
Sebagian besar bahan pembuat senjata sihir miliknya terbuat dari tulang iblis atau mungkin Raja Iblis. Zaha menggunakan itu supaya tidak meleleh ketika terkena suhu yang terlampau panas.
Tembakan laser sebelumnya dapat menghasilkan suhu panas 3000 derajat celsius. Besi ataupun baja akan langsung meleleh ketika laser belum ditembakkan.
Ada satu bahan lagi bernama Tungshen yang bisa menahan panas itu, tetapi karakteristiknya tidak cocok untuk pembuatan senjata.
Zaha memilih tulang iblis karena terpendam panasnya neraka bertahun-tahun lamanya. Namun untuk mengambil tulang iblis, Zaha harus menebar ancaman dan menguliti para iblis.
Terlihat sangat brutal, tapi Zaha tidak merasa bersalah karena Iblis memang musuh alami manusia. Jadi mengambil tulangnya bukanlah tindakan melanggar sistem.
Senjata Zaha melipat dan menghilang di punggungnya. Tidak ada yang tahu bagaimana ia membuat senjata yang bisa melipat seperti itu. Namun Nano Teknologi yang dia kembangkan adalah kuncinya.
Agnologia tidak bisa beregenerasi, sebagian tubuhnya hilang dan menyisakan satu tangan, sebagian dada dan kepala saja.
Blue mendekat dan berjongkok di depannya. "Apa kau masih menganggap kami semut?" tanya Blue dengan senyum tipis di wajahnya.
Siapapun yang melihat senyum itu pasti gemetar, tidak terkecuali Agnologia yang berada di ujung hidupnya. Namun setelah gemetar, ia tertawa terbahak-bahak hingga air liurnya keluar.
"Haha, bagus manusia!"
Blue tidak mau berbicara dengannya terlalu lama, ia melambaikan tangannya dan Dual Secret Sword langsung menusuk kepalanya.
[Selamat Blue dan kelompoknya berhasil membunuh Agnologia Sang Perusak Segalanya!.]
Agnologia menghilang dari dunia, sosok Arthas langsung muncul bersamaan dengan beberapa peralatan berharga lainnya.
Tanpa pikir panjang Blue langsung melempar semua harta ke dalam ruang penyimpanan. Sedangkan Arthas akan diserahkan pada orang yang seharusnya menjadi lawannya.
"Aku tidak akan ikut campur, selesaikan sesuai dengan pendirianmu." Blue memberikan keputusan pada Rafaela.
Semua anggota Fairy Dance menghargai keputusan Blue, mereka menurunkan sedikit penjagaannya dan menonton keputusan Rafaela.
Arthas membuka matanya perlahan. "Jadi akhirnya aku kalah, bunuh aku dan ayo lihat kehidupan selanjutnya!" katanya dengan suara tegas
Rafaela menggelengkan kepala. "Mudah untuk membunuhmu, tapi aku tidak akan membiarkan reinkarnasi ini terus berlangsung. Mungkin aku dan kamu sudah mengetahui ini," katanya sambil mengulurkan tangannya.
Arthas meraih tangan Rafaela dab berdiri. "Bahkan pemahaman mu sudah sampai disini. Baiklah, aku juga sudah bosan dengan kehidupan panjang ini."
Tubuh Arthas tiba-tiba berubah transparan, ia menggunakan teknik terlarang untuk menghapus keberadaannya. Teknik jiwa juga punya teknik seperti ini, namanya Teknik Pembalikan. Tapi bedanya teknik Pembalikan dapat meluapkan seluruh jiwanya menjadi kekuatan, sedangkan teknik Arthas memberikan jiwanya pada target.
Salah satu alasan mengapa Rafaela bisa memahami teknik jiwa dengan cepat tidak lain karena teknik di kehidupan lamanya hampir sama.
Untungnya Arthas menerima kekalahan dan memberikan seluruh jiwanya pada Rafaela. Jika saja tidak mau, mereka harus mengulang kembali sampai Arthas kalah karena Rafaela sudah mengembangkan Teknik Jiwa.
Pada zaman Seven Soul, Teknik Jiwa juga disebut sebagai Prinsip Jiwa. Namun di zaman Blue nama itu sudah dihilangkan karena penciptanya tidak diketahui.
Blue sendiri tidak memiliki pemahaman teknik jiwa yang benar. Ia hanya mendapatkan sebagian ingatan Shen San yang menjadi salah satu murid pencipta prinsip jiwa.
Situasi berkembang jauh lebih cepat dari perkiraan, Blue tidak mengira Agnologia akan langsung tumbang hanya beberapa jam saja. Zaha menjadi pusat pembicaraan karena senjatanya sangat efektif membunuh dewa kuat.
“Yeah!” teriak Blue mengobarkan semangat pasukan Fairy Dance. Meskipun tampak sangat garing, semua anggota mengangkat kepalan tangannya untuk merayakan kemenangan kecil mereka.
Gelora suara kemenangan dikumandangkan, semua orang mengatakan “Menang!”
Getaran suara pasukan Fairy Dance terdengar hingga telinga Odin dan Zeus yang masih bermeditasi untuk menemukan kebenaran absolut. Karena tidak punya waktu lagi, keduanya harus segera bertindak dan meninggalkan tempatnya.
Zues keluar dari tempat persembunyiannya, wajahnya tampak sangat tua dengan rambut putih dan jengkot putih panjang. Setelah masuk ke dalam tempat rahasia, umurnya bertambah lebih cepat dibandingkan biasanya. Jadi wajar Zeus menjadi lebih tua dibandingkan sebelumnya.
“Semua bersiap, ini sudah keterlaluan!” katanya dengan suara tegas.
Para malaikat berlutut dengan kaki yang gemetar, mereka semua bisa merasakan kekuatan Fairy Dance terlalu tidak masuk akal. Bahkan Agnologia yang bisa melawan mereka semua mati dengan satu serangan pamungkas.
“Kalian memang seperti itu, pergilah!” kata Zeus mengusir para malaikat yang melindunginya ribuan tahun.
“Tunggu, Tuan jangan buang aku!” teriak salah satu malaikat. Satu malaikat pelindung itu dikenal sebagai pemimpin 25 pelindung Zeus.
Sayangnya Zeus sudah kehilangan empati pada para malaikat pelindungnya. Ia memilih kehilangan sedikit kekuatannya dibandingkan menambah beban perang dan meninggalkan banyak celah untuk musuh.
Perlahan malaikat terkuat menghilang dan Zeus merasakan kekuatannya sedikit menurun. Sosok wanita dengan pedang besar di punggungnya mendekat dan bertanya keadaannya, “Apa anda baik-baik saja, Tuan Zeus?”
Zeus melirik wanita itu dan mengangguk. “Jangan khawatirkan aku, mereka hanya setengah persen dari kekuatanku!”
Perempuan yang tampak berotot dengan pedang besar di punggungnya adalah Yuno. Sebagai seorang pengawal Zeus, Yuno tentu saja sangat kuat. Meskipun dirinya dan Agnologia punya kekuatan yang hampir sama, Yuno sangat percaya diri dengan kecepatan dan kekuatannya.
Sosok pria lainnya muncul di sebelah kanan, rambutnya panjang sebahu dan berewok. Tubuh tegap setinggi 2 meter dengan badan besar serta otot yang terbentuk rapi membuatnya memancarkan aura mengerikan. Pria itu adalah salah satu pengguna petir seperti Zeus, namanya tidak lain adalah Thor Sang Petir.
Thor yang hadir bukan orang sesungguhnya, Zeus telah membangkitkannya dan menanamkan beberapa simbol aktif sehingga kesadaran Thor bisa digunakan untuk membangun pelayannya itu. Salah satu kemampuan Zeus tentang Ruang dan Waktu membuatnya bisa mengambil keuntungan dari tubuh Thor asli.
Palu kecil di tangan kanannya, tapi hampir semua orang tidak bisa mengangkatnya kecuali Thor sendiri. Mjolnir adalah nama palunya sama seperti Titania yang dikalahkan Blue dengan mudah. Namun ada perbedaan mendasar dari bentuknya, Titania punya palu besar, sedangkan Thor palu kecil yang mengendalikan petir.
“Saya siap menerima perintah, Tuan!” kata Thor sambil berlutut di depan Zeus.
“Aku mengandalkanmu, untuk sekarang tunggu perintahku!”
“Baik, Tuan!”
2 pria lainnya datang, tetapi mereka mengenakan topeng misterius sehingga identitasnya tidak diketahui. Dua pria itu sebenarnya kembar, melihat dari postur tubuhnya ramping bisa dibilang mereka adalah Assassin. Senjatanya juga pisau, sudah dipastikan mereka adalah pembunuh kelas atas pasukan Zeus.
1 perempuan lainnya datang, jika Blue melihatnya matanya pasti akan terbuka lebar. Benar, perempuan itu adalah Athena dengan perisai di tangan kiri dan tombak di tangan kirinya.
“Sudah lama aku tidak kembali ke tanah dewa, bagaimana kabar kalian semua?” tanya Athena dengan senyum manis.
Zeus mengerutkan alisnya, ia sudah merencanakan ini sejak lama. Jika posisinya tidak menguntungkan, ia akan mengeluarkan Athena dari ruang tanpa batas dan memaksanya berada di pihaknya.
Setelah beberapa detik berlalu, tidak ada tanggapan dari semua orang. Athena menundukkan kepala dan menghela napas. “Huh, kenapa kalian serius sekali. Bukankah lawan kita hanya manusia?”
“Jangan pura-pura tidak tahu Athena! Kau sendiri yang mengajarinya teknik bertarung, jadi pasti kau tahu seberapa merepotkan bocah bernama Blue itu!” bentak Yuno.
Athena menyimpan kedua senjatanya dan segera mengangkat tangannya setinggi dada. “Est jangan salah, aku sengaja mengajarinya supaya kau tidak bisa membunuhnya!” jawab Athena dengan senyum sinis.
Tidak dapat dipungkiri Athena dan Yuno punya sedikit perselisihan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Jadi sudah sewajarnya mereka menjadi musuh bebuyutan sampai ajal menjemputnya.
“Athena, aku tidak tahu bagaimana bocah Blue itu menerobos ruang tanpa batas. Tapi mengajarinya bertarung memang kesalahanmu.” Zeus mencoba melerai mereka semua, tapi jawabannya tidak memihak Athena sama sekali.
“Untuk ayah yang mengurung anaknya selama ribuan tahun mulutmu masih sangat pedas!” ucap Athena sambil membalikkan badan. Ia segera meninggalkan ruang pertemuan karena ia tidak ingin ikut campur kudeta yang dilakukan Raphael.
“Tunggu! kita sudah menandatangani kontrak!” teriak Zeus sambil melepaskan energi ancaman. Semua orang yang ada di ruangan langsung berlutut kecuali Athena.
Sebelum menjawab, Athena memperbaiki senyumnya. “Memangnya kenapa? Bukankah kontrak kita hanya menyebutkan aku harus membunuh bocah itu satu kali tanpa menyebutkan niatku!” jawabnya sambil melepaskan aura yang sama kuatnya dengan Zeus. Bahkan aura Athena tidak terintimidasi sedikitpun di hadapan penguasa tanah dewa.
Keduanya saling beradu kekuatan, ruangan yang awalnya bersih dan rapi langsung berguncang dan semua barang jatuh. Bahkan beberapa patung hancur hanya karena tekanan dari keduanya.
Zeus menghela napas. “Huh, baiklah mari selesaikan ini dengan cepat. Bocah cilik Odin sudah mulai bergerak, aku tidak mau dia lebih dulu dariku!” katanya dengan nada tegas.
“Baik, Tuan!” jawab Thor, Yuno, dan Si Kembar.
Semua pasukan kecil Zeus juga mengobarkan semangat perang. Mereka mengangkat senjatanya dan menyanjung Zeus dengan kata-kata “Tuan Zeus adalah Tuhan!”
Athena di belakang jendela menggelengkan kepala. “Bodoh sekali kau ingin melawan bocah itu. Setidaknya aku harus membunuhnya sekali dan segera pergi!” katanya.
Sejujurnya dia tidak mau melakukan ini, bukan karena Blue ada muridnya tetapi karena ramalan yang mengatakan hari buruk untuknya ketika melawan pasukan bersayap biru.
Perlu diingat, lambang Fairy Dance tidak lain adalah sayap elang berwarna biru. Bisa jadi Fairy Dance adalah hari buruk untuk Athena, tapi ia harus segara menyelesaikan kontraknya. Siapa yang tahu ternyata kekuatan sistem sangat kuat, bahkan ayahnya sendiri tidak bisa mengalahkannya, pikiran tentang siapa pencipta sistem sebelumnya langsung hancur.
“Apa bocah sialan itu menipuku? Huh kita lihat saja nanti!” ungkap Athena berbicara dengan dirinya sendiri. Pasalnya ia mendengar cerita Blue dan memeriksa semua detail tentang sistem, seharusnya penciptanya tidak lebih kuat darinya. Namun nyatanya Athena tidak bisa menghancurkan kontrak sistem yang ada di tubuhnya.