Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Keributan


Semua ras vampir menyatakan kesetiaan pada Raja Segalanya, mereka semua mengucap sumpah darah di depan Blue dan Erik.


Lebih dari 800 vampir berubah wujud menjadi manusia vampir yang sesungguhnya. Kekuatan mereka mulai pulih, Blue memberanikan diri memberikan energi kehidupan untuk mempercepat penyembuhan.


12 miliar energi kehidupan digunakan untuk menyelamatkan semua ras vampir dari kutukan aneh.


"Terima kasih, Tuan!" seru semua ras vampir dengan suara keras.


Upacara sumpah darah telah selesai, Blue berencana membawa mereka semua keluar gua penyiksaan ini.


Namun Erik terpental ketika melewati simbol tak kasat mata. Ia memuntahkan seteguk darah segar dan matanya mulai sayu.


Kutukan yang awalnya hilang kembali lagi, Blue menggunakan 15 juta energi kehidupan untuk menyembuhkannya lagi.


Blue teringat dengan dunia kecil yang ia beri nama Nemo. "Anthony keluarlah!"


Sosok pria kekar dan besar muncul. "Halo, bro akhirnya kau memanggilku lagi. Ada kerusuhan apa hari ini?"


"Hei lihatlah sekelilingmu, tidak ada kerusuhan sama sekali."


Wajah Anthony sangat terkejut. "Apa kau serius, wajahmu tidak mencerminkan kedamaian. Pasti ada kerusuhan yang terjadi!"


Anthony menoleh ke sekumpulan orang bermata merah. Wajahnya yang awalnya di buat-buat sekarang benar-benar terkejut.


"Bajingan, kau hampir membunuhku. Bagaimana bisa ada vampir disini!" seru Anthony sambil menunjuk Blue dengan ekspresi marah.


"Bahkan jika jantungmu berhenti berdetak itu tidak akan membunuhmu." Blue memperlihatkan ekspresi datar.


Perlu diketahui, Anthony sudah sepenuhnya menjadi Dryad. Ia tidak akan mudah mati selama ada tanah di bawah kakinya.


"Oke, oke. Mari mulai membicarakan bisnis, apa yang ingin kau lakukan dengan para vampir ini?" tanya Anthony.


"Bawa mereka semua ke Dunia Buatan. Itu akan menyelamatkannya dari simbol ini." Blue menyentuh simbol yang dipasang seseorang.


Anthony mengerutkan kening, wajahnya menjadi sangat serius melihat simbol yang terpasang. "Mengapa memintaku membawa mereka, tinggal masukkan saja dan beres."


"Vampir membutuhkan banyak darah, aku pikir mereka akan merusak ekosistem Dunia Buatan. Apa kamu tidak masalah?"


Anthony berpikir sejenak, sebenarnya di dalam Dunia Buatan terlalu banyak manusia. "Kita malah kebanyakan manusia, lebih baik kau mengeluarkan beberapa dari mereka."


Seperti yang dikatakan Anthony, peradaban manusia di Dunia Buatan hampir mencapai batasnya. Dunia itu tidak bisa menampung 30 juta manusia, hal itu dikarenakan dunia buatan juga dihuni oleh beberapa tanaman.


Ditambah lagi kekuatan besar seperti Venom yang bahkan Anthony tidak bisa mengontrol kekuatannya.


Keberadaan Emma, Iblis Kecil, dan Tobias membuat Dunia Buatan semakin tidak stabil. Jika reproduksi manusia semakin meningkat itu akan membebani kestabilan dunia.


Untungnya Serly yang terlalu kuat tidak masuk juga. Jika itu dilakukan, ada kemungkinan Dunia Buatan akan hancur.


"Sepertinya ini semakin serius. Berapa manusia yang berpotensi menjadi pasukan?" tanya Blue.


"100% dari semua orang di Dunia Buatan bisa bertarung. Bahkan tumbuhan ilahi telah muncul dan memimpin banyak bawahan. Mereka semua akan mengakui keberadaan mu jika muncul."


Anthony menjelaskan tentang keraguan mereka tentang keberadaan sang pencipta dunia buatan. Jika Blue benar-benar muncul dan menunjukkan kuasanya, mereka akan menjadi aset yang paling penting.


"Aku tidak bisa membuat keajaiban seperti itu!" kata Blue.


Anthony menggelengkan kepala. "Dunia Buatan pada awalnya adalah milikmu. Jika kau mengeluarkan mereka dari dunia buatan, secara otomatis semua orang akan mengakui mu sebagai penyelamatnya."


Bee muncul dari ruang penyimpanan. "Ini kesempatan bagus, tidak ada yang bisa keluar dari gua ini!"


Erik dan semua pasukan vampir hanya terdiam. Mereka tidak tahu apa yang sedang dibicarakan banyak orang, hingga seorang wanita cantik maju ke depan.


"Aku putri dari Raja Erik, Rossa. Simbol di gua ini bukan buatan manusia atau dewa." Wanita cantik itu mengatakan pengetahuannya.


"Ya, aku tahu. Tapi siapa kau sebenarnya?" Bee mendekat dan melihat wanita itu dengan tatapan aneh.


"Aku..."


"Jangan berbohong, aku merasakan energi dari dewa cahaya!" bentak Bee yang hampir tidak bisa menahan emosinya.


"Ini semakin rumit. Bocah bodoh, aku tidak tahu kau sedang memukul jekpot atau neraka." Bee adalah salah satu putra dewa cahaya yang ditugaskan untuk membunuh satu sama lain untuk menduduki tahta dewa.


Bukannya senang, Blue tampak menatapnya sambil bertepuk tangan. "Wow, peranmu sangat mengerikan."


Yami tidak peduli siapa musuhnya, ia akan mengayunkan pedang dan membunuh setiap musuh tuannya. Rafaela juga demikian, ia akan menggunakan kehidupannya untuk melindungi tuannya.


Liem duduk di samping Yami untuk mempelajari energi aneh yang menyelimuti tubuh pria besar tersebut.


Kitty tidak tahu mau berbuat apa, ia duduk di pangkuan Rafaela karena itu terasa hangat.


"Bajingan, apa kalian peduli denganku!" seru Bee sangat marah.


Blue mendekat dan mengelus kepala lebah gendut tersebut. "Jangan khawatir, aku akan selalu di sisimu. Dewa Cahaya? aku pikir itu hanya posisi rendahan yang tidak pantas untukku!"


"Bodoh!"


Bee kembali ke ruang penyimpanan. Ia tidak mengerti apa sebenarnya tujuan tuannya. Bukankah semua pemain mendambakan tahta dewa.


"Pembicaraan sudah mulai melebar. Ayo keluarkan beberapa orang terpilih untuk menjadi pelindung Desa Sahara didekat sini." Blue melambaikan tangannya dan 1000 orang muncul.


Matanya melebar melihat 1000 orang yang keluar memiliki potensi setara dengan pahlawan kota. "Anthony, apa mataku salah melihat ada 1000 pahlawan?"


"Tidak, Bro. Semua orang di dunia buatan sudah setara dengan pahlawan rendah. Hidup mereka terlalu santai dan makan terlalu banyak."


1000 orang yang dipanggil langsung menundukkan kepala dan mengucap sumpah darah sesuai perkataan Anthony.


"Tuan, ternyata anda benar-benar ada. Sesuai sumpah, aku akan melayani anda sampai akhir hidupku!" kata seorang manusia dengan mata hijau.


"Dia adalah tumbuhan yang telah membangkitkan kesadaran ilahi. Jika dibiarkan sedikit lebih lama, ia akan menjadi Dryad dan menggantikan posisiku."


Anthony mengatakan kebaikan yang pernah disumbangkan oleh manusia tumbuhan tersebut.


"Aku sangat menghargai perbuatan kalian. Sekarang ayo ke Desa Sahara dan buat peradaban baru di sana!" seru Blue.


Ras vampir segera dimasukkan kedalam Dunia Buatan, 1000 manusia tumbuhan mengikutinya dari belakang.


Sesampainya di depan gerbang Desa Sahara, 10 penjaga yang setara dengan pahlawan menengah mengangkat senjatanya.


"Berhenti, kami tidak menerima tamu seperti kalian!" teriak salah satu penjaga.


Blue membuka topengnya. "Aku Blue..."


Sebelum menyelesaikan perkataannya, 10 penjaga itu membungkuk dan meminta maaf. "Maafkan kami, Tuan!"


"Aneh rasanya tidak dikenali rakyatku sendiri. Tapi ini lebih baik daripada Desa Abidzar."


Blue membawa 1000 orang masuk kedalam, ia disambut Bunny dan kelompok administrator. "Tuan, anda kembali sangat cepat."


"Ya, aku punya beberapa rekan yang membutuhkan bimbingan tentang dunia ini." Blue melirik pasukan manusia di belakangnya.


"Anda pasti bercanda. Mereka sangat kuat, bahkan bisa membunuhku ribuan kali!" ucap Bunny sambil tersenyum tipis.


Anoman terjun dari langit. "Tuan, aku merasakan energi aneh dari mereka. Mungkinkan mereka monster yang menyamar?"


"Jaga mulutmu, Kera!" teriak pemimpin manusia tumbuhan.


"Monster berkedok manusia, apa kau pikir bisa membodohi mataku!"


"Kera, aku akan membunuhmu!"


Blue ingin melerai mereka, terapi keduanya sudah bertarung hingga menghancurkan beberapa bangunan.


"Apa Zaha akan membiarkan ini?" ucapnya pelan.


Anoman terluka cukup parah, disisi lain pemimpin manusia tumbuhan juga terluka. Bedanya Anoman mengeluarkan darah merah, manusia tumbuhan mengeluarkan darah hijau.


"Hei, bajingan. Hentikan pertengkaran kalian!" ucap seorang wanita yang muncul dari bawah tanah. Wanita itu tidak lain adalah Zaha yang mengenakan armor khusus.