
Sekelompok orang mengepung Blue dan kelompoknya, mereka langsung mengaktifkan gulungan untuk mengurung wilayah.
Sebuah formasi tak kasat mata menghalangi semua portal masuk dan keluar, bahkan jalur komunikasi akan terputus. Jadi Blue dan semua orang di dalam jangkauan formasi tidak dapat menghubungi siapapun.
"Sekarang apa kamu masih bisa bersikap sombong?" tanya Ketua Keluarga Ma.
"Tidak ada yang berbeda. Bahkan jika kalian mengerahkan semua anggota dari 5 super guild, Fairy Dance tidak akan takut!" seru Blue dengan suara lantang.
Cola terbebas dari skillnya, ia tersenyum dan mengangkat perisainya yang sangat besar. "Pelindung Dunia!" teriaknya sambil menghantamkan ujung perisainya ke tanah.
Tanah yang menjadi target langsung hancur, formasi yang dikatakan paling kuat untuk mengurung semua orang tiba-tiba retak.
Sosok wanita dengan tubuh kekar serta 9 orang di belakang muncul dari retakan tersebut. Mereka adalah Amelia dan 9 orang kepercayaan di divisinya.
[Amelia
Level : 301(+40)
Gelar : Raja Penghancuran.]
"Hora!" teriak Amelia disusul 9 orang di belakangnya.
10 orang yang membobol formasi dari langit adalah sekelompok petarung tangan kosong. Mereka menggunakan sayap berwarna ungu kehitaman. Baju yang berwarna merah dengan aksen emas membuatnya tampak seperti petarung sejati.
"Ternyata tidak mudah." kata Amelia melihat temannya sudah berkumpul.
"Kau terlambat, Amelia!" teriak Cola yang masih tersenyum dihantam oleh serangan musuhnya.
Cola tidak bisa berbuat banyak tentang kerusakan permenit yang ia hasilnya. Namun ketahanan tubuhnya sangat tinggi, hingga kombinasi serangan musuh dari tadi tidak bis membuat HPnya berwarna merah.
"Sombong!" teriak salah satu wanita dari keluarga Gong. Dia tidak lain Gong Mei, salah satu jendral sekaligus anak kandung ketua keluarga.
Dalam sekejap mata, Gong Mei sudah sampai di depan Amelia. Lengannya langsung diayunkan dan tinjunya mengarah ke pipi Amelia, sembari mengeratkan giginya ia melepaskan kekuatan penuh yang dua miliki.
Tidak ada ada satupun orang yang bisa bertahan setelah menerima serangan itu. Hal itu karena Gong Mei merupakan orang ke 7 orang level tertinggi di Benua Timur.
Bahkan pemain terkuat di Benua Timur mengakui kekuatan Gong Mai dalam pertarungan jarak dekat. Jadi tidak ada bukti yang dapat menyangkalnya bahwa Gong Mei akan kalah dalam pertarungan kali ini.
Jumlah penonton di semua kanal siaran langsung meningkat, hal itu karena munculnya sosok yang lama tidak kelihatan dan sosok yang selalu menjadi sorotan publik.
Pukulan penuh Gong Mei ditangkap dengan satu tangan kanan Amelia, publik langsung melemparkan komentarnya.
"Sambutan yang sangat menyenangkan Nona Mei." Amelia tersenyum manis, beberapa kamera menyoroti sarung tangannya yang memancarkan cahaya berwarna biru laut.
Tidak banyak yang tahu apa itu, tetapi Blue tahu betul sarung itulah yang menjadikan Amelia di kehidupan sebelumnya sangat bersinar. Tidak hanya sarung tangan yang bisa memancarkan cahaya, sayapnya yang berwarna ungu kehitaman juga bersinar.
Gong Mei terkejut dalam hatinya, ia tidak menyangka sosok perempuan didepannya bisa menghentikan pukulan penghancur miliknya.
"Siapa kau?"
Karena Amelia jarang muncul di publik, banyak orang yang tidak bisa menemukannya. Sudah sewajarnya Gong Mei yang hanya bisa bertarung tidak tahu.
"Amelia, anggota biasa Fairy Dance." Amelia tidak berbohong, ia sudah melepaskan posisinya sejak penerusnya mengambil alih posisi komandan divisi petarung.
9 orang yang ada di belakangnya tidak lain adalah anggota party sekaligus anggota Fairy Dance yang sudah melepaskan posisinya.
Seperti yang dikatakan Gong Mei, sosok Amelia dan kelompoknya adalah salah satu senjata Fairy Dance dalam keadaan genting. Karena kabar tentang 20 anggota Fairy Dance telah terluka parah di Benua Timur, Amelia tidak tinggal diam.
Meskipun jaringannya tidak sebaik Jessica, Amelia juga punya beberapa kenalan. Tiga perempuan muncul di belakang Amelia, mereka dari salah satu super guild Benua Timur.
"Siapa yang menyangka ternyata kau datang dari Fairy Dance. Kalau saja kami tahu sejak awal, kami tidak akan memaksamu."
Gong Mei mengerutkan alisnya, ia mengenali sosok wanita paruh baya itu. "Mengapa Nyonya Meli mencampuri urusan kami?"
"Awalnya aku tidak percaya dengan Margareta, tapu setelah mengetahui Amelia ada di penjara bawah hak Fairy Dance, kami akan melindunginya!"
"Kau pikir Guild Grand punya kekuatan untuk melindunginya!" ucap salah seorang perwakilan dari super Guild Benua Timur.
"Arsyad dari Padang Pasir, mengapa kau ikut campur urusan kami?" tanya Meli.
"Alasanku sama seperti kau membela Fairy Dance, perang ini terlalu merugikan. Jadi lebih baik segera singkirkan Fairy Dance!"
Pernyataan Arsyad memang tidak salah, menyingkirkan Fairy Dance sebelumnya berkembang dianggap lebih mudah daripada nanti setelah berkembang.
Ketua Keluarga Gong dari kejauhan menimpali, "Benar! Fairy Dance sudah keterlaluan!"
Arsyad dari guild Padang Pasir memang kental dengan keadilan, dalam kamusnya tidak ada penjahat abadi. Ia sering membantu dan memberikan jalan para para pendosa. Makanya tidak sedikit dari anggota Padang Pasir tidak loyal.
Blue tidak bisa berbuat apapun, ia masih belum punya cukup pasukan. Ia merasakan banyak pasukan yang sedang mengintai mereka. Tujuan mereka tidak lain adalah kehancuran Fairy Dance.
"Bagaimana ini bisa keterlaluan, 20 anggota Fairy Dance terluka di kehidupan nyata!" ucap Blue dengan nada tinggi. Sebenarnya dia berpura-pura marah karena ingin melihat respon Arsyad.
"Siapa kau, tidak ada hak untuk bersepakat dengan tuan Arsyad!" teriak Gong Mei dengan wajah marah karena semua serangannya dihentikan Amelia dengab sangat mudah.
Inilah pentingnya pengetahuan, jika saja Blue adalah orang emosional, pasti Gong Mei akan mendapatkan ganjarannya.
"Saya memang bukan siapa-siapa, tapi memukulmu beberapa kali adalah hal kecil." Blue mengatakannya dengan bahasa formal.
Karena tidak punya kesempatan menang melawan Amelia, Gong Mei melampiaskan kemarananya pada Blue yang berdiri beberapa satu meter di atas tanah. Rumor mengatakan bahwa seseorang yang lemah tidak akan bisa terbang lebih dari tiga meter.
Kepalan tinju Gong Mei langsung mengarah ke Blue dengan kekuatan penuh. Tidak seperti Amelia yang menangkap tangan Gong Mei, Blue memilih untuk memberinya pelajaran yang sepadan.
Tinju Gong Mei dibalas dengan tinju, Blue mengepalkan tangannya dan mengayunkan bahunya hingga menciptakan dorongan kuat untuk kepalan tinjunya. Meskipun tidak menggunakan kekuatan penuh, Gong Mei terbang puluhan meter.
Sembari memegangi dadanya, Gong Mei menatap tajam ke arah Blue. “Sialan, apa semua anggota Fairy Dance itu monster!”
“Tidak.” Tepat setelah Blue menjawabnya, tiba-tiba sosok hitam muncul dari belakangnya. Tebasan pedang pendeknya sangat cepat dan tepat, hanya dengan satu serangan Gong Mei kehilangan semua darahnya.
Blue merasa sedikit aneh, mengapa kemampuan khusus untuk para pengikut Demigod tidak aktif. Padahal kepala keluarga Gong adalah demigod yang menyembunyikan kekuatannya, tapi dia tidak bisa lolos dari Mata Dewa milik Blue.
Mata Blue mengamati gelar Jesicca, ada perasaan aneh yang dikandung dalam gelar tersebut. “Apa mungkin mereka terbebas dari hukum kontrak?”
Bee keluar dari ruang penyimpanan, ia langsung mengatakan sesuatu yang mengejutkan. “Ini keanehan para Demigod. Biasanya akan lahir sosok bayi yang punya kekuatan untuk memanjat menjadi yang terkuat. Bayi itu tidak lain adalah masa kecil Zeus!”
“Terus mengapa mereka bisa menggunakan gelar milikku?” tanya Blue pada Bee yang tampak serius berpikir.
Bee menjawab, “Jawaban paling masuk akal disini tidak lain adalah kesalahan sistem ...” ia teringat sesuatu yang tidak normal di dalam tubuh Blue. Sistem merah, mungkin itu adalah penyebab banyaknya keanehan di Domain Dewa.