Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Mulai


Blue mengumpulkan informasi dari Liem, Kitty, Yami, dan Rafaela yang sudah bergerak sejak lama. Mereka berburu sambil memetakan tempat para musuh berkeliaran, Blue segera memerintahkan Rasyd dan kelompoknya untuk bersiap diri.


Padahal masih di atas tribun penonton, Blue berani memberikan instruksi pada Queen dan Aqila untuk membuat rencana. Yuri di sebelahnya hanya bengong karena tidak bisa mengikuti kecepatan informasi yang diberikan Blue.


Queen dan Aqila mendengarkan dengan saksama, mereka bisa mengerti semua instruksi dengan cepat dan tepat. Rasyd dan kelompoknya tidak bisa mencerna semua informasi tanpa bantuan Queen menjelaskan ulang.


“Sebaiknya kalian semua yang ada disini berlatih cara mengelola informasi dengan cepat dan tepat. Khususnya kamu Yuri, aku mengharapkan banyak darimu.” Blue mengalihkan pandangannya pada Yuri yang hanya seorang mahasiswa jurusan arsitek.


“Tapi... aku bukan anggota Fairy Dance?”


Queen menepuk pundaknya. “Seperti yang dia katakan, aku sudah mengirim kontrak yang cukup baik. Segera tanda tangani dan jangan membuat kami kecewa.”


Yuri segera melihat kotak masuk dan membaca isi kontrak, ia tidak pernah menyangka Fairy Dance akan memberikan kontrak yang begitu menguntungkan untuk anggota. Tanpa pikir panjang ia segera menandatangani kontrak dan menjadi anggota resmi.


Meskipun komunikasinya sedikit kurang, Yuri akan menjadi salah satu arsitek terbaik Domain Dewa. Blue bisa yakin karena melihatnya sangat serius ketika menggambar sebuah bangunan, padahal menggambar bangunan tidak meningkatkan poin profesi.


Blue segera menemui Yami dan kelompoknya di sebuah restoran mewah Kota Yu. “Ayo makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan.”


Raul, Ela, dan Drakula dikeluarkan dari ruang penyimpanan. Mereka sudah sembuh sepenuhnya dan siap untuk pertarungan lainnya, sayangnya Bee dan Elvy masih harus memfokuskan diri untuk saling menyembuhkan.


Restoran tempat mereka makan menjadi ramai, orang-orang dari guild Blacklist menerobos wilayah kekuasaan Fairy Dance. Blue membiarkan mereka membuat kerusuhan dan melihat apa yang akan dilakukan anggota Fairy Dance.


“Bajingan apa yang kau lakukan disini!” seru seorang anggota Fairy Dance.


“Tentu saja untuk menghajar kalian!” jawab anggota Blacklist dengan nada tinggi. Semua kelompok guild Blacklist segera menarik pedang dan mengirim beberapa pemain ke rumah kebangkitan.


Hanya beberapa anggota Fairy Dance yang membela diri dan guild dengan sungguh-sungguh. Blue segera mengingat semua namanya dan mengirimnya ke Queen untuk mendapatkan posisi di peperangan.


“Aneh, mengapa tidak ada penjaga kota?” gumam Blue pelan.


Tepat setelah semua anggota Fairy Dance dihilangkan, penjaga kota datang dan menangkap para pembuat onar. Blue merasa curiga dan mengikuti penjaga kota menggunakan stealth.


“Kalian tunggu disini, jangan buat pergerakan yang mencurigakan. Rafaela buat penghalang untuk melindungi ruangan ini.” Blue segera melompat dan menghilang dari pandangan semua orang.


Kecurigaan Blue terbukti benar, para penjaga kota segera melepaskan anggota Blacklist setelah seseorang punya kekuasaan datang. Blue tersenyum tipis dan membuntuti para pemain tersebut.


“Haha, Fairy Dance bodoh. Mereka kira Kota Yu adalah wilayahnya!”


“Jangan berisik, kita baru saja keluar dari kota. Ayo kumpul dan bahas rencana selanjutnya!”


Sekelompok pemain itu berbincang dengan santai, mereka tidak tahu Blue tersenyum tipis di balik pepohonan.


Tidak lama setelah mereka semua keluar dari kota, kelompok itu masuk ke dalam rumah kayu kecil yang ada portal. Semua kelompok itu segera masuk dan menghilang dari intaian Blue.


“Ini merepotkan, aku tidak tahu dimana portal ini akan berhenti.” Blue berpikir sejenak untuk menghentikan penyerangan Blacklist.


Setelah merenung beberapa saat, Blue segera mengangkat sudut bibirnya. “Mengapa tidak aku pindahkan saja titik portalnya!”


Sesuai yang ia katakan, Blue segera menganalisis portal dan mengambil titik koordinatnya. Ia segera memindahkannya tujuannya ke sarang monster level 500an. Mungkin benua barat masih kekurangan informasi tentang simbol yang bisa dipindahkan, jadi mereka sembrono memasang simbol portal di tengah hutan.


Sayap hitam dikeluarkan, Blue segera terbang setinggi-tingginya untuk mencari tempat yang sama persis. Blue menemukan ada 8 rumah kayu yang terdapat simbol portal, ia tidak peduli siapa mereka dan langsung memindahkan tujuannya ke sarang monster yang sama.


“Rafaela, bantu aku menyiapkan simbol raksasa yang mengepung seluruh kota.”


Bahan yang digunakan sangat banyak, tetapi Blue punya Batu Energi tingkat tinggi yang banyak. Jadi membuat sebuah simbol raksasa bukan masalah untuk Blue dan kelompoknya saat ini.


Melihat Rafaela sibuk membuat simbol, Ela yang suka belajar langsung memperhatikan dan mengingat semuanya. Blue juga mengukir simbol di bawah tanah untuk menyembunyikan wujudnya.


Pembuatan simbol raksasa tidak satu atau dua hari selesai, Blue dan Rafaela membutuhkan waktu satu minggu untuk membangun semuanya.


“Tuan, mengapa anda memasang simbol raksasa di Kota Yu, bukankah Fairy Dance punya desa Pohon Runtuh?” tanya Liem yang masih belum mengerti maksud tuannya.


“Aku yakin Blacklist akan mencoba menyerang kekuasaan Fairy Dance yang paling besar dulu. Mereka menganggap Fairy Dance lemah dan bisa mengambil kekuasaan terbesar dan membantai wilayah kecil.”


Penjelasan Blue sangat masuk akal, Fairy Dance di Benua Barat tidak terlalu besar. Namun mereka mempunyai banyak dukungan dari berbagai pihak, anehnya keluarga Hardiman menganggap mereka adalah saudara. Itulah mengapa Blacklist baru melancarkan serangannya, mereka tahu fakta bahwa keluarga Hardiman hanya membantunya di dunia nyata.


Meskipun sudah mengetahui faktanya, Blacklist tidak mau terburu-buru dan memastikan kekuatan Fairy Dance yang sesungguhnya. Setelah melihat seberapa lemah mereka, Blacklist menyiapkan ratusan ribu pemain untuk penyerangan Kota Yu seperti yang dikatakan Blue.


Liem sangat kagum dengan pemikiran tuannya. Meskipun ia adalah mantan raja iblis, ia akan merasa kesulitan jika melawan manusia seperti tuannya.


“Queen kelompok musuh sudah menyiapkan tenda di perbatasan hutan. Sebaiknya kalian segera mengeluarkan utusan untuk negosiasi.” Blue menggunakan pesan sistem untuk memberitahu Queen di Kota Yu.


“Kamis sudah mengirim utusan,” jawab Queen dengan sangat cepat.


Utusan Fairy Dance segera di kirim ke rumah kebangkitan, tidak ada kata negosiasi di kamus Blacklist. Bukannya takut, Blue malah tersenyum manis karena akan ada makanan untuk dua pedangnya.


“Queen aku akan bergerak dulu!” kata Blue melalui pesan sistem.


Blue, Liem, Kitty, Yami, dan Rafaela segera berlari layaknya singa kelaparan. Mereka adalah sekelompok kuat yang akan meratakan barisan depan pasukan Blacklist.


Tanpa peringatan yang jelas, Kitty mengeluarkan sebuah meteor es dengan ukuran yang cukup besar. Rafaela menggunakan keterampilannya untuk menggandakan ukurannya, sehingga meteor es menjadi sangat besar.


Meteor menabrak kamp pelatihan guild Blacklist, sayangnya tidak ada yang mati dalam insiden aneh kali ini.


“Siapa yang berani menyerang kita!” seru seorang pria. Orang itu tidak lain adalah pemimpin pasukan Blacklist, Wise.


Liem menggunakan Bom Api pada 100 pemain yang masih membeku, ia mengincar pemain paling lemah supaya bisa memberikan kerusakan yang maksimal. Pergerakannya sangat lincah, jadi musuh tidak dapat melihat posisinya.


Blue membuat dua bayangan mengunakan topeng yang ia beli dari Kota Yu. Keduanya bertarung menghadapi ribuan pemain dengan pedangnya masing-masing. Meskipun tidak membawa korban yang cukup banyak, dua bayangan berhasil di kalahkan.


Tepat setalah dua bayangan dikalahkan, pasukan Fairy Dance telah sampai di kamp Blacklist. Anggota Fairy Dance yang dipilih sangat istimewa, Blue memilih mereka sendiri untuk memastikan tekadnya membela Fairy Dance.


“Serang!” teriak Rasyd yang menjadi pemimpin pasukan di pihak Fairy Dance.


300 anak panah meluncur ke arah kamp pasukan yang sedang istirahat. Karena akurasi para pasukan Fairy Dance cukup tinggi, 90% panahnya berhasil memberikan kerusakan pada musuh yang kelelahan. Butuh waktu untuk memulihkan stamina dan konsentrasi pemain, beda kasus untuk Blue yang punya teknik khusus.


Setelah hujan panah mengelilingi kamp Blacklist, para penyihir yang sudah siap melepaskan sihir langsung berteriak bergantian. “Fire... Strom!”


Blue hanya bisa tersenyum kecut karena melihat begitu banyak sihir dikombinasikan hanya untuk membuat sebuah badai api. Padahal dengan 100 penyihir, Fairy Dance bisa membuat badai kecil yang mengenai semua titik kamp lawan.


“Rasyd perlu pelajaran lagi.”