereka tampak sangat marah karena leluhurnya dikabarkan mati tanpa meninggalkan mayat.
Ketua Gong menghempaskan tangan keluarga Ma. "Bajingan, kau pikir aku tahu semuanya!" bentaknya dengan suara keras.
"Sialan, kau yang merencanakan semua ini!" teriak Ketua Long yang sudah rapuh karena sempat berbenturan dengan Fairy Dance.
Ditambah lagi sekarang mereka kehilangan sosok yang paling penting. Bisa dibilang Keluarga Long sudah menemui ajalnya.
Tidak beda jauh dengan keluarga Yun, awalnya mereka keluarga netral yang bisa bergerak bebas kemana saja. Setelah mengetahui hubungan leluhur mereka dengan leluhur keluarga Gong, masa depan mereka terancam.
Hanya keluarga Yun yang sudah mempunyai jalan memutar, mereka sudah menyiapkan beberapa jalan untuk mengembalikan kejayaannya.
"Aku akan pergi dari aliansi. Terserah kalian mau melakukan apa!" ucapnya.
Memang leluhur Yun sangat penting untuk mereka, tetapi sosok penting lainnya muncul dan memberitahu bahwa Ketua Yun harus segera datang ke ruang pertemuan.
Ketua Yun tanpa mengatakan apapun langsung keluar permainan dan meninggalkan medan perang begitu saja.
Mesin Virtual terbuka, asap putih muncul dari dalam karena ia terlalu banyak mengeluarkan prana. Sosok wanita sekretaris ketua memberikan salam.
"Tuan, ada tamu yang harus anda temui langsung."
"Siapa dia?"
"Sebaiknya jangan menanyakan hal yang tidak penting, Ketua!"
Meskipun hanya sekretaris, wanita itu tidak pernah tua. Tidak ada yang tahu berapa lama wanita itu melayani keluarga Yun, karena sejak Ketua Yun kecil sekretaris itu tampak sama.
"Baiklah, aku akan datang."
Ketua dan sekretaris datang ke ruang pertemuan. Sosok wanita cantik duduk di kursi kecil biasa bersama Aries Hardiman dan Ketua Harimau Putih yang sudah sembuh, bahkan tangannya yang terpotong sudah kembali.
"Aries Hardiman, beraninya kau datang kemari!" seru Ketua Yun dengan nada tinggi.
Sekretaris dibelakang tidak segan untuk memukul Ketua Yun hingga menghancurkan ubin di bawahnya. "Jaga sikapmu di depan Nona!"
Ketua Yun memuntahkan segumpal darah segar, ia tidak tahu bahwa sekretarisnya begitu kuat. Makanya sosok yang berpura-pura menjadi leluhur Yun tidak berani berurusan dengannya.
"Jangan terlalu keras. Dia juga keturunan dari Yun."
"Baik, Nona. Untuk membuka tempat rahasia itu, kami membutuhkan darah keturunan murni keluarga Yun."
Ketua Yun mencoba untuk bangkit. "Siapa sebenarnya kalian!"
Aries Hardiman menjawab, "Hanya sekelompok orang yang kebetulan lewat sini."
Ketua Yun dan kelompoknya segera menuju ruang bawah tanah yang terdapat gerbang raksasa yang terbuat dari batu.
"Untuk apa kita kesini?" tanya Ketua Yun yang tidak tahu apa-apa.
Sekretaris keluarga memberitakan perintah, "teteskan darahmu ke altar. Sudah kubilang jangan banyak bicara."
Ketua Yun hanya menurut dan meneteskan darahnya. Awalnya tidak terjadi apa-apa, setelah Shen Haise membentangkan tangannya, gerbang itu perlahan berubah jadi emas.
Ketika terbuka, aura yang sangat padat keluar. Sosok pria tampan muncul dari dalam gerbang, ia adalah keluarga Yun yang paling kuno.
Ketua Yun tidak mengetahui orang itu, tetapi sosok pria itu langsung berlutut di depan Shen Haise.
"Apa mereka semua selamat?"
"Maafkan aku Nona, hanya 98% yang selamat. Selebihnya tidak dapat ditolong."
"Baiklah, segera lakukan ini. Bumi dalam masalah besar. Ketua menjelajah waktu untuk melindungi setiap kemungkinan!"
"Baik!"
Setelah menjawabnya, ribuan bayangan berpencar dan melakukan tugasnya masing-masing. Tidak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi Aries Hardiman merasa situasinya lebih mengerikan dari pada yang ia kira.