Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Petarung Gila


Raja iblis tingkat 10 atau satu tingkat di atas ayahnya. Venom berhasil menjadi sangat kuat di Dunia Buatan. Wajarnya dia butuh ratusan hingga ribuan tahun untuk mencapai tingkat saat ini. Namun dengan dukungan Batu Iblis dari Fairy Dance, ia bisa mencapainya dengan waktu relatif sebentar.


Peringatan sistem muncul di depan mata Blue, ia tidak bisa mengendalikan karakternya karena keterbatasan stamina.


...[Pemain Blue sudah melebihi batasnya, Domain Dewa memaksa anda kembali.]...


Mesin Virtual Domain Dewa terbuka, bau yang sangat menyengat tercium. Arief tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan tertidur di atasnya.


Venom yang berdiri sendiri tampak sangat percaya diri. Namun musuhnya bukan lawan yang mudah.


"Jika ayahku tidak melawanmu, mungkin dia masih ada sekarang!" Venom terlihat cukup marah, tapi ia segera tenang setelah teringat setiap nasihat yang diberikan Blue.


"Kemenangan ditentukan sebelum pertarungan itu dimulai!"


Ya, pertarungannya dengan Azazel memang sudah direncanakan sejak lama. Kesempatannya membalas para iblis neraka akhirnya datang, ia tidak boleh kehilangan kendali emosinya.


"Ho... Wajah tenang itu membuatku ingat pada bajingan itu! Majulah Sialan!" teriak Azazel hingga menggema di seluruh Kerajaan Kuala.


Venom menghilang dan muncul kembali di depan musuhnya. Tangannya yang di selimuti racun segera berayun dan menghantam Azazel. Namun serangannya di hentikan dengan tangan kosong.


"Racun milikmu jauh lebih lemah dari ayahmu!" ucap Azazel dengan nafa provokasi.


Venom mengangkat sudut bibirnya, ia segera menyerang dengan tangan kirinya. Tidak dapet dipungkiri, racun miliknya jauh lebih lemah dari ras Venom lainnya.


Hal itu dikarenakan semua saudara dan ras Venom telah punah. Tinggal dirinya sendiri yang tidak punya pengetahuan tenang racun.


Tangan kirinya diselimuti energi hitam, sebelum menyentuh Azazel ia menggunakan teknik pukulan kura-kura hitam.


"Tinju Kura-kura Hitam!" ucap Venom dengan penuh semangat.


Azazel yang menganggap para ras Venom hanya mengandalkan racun salah kaprah. Tangannya yang menghadang serangan Venom langsung hancur dan tinju musuhnya menghantam pipinya.


"Brengsek!" teriaknya yang terjatuh hingga menghantam tanah.


Azazel tidak menyangka ras venom menggunakan kekuatan saat bertarung. Gaya ini bertolak belakang dengan ras venom yang di usir dari neraka.


"Huh..."


Venom menghela napas kedua tangannya mengepal layaknya seorang petarung jarak dekat. Dua pergelangan tangannya diselimuti aura berwarna hijau lumut.


Azazel melompat dan mendekati musuhnya, dengan senjata trisula ia mencoba menumbangkan kuda-kuda kokoh Venom.


Keduanya bertarung di atas langit, tidak ada satupun yang terdorong karena Venom bisa memanfaatkan teknik Baguazhang, teknik andalan Blue ketika ia bertarung jarak dekat.


Kerusakan kecil terus menghujani tubuh Venom, tapi kemampuan tubuhnya langsung menyembuhkannya. Azazel tidak percaya dengan kedua matanya, serangan yang dia gunakan tidak mempan sama sekali.


Teknik Baguazhang sangat istimewa karena ia berfokus untuk membelokkan serangan musuh. Artinya Venom tidak menghadapi serangan lawan secara langsung, ia memanfaatkan momentum dan membelokkan titik serang lawannya. Hal itulah yang membuatnya sangat kokoh dan tidak terlihat kelelahan.


Berbanding terbalik dengan Azazel yang sangat percaya diri. Konstruksi tubuh Iblis Neraka jauh lebih baik di bandingkan dengan ras iblis biasa seperti Venom.


"Ini tidak mungkin!" teriak Azazel yang melepaskan kesempatan lainnya.


Tubuhnya membesar, matanya memerah hingga mau keluar. Dua sayap kecil muncul di punggungnya. Senjata trisula yang dia gunakan menghitam dan memancarkan aura panas.


Venom tidak terkejut sama sekali, ia sudah tahu Azazel bukan lawan yang mudah. Bahkan ayahnya yang punya segudang pengalaman tidak dapat membunuhnya.


"Tamat riwayatmu bocah sialan!" teriak Azazel dengan nada tinggi. Sebagai seorang Iblis Neraka sudah sewajarnya kesombongan tampak di wajahnya.


Berbeda dengan Venom yang tampak fokus memperhatikan setiap pukulan musuh. Pukulan pertama Azazel berhasil dibelokkan, tetapi entah mengapa tangannya bisa lolos dan menghantam pipanya.


Kali ini Venom terjun bebas dari langit, sebelum membentur tanah ia mengaktifkan sayapnya. Sehingga tubuhnya tidak menderita kerusakan parah.


Dengan sangat cepat Venom menoleh ke arah Azazel, tetapi tepat di depan matanya tinju Azazel sudah ada.


Sekali lagi Venom terbang hingga tanah di sekitarnya terkoyak. Setitik darah segar tampak di sudut bibirnya, Venom tidak bisa menyembuhkan lukanya dengan baik.


Azazel tertawa keras dan menghajar Venom terus menerus. "Haha, kau pikir aku bodoh. Tidak mungkin Raja ini kalah dengan teknik yang sama!"


Venom menemukan sesuatu yang aneh. Kelenjar racun yang ada di perutnya berdetak terlalu kencang, hal ini sering terjadi ketika ras Venom kelebihan racun.


Kelenjar Racun di perut ras venom merupakan senjata paling mematikan untuk mereka. Ayah Venom mati karena dia meledakkan dirinya dengan bantuan Kelenjar Racun.


"Apa kau sudah merasakannya!" teriak Azazel tertawa keras.


Seperti yang dikatakan, pukulan Azazel telah dimodifikasi sehingga bisa melukai kelenjar racun milik ras Venom.


Venom tampak tak berdaya, meskipun sudah mendapat semua sumber daya dan informasi, pengalaman bertarungnya sangat dangkal.


Sampai akhirnya kata-kata Blue muncul kembali di benaknya.


..."Kekuatan bukan satu-satunya penentu kemenangan, ada juga ketenangan dan caramu beradaptasi!"...


Venom menutup matanya, ia berkonsentrasi menemukan penyebab Kelenjar Racun miliknya berdetak kencang. Semakin fokus dan terus fokus, Venom berhasil masuk kedalam alam bawah sadar.


Azazel yang melihat itu langsung bernostalgia, ayah Venom berhasil menyegelnya setelah menutup matanya beberapa saat. Tidak mau membiarkan itu terjadi, ia langsung bergegas dan menyerang Venom.


Namun sosok yang tidak kalah penting datang membantu, dia adalah Dagon salah satu pasukan yang menghadapi Ras Venom.


"Dagon, apa yang kau lakukan. Prajurit kurang ajar, beraninya kau menggangguku!"


"Tuan Azazel, sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda lagi. Tapi karena kesalahan di masa lalu biarkan aku membalas kebaikannya." Dagon menyingkirkan puing-puing batu yang menimpanya.


"Pengkhianat!"


Azazel yang kesal langsung menyerang Dagon dengan kekuatan penuh. Tangannya langsung menembus tubuh musuhnya.


"Haha mati kau prajurit rendahan!" teriak Azazel senang dengan tindakannya.


Dragon mencair layaknya air, ia muncul kembali di depan Azazel tampa luka sedikitpun. Sekarang tubuhnya sedikit aneh karena ada pencampuran energi iblis dan energi dewa. Dengan sedikit bimbingan dari Anthony dan Venom, Dagon berhasil menjadi sosok Raja Iblis tingkat 10.


"Bagus, sekarang kau menjadi lebih kuat." Azazel tidak mengendurkan serangannya, ia terus menerus menyerang Dagon dengan serangan fisik.


Sayangnya serangan fisik biasa tidak dapat melukai tubuh air miliknya. Karena Azazel tidak mau berpikir terlalu lama, ia terus menyerang sembari mengerjakan racun di dalamnya.


"Hihi, kau pikir tubuhnya akan terus beregenerasi setelah menerima pukulanku!" ucap Azazel.


Dagon tahu kekuatannya tidak dapat mengalahkan Azazel, tapi tujuannya adalah mengulur waktu dan menunggu bantuan lain datang.


"Ya, memang regenerasiku berkurang. Tapi serangan lemah itu tidak akan bisa membunuhku!" Dagon memprovokasi Azazel untuk terus menyerangnya.


Sebenarnya ia mengatakan kebohongan, aslinya serangan Azazel sama sekali tidak berpengaruh. Karena konstruksi tubuhnya sangat istimewa dikombinasikan dengan sumber daya melimpah, Dagon menjadi sosok Raja Iblis Neraka yang sangat kuat. Racun Venom tidak dapat mempengaruhinya sama sekali.


"Haha jangan berpura-pura kuat brengsek!"


Azazel mengumpulkan energi neraka di telapak tangannya. Sebuah bola energi terbentuk dengan waktu singkat, tanpa peringatan ia langsung melemparkannya ke arah Dagon.


Melihat adanya bahaya, Dagon mencoba menghindar. Namun ada sebuah tali energi mengikat kakinya.


Ledakan besar terjadi di daratan, tidak hanya pasukan Dunia Buatan yang terkena imbasnya. Beberapa pasukan Azazel malah mati karenanya.


"Haha mati kau!"


Dagon masih berdiri dengan tubuh yang bersimbah darah. Ia menatap tajam ke arah Azazel.


"Ini belum berakhir Tuan Azazel." Setelah mengatakannya, Dagon berubah wujud menjadi Naga besar berwarna hijau.


Meskipun warnanya hijau, ia mempunyai elemen air yang sangat kental. Seluruh lukanya langsung sembuh setelahnya.


Azazel tampak puas dengan pertarungan hari ini. "Bagus, bagus, aku menyukainya!"


Dalam sekejap mata ia sudah sampai di depan kata Dagon, tanpa pikir panjang tinjunya langsung menghantam lawan.


Dagon yang bertumbuh besar bergerak sangat cepat hingga mengimbangi kecepatan tinju musuhnya. Alhasil ia berhasil menghindari tinju, meski hanya beberapa centimeter di samping kepalanya, aura yang terkandung di tangan Azazel masih melukainya.


Sebelum membuat gerakan lain, lengan Azazel sudah bergerak ke samping dan menghantam mata kiri Dagon.


Tidak hanya kesakitan, Dagon terpental beberapa meter serta tubuhnya berputar-putar layaknya sebuah kipas angin. Pohon dan tanah disepanjang jalurnya terkoyak tak menentu. Sebuah pusaran angin terbentuk dan menerbangkan beberapa mayat yang tergeletak di tanah.


Dagon mengeratkan giginya dan menghentikan putaran tubuhnya. "Sial!"


Rasa putus asa yang dia rasakan ketika menghadapi sosok kuat lainnya muncul. Namun setelah membangun hubungan dengan pasukan Fairy Dance, Dagon merasakan ikatan batin yang tidak bisa diungkapkan.


Sampai akhirnya ia memutuskan menggunakan teknik terlarang ras iblis. "Teknik pembalikan, Ledakan Mana!"


Teknik ini akan meledakkan tubuhnya. Tidak hanya meledak saja, mana di sekitarnya akan berguncang dan mengakibatkan kepunahan.


Karena didekatnya ada Azazel, kemungkinan besar musuhnya akan terluka. Bahkan ada kesempatan Azazel akan mati karena mana di dalam tubuhnya bergejolak.


Sayangnya sebelum tekniknya berhasil di eksekusi, sosok Venom memukul punggungnya. "Jangan melakukan hal bodoh, Blue akan sedih jika kehilanganmu."


Dagon menundukkan kepala, ia merubah wujudnya menjadi manusia kembali. "Kau benar, aku tidak boleh mati disini. Tujuan akhirnya masih jauh dari ini!"


Venom mengagungkan kepala. "Benar, setidaknya bos akan punya sosok pekerja yang bisa menciptakan clone manusia ikan. Clonemu sangat membantu dalam penambangan."


Perkataan Venom membuat suasana menjadi aneh. Ia bercanda di tempat yang tidak seharusnya.


Bukan Dagon atau Venom yang tertawa melainkan Azazel. "Haha benar-benar, dia memang sangat berharga untuk menjadi pekerja!"


Meskipun kata-kata mereka sama, entah mengapa Dagon tidak sakit hati ketika Venom mengatakannya. Berbanding terbalik ketika Azazel mengejeknya sebagai seorang pekerja.


"Apa kamu sudah tenang?" tanya Venom.


"Ya, maaf aku sedikit kehilangan akal."


"Ayo!" Venom melesat menuju Azazel, Dagon menciptakan sebuah pelindung air di sekujur tubuh Venom.


Tinju Venom mengarah ke wajah Azazel, tetapi kecepatan Azazel jauh melebihinya. Jadi serangan itu di hadang dengan sangat mudah.


Namun kejadian aneh lainnya muncul, tinju Venom berbelok dan menghantam wajahnya sekali lagi. Azazel terlihat kesakitan, ia sudah lama tidak merasakan rasa sakit.


"Benar, ini dia pertarungan yang sebenarnya!" teriaknya sambil tersenyum. Pahala ia masih terpental ke langit.