Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Kenyataan Memilukan


Blue dan Bee hanya bisa tersenyum kecut melihat semua orang memandangnya. Nakamoto mendekat dan bersanding dengan Blue.


"Sepertinya aku tidak bisa melawan kawanku sendiri. Jadi aku berpihak padanya!" katanya dengan suara lantang.


Pernyataan Nakamoto membuat semua orang tercengang, mereka tidak menduga sosok sepintar Nakamoto akan memilih pihak yang lemah. Ditambah lagi Cat adalah anak dewa cahaya kedua.


"Aku pikir keluarga Nakamoto cerdas, sayangnya itu hanya rumor. Baiklah, ayo mulai!"


11 orang di pihak lawan melepaskan auranya, mereka membuka gerbang tempat Dewa Cahaya secara paksa. Blue hanya bisa diam karena tidak tahu gerbang emas bisa di buka secara paksa. Setahunya, gerbang itu bisa dibuka setelah mengalahkan sosok bos dunia yang masih menjadi patung.


Pintu berwarna emas terbuka perlahan, cahaya menyilaukan menembus mata semua orang. Hanya mereka Demigod tingkat Rendah atau diatasnya yang masih berdiri tegap.


Anehnya 13 orang tuan dari anak dewa cahaya masih berdiri tegap. Blue langsung tahu bahwa semua orang tidak lebih rendah dari Demigod.


Perlu diingat, Demigod punya 5 tingkatan. Yang pertama tentu saja Demigod tingkat sangat rendah, disusul tingkat Rendah, Menengah, Tinggi, dan Puncak.


Blue sendiri adalah Demigod tingkat Puncak yang setara dengan Dewa Sangat Rendah. Hal itu dikarenakan semua perlengkapan dan statusnya terlalu menantang langit dan sistem.


Sosok wanita cantik melangkah keluar dari gerbang emas, tatapannya yang tenang dan kulit mulus membuatnya semakin berwibawa.


Blue langsung melihat 4 sayap di punggung wanita cantik itu, bisa dipastikan dia adalah malaikat yang melayani Dewa Cahaya.


Rambutnya yang pirang tampak seperti cahaya, melambangkan sosok tuannya Dewa Cahaya. Blue membayangkan bagaimana jika dia punya malaikat pelindung, wajah seram dan aura berwarna hitam.


"Itu sedikit menakutkan!" gumam Blue pelan.


12 orang yang mendengar langsung melirik, bukannya kagum dengan kecantikan, Blue malah merasa itu menakutkan.


"Bro, apa matamu sudah rusak?" tanya Nakamoto.


"Lupakan, dia akan segera berbicara!"


Malaikat Dewa Cahaya menghempaskan tangannya, 13 anak Dewa Cahaya berubah menjadi sosoknya masing-masing.


Anehnya Bee tidak berpengaruh, ia masih menjadi Lebah Gendut yang selalu membawa kotak makan.


"Jangan bilang ini wujud aslimu?" kata Blue dengan nada sedikit mengejek.


"Hei, pangeran ini sangat tampan, pelayan itu tidak bisa menggunakan sihirnya padaku!" jawab Bee dengan nada sedikit marah sambil mengambil kaki kepiting goreng dari kotak makannya.


Seperti yang dikatakan Bee, Malaikat Dewa Cahaya tidak bisa mempengaruhinya. Itu artinya dia punya kekuatan yang setara atau bahkan melampauinya.


Malaikat Dewa Cahaya hanya sedikit mengerutkan alisnya. "Mengapa pangeran ke 13 sangat kuat. Pasti akan menjadi pertunjukan yang menarik!"


"Selamat datang para pangeran, ayahanda sudah menunggu di dalam. Aku harap kalian tidak berpikir untuk bertarung sebelum pertandingan resmi di mulai!" kata Malaikat Dewa Cahaya.


Tepat setelah mengatakannya, angka 9 muncul di atas kepalanya. Itu menandakan bahwa ia adalah Malaikat ke 9 yang melayani Dewa Cahaya.


Total ada 9 Malaikat yang melayani Dewa Cahaya, itulah yang membuat banyak dewa tidak mau berurusan dengan Dewa Cahaya. Malaikat setara dengan dewa itu sendiri jika dibiarkan berkembang, ditambah lagi mereka sangat setia pada tuannya. Jadi bisa dipastikan Dewa Cahaya punya 9 kekuatan tempur yang mengerikan.


Dibandingkan dengan Zeus penguasa alam dewa hanya punya 7 malaikat. Bahkan Posaidon hanya punya 6 Malaikat yang mengikutinya.


Blue dan semua orang melangkah masuk ke dalam gerbang emas. Yami dan lainnya tidak bisa masuk karena pengaturan khusus dari Dewa Cahaya.


Setelah semua orang masuk, Blue mengibaskan lengan bajunya, Yami dan lainnya masuk ke dunia buatan.


"Ini lebih baik!"


Bee menggelengkan kepala. "Sungguh trik licik!"


"Kau lihat sendiri ada 11 orang dengan terbuka menyatakan permusuhannya. Termasuk Kamal yang sudah membuat kontrak, bukankah itu aneh?"


"Aku juga berpikiran hal yang sama, bagaimana dia melepaskan diri dari kontraknya?"


"Tidak, Kamal sama sekali tidak mengkhianati Fairy Dance dan Raja Segalanya, ia hanya bertarung dengan prosedur resmi. Jadi tidak ada pengkhianatan di atas kertas, harusnya aku menulis dia tidak akan menolak semua perkataanku!"


Bee tersenyum kecut mendengar tuanya yang begitu teliti. "Baiklah, ayo masuk saja!"


"Sombong, apa kau tidak tahu tuan menunggu persembahan mu!" teriak seorang malaikat pria dengan 6 sayap di punggungnya.


"Aku tidak mendengarnya langsung dari Dewa Cahaya, jadi jangan memaksaku!" jawab Blue dengan tatapan tajam.


Hanya Demigod tingkat Tinggi yang bisa memandang Dewa Cahaya. Jadi malaikat melakukannya untuk kebaikan semua putra dewa cahaya.


Suara tepuk tangan terdengar, sosok pria muda nan tampan memutar kursinya yang tampak seperti kursi kantoran.


"Menarik, kau bahkan bisa melihatku dengan mudah. Jadi seberapa kuat sebenarnya kau ini!" kata Dewa Cahaya sambil mengangkat tangannya.


Gravitasi di sekitar Blue mendadak naik, tanah yang ia pijak retak. Anehnya Blue masih berdiri tegap seperti tidak merasakan apapun.


Merasa dirinya sedikit terhina, Dewa Cahaya melipat gandakan kekuatannya. Bee dan Blue masih berdiri tegap tanpa merasakan tekanan. Bukan karena mereka kuat, tapi karena sistem merah yang memblokir kekuasaan Dewa Cahaya.


Tanpa terasa Dewa Cahaya menggunakan 70% kekuatannya. Matanya menyempit melihat Blue dan Bee masih berdiri.


"Baiklah, kalian bebas melakukan apapun. Tapi aku akan memberikan batasan pada kekuatan aneh itu!" ujung jari telunjuknya mengeluarkan cahaya berwarna putih kekuningan, cahaya itu menusuk tubuh Blue dan Bee.


Bukannya terkekang, energi yang di lepaskan Dewa Cahaya malah di lahap sosok aneh di dalam tubuh Blue. Sedangkan Bee terkena segelnya, sehingga hanya bisa menggunakan 50% kekuatannya.


"Ayah, ini tidak adil. Bagaimana kau mengekang kekuatan yang susah payah aku kumpulkan!" teriak Bee yang memprotes keputusan ayahnya.


"Kau terlalu aneh, tidak mungkin anak paling muda menjadi yang terkuat. Jadi gunakan saja setengah kekuatanmu!"


Dewa Cahaya lupa memutuskan energi yang dia pancarkan ke Blue. Tanpa terasa dia sudah kehilangan 5% energi dalam tubuhnya.


Matanya terbuka lebar sambil melepaskan energi yang keluar dari ujung jari telunjuknya. "Sial, kekuatan apa yang ada di dalam tubuh manusia itu!"


"Tidak, Ayah! ini pertarungan tahta bagaimana kamu melakukan trik untuk membuat kakak pertama menjadi pemenang!" teriak Bee supaya saudara lainnya mendengar.


Dewa Cahaya tersenyum manis. "Percuma, mereka dalam formasi pelindung. Suaramu tidak akan bisa menembusnya!" Jadi teriakan Bee tidak akan bisa didengar oleh para kandidat lainnya.


Bee memang berencana mengatakannya dengan lantang, tapi siapa yang menyangka usahanya sia-sia.


Blue hanya dia dari tadi, ia sebenarnya masih merasakan aneh dalam tubuhnya. Energi aneh tang dilepaskan Dewa Cahaya di lahap oleh Dual Secret Sword. Setelah menyerapnya, sistem berwarna merah muncul terus menerus.


...[Berhasil menyerap energi Dewa Cahaya, semua status +1. Serap lebih banyak energi dewa untuk meningkatkan Dual Secret Sword.] (50x)...


Sekarang Blue mengetahui syarat untuk meningkatkan Dual Secret Sword. Namun energi dewa sulit ditemukan di alam manusia, jadi ia akan segera melangkah ke alam dewa secepat mungkin.


Lingkaran yang melindungi 12 anak cahaya lainnya tiba-tiba retak dan pecah. Blue sedikit mengerutkan alisnya karena lingkaran itu meningkatkan kekuatan semua orang. Artinya hanya dia dan Bee yang tidak mendapatkan keuntungan dalam perebutan tahta kali ini.


"Selamat datang anak-anakku. Seperti yang kalian ketahui, aku adalah Dewa Cahaya. Pastinya kalian sudah tahu tujuan dari pertemuan kita semua!"


Sebelum menyelesaikan perkataannya, sosok pria berpakaian khas Korea Selatan mengangkat tangannya. "Bagaimana kalau percepatan pertarungannya, aku sudah tidak sabar melawan semuanya!"


Sosok ular kecil bertengger di pundaknya, sebenarnya ia adalah Naga Racun atau anak pertama Dewa Cahaya.


Bee tampak membencinya, Blue tidak bisa menahan senyumnya. "Aku tidak pernah melihat tatapan penuh kebencian itu!"


"Sialan, jangan katakan hal yang membuatku tambah emosi. Si sialan itulah yang membunuh ibuku!"


"Bukankah ibumu Ratu Lebah?"


"Bodoh, mana mungkin aku anak dari mahkluk rendahan seperti itu!"


Ibu Bee adalah manusia yang berhasil menjadi dewa di akhir hayatnya. Karena dia hanya seorang Demigod, banyak istri Dewa Cahaya yang menggangunya.


Namun ibu Bee sangat kuat, sehingga ia bisa membunuh beberapa istri lainnya. Sayangnya dia tidak punya kesempatan untuk hidup dan menikmati gelarnya sebagai dewa.


Bee yang masih remaja dan hanya seorang Demigod tingkat menengah tak bisa berbuat apapun. Ayahnya juga menyalahkan Bee karena 7 istrinya mati di tangan ibu Bee.


Sampai akhirnya 5 istri lainnya menyusul setelah beberapa tahun hidup. Hal itu karena racun yang digunakan ibu Bee lebih mematikan dari Ratu Racun istri pertama Dewa Cahaya.


Hanya paman atau gurunya yang membela Bee sampai reinkarnasi nya. Sungguh kebenaran yang membuat semua orang sadar betapa terpuruknya Bee di tanah Dewa Cahaya.