Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Hira dan Hida


Oliver segera meminum ramuan penambah HP dan MP, ia tidak punya waktu untuk memuji kekuatan musuh. Meskipun ia terkejut dengan perubahan Thor saat ini, ia harus bertahan hidup dan mengambil semua kesempatan yang ada.


Thor menghilang dari tempatnya, sekejap mata ia sudah sampai di depan Oliver yang belum berdiri. Kaki kanannya segera menginjak Oliver yang terlihat sangat kecil karena tingginya tidak lebih dari 2 meter.


Oliver tidak mau diam saja, ia segera berguling menghindari injakan Thor. Perlahan tapi pasti, HP dan MP miliknya kembali pulih karena ramuan khusus yang dibuat kepala Koki, Siska. Matanya segera menatap Thor untuk memastikan posisinya, Oliver segera melompat dan membuat jarak. Sudip yang ada di tangan kirinya berganti menjadi sebuah wajah penggorengan berwarna hitam mengkilap.


Tanah yang berada di dalam pandangannya tiba-tiba terangkat, Oliver segera melindungi badannya dengan wajan hitam. Thor sudah mengetahui hal tersebut, ia mengubah serangannya dan muncul di belakang musuh.


Oliver tersenyum manis karena musuh sudah tahu tekniknya. Sayangnya pilihan Thor bukan yang terbaik, susunan formasi yang sudah disiapkan sejak awal aktif. Sebuah rantai berwarna kuning emas keluar dari punggung Oliver dan langsung mengikat Thor yang penuh semangat.


Formasi pengikat yang dibuat Penyihir Kuno Serly tidak sembarangan, jadi Oliver sangat percaya padanya. Benar saja, Thor tidak dapat menggerakan tubuhnya, bahkan sebagian kekuatannya ditarik keluar dan dimakan Oliver itu sendiri.


“Aku ingin menggunakan ini untuk melawan Zeus tapi siapa yang menyangka bawahannya sekuat ini!” ungkap Oliver yang mulai menurunkan kewaspadaannya. Tangan kanannya yang memegang pisau dapur langsung menusuk perut Thor dan mengulanginya beberapa kali.


Thor merasakan sakit yang tidak bisa diungkapkan, karena pembatasan dari rantai emas ia tidak dapat mengeluarkan suaranya. Oliver terus mengulangi tusukannya sampai gerombolan maha kuasa atau pasukan Thor datang membantu.


Kubah raksasa yang mengurangi kekuatan Thor di hancurkan oleh ratusan Maha Kuasa. Oliver hanya bisa tersenyum kecut karena formasi pengekangan yang dia persiapkan akan hancur dalam waktu dekat.


Amir tidak membiarkan pasukan Thor mengganggu pertempuran Oliver dan Thor. Namun kualitas musuh terlalu tinggi, tidak ada anggota Fairy Dance yang bisa menandingi mereka jika bekerja sama. Pertarungan bertambah ricuh, Amir memerintahkan semua anggota Fairy Dance tidak menahan kekuatannya. Mereka menghancurkan setiap inci tubuh pasukan Thor.


Disisi lain dua sosok pria bertopeng dari pasukan Zeus berdiri di atas laut. Ia memperhatikan pelabuhan yang dijalankan Fairy Dance, keduanya saling mengangguk dan melepaskan sihir skala besar dan langsung melemparnya.


Pelabuhan yang dibangun dengan ratusan ribu batu mana berwarna biru hancur hanya dalam beberapa detik saja. Untungnya Baruna yang memimpin armada mengaktifkan pelindungan untuk menyelamatkan semua penduduk pribumi di dalamnya.


“Sial, seberapa kuat mereka!” ungkapnya yang terkejut pelabuhan yang sebesar itu rata dengan tanah dengan satu serangan saja.


Sosok pria yang mengaktifkan formasi penyelamat skala besar di sebelah Baruna terengah-engah. “Sialan, kenapa hanya aku yang mengendalikan formasinya!” ungkapnya. Pria itu adalah Buana Sang Penyihir Tanah yang menjadi wakil armada pasukan laut dan udara Fairy Dance.


Baruna meliriknya. “Siapa yang mengira situasi akan berkembang sejauh ini,” katanya sambil mengelus dagunya. Ia tidak peduli dengan uang yang dihabiskan karena divisi pertahanan udara dan laut punya kekayaan yang hampir menyerupai Fairy Dance itu sendiri.


Buana segera meminum ramuan penambah stamina dan konsentrasi. “Situasi menjadi lebih rumit, apa yang harus kita lakukan?” tanyanya.


“Apa kau sedang berpikir mengkhianati Fairy Dance?” tanya Baruna.


“Sejujurnya Fairy Dance tidak bisa menghentikan kita, bahkan di dunia nyata usaha kita berkembang satu tingkat di bawah kepemimpinan Nidia.” Buana mengungkapkan pendapatnya.


Sayangnya Baruna menggelengkan kepalanya. “Bahkan jika kita melebihi mereka, si bocah gila itu akan menghancurkan semua usaha kita dalam beberapa hari saja. Kau tahu Blue paling tidak suka dengan pengkhianat!”


“Hukum di dunia nyata semakin ketat, siapa yang berani membunuh tanpa alasan.”


Baruna melirik tajam ke arah Buana. “Sebaiknya jangan menganggap hukum bisa menghentikan pasukan mereka. Apa kau sudah tahu seberapa mengerikannya pria bernama Reaper?” tanyanya.


“Memang dia sangat terampil di Domain Dewa, jangan samakan....”


Buana menghentikan perkataannya, ia tidak pernah melihat Reaper di markas Fairy Dance. Bahkan ketika latihan ia tidak pernah melihat para petinggi Fairy Dance di ruangannya.


Baruna mengangguk. “Sebaiknya hilangkan pikiranmu dan ayo selesaikan masalah ini!”


Dua sosok muncul di belakang Buana dan Baruna. Mereka adalah pembunuh di dunia nyata, Hira dan Hida.


“Untungnya kalian mencapai kesepakatan untuk tidak berkhianat. Jika saja Bos mendengar pemikiran kalian tadi, aku yang akan membunuhmu di sini dan dunia nyata!” ungkap Hira yang menatap tajam dengan mata merah.


HP Buana yang awalnya penuh langsung terjun hingga mendekati 1%, tubuhnya tegang karena serangan Hira tadi dapat pembunuhnya dengan satu serangan. Mata Buana terbuka lebar karena tidak menduga ada sosok pembunuh yang begitu kaut di Fairy Dance.


“Apa yang kau lakukan!” teriak Baruna membela Buana untuk membersihkan nama angkatan laut dan udara Fairy Dance.


Hira yang melihat pergerakan Baruna langsung bergerak dan menodongkan pisau di lehernya. “Jangan bergerak, saudaraku bukan orang bodoh. Dia tidak akan membunuhnya!” katanya.


Baruna berhenti, ia benar-benar lupa keberadaan Hira dan Hida. Awalnya keduanya menjadi pengintai yang baik untuk angkatan udara dan laut, Baruna mengira mereka setia padanya tapi nyatanya tidak seperti itu. Kesetiaan Hira dan Hida hanya untuk Blue, selama Blue atau Arief masih di Fairy Dance mereka akan membela Fairy Dance seumur hidupnya.


Sebenarnya Buana juga kagum dengan Blue yang bisa mengambil kesetiaan orang hingga seperti itu, tapi semua pasti ada waktunya. Karena itulah mengkhianati Fairy Dance ketika Blue masih ada adalah tindakan paling bodoh sedunia.


Buana segera meminum ramuan penambah HP dan MP. Dia tidak punya keluhan dengan tindakan Hira yang menggorok lehernya tanpa peringatan, tapi ia akan membalas penghinaan ini suatu hari nanti.


Hira dan Hida menghilang dan segera melayang di depan Si Kembar bertopeng dari pasukan Zeus. Mereka tidak mengatakan apa-apa, keempatnya segera langsung beradu keterampilan pisau.


Udara di sekitar mereka tampak terbalah, Hira dan Hida menggunakan teknik jiwa untuk melapisi pisaunya. Si Kembar menggunakan pisau dengan bahan terbaik di Tanah Dewa.


Baruna dan Buana tidak bisa mengedipkan matanya, mereka sudah tahu Hira dan Hida kuat tapi tidak sampai sejauh ini. Siapa yang mengira Hida bisa menggunakan teknik aneh yang dapat melapisi pisaunya dengan aura berwarna ungu kehitaman seperti anggota inti lainnya.


Baruna dan Buana tidak bisa memfokuskan dirinya sehingga mempelajari teknik jiwa kesusahan. Jadi mereka hanya mengandalkan teknik rahasia milik mereka sendiri, akibatnya semua pasukan angkatan laut dan udara jauh lebih rendah daripada anggota inti Fairy Dance.


Blue sendiri belum percaya dengan Buana dan Baruna yang menganggap dirinya selalu benar. Akibatnya Blue menyisipkan beberapa anggota inti yang menyamar untuk mengawasi pergerakan pasukan Baruna dan Buana. Jika ada niat untuk berkhianat, semua anggota dipersilahkan untuk mengeksekusi mereka. Karena Hira dan Hida sangat setia, mereka bisa mengeksekusi Buana dan Baruna di dunia nyata dan memindahkan kekuasan ke orang yang lebih bisa dipercaya.


Sayangnya Blue masih menyimpan pujian pada mereka, ia tidak ingin Buana dan Baruna disingkirkan dari Fairy Dance sampai mereka benar-benar keterlaluan. Akibatnya kepemimpinan Leon dan Amir menjadi lebih susah dibandingkan dirinya.


Pertarungan keempat pembunuh tidak menemukan titik terang, keduanya saling mengadu teknik pisau hingga Baruna mengetahui apa yang harus dilakukan. “Pasang formasi pengekang. Jangan biarkan para bajingan yang menghancurkan pelabuhan kita kabur!” teriaknya dengan suara lantang.


Ratusan orang keluar dan menyusun formasi pengekangan, seketika kekuatan Si Kembar yang mengenakan topeng turun 10%. Untuk sementara Baruna menganggap ratusan orang sudah cukup untuk menghentikan Si Kembar. Namun matanya segera terbuka ketika melihat pasukan Maha Kuasa datang dan menghancurkan formasi hanya dangan serangan gabungan 5 orang.


“Jangan takut membakar uang, aktifkan menara sihir rahasia!” teriak Baruna memberikan perintah.


5 Menara Sihir yang bisa menyusun simbol dengan sendirinya muncul dari tanah. Kelimanya langsung mengurung Hira, Hida, dan Si Kembar bertopeng. Tidak main-main satu menara menggunakan 1 batu merah setiap menitnya, jadi Baruna harus memikirkan kerugian yang akan mereka alami jika Hira dan Hida kalah.


Pertarungan mereka berlanjut lebih sengit, tapi kali ini Hira dan Hida lebih menekan karena dalam posisi menguntungkan. Namun keuntungannya tidak bertahan lama, pasukan yang dipimpin Si Kembar bertambah banyak dan menghancurkan 5 menara pengekang.


Baruna segera sadar bahwa keputusannya menjauhkan diri dari Fairy Dance adalah tindakan bodoh. Jika saja mereka menerima teknologi dari Zaha dan Serly, mungkin kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi.


“Sial, hubungi divisi teknologi!” kata Baruna dengan naga tinggi.


Buana mengangguk, dia sekarang mengerti mengapa Fairy Dance terus berkembang walaupun dengan keuangan yang tidak baik. Pada awalnya dia menganggap Fairy Dance tidak akan bisa bertahan tanpa angkatan laut dan udara, tapi kali ini dia sadar anggapannya salah.


Baruna segera mengirim permintaan bantuan ke Divisi Teknologi yang dipimpin Zaha di atas kertas. Nyatanya hanya robot yang membalas setiap pesan yang dikirim padanya.


2000 pesawat tanpa awak segera terbang dari markas pengembangan teknologi di tanah dewa. Semuanya terbang dengan kecepatan 3 Mach atau 3704 kilometer per jam. Ribuan pesawat itu langsung mengunci targetnya sesuai dengan permintaan robot.


Buana dan Baruna melihat hujan rudal yang ditembakkan pesawat tanpa awak. Mereka tidak mengira markas utama telah mengembangkan teknologi hingga sejauh ini, padahal mereka punya perahu terbang yang bisa menghancurkan kota dengan mudah. Namun setiap pesawat tanpa awak itu bisa menyaingi perahu terbang mereka.


“Bukankah ini berlebihan?” ungkap Baruna yang melihat beberapa perahu terbangnya ikut terbakar karena rudal yang dibelokkan beberapa pasukan Zeus.


Hira dan Hida juga menghilang dari tempatnya, mereka menyembuhkan lukanya untuk pertarungan selanjutnya. Si Kembar tidak bisa menahan keterkejutannya, lukanya tidak bisa sembuh sesuai keinginannya. Meskipun hanya sayatan pisau, entah mengapa HP mereka terus berkurang seiring berjalannya waktu.