
Mata Dewa menunjukkan sesuatu yang seharusnya tidak diketahui pemain. Namun Blue mengetahuinya karena ia spesial.
"Terima kasih, Paman." Blue melangkah pergi dari Kota Tears, ia mencoba mencari informasi tentang letak air terjun di zaman kuno.
Raul, Drakula, Elvy, dan Ela dengan sigap segera menyusulnya. Kecuali Bee yang tampak penasaran dengan batu kuno yang punya beberapa informasi aneh.
"Menarik, ada bahasa yang tidak aku ketahui." Bee malah kegirangan dengan informasi baru yang ditemukan, sampai ia tidak merespon perintah tuannya.
Setelah dua menit berlalu, tiba-tiba tubuhnya terasa kaku dan rasa sakit mengaliri sekujur tubuhnya.
"Argh, sialan mana yang menyerangku!" teriaknya dengan nada melengking kesakitan.
Rasa sakit itu datang dari kontrak Bee dan Blue. Karena tidak menjawab, Bee otomatis terkena serangan kejut tahap pertama. Jika dalam 5 menit lagi tidak menjawab, Bee akan terkena sengatan listrik yang lebih mematikan.
Blue merasa khawatir dan langsung menuju tempat Bee. Kecepatannya tidak kalah dengan Raul, tapi ia tidak bisa menggunakannya terus-menerus.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Blue dengan pandangan khawatir. Meskipun Blue tampak sangat cuek ia sangat menyayangi rekannya itu.
"Lihatlah." Bee meraba sebuah batu yang terukir sebuah tulisan kuno.
Ela dan Elvy langsung keluar dari ruang penyimpanan, mereka berdua tertarik dengan ilmu baru. Blue sendiri juga cukup tertarik karena ia tidak pernah melihat tulisan seperti itu.
"Bahasa ini tampak sama seperti bahwa Ibrani." Blue mencoba menebak apa yang diketahuinya. Meskipun tebakannya sedikit melesat, Blue punya firasat ini sangat bermanfaat untuk misinya.
"Ibrani?"
Blue memberikan sedikit penjelasan, tetapi ia hanya bisa menerjemahkannya sepotong demi sepotong.
...[Kisah *** Naga Air *** Berdarah ***]...
Tidak hanya sistem biru kebingungan, Blue sendiri tidak dapat menemukan presentasi yang tepat untuk menerjemahkannya.
"Naga Air, mungkinkah dia Tarasque?" celetuk Bee dengan santainya.
Tebakannya benar, batu yang awalnya sulit diterjemahkan bersinar dan membentuk tulisan lainnya.
Meskipun hanya sedikit, setidaknya Blue bisa membacanya dengan Sistem Biru.
...[Kisah Pilu Naga Air Tarasque Berdarah Murni.]...
Darah murni yang dimaksud belum tampil, Blue mencoba mencari informasi di internet dan menemukan sesuatu yang menarik.
"Darah murni keturunan Gaia dan Uranus sang dewa awal." Blue membacanya, batu bersinar lagi.
...[Tarasque adalah mahkluk cacat yang lahir dari rahim sang Dewa Awal, Gaia. Namun karena fisiknya yang mengerikan, dia dibuang ke tanah manusia. ***]...
Cerita yang terkandung dalam batu petunjuk belum sepenuhnya terbuka. Namun Blue bisa menebak bahwa Tarasque sebenarnya adalah saudara Zeus.
Pemberontakan Zeus pada kepemimpinan Uranus menciptakan perang besar. Sampai akhirnya Zeus berhasil membunuh ayahnya sendiri dan mengambil tahtanya.
Karena keserakahannya, Zeus membunuh semua saudaranya dan menghilangkan sejarah mereka. Jadi hanya ada satu orang yang berkuasa dan sejarah menuliskan dialah pembunuh uranus.
Namun siapa yang menyangka ternyata ada saudaranya yang belum mati seekor monster air bernama Tarasque.
"Zeus, Gaia, Uranus." Blue mencoba membuka teka-teki di dalam batu, tapi ia tidak menemukan jawabannya.
Sampai akhirnya sosok wanita tua berjalan mendekatinya. Ia membawa tongkat layaknya lansia biasa. Namun Blue bisa melihat nenek tua itu sangat kuat, bahkan Azazel tidak mungkin menang melawannya.
"Siapa kamu anak muda?" tanyanya dengan ekspresi datar.
"Saya Blue, seorang petualang yang mencoba mengungkap sejarah."
Mata Dewa aktif otomatis, betapa terkejutnya dia melihat sosok paling mengerikan yang menjaga Tarasque ada di depannya.
...[Saint Martha....
...Level : 2530...
...Gelar : Petapa gunung....
...Jangan mendekatinya kalau kau berhati busuk.]...
Blue tanpa sadar melangkah mundur, ia tidak bisa melepas pandangannya pada kotak diskripsi Saint Martha. Blue tidak bisa memastikan hatinya busuk atau tidak, ia hanyalah seorang pemain yang mendambakan keuntungan.
Saint Martha langsung menyadarinya, Blue bukan orang baik. Sebilah pedang muncul di genggamannya, tanpa peringatan ia langsung melesat.
Blue cukup terkejut dan mengaktifkan keterampilan penyelamat jiwa. Armor Naga Petir bersinar dan memantulkan setengah dari kerusakan yang diterima.
Ujung pedang Saint Martha menyentuh dada Blue, keduanya saling terpental dan menyebabkan ledakan.
Bee dan Elvy menutup pandangannya dengan siku. Berbeda dengan Ela yang membuka matanya lebar-lebar, ia akhirnya menemukan sesuatu yang harus diketahuinya.
Jubah Raja Api bersinar, warna emas menghiasi setiap sudutnya. Dual Secret Sword meraung dan memancarkan cahaya emas.
"Blade Dance!"
Blue bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang lawannya. Ayunan pedangnya tampak sangat lembut tapi punya power yang cukup.
Saint Martha menangkis semua gerakan Blue dan tersenyum tipis. Ia sekarang bisa memastikan Blue adalah sosok mahkluk abadi yang diramalkan akan menjadi kekacauan.
Meskipun sudah tahu, Saint Martha tidak akan menurunkan penjagaannya. Ia menirukan gerakan Blue dengan sangat apik dan sama persis. Bahkan tempo dan power serangannya sama persis.
Blue tidak bisa membiarkan itu terjadi, ia memainkan tempo Blade Dance dan powernya. Sehingga lawan tidak bisa mengimbanginya.
Strateginya terbukti ampuh, Saint Martha tampak terdorong dan terkena beberapa serangan ringan. Meskipun terkena serangan beberapa kali, HP Saint Martha masih menunjukkan 99%.
"Anak muda yang menarik." Saint Martha menarik bilah pedang dari kekosongan. Sekarang dia punya dua pedang sama seperti Blue.
Tempo yang tidak beraturan berhasil diimbangi dengan sempurna. Bahkan Blue terlihat sangat tertekan karena stamina dan konsentrasinya terbatas.
Blue melompat keatas, ia menggunakan Pemecah Pikiran dan membelah dirinya menjadi tiga. Walaupun sebenarnya dia bisa membelah diri menjadi 10, menurutnya menggunakan itu akan menguras konsentrasi dan staminanya.
Tiga Blue menyerang bersamaan dengan tempo yang tidak beraturan. Saint Martha mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka ada skill yang tidak bisa dilihatnya.
Saint Martha menjentikkan jarinya, bilah pedang berwana putih terang muncul. Pedangnya bergerak sendiri memojokkan setiap gerakan lawan.
Blue mengeratkan giginya, ia berusaha keras mempertahankan kesadaran dan memaksimalkan serangannya.
Sampai akhirnya Elvy ikut campur, ia memberikan buff atau efek tambahan untuk memulihkan konsentrasi.
Blue tersenyum dan menganggukkan kepala, ia tidak pernah bertarung dalam periode serangan jangka panjang. Kombo serangannya telah digunakan selama 90 menit, ayunan pedangnya mulai tidak stabil.
Pertarungan yang sangat intens, Blue terkena serangan ringan tapi langsung sembuh karena adanya Elvy.
Blue turun dan mengencangkan pijakannya. Ia meningkatkan intensitas auranya, dua pedang langsung melesat bersamanya. 30 sayatan pedang muncul disekitarnya.
"Ekstrim Blade!"
Keterampilan pamungkas yang berhasil membawanya menjadi tirani di Domain Dewa. Sayangnya ekspektasinya berbeda dengan realita.
Saint Martha juga melakukan gerakan yang sama tapi di udara. "Ekstrim Blade!"
30 sayatan pedang saling bertubrukan. Pohon dan tanah disekitarnya langsung terkoyak, gempa bumi mengakibatkan gunung bergetar.
Blue terpental sangat jauh hingga menabrak batu di tanah. Badannya menegang dan darah dimuntahkan.
"Ugh..."
Keringatnya bercucuran, semua staminanya telah digunakan. Siapa yang mengira Blue yang sudah berkembang sejauh ini hanya bisa bertarung selama 90 menit.
Tubuh asli Blue di dunia nyata berkeringat hebat. Mesin virtual yang digunakan mengeluarkan asap yang cukup banyak.
Saint Martha dalam sekejap mata sampai di depan Blue dan menghunuskan pedang ke lehernya.
"Kau kalah!"
Elvy dengan sigap menggunakan keterampilan penambah HP dan MP. Bee yang awalnya diam mulai khawatir, ia sebenarnya menganggap Saint Martha menguji kekuatan Blue. Namun serangan terakhir menunjukkan hawa membunuh yang mengerikan.
Pedang Cahaya dikeluarkan, ayunan pedangnya sangat berat. Cahaya kuning menjulang tinggi ke langit, sayatan pedang menghantam Saint Martha.
Blue memanfaatkan situasi dan menggunakan Langkah Cahaya menyelamatkan dirinya. Dalam sekejap mata ia sudah sampai di tempat yang aman, tanpa peringatan ia langsung langsung meminum ramuan penambah HP dan MP.
Serang Bee sebelumnya bisa membunuh seorang Maha Kuasa seperti Dewa Ebisu. Namun matanya terbuka lebar setelah melihat apa yang dilakukan Saint Martha.
"Keturunan Cahaya? Menarik kamu punya tim yang sangat bagus." Saint Martha menangkap sayatan pedang dengan satu tangan kirinya.
Padahal serangan Bee bisa menghancurkan gunung kecil. Namun Saint Martha menangkapnya seperti sedang bermain dengan anak kecil.
Bee yakin ia menggunakan seluruh kekuatannya. Tapi musuhnya kali ini terlalu kuat, ia memberikan isyarat untuk segera pergi.
Saint Martha menyadarinya dan meninju perut Bee. Tanpa peringatan Bee terbang jauh dan HPnya terus berkurang.
Padahal dengan kemampuan tubuhnya, Bee bisa memaksa kerusakan yang diterima menjadi satu poin. Namun siapa yang menyangka satu poin yang diterimanya terus berulang.
Elvy tidak sempat menolong, ia terkena formasi aneh yang mengurungnya. Sebuah kotak transparan menghalanginya merapatkan sihir.
"Apa, kenapa mana tubuhku kering?" Elvy tidak mengerti mengapa itu bisa terjadi.
Ela tersenyum dan mengatakan. "Terima kasih, Tuan."
Saint Martha membelalakkan matanya, ia sama sekali tidak menyadari keberadaan Ela sejak tadi.