
Perkataan Raphael tidak main-main, matanya berubah warna menjadi kuning. Pedangnya memancarkan cahaya menyilaukan. Ela dan Elvy merasakan bahaya, makanya mereka keluar dan menggunakan keterampilannya untuk melindungi Blue.
Namun Blue menghentikannya. "Percayalah padaku, sepertinya ini akan menjadi menarik."
Aura ungu kehitaman menjadi lebih padat dan mengerikan. Tanpa diduga aura Blue melahap milik musuhnya dan menjadikannya menjadi lebih kuat.
Akhirnya Blue mengetahui bahwa Domain Dewa diciptakan oleh seseorang yang menggunakan teknik jiwa yang sempurna. Blue mendapat pemahaman ribuan tahun milik Shen San, jadi ia bisa memahaminya.
Siapapun lawannya di Domain Dewa, Blue punya keunggulan di bidang aura. Jadi hanya masalah kapasitas aura yang membedakan kekuatan mereka.
Karena semua segel Raphael sudah dilepaskan, levelnya tampak. Yami dan Vanom merasakan dari kejauhan, bahkan para penyihir kuat seperti Luis dan Serly langsung menghampiri sumbernya.
Jubah Blue yang awalnya berwarna merah tiba-tiba ikut berubah menjadi hitam. Kakinya melangkah mendekati Raphael yang mencoba meningkatkan kapasitas mana dalam tubuhnya.
"Untuk ukuran manusia biasa kau sangat sombong!" kata Raphael dengan senyum dibibirnya. 8 sayap langsung muncul di punggungnya.
"Mengapa tidak kita bicarakan dengan kepala dan hati dingin. Aku punya proposal yang dapat membantumu mengalahkan Zeus!"
"Aku Raphael tidak butuh manusia lemah. Jika kau bisa selamat dari pertarungan ini, aku akan menimbangnya."
Blue tersenyum dia sudah melempar umpan dengan baik, sekarang tinggal menunggu ikan memakannya.
Dual Secret Sword melahap semua energi di sekitarnya, tidak hanya milik Raphael, tetapi milik Blue juga diserap.
Tanpa pikir panjang, keduanya saling berlari dan menyerang musuhnya. Pedang Keadilan milik Raphael bertemu dengan Dual Secret Sword, mengakibatkan ledakan super besar yang meluluh lantakan hutan.
Venom dan Yami melihat dari kejauhan, mereka saling memandang dan segera melihat pertarungan Blue dan Raphael. Serly dan Luis juga sampai di belakang keduanya.
"Apa yang kalian tunggu, cepat bantu Bos!" teriak Serly dengan nada tinggi.
Yami menghentikannya dengan tangan kanan. "Tunggu, lihatlah Ela dan Elvy di belakangnya. Mereka masih memperhatikan pertarungan, artinya ini adalah permintaan tuan."
Bee entah dari mana keluar dalam wujud manusia. "Yah, pemandangan disini lebih bagus," katanya sambil mengambil kaki kepiting goreng dari wadahnya.
Tidak ada orang yang lebih khawatir dibandingkan Bee, tetapi semua orang lihat Bee sangat santai dan memakan kaki kepitingnya.
"Apa Tuan bisa menang?" tanya Yami.
"Tidak, aku yakin dia kalah tapi apa kau pernah melihat bocah gila itu tersenyum ketika merasa dirinya akan kalah telak?"
Bee tahu betul sifat Blue, jadi dia akan mendukung setiap keputusannya.
Yami dan Venom mengalihkan pandangannya ke pertarungan Blue. Pohon di medan perang hancur karena gelombang serangan Raphael dan Blue. Tidak ada satupun dari keduanya yang ingin kalah.
Luis sudah tahu betapa mengerikannya pengetahuan Blue, ia merasa tenang dan duduk untuk melihat pertarungan. Hanya Serly yang masih tegang karena pertarungan ini tidak seimbang.
"Tenanglah, Bos tidak akan kalah. Ngomong-ngomong apa kau bisa masak daging bakar?" tanya Raul yang menepuk pundak Serly menggunakan wujud manusianya.
Serly yang tidak mengenal Raul langsung memasang kuda-kuda bertarung dan menggunakan mana untuk menyelimuti tinjunya. Dengan ayunan kekuatan penuh, Serly menyerang kepala Raul.
Tinju menghantam wajah Raul, ledakan terjadi karena benturan. Raul tidak bergerak sedikitpun, ia menerima serangan Serly tanpa membuat pertahanan.
"Sepertinya ada sedikit salah paham. Aku Raul!"
Bee menggelengkan kepalanya. "Kulit serigala bodoh itu lebih keras dari yang kau kira. Pukulan lemah itu tidak akan bisa menggores kulitnya."
Serly menarik tangannya, ia tidak menyangka rekan-rekannya tuannya begitu kuat. Bahkan kewaspadaannya tidak bisa lepas dari Venom dan Yami.
Meskipun menjadi penyihir kuno, Serly tidak tahu jenis teknik yang dikembangkan keduanya. Aura di sekitar mereka juga sangat aneh.
"Baiklah, anggap saja aku percaya."
Blue terbang beberapa meter karena terkena serangab Raphael. Wajah bahagianya tidak bisa hilang, senyumnya masih tampak jelas ketika sudut bibirnya mengalir segelintir darah segar.
Lengan kanannya digunakan untuk mengusap darah, matanya penuh tekad dan melirik HP miliknya yang sudah berwarna kuning.
"Apa kau masih tidak mau mendengar penjelasanku?" tanya Blue.
Raphael tidak mau menjawab, ia mengangkat pedang dan mengaynkannya. Sayatan pedang tercipta dan membelah tanah di setiap garis serangnya.
Blue tidak mau menerimanya, ia melompat dan menggunakan 6 sayap hitam. Aura yang awalnya sangat kacau tiba-tiba mulai terarut, ini adalah teknik yang diajarkan Shen San melalui transfer ingatan.
Dual Secret Sword tiba-tiba bergetar, ia metasa kekuatannya meluap dan menciptakan ilusi monster di belakangnya.
"Bocah gila, akhirnya aku bisa keluar untuk sementara. Jadi siapa musuhmu!"
"Tidak ada, aku hanya ingin memberikan pertarungan yang layak untuknya!"
"Menarik, Bocah! Ayo lakukan!"
Dual Secret Sword kembali menggila, monster aneh yang keluar dari punggung Blue ikut menyerang dan memojokkan Raphael.
"Apa yang terjadi? Ayo sialan!" teriak Raphael memerintahkan pedangnya.
Sayangnya teriakan itu tidak menghasilkan apapun, pedang keadilan benar-benar redup seperti seekor singa yang ketakutan.
Blue yang serius menggunakan pedangnya tidak memperhatikan keanehan yang dialami Raphael, dia tanpa memperdulikan Pedang Keadilan langaung menghantamnya dengan kekuatan penuh.
Ayunan Dual Secret Sword menghasilkan sayatan pedang yang melukai Raphael, tanpa diduga Pedang Keadilan retak. Raphael yang tidak mau mengambil resiko memasukkan pedangnya.
Blue yang tidak mau memberikan kesempatan langaung menghantamnya sekali lagi. Raphael menahannya dengan 8 sayap dipunggungnya. Namun naas, sayap yang dia banggakan malah terbelah oleh Dual Secret Sword yang sudah bangkit.
Monster di atas Blue menjadi lebih gila, tangan bayangannya menarik Raphael supaya tidak bisa menghindar. Kepalan tangannya meninju muka Raphael yang sangat tampan.
"Haha!"
Entah apa yang terjadi, Blue tiba-tiba tertawa keras karena ini adalah perasaan pertamanya mempunyai kekuatan yang di atas manusia normal.
Tanpa dia sadari mesin virtual yang menampung tubuhnya mulai mengeluarkan asap, Blue terus menggunakan auranya tanpa khawatir energinya habis.
Sekarang Blue sudah mengerti material misterius apa yang menciptakan Domain Dewa, makanya ia bisa mengeluarkan energi jiwanya terus menerus.
Pemberitahuan sistem berwarna biru memperingatkan Blue tentang energinya yang bermebihan.
...[Sistem mendeteksi anda menggunakan energi yang tidak diperbolehkan!]...
Sistem mengatakan ingin memaksa Blue keluar dari mesin virtual, tetapi pemberitahuan sistem berwarna merah mencegahnya.
...[Sistem kekacauan melindungi anda dari otoritas Sistem Pertama!]...
Blue tersenyum lebar, tangannya terus berayun dan mengeluarkan auranya terus menerus. Teknik yang diberikan Shen San sangat kuat, bahkan Blue tidak pernah membayanhkan ia bisa menjadi sekuat ini.
Jika saja ada Ketua Harimau Putih didepannya, pukulan Blue tidak akan sama seperti sebelumnya.
"Haha," teriak Blue tertawa.
Bee dari kejauhan mulai mengerutkan alis. "Apa dia sudah mulai gila?"
Raphael dihajar habis-habisan, HP yang katanya tak terbatas kurang terus menerus tanpa bisa melakukan regenerasi.
Karena tidak punya kesempatan, Raphael mencoba menghentikan Blue dengan kata-kata.
"Tunggu!"
Blue tersenyum dan menghentikan serangannya, Dual Secret Sword yang menggila juga berhenti dan langsung masuk ke sarungnya.
Sembari menghela napas, Blue mengatakan, "Apa sekarang kau bisa mendengarkan penjelasanku?"
"Ya, aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Raphael sambil melirik bar HPnya yang sudah berwarna merah. Ditambah lagi skillnya tidak pernah bisa digunakan, pendinginannya terus bertambah ketika monster Dual Secret Sword memukulinya.
"Baiklah, ayo mulai dari caraku mendapatkan Buku Neraka."
Blue menceritakan pengalamannya mendapatkan Buku Neraka, dia juga memberitahu bahwa dirinya sudah menjadi seorang Baron di neraka.
Penjelasan yang singkat dan padat membuat Raphael mudah mengerti, ia melirik bar darahnya yang sudah berwarna kuning.
"Terus apa kau yakin ingin melawan Zeus?"
"Kenapa tidak?"
Raphael menggelengkan kepala. "Aku yakin kau belum tahu kekuatan pria tua itu, dia bisa mengendalikan waktu dan petir sesukanya."
"Aku tahu itu, makanya aku punya rekan untuk mengatasi itu semua!"
Raul, Drakula, Ela, Elvy, Bee muncul di belakang Blue. Mereka menggunakan wujud manusianya dengan senyum dan senjata di tangannya masing-masing.
Yami, Venom, Luis, dan Serly juga mendarat di belakangnya. Mereka sedikit terkejut dengan kecepatan familia Blue yang bisa bergerak lebih cepat darinya.
"Ini sebagian tim yang aku persiapankan, jadi apa yang kau miliki untuk melawan ayahmu?" tanya Blue.
Raphael diam, ia sama sekali tidak punya rekan. Makanya dia butuh Buku Neraka untuk mengendalikan mahkluk Neraka. Ditambah lagi Mahkluk Neraka tidak butuh kesetiaan, mereka hanya menuruti pemegang Buku Neraka.
Pedang Keadilan dikeluarkan dan langsung menusuk tubuh Blue yang terbuka lebar. Namun Yami bisa menghentikan serangannya dengan mudah. Tangan Venom menghantam Raphael dengan kekuatan penuh.
Raphael dengan terbang dengan kecepatan tinggi, Serly yang menagan kekesalannya dari tadi mengeluarkan meteor yang tiba-tiba muncul di depan mukanya.
Meteor meledak dan membuat wajah Raphael tampak jelek dan kulitnya mengelupas. HP yang sudah sembuh langsung kembali ke merah, bahkan keterampilan pasifnya terpicu.
"Ini Gila!"