Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Zaha Mengambil Peran


Blue dan Ketua Keluarga Gong saling memandang, keduanya tidak mau memberikan celah sedikitpun.


"Baiklah, aku akui kau memang punya kemampuan. Tapi jangan terlalu percaya diri," kata Ketua Gong sambil menggerakkan tangannya menciptakan sebuah pedang dengan energinya.


Blue sempat kaget melihat orang di depannya membuat pedang yang begitu padat menggunakan prana. Bisa dibilang orang di depan bukan orang biasa.


Menanggapi perubahan prana musuh, Blue mengepalkan tinjunya dan bersiap bertarung mengunakan tangan kosong. "Aku pikir kata-kata itu yang harus aku katakan!"


Tepat setelah menyelesaikan kata-katanya, Blue melebarkan matanya karena serangan Ketua Gong begitu cepat hingga matanya tidak dapat mengikutinya.


Blue reflek melompat kebelakang sambil menyilangkan kedua tangannya. Mata Dewa tidak lagi disembunyikan, matanya berubah warna hingga kekuningan.


Ketua Gong tersenyum melihat musuh melompat kebelakang, tanpa memberikan kesempatan ia segera melangkah dan sampai di depan Blue. Ayunan pedangnya terasa sangat berat dan membuat Blue di menghantam tanah.


"Boom..." suara benturan tanah terdengar sangat keras


Blue langsung berdiri dan segera memasang kuda-kuda bertarung. "Ini gila!" ucap Blue yang harus introspeksi diri.


Meskipun karakternya paling kuat di dunia, Blue sadar banyak orang yang lebih kuat darinya di dunia nyata. Contohnya Ketua Harimau Putih yang bisa mengalahkannya dengan sentilan jari.


"Haha, kau sangat lucu bocah!" kata Ketua Gong yang mengejek Blue.


Sekali lagi Ketua Gong muncul di depan Blue dan menyerang tubuh Blue yang belum siap bertahan. Namun sesuatu yang mengejutkan terjadi, Blue berhasil menggerakkan kedua tangannya untuk memblokir serangan musuh. Kerusakan dibagi dua karena efek khusus milik Armor Raja Petir.


Dalam sekejap mata, posisi di atas langit bergeser kembali. Blue tersenyum lebar karena ia bisa memprediksi serangan musuh meskipun tidak bisa melihatnya, berbanding terbalik dengan Ketua Gong yang kehilangan senyumnya.


Blue diterbangkan 5 meter jauhnya tapi ekspresi wajahnya tampak senang. "Sepertinya ini akan semakin menarik!" katanya.


Ketua Gong melirik salah satu jendral yang memperhatikan medan perang sejak lama. Ia mengangkat tangannya dan mengacungkan jari telunjuk.


Senjata sihir langsung muncul, ribuan senjata bergerak mendekati medan perang. Blue sudah tahu ini akan terjadi, ia juga menggerakkan tangannya untuk memberitahu seseorang dari kejauhan.


Sebuah perahu terbang tiba-tiba muncul di atas langit, Buana dan kelompoknya terlihat mengenakan baju Fairy Dance.


Setelah satu perahu terbang terlihat sempurna, ribuan perahu terbang lainnya muncul di langit. Semua itu adalah pasukan Buana yang bergerak di lautan, tetapi karena pasukan meraka sangat loyak, Blue memberikan peran penting.


"Aku sudah menunggu sangat lama, Bos!" teriak Buana sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada.


Blue hanya bisa tersenyum kecut, ia tidak pernah menduga kekuatan Ketua Gong yang paling lemah di antara keluarga kuno bisa sehebat ini.


"Ya, aku serahkan mereka!"


"Tenang saja, Bos! Semua kelar dalam beberapa menit!" teriak Buana.


"Sombong!" sahut salah satu jendral perang keluarga gong yang langsung mengeluarkan sayap di punggungnya.


Tanpa berpikir panjang, jendral perang itu langsung terbang menghampiri perahu terbang Buana dan pasukannya.


"Serang!" seru Buana sambil mengangkat kepalan tangannya.


Biasannya perahu terbang membutuhkan jeda untuk menyerang, tetapi perahu Buana langsung menyerang dan menghanguskan jendral perang yang mau menyerangnya.


Pemberitahuan mengejutkan Buana. "Hei, apa ada lalat yang mencoba menyerang kapal kita?" tanyanya sambil melihat rekan-rekannya.


"Aku tidak tahu, Bos. Tapi tadi ada pemain yang sok berteriak di bawah kapal kita."


"Okelah, ayok serang lagi. Gunakan 50% tenaga kapal!"


Tembakan bertubi-tubi dilancarkan, senjata sihir yang dipersiapkan keluarga gong hancur lebur menjadi tanah.


4 keluarga kuno yang bersiap melepaskan senjata sihir langsung berpikir ulang. Namun karena gengsinya, mereka tetap mengeluarkan senjata sihir yang disiapkan.


Tepat setelah mereka dikeluarkan, sosok pria dengan dengan panahnya mengangkat tangan. Qin Huang muncul dengan keterampilan hujan panah.


Dalam sekejap mata puluhan senjata sihir diledakkan. Setelah ia melepaskan hujan panah, kelompok dibelakang segera menyerang dengan panahnya.


"Rain Arrow!" teriak Qin Huang mengatakan nama keterampilannya dua kali.


Tidak ada yang menyadarinya, Qin Huang bisa menggunakan skillnya dua kali berturut-turut. Namun Blue sedikit mengerutkan alisnya dan menggunakan mata dewa untuk melihatnya.


[Qin Huang


Gelar : Kaisar Panah.]


"Sepeti yang diharapkan, kakuatanmu tidak mencerminkan umurmu!" teriak Blue dengan ekspresi mengejek.


"Bajingan gila, aku tidak akan membuatkan bocah ingusan sepertimu melewatiku!" jawab Qin Huang sambil menarik anak panahnya.


Perlu diingat tahun ini Qin Huang berumur 46 tahun, jadi umurnya tidaklah muda lagi dibandingkan Blue dan kawan-kawannya.


Tidak berhenti di hujan panah, badai Api muncul meluluh lantakan senjata sihir bantuan milik 4 keluarga kuno.


Mentari Sang Penyihir Api muncul dengan hewan peliharaannya. Sosok burung api meraung menembakkan bola energi berwarna merah.


Meskipun bukan seekor naga maupun phoenix, Blue merasakan tekanan yang setara Dewa Cahaya. Mata Dewa miliknya secara otomatis aktif dan melihat status Mentari.


[Mentari


Level : 295 (+45)


Gelar : Putri Api.]


"Haha, sejak kapan gelar mereka begitu mendominasi!" kata Blue sambil tersenyum kecut. Ia sama sekali tidak menduga rekan-rekannya bisa menjadi Demigod dengan begitu mudah. Padahal di kehidupan sebelumnya, Blue tidak pernah mendengar Demigod apalagi menjadi salah satu dari mereka.


Bee muncul dalam wujud manusia. "Anggap saja mereka termotivasi karena kau begitu kuat. Ayo selesaikan pertarungan!"


"Sialan, bakatku dengan mereka terpaut dangat jauh. Aku tidak akan membiarkan ini terus berlanjut!" ucap Blue penuh tekad perjuangan.


Bee hanya tersenyum, ia tidak mau menghancurkan tekad tuannya yang begitu kuat. Memang dibandingkan rekan-rekannya, Blue selalu merasa bakatnya paling rendah. Makanya tidak ada hari tanpa usaha.


Usahanya yang terus menerus dan konsistensi, membuat semua anggota Fairy Dance sadar diri dan terus mencoba mengejarnya.


Blue menggerakkan tangannya, dua pedang melayang di atas pundaknya. "Baiklah, ayo selesaikan!"


"Apa kau pikir semua akan selesai seperti ini bocah!" teriak Ketua Gong yang sangat marah. Perlu diketahui ia sudah kehilangan miliaran koin emas karena perang kali ini.


Seperti yang dikatakan Ketua Gong, ternyata 7 super guild yang diam saja sejak tadi membuat pergerakan. Mereka berdiri di barisan pasukan Keluarga Gong.


Dengan sedikit hasutan, Keluarga Gong membuat situasi semakin buruk dan menarik perhatian super guild lainnya.


Blue tanpa sadar mundur beberapa langkah, bukan karena takut, ia hanya ingin memastikan berapa banyak pasukan musuh.


"Haha, kau takut!" seru Ketua Gong yang merasa dirinya menang. Padahal Blue mundur hanya ingin memprediksi banyaknya musuh.


Blue mengerutkan alisnya. "Ini lebih dari yang diprediksi!"


"Haha, panik gak!"


Blue mengangkat tangannya memberikan isyarat pada pasukan dibelakangnya. Zaha langsung menanggapi, "Oke!"


Kedua tangannya dibentangkan, ribuan pesawat tanpa awak muncul di langit. "Ayo anak-anakku!" teriak Zaha dengan suara keras.


Dalam beberapa detik pesawat tanpa awak itu langsung mengarah ke pasukan musuh. Tanpa perintah yang jelas pesawat itu menembakkan rudal energi.


Ledakan ada dimana-mana, Zaha tertawa terbahak-bahak dan menutup satu mata dengan telapak tangannya. "Sialan, karena kalian aku harus keluar laboratorium!"


Jessica dan Margareta saling memandang, keduanya melempar senyum kecut.


"Anggap saja anak itu sedang bermain di taman bermain," kata Jessica.


Margareta menjawab, "Ya aku paham."


Berbeda dengan 3 ketua super guild lainnya, semuanya menganggap guild Fairy Dance adalah segerombolan monster yang sedang tidur.


Zaha berteriak lagi, "Sialan! kalian menghancurkan satu anakku!"


Sebuah robot tiba-tiba muncul dari udara kosong. Perlu diingat Zaha adalah penyihir hitam yang bisa menggunakan semua sihir. Dia memanfaatkan sihirnya digabung dengan teknologi Nano, jadi bisa menciptakan robot setinggi 15 meter.


"Aku akan membunuh kalian semua! Haha!"


Rudal ditembakkan secara acak, bahkan beberapa anggota Fairy Dance ditembak, tapi mereka bisa menghindar dengan sangat baik.