
Titania bukan malaikat paling lemah, tetapi ia mati hanya dengan satu serangan Yami. Zeus ataupun pasukannya tidak tahu apa yang terjadi. Namun satu hal yang mereka tahu, Titania kalah hanya dalam beberapa menit saja.
Para malaikat yang lebih lemah dari Titania tanpa sadar bergetar ketika mendengar beritanya, malaikat pelindung Zeus lebih dari 24. Sedangkan Titania berada pada tingkat 19, jadi ia terkuat nomor 19 di seluruh pasukan malaikat Zeus.
Tanah dewa mulai terguncang karena kematian dua malaikat penjaga Zeus. Sedangkan Zeus sendiri belum menampakkan batang hidungnya, berita mengatakan bahwa ia masuk ruang pengasingan untuk mencari pemahaman baru tentang Outer.
Odin yang mengabdikan dirinya mencari kebenaran Outer sudah mendalami semua pengetahuannya, tetapi semuanya belum mengarah pada kunci penting untuk memisahkan diri dari dunia ini.
Satan juga begitu, ia mengasingkan diri jauh di dalam neraka untuk mencari lawan yang lebih menyenangkan. Namun setelah beberapa ribu tahun, ia tidak menemukannya, tapi ada sosok yang menarik minatnya di tanah dewa, sosok itu tidak lain adalah Blue.
Ketiganya mengasingkan diri demi mencari pemahaman Outer, sehingga kekuatan otoritasnya semakin kuat dan tidak diambil orang. Zues adalah orang paling khawatir pada situasi ini, tidak hanya Yami berhasil memahami kekuatan ruang, sosok Rafaela dan Raul memahami otoritas waktu.
Kedua kemampuan Zeus dalam masa perebutan, jika Zeus lengah atau pemahamannya di lampaui, ia akan segera kehilangan tahtanya sebagai 3 Raja Outer seperti kakek yang meramal keruntuhan tanah dewa.
Kakek yang memberi tahu Blue pada tempo hari adalah mantan Outer yang berhasil di tumbangkan, Odin adalah orang yang merebut otoritasnya sebagai penyihir agung sekaligus peramal.
“Apa semua sudah siap?” tanya Blue pada pasukan ekspedisi yang akan mencari keberadaan tempat persembunyian Zues. Meskipun sudah berperang cukup lama, pasukan Fairy Dance sudah berusaha melacaknya dengan bantuan pasukan assassin yang di pimpin Reaper.
Sebelum memberangkatkan pasukannya, Blue di hadang oleh kakek peramal. “Haha, akhirnya kalian mulai,” kata peramal sambil menunjuk ke langit.
Blue segera mengerti apa yang di maksud kakek peramal, walaupun tampak gila ia segera sadar bahwa tempat persembunyian Zeus bukan di daratan, melainkan di atas langit.
“Pantas saja mereka selalu datang dari langit.” Blue menyadari petunjuk peramal tua.
“Jangan sombong, kekuatan dapat membutakanmu.”
Blue tersenyum manis mendengarnya. “Terima kasih terlah mengingatkan, aku sudah mengalami banyak kejadian karena kesalahanku!” katanya sambil melihat ke langit.
Peramal tua mendekat dan menepuk pundaknya. “Sepertinya kamu sudah pantas mendapatkannya,” katanya sambil tersenyum manis.
Peramal tua menitipkan sebagian otoritas ramalan pada Blue, efek samping yang diterima peramal adalah penghapusan jiwanya.
Tubuhnya menjadi transparan, peramal tua tersenyum pada Blue yang terkejut menerima pengetahuan dan pemahaman yang masuk ke dalam ingatannya.
Pasukan ekspedisi tidak tahu apa yang sedang Blue lakukan, tetapi mereka mengetahui bahwa kontrol kekuatan Blue menjadi lebih misterius. Tidak hanya bisa menyembunyikan kekuatannya, Blue memancarkan kekuatan yang sangat aneh, walaupun terlihat lemah semua orang tidak bisa meremehkannya.
Hilangnya peramal tua tidak disadari oleh semua orang, tampak seperti keberadaan peramal tua telah di hilangkan dari ingatan semua orang. Hanya Blue dan para Outer yang masih mengingatnya.
Karena peramal tua sudah memberikan pemahamannya pada Blue, Odin tidak bisa berdiam diri.
“Tua bangka sialan, sudah aku katakan jangan memberikannya pada manusia. Karena kau telah memilihnya, jangan harap dia bisa hidup tenang!” gumam sosok penyihir yang mengenakan topi penyihir berwarna hitam dan menutup satu matanya.
Tim ekspedisi sudah menemukan tujuannya, mereka akan mulai menyusuri langit dengan bantuan robot terbang.
Karena tanah dewa yang sangat luas, Blue membagi kelompok ekspedisi menjadi ratusan regu. Mereka semua menggukan robot pengintai untuk berjaga 24 jam.
Para malaikat penjaga Zeus mengadakan rapat tertutup, mereka membahas tentang rencana yang akan ditetapkan.
Ketakutan para malaikat yang lebih lemah dari Titania mengusulkan ide yang sangat cemerlang. Mereka akan bergerak berkelompok dan menghancurkan setiap tim ekspedisi Fairy Dance.
Pertemuan itu sangat cepat karena semuanya satu suara, tidak ada yang menolak karena mereka cukup kesusahan.
Asgard itulah nama tempat pasukan Zeus berkumpul, di tempat itu juga Zeus mengasingkan dirinya untuk memahami Outer.
Tiga malaikat penjaga Zeus turun dari langit, mereka menganggap kecepatannya sudah cukup untuk mengelabui musuh. Sayangnya tindakan itu menjadi kunci utama untuk Fairy Dance melancarkan serangan balik.
Blue yang menyaksikan mereka keluar dari tempat persembunyian tersenyum manis. "Akhirnya lokasi Asgard ditemukan, Leon berikan perintah untuk Adam dan pasukannya melawan 3 malaikat itu!"
Adam adalah seorang Warior yang bertarung dengan satu pedang layaknya kesatria. Kelas miliknya sangat aneh, tetapi itu efektif untuk melawan musuh lebih dari satu.
Tidak sampai disitu, dia juga menjadi pemimpin kelompok layaknya Leon. Adam memimpin kelompok yang ditugaskan untuk menaklukkan Benua Selatan bersama Amir dulu. Kelompok itu bernama The Celestial.
Dibawah kepemimpinan Amir, The Celestial mendapat banyak reputasi baik. Tidak hanya di kalangan pemain, mereka juga terkenal di kalangan para penduduk pribumi.
The Celestial terdiri dari 9 anggota, mereka adalah Adam, Riko, Salam Yudi, Randi, Reza, Abimanyu, Rangga, dan Koko.
Nama yang sangat familier terlihat, Reza adalah kandidat utama ketika pemilihan Guild Master. Namun ia memilih untuk mundur karena tipe kepemimpinannya hampir sama seperti Blue yang bermain aman.
Meskipun Amir tidak terlalu mencolok awalnya, ia lebih senior dibandingkan dengan Reza. Jadi sudah sewajarnya Reza mengalah dan memberikan posisi Guild Master pada Amir.
Adam menghadap Leon yang menjadi tetua, dia memberikan salam layaknya senior pada pasukan militer khusus.
"Jangan terlalu formal, angkat kepalamu dan ambil tugas ini. Kalian harus menahan 3 malaikat pelindung Zeus. Amir akan menyelesaikannya setelah waktu tepat." Leon memberikan perintah dengan kuasanya.
Blue di belakang hanya bisa tersenyum, ia merasa sedikit malu karena Leon lebih berwibawa daripada dirinya.
"Reza, apa pendapatanmu tentang tugas ini?" tanya Blue melihat Reza yang tampak sangat tenang.
"Bukan hal yang sulit untuk menahan mereka, tapi mengalahkannya tiga malaikat pelindung berada di luar jangkauan kami." Reza menjawab dan mencurahkan isi kepalanya.
"Aku suka jawabanmu. Amir sudah menyanggupi rencana ini, ia membutuhkan waktu untuk mempersiapkan senjatanya."
Blue dan kelompok Adam berdiskusi tentang tiga malaikat pelindung Zeus. Semua orang tidak tahu apa kemampuan musuh, jadi Blue akan ikut untuk mencari peruntungan. Siapa yang tahu tiba-tiba mereka punya pedang yang mirip dengan milik Asura.
Setelah berdiskusi cukup lama, Blue akhirnya memilih untuk menjadi pemimpin kelompok The Celestial, Adam akan menjadi wakil sementara.
Blue dan kelompoknya segera berangkat, mereka menuju titik yang sudah di tentukan untuk menunggu 3 musuhnya.
Baru saja sampai di tempat tujuan, Blue mendapat serangan dari bandit gunung. Tidak main-main mereka punya 25 anggota dan levelnya tidak rendah. Paling lemah di antara mereka adalah Dewa tingkat Rendah.
Perlu diingat, tingkatan dewa dibagi menjadi 5 yaitu :
Dewa Sangat Rendah.
Dewa Rendah.
Dewa Menengah.
Dewa Tinggi.
Dewa Puncak.
Lima itu hanyalah pondasi untuk menjadi dewa yang sebenarnya. Setelah itu ada tingkat bernama Maha Kuasa atau Maha Dewa, tidak ada yang tahu seberapa kuat mereka.
Zeus, Odin, Satan ada pada tahap Maha Kuasa yang sudah mendapatkan pencerahan ilahi. Jadi sebagian orang memanggilnya Dewa Sejati.
Ada tiga bandit gunung yang menodongkan pedang panjang kepada kelompok Blue. Salah satu bandit tampak sangar dan mengatakan, "Serahkan semua barang-barang kalian!"
Blue menggelengkan kepala. "Kami tidak membawa apapun selain yang kami pakai."
"Jangan bercanda, aku sudah menelusuri identitasmu. Kalian adalah pemain yang punya banyak sumber daya, aku juga tahu Fairy Dance sudah membangun basis mereka di tanah dewa!"
Pengetahuan pemimpin bandit cukup luas, tetapi kepekaannya terhadap bahaya patut dipertanyakan.
Blue bisa menyembunyikan kekuatannya dengan baik, tapi Adam dan The Celestial melepaskan aura mematikan dari belakang.
Salah seorang bandit gunung menarik baju pemimpin mereka. "Bos, ayo pergi dari sini," katanya dengan suara gemetar.
Pemimpin bandit gunung tidak melihat kekuatan orang di belakang Blue. Ia hanya fokus melihat lawan bicaranya.
"Diam, ini akan segera berakhir!" bentak bandit gunung.
Blue memberikan isyarat, The Celestial langsung bergerak dan melumpuhkan semua anggota bandit gunung tanpa perlawanan berarti.
Pemimpin bandit gunung hanya bisa melebarkan kelopak matanya, ia tidak percaya kelompoknya yang sudah menguasai wilayah ini dihabisi dalam beberapa menit saja.
"Siapa kalian sebenarnya?" tanya Bandit Gunung.
"Tidak ada yang spesial, kami hanya pengembara yang kebetulan lewat." Blue menjawabnya dengan suara pelan tapi penuh intimidasi.