
Seperti yang dikatakan Bee, Erik bisa menggunakan teknik perubahan dengan sendirinya setelah diberi sedikit petunjuk.
"Tujuan kita telah tercapai, sebelum ke Benua Timur aku ingin menyelesaikan masalah No Name. Apa kau punya rencana Bee?" tanya Blue.
"Serang saja langsung. Toh kelihatannya 9 super guild yang mendukung mereka mulai pasif karena Reza sudah memberi peringatan."
Jawaban Bee ada benarnya, tetapi jika Fairy Dance terlalu mencolok akan susah untuknya bekerja sendiri.
"Untuk sekarang mari percaya Reza dan ayo ke wilayah timur!"
"Kenapa tidak pakai keistimewaan Demigod?"
"Kita ubah target, ayo kalahkan bos dunia yang menghubungkan Benua Selatan dan Benua Timur."
Benua Selatan adalah benua paling kecil di antara empat lainnya. Jadi Blue bisa sampai ujung timur Benua Selatan.
...[Gate...
...Tingkat : S...
...Level : 11 (0/51.200) (Cincin Kartanegara +1)...
...Pendinginan : 1 jam...
...Membuka sebuah gerbang menuju suatu tempat 3500 kilometer jauhnya serta bisa membawa 25 ribu orang bersamanya....
...Level maksimal : - ]...
Blue menggunakan poin skillnya pada Gate untuk memaksimalkan mobilitas pasukannya. Dengan pendinginan 1 jam serta kecepatan lari Raul membuat mereka bisa sampai tujuan dengan lebih cepat.
Dari sarang Raja Tanah ke ujung timur Benua Selatan hanya memakan waktu 3 minggu saja. Padahal Blue menghabiskan 3 bulan di Benua Utara dari pertengahan ke ujung utara. Namun sekarang dari tengah benua selatan ke ujung timur hanya 3 minggu.
Peperangan Fairy Dance dan No Name pecah, banyak media menyoroti kejadian aneh ini. Awalnya Fairy Dance hanya diam saja, tetapi akhir-akhir ini mereka lebih aktif.
Reza mengadakan konferensi pers untuk memberikan klarifikasi. "Terima kasih pada para wartawan yang datang. Saya sebagai pemimpin Fairy Dance di Benua Selatan ingin mengatakan bahwa kami sudah siap melakukan ekspansi. Dari pusat mengatakan bahwa mereka akan mulai fokus mengembang cabang Benua Selatan, jadi siapapun boleh bergabung bersama kami!"
Pernyataan Reza menyinggung beberapa pihak yang terlah menguasai Benua Selatan, tetapi mereka memilih diam dan membiarkan Fairy Dance berdansa semau mereka.
Perlu diketahui bahwa Benua Selatan telah punya 12 Demigod termasuk Reza. Hal itu karena mereka punya kontrol simbol yang sangat baik. Jadi banyak misi yang bisa diselesaikan hingga ujungnya mendapat gelar Demigod.
"Tuan Reza, anda sangat muda. Bolehkan saya tahu umur anda!" teriak salah satu wartawan dengan suara lantang.
"Aku dibawah 25 tahun!"
Pernyataan Reza memang benar, tetapi sebagian wartawan tidak puas dengan jawabnya. "Bisakah lebih spesifik."
Reza tersenyum manis. "Tidak ada untungnya mengetahui umur seseorang, kalian hanya perlu tahu seberapa cakap orang itu dalam mengurus bisnisnya. Kedengarannya mustahil aku bisa sukses seperti ini di usia muda, tapi ini adalah kenyataan."
"Apa Fairy Dance di Benua Tengah sana sangat terkenal hingga anda menyebutkan bahwa anda sukses?"
"Sukses tidak bisa di ukur dari berapa terkenal mereka. Namun berapa lawan yang sudah kalah, dan Fairy Dance tidak pernah kalah sekalipun!"
Pernyataan Reza tentang kekalahan Fairy Dance yang mencapai 0% menyebar ke seluruh Benua Selatan. Publik mulai mencaci pernyataan bodoh itu, banyak orang mengatakan Fairy Dance terlalu sombong.
Namun 9 super guild yang mendengar ini langsung mengadakan rapat mendadak. Semua petinggi dikumpulkan, mereka tampak panik karena pernyataan Reza sama seperti Leon ketika menghancurkan Singa Langit.
Perlu di ketahui Singa Langit sudah tidak menjadi super guild, mereka terbelah menjadi 3 kubu. Dua diantaranya membuat guild sendiri, satu pihak lainnya bergabung dengan Fairy Dance.
Menilik dari sejarah yang ada, Fairy Dance tidak akan main-main jika mereka ikut campur. Sampai akhirnya 9 super guild hanya akan membantu sedikit tanpa sepengetahuan publik.
Itu adalah cara paling aman yang bisa dipikirkan semua orang. Sejarah mencatat hanya Singa Langit yang hancur, tetapi beberapa pendukungnya masih berdiri tegak. Artinya Fairy Dance tidak akan mengganggu mereka yang pasif.
Pasukan No Name sampai di Desa Yordania atau desa yang telah di tinggalkan kamal. Reza dan pasukannya sudah bersiap menyambut mereka.
"Letakkan senjata kalian atau musnahkan disini!" ucap Reza dari atas benteng.
Setelah Kamal meninggalkan desa, Blue sudah memasang beberapa jebakan yang bisa menghambat musuh.
Peperangan pecah antara pasukan No Name dan Fairy Dance. Kedua belah pihak ngotot tidak akan pernah menyerah.
Semua kelompok Blue turun dari punggung Raul yang begitu besar. Yami, Liem, Kitty, dan Erik sedikit bingung melihat lapangan luas. Bahkan Bee saja tidak pernah menyangka Blue akan menjadi gila dan menghentikan mereka di padang rumput.
"Bocah gila, apa kau sadar apa ini?" tanya Bee sambil menunjuk padang rumput yang begitu luas.
"Ya... lihatlah." Blue berlari membentuk sebuah lingkaran dan menginjak-injak rumput membentuk simbol aneh.
Setelah 3 jam bekerja keras, sebuah gerbang mulai muncul dari kekosongan. Blue tersenyum lebar melihat pintu yang begitu familier, ia teringat kelompoknya di Shadow adalah penemu gerbang Benua Selatan ke Benua Timur.
Meskipun mereka menemukannya, super guild yang berhasil menyelesaikannya. Walaupun begitu, Shadow tetap mendapatkan uang yang cukup banyak.
Blue teringat tim setia yang membantunya melawan bos dunia. Bayangan Leon dan 7 orang lainnya muncul di depannya dan tersenyum.
"Huh, aku penasaran dimana mereka semua." Blue bergumam pelan.
Bee hadir di sebelahnya. "Aku harus mengakuinya, kau sangat luar biasa untuk menemukan hal seperti ini."
Tidak hanya Bee, Naga Angin dan Kitty juga tercengang melihat bosnya menemukan gerbang masuk yang sulit ditemukan.
"Lebih baik kalian terbiasa dengan keadaan ini karena aku sudah mengantungi semua lokasi Bos Dunia di Domain Dewa."
Hanya Yami, Emma, dan Liem yang tampak biasa saja. Mereka sudah menguatkan hatinya untuk melayani Blue, jadi semua yang dilakukan tuannya akan menjadi hal biasa.
"Baiklah, ayo masuk. Gerbang ini akan segera tertutup setelah kelompok pemain masuk." Blue melangkah masuk ke dalam gerbang.
Yami dan kelompoknya mengikuti, mereka melihat punggung tuannya begitu lebar untuk menopang semua tanggungjawab.
Tiba-tiba tangan kanan Blue diangkat menandakan mereka harus berhenti. "Lepaskan diri kalian dari ilusi dan bersiap bertarung."
Yami dan semua kelompok mulai sadar, mereka langsung melepaskan pengaruh ilusi yang membutakan matanya.
"Tetap waspada aku melihat banyak formasi ilusi yang akan memecahkan kita. Jangan sampai melepaskan energi kalian!"
Seperti yang dikatakan Blue, banyak formasi ilusi yang terpasang. Formasi ini bertujuan untuk memisahkan kelompok menjadi 9, tetapi Blue ingin kelompoknya tetap bersama.
Bukan tanpa tujuan, Blue ingin menyelesaikan semua lantai dengan sempurna tanpa ada korban satupun. Pada awal ia masuk ke gerbang ini, semua kelompoknya dipisah dan harua menghadapi bos monster.
Setelah semua berhasil mengalahkan bos, sembilan orang baru berkumpul dan mengalahkan bos dunia. Blue dan semua rekannya mati beberapa kali untuk mengalahkan bos monster, mereka kehilangan lebih dari 10 level untuk menyelesaikannya. Setelah memasuki ruang bos dunia, mereka semua langsung di bunuh dan bangkit di kota terdekat.
Kelompok yang berhasil menyelesaikan gerbang antar benua adalah Super Guild dengan pemain terbaiknya. 9 orang itu sangat kuat atau mungkin seorang Demigod.
Blue tidak mau memilih cara seperti itu, ia harus menjaga nyawa rekan-rekannya serta memilih jalan yang paling aman.
Setelah berjalan beberapa saat, sosok bos monster terlihat sedang tidur di pojokan. "Jangan bergerak, ini lantai ke 7 bosnya cukup kuat untuk mengalahkan Naga Angin."
Yami dan kelompoknya mengangguk, mereka akan mengikuti arahan tuannya. Blue perlahan mendekati sosok bos monster, kelompoknya mengikuti dari belakang. Langkah kaki yang pelan membuat bos monster tidak menyadarinya.
Blue menunjuk bos monster dan berteriak, "Serang!"
Semua orang langsung menggunakan serangan terbaiknya. Bos monster membuka matanya, ia melihat serangan dadakan yang begitu banyak.
Liem menggunakan bom api untuk membuat ledakan yang membutakan matanya. Yami dan Emma bisa menyerang dengan bebas karena bos kali ini sangat tidak peka, dia hanya mengandalkan matanya.
Blue tidak membuang kesempatan, ia membuat serangan bertubi-tubi hingga bos monster tidak bisa berdiri. Ratusan sayatan pedang tercipta, bos monster tek berdaya hanya bisa menerima serangan kelompok Blue.
Sampai akhirnya tubuhnya menjadi transparan dan meledak, bos monster berhasil dikalahkan tanpa ada perlawanan sedikitpun.
"Bagus, sekarang istirahat dulu. Kita akan melawan bos lantai pertama karena itu yang paling menguras stamina."
Blue menyuruh mereka istirahat, sedangkan dia sendiri akan memikirkan cara untuk mengalahkan bos tanpa ada korban.
Bee mendekatinya, ia melihat coretan di tanah. "Bagaimana kau bisa tahu serangan bos dengan begitu detail?"
"Membaca adalah gerbang ilmu pengetahuan, aku sudah membaca ini dalam catatan kuno. Meskipun bisa mengetahui skillnya, kita tidak pasti bisa meraih kemenangan pasti tanpa praktik."
Bee semakin mengagumi sosok Blue yang begitu kritis dalam memikirkan kelompoknya. Tanpa sadar sudut bibir Bee terangkat dan mulai membantu tuannya.