
Pengakuan Bee membuat Bird merasa terhina, adik bungsu dari 12 bersaudara benar-benar mendominasi di hadapannya.
Bird merubah wujudnya menjadi seekor burung parkit. "Baiklah, ini bukan waktunya kita bertarung. Jadi apa maksudmu datang kesini?"
"Tidak ada yang spesial, aku hanya mengikuti tuanku mengarungi dunia. Apa kau pernah mendengar tentang Celana Raja Tanah?"
"Bodoh, mana mungkin aku memberitahumu. Bahkan jika aku memberitahumu, memangnya apa kalian bisa merebutnya dari Sang Raja Asli?" ungkap Bird dengan senyum puas.
Bee menghilang dan muncul kembali di depan burung kecil, tangan kanannya yang memegang capit kepiting langsung diayunkan. Capit kepiting menghantam kepala Bird dengan suara keras.
"Memangnya aku butuh persetujuanmu, katakan dimana raja yang hampir mati itu bersembunyi!" seru Bee dengan suara lantang.
Bird sebagai mahkluk ilahi tak percaya serangan adik bungsunya benar-benar mendarat di kepalanya. Ditambahkan lagi dia tidak melihat serangan lawan dengan mata telanjang, artinya Bee jauh melebihinya atau bahkan lebih dari kakak pertamanya.
"Bagaimana kau bisa sekuat itu?" tanya Bird.
"Tidak ada yang istimewa, mungkin aku bangkit lebih dulu dibandingkan kakak ke 6 ku." Bee mengalihkan sudut pandangnya ke orang ketiga. Hal itu dilakukan untuk memprovokasi burung parkit di depannya.
"Sialan, aku tidak akan melupakan penghinaan ini!"
"Sudahlah mari bicara bisnis. Dimana Raja Tanah?" tanya Bee sambil melepaskan aura mengancam, Kamal yang berdiri di depan tidak bisa berdiri tegap karenanya.
Bird bersusah payah bangkit dari tanah. Ia sudah memastikan level adik bungsunya terlalu tinggi, tanpa sadar ia mulai gemetar ketakutan.
Kamal menggerakkan tangannya. "Aku aku beri tahu!"
"Bocah pintar, dimana sarang orang bau tanah itu. Kita harus segera menyelesaikan masalah ini sebelum tuanku menggila dan menghancurkan guild bernama No Name itu!"
Ekspresi terkejut ditunjukkan Kamal dan Bird, mereka dalam hati mengejek pernyataan Bee yang menganggap Fairy Dance bisa bersaing dengan No Name.
"Jangan melebih-lebihkan kekuatanmu, No Name punya Demigod lain yang jauh lebih kuat dari Yudis."
"Bahkan jika ada 100 seperti Yudis, tuanku tidak akan kalah. Apa kau pernah mendengar tentang seorang ratu yang kabur dari istana kemudian di kejar oleh seluruh tanah dewa?" tanya Bee dengan senyum mengintimidasi.
"Ratu Es memang kuat, sayangnya dia terlalu serakah." Bird mengetahui informasi ini karena ia lahir lebih dulu daripada Bee.
Hanya dengan senyuman Bee, Bird langsung melebarkan matanya. "Bajingan, mungkinkah orang bernama Blue itu mengalahkan Ratu Es?"
Informasi ini tidak boleh disebarkan, Bird tahu posisinya sedang terancam. Ia akan mencari pendukung lain dan mengalahkan Bee Si Lebah Gendut.
"Sepertinya kau sudah menemukan jawabannya, sekarang beritahu aku dimana Raja Tanah bersembunyi!"
Kamal mengangkat tangannya. "Aku tahu, tapi untuk masuk kedalam butuh level 300 atau diatasnya."
"Tunjukkan saja jalannya, masalah level biar kami yang urus!"
Blue mendarat di sebelah Bee, ia sudah menyelesaikan semua tugasnya sebagai pemimpin perang.
"Sepertinya kalian sedang asik." Blue menghilangkan sayap hitam yang tampak menyeramkan.
"Wudu dan Zhang Bao sangat kuat, apakah mereka bisa dihentikan?" tanya Kamal yang merasa pasukannya tidak akan kuat bertarung.
"Semua sudah beres, sekarang aku ingin tahu mengapa lebah gendut ini sangat terburu-buru menemui kalian?" tanya Blue sambil melirik Bee.
"Bukan apa-apa, bagaimana kau bisa mengurus mereka?" tanya Bird dengan suara santai. Ia sedang berusaha menenangkan dirinya karena Bee jauh melebihi kekuatannya.
Kamal dan Bird mengira Bee adalah orang paling kuat di kelompok Blue. Mereka menganggap yang lainnya hanya pemeran pendukung. Namun siapa yang akan menyangka ternyata Blue lebih misterius dan kuat dibandingkan Bee dengan kekuatan maksimal.
Bee sendiri benci mengakuinya, perkembangan Blue jauh melebihi ekspetasinya. Hanya dengan dua peralatan terkuat Bee mungkin bisa menghadapinya, tetapi sekarang ada 3 perlengkapan yang tidak akan pernah hancur.
Perlengkapan itu tidak lain adalah Jubah Raja Api, Armor Raja Petir, Sepatu Raja Es. Dengan tiga itu saja sudah cukup untuk menaklukkan seorang dewa tingkat sangat rendah.
Meskipun Bee sangat sombong dengan kekuatannya, pada kehidupan sebelumnya ia hanya sampai seorang dewa sangat rendah. Walaupun hanya dewa tingkat sangat rendah, Bee dikenal dengan kelicikannya dalam pertarungan hingga bisa mengalahkan seorang pangeran dari kerjaan tanah dewa.
Bird tahu Bee mempunyai kecerdasan di atas rata-rata, ia segera menghubungi saudara lainnya untuk membeberkan informasi mengejutkan ini.
Dua jam yang lalu, Blue mengeluarkan Emma untuk menghadapi Zhang Bao dengan sangat mudah. Blue tidak melakukan apapun karena Yami dengan satu serangan menghempaskan Wudu hingga ia melarikan diri menggunakan teknik rahasia. Sayangnya Blue berhasil menarik salah satu peralatannya dan mengakibatkan Wudu marah besar.
Sisa pasukan yang tanpa pemimpin di hancurkan dengan mudah. Blue sebenarnya sangat kasian melihat Zhang Bao yang di siksa Emma karena tidak bisa membalas serangannya.
Menyerang benteng Fairy Dance hanya dengan dua jendral perang adalah kesalahan paling besar yang dilakukan No Name. Terbesit pikiran bahwa Blue ingin merebut semua wilayah dan mengendalikannya.
Rencananya sejalan dengan Reza yang mengkonfirmasi bahwa ia sudah melakukan persiapan.
"Semua sudah siap, tinggal menentukan hari mainnya. Karena anda ada disini, bagaimana mempercepatnya?" tanya Reza dengan senyum manis.
"Baiklah, kirimkan rancangan besarnya. Aku tidak perlu mengetahui detialnya."
Reza dengan perasaan senang mengirimkan garis besar rancangannya. Hanya dalam 2 jam, Blue mengirim revisi rancana yang diberikan.
"Seperti yang diharapkan darinya. Bagaimana ini bisa dilakukan!" seru Reza sambil tersenyum lebar.
Sosok wanita cantik di sebelahnya mengerutkan kening melihat pemimpi yang begitu senang. "Bos, apa yang terjadi?"
"Bukan sesuatu yang besar." Reza tidak mengatakan rencana yang sudah diperbaharui, ia diperingatkan Blue untuk tidak memberitahu siapapun.
Reza sebenarnya juga setuju dengan rencana bosnya, sekretaris yang ia tunjuk memang sangat setia. Namun menjadi orang terpercaya beda ceritanya.
Blue langsung mencari Bee setelah menyelesaikan semuanya. Ia berpura-pura tidak mendengar dari kejauhan, Bee sangat mendominasi hingga Blue bangga melihatnya.
Setelah melihat situasi sedikit kondusif, Blue muncul dan mendarat di sekitarnya. Ia sekarang mengetahui Bee dan Bird adalah anak dari Dewa Cahaya.
"Baiklah, ayo pergi ke markas Fairy Dance. Reza sudah menunggu." Blue mengajak Bee untuk meninggalkan tempat. Ia merasa berada di sini terus tidak akan baik untuk mereka.
Terpukulnya Wudu dan Zhang Bao membuat No Name gaduh. Mereka tidak berencana menyerang desa kamal dalam beberapa hari sampai ada kejelasan yang pasti.
Dalam perang kali ini Kamal untung besar. Ia menjarah semua peralatan yang ditinggalkan. Dari situ Kamal mengembalikan keuangannya, bahkan seluruh pemain yang setia padanya mendapatkan bonus.
Blue tidak mengambil sedikitpun hasil perang, ia sudah mendapatkan barang yang ditinggalkan Wudu. Siapa yang akan mengira senjata milik Wudu tingkat Legenda, sekarang Blue merebutnya dan akan memanfaatkan itu dengan sangat baik.
Kamal dan Bird di tinggal sendirian, mereka berdiskusi tentang Blue dan sosok Bee.
"Bagaimana menurutmu orang bernama Blue itu?" tanya Bird dengan tatapan serius.
"Dia sangat kuat dan penuh trik. Jika bertarung aku yakin akan kalah, tapi jangan meremehkan tekad keras yang kumiliki!" jawab Kamal sambil mengepalkan tangannya.
"Tidak, aku merasakan ada sesuatu yang lebih mengerikan dari aura yang dipancarkan Bee. Mungkin saja orang itu lebih kuat."
"Mata Dewa milikku tidak berguna didepannya. Jadi pasti dia sangat kuat!" Kamal terlihat semangat karena punya saingan.
Perlu diketahui Kamal adalah salah satu pria paling berbahaya di benua selatan. Kekuatannya tidak ditunjukkan karena Bird menyuruhnya untuk menahan kekuatannya.
"Bukan itu yang aku maksud. Lebih baik fokus meningkatkan kekuatanmu dan mencari senjata raja secepat mungkin. Levelmu sudah 280, seharusnya 1 bulan sudah cukup untuk naik ke level 300."
Bird memberikan arahan sesuai pengetahuannya, ia menduga bahwa Blue sudah dekat dengan level 300. Jadi ia harus lebih cepat merebut Celana Raja Tanah.
Disisi lain Blue tersenyum tipis karena sudah tahu bahwa Kamal dan Bird menyembunyikan kekuatannya. Hal itu wajar dilakukan karena Blue merupakan orang luar.
Sayangnya Mata Dewa memilikinya bisa menembus pertahanan mereka dan memberikan informasi terbaru.
"Siapa yang menyangka ternyata orang itu bisa menyembunyikan kekuatannya sepertiku." Blue bergumam pelan.
"Beda, Kamal dan burung itu menyembunyikan levelnya dengan sebuah trik penipu dunia. Tapi) setahuku itu membutuhkan keberuntungan yang cukup tinggi."
Blue belum kehilangan senyumnya. "Bahkan jika ada 100 Kamal, aku bisa membunuhnya dalam beberapa detik saja," katanya sambil melirik Naga Angin, Yami, Liem, Kitty, dan Emma.
Bee menutup matanya perlahan. "Aku tahu itu."