Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Mencari Kesempatan


"Lakukan!"


Blue memberikan izin pada Serly untuk menciptakan robot yang diinginkan. Kemampuan Serly bertumpu pada simbol kuno dan dewa, sedangkan Zaha bertumpu pada simbol modern yang telah dikembangkan. Blue berharap keduanya menciptakan senjata terbaiknya.


Tobias masuk ke Dunia Buatan, dia memilih 11 orang terbaik dan mempelajari formasi 12 rasi bintang.


Semua pasukan Fairy Dance sibuk, beberapa pemain juga mulai serius meningkatkan levelnya. Tidak hanya level, ratusan pemain juga mempelajari teknik rahasia.


Pertempuran kali ini tidak hanya melibatkan Blue dan kelompok Dewa, melainkan seluruh anggota Fairy Dance.


Leon membentuk ratusan tim untuk mengintai pergerakan musuh. Dia juga memberikan tugas yang cukup sulit yaitu mengumpulkan semua barang langka dari tanah dewa.


Tidak dapat dipungkiri, Fairy Dance digerakkan oleh Grup Fairy yang berbisnis untuk kelangsungan operasi mereka. Jessica dan Nidia sebenarnya sudah cukup untuk mengontrol kestabilan sumber daya Guild Fairy Dance. Namun Leon berpikir lain, Guild Fairy Dance harus memiliki sumber yang jelas dan mudah diperhitungkan.


Dia melakukan itu untuk meningkatkan tanggungjawab kelompok.


Ratusan tim yang terdiri dari puluhan anggota bergerak menyebar. Meskipun level mereka belum mencukupi untuk menyandang gelar Dewa Sangat Rendah, Leon sudah menyiapkan 3 penjaga.


Para penjaga itu berasal dari Dunia Buatan atau bawahan dari Tobias. Mereka bertugas meminimalisir konflik yang tidak perlu.


Leon juga menyiapkan beberapa strategi untuk meningkatkan Reputasi Fairy Dance di Tanah Dewa. Meskipun masih baru, Fairy Dance sudah mengumpulkan cukup reputasi untuk merekrut ratusan penjaga dari kerajaan sebelah.


Blue berkelana mencari informasi, ia bersama Bee terbang ke selatan mencari air terjun yang di rumorkan dapat meningkatkan membunuh Iblis Neraka.


Air terjun itu di jaga Monster Air bernama Tarasque. Para penduduk sering menceritakannya, konon katanya air suci miliknya bisa membunuh iblis neraka atau meningkatkan konsentrasi manusia.


Peningkatan konsentrasi manusia memang tidak terlalu berpengaruh untuk pemain, tetapi untuk penduduk pribumi satu tetes saja dapat menentukan keberhasilannya di masa depan.


Makanya daun emas yang dimakan Raul sebenarnya dapat memicu peperangan di Dunia Manusia. Satu lembar daun itu dapat meningkatkan 1-2 poin konsentrasi.


"Apa kau percaya dengan mitos itu?" tanya Bee sedikit mengejek. Dia sudah lama tinggal di Tanah Dewa lebih tepatnya di tanah dewa cahaya, jadi ia yakin tidak ada namanya Tarasque.


"Aku tidak punya pilihan, melawan Azazel dengan tangan kosong sama dengan bunuh diri."


Blue membuka Gate dan berpindah sangat jauh. Ia memanggil Raul untuk menemani perjalanannya.


"Tarasque, Kota Tarscon itu hanya fiktif semata." Bee masih harus meyakinkan tuannya.


Blue membuka peta tanah dewa, memang tidak ada kota bernama Tarscon. Awalnya ia curiga, tetapi setelah meneliti bersama Argya, ia menemukan sesuatu yang menarik.


Ada dua kota bernama Tears atau air mata dan Confused yang artinya kebingungan. Jika menyingkat kedua nama tersebut, terbentuklah kosa kata Tarscon atau mungkin Air Mata yang Bingung.


Untuk memastikannya, Blue harus mendatanginya langsung. Ia punya waktu 2 minggu sebelum penyerangan dimulai kembali.


Azazel belum mengerti sistem di dunia ini, jadi inilah satu-satunya kesempatan mereka menang. Blue bisa merasakan Azazel setidaknya setara dengan Zeus atau Odin. Jadi Blue harus mempersiapkan setiap kemungkinan.


6 jam perjalanan ditempuh, Blue akhirnya sampai di Kota Tears atau air mata. Tanpa menunggu lama ia masuk kedalam dan menunjukkan kartu identitas pada penjaga.


Karena tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan, Blue dan Bee dibiarkan masuk begitu saja.


Kota Tears terkenal memiliki pengrajin aksesoris yang cukup terkenal. Meskipun penguasaan teknik simbol mereka rendah, para pengrajin menciptakan barang atau aksesoris yang mendukung pekerjaan sehari-hari.


Hal itu dibuktikan dari seorang petani yang menggunakan kalung dan cincin. Kalung dan cincin yang dikenakan tidak biasa, ada penambahan status sangat besar pada poin Ketahanannya.


Inilah mengapa Melvin Moldova dilempar ke penjual budak. Para petani disini lebih kuat dari pada pahlawan di Dunia Manusia.


Setelah berjalan cukup jauh, Blue dan Bee akhirnya tiba di pemukiman. Sebelumnya mereka menyusuri lahan pertanian yang sangat luas.


"Selamat datang tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang kepala desa di pemukiman tersebut.


Tidak ingin menyembunyikan maksudnya, Blue menceritakan sekilas tujuannya.


"Apa ada petunjuk tentang monster Tarasque di dekat sini?" tanya Blue dengan nada sopan.


Kepala desa yang awalnya penuh senyum tiba-tiba cemberut. Dia nampak tidak senang dengan pertanyaan Blue barusan.


Blue melirik ke arah Bee. "Apa kau lihat? Kemungkinan besar ada sesuatu yang disembunyikan penduduk desa."


Dengan ini Blue punya kesempatan menemukan Monster Tarasque. Untuk itu, ia menyamar sebagai orang lain dan mencari informasi.


Raul, Drakula, Elvy, Ela, dan Bee akan berpencar mengumpulkan informasi tentang Tarasque. Tidak perlu informasi merinci, Blue hanya ingin mendengar kebenarannya.


Mereka semua berpencar dan mencari informasi, Blue memilih untuk meninggalkan pemukiman dan mendekati para petani di ladangnya.


"Pagi Paman," sapa Blue dengan senyum manis.


Petani melirik dan tersenyum, ia yang mengenakan topi Caping atau sering disebut penduduk desa sebagai Capil.


"Pagi, dik. Nampaknya adik mencari sesuatu yang penting," ungkap petani sambil berdiri.


Meskipun hanya seorang petani, Blue tidak bisa menahan dirinya ternganga ketika melihat semua barang yang dikenakan petani adalah artefak.


Pikiran jahat mulai menggerogoti otak Blue, jika saja dia merampok petani, maka kekuatan tempur Fairy Dance akan meningkat. Sayangnya Blue bukan pencuri ulung, dia menghela napas dan tersenyum tipis.


"Iya paman, aku datang ke Kota Tears untuk mencari Tarasque." Blue dengan santainya mengatakan tujuannya.


Berbeda dari Kepala Desa, petani di depannya lebih berpikir terbuka. Dia melepas capilnya dan menyuruh Blue duduk di atas batu.


"Sebenarnya kami tidak mau menceritakannya, tapi melihat kekuatan adik aku mulai berpikir itu mungkin saja."


Sembari membuat sebuah kopi, petani itu menceritakan kisah Desa Tears yang masih bertahan sampai sekarang.


Ya benar, namanya Desa Tears. Awal mulanya mereka hanya desa kecil di kota Tarscon. Karena masalah yang rumit, pemilik kota membuat kesalahan dan peperangan antar manusia dan mahkluk air pecah.


Pemilik Kota merasa dirinya paling kuat, ia membantai semua musuhnya dengan mudah. Namun semua langsung berbalik setelah sosok Tarasque muncul.


Tarasque merupakan hewan yang memiliki bentuk tubuh sejenis naga yang mempunyai 6 kaki yang pendek seperti beruang. Badannya memiliki kemiripan seperti badan sapi, tapi punya cangkang seperti kura-kura. Memiliki ekor yang bersisik dan ujungnya memiliki sengat seperti kalajengking. Hewan ini memiliki kepala yang mirip dengan singa.


"Apa hewan itu yang menghancurkan keseluruhan kota Tarscon?" tanya Blue dengan suara pelan.


Petani menggelengkan kepala. "Pemilik kota Tarscon saat itu tidak tahu sejarah kotanya."


Pada jaman dahulu kala, seorang Raja atau leluhur Pemilik Kota Tarscon menyerang Tarasque di air terjun. Namun penyerangan itu gagal, Tarasque tidak membunuh pemilik kota, ia membiarkan semua orang selamat.


Setelah beberapa tahun berlalu, sorang wanita cantik bernama Saint Martha menemukan Tarasque di bawah air terjun meratapi nasibnya. Setelah pendekatan yang lama, akhirnya Tarasque ikut dengan Saint Martha ke kota.


Sayangnya sambutan penduduk kurang ramah, mereka menjebak dan membunuh Tarasque. Meskipun Tarasque bisa membunuh semuanya, tapi dia tidak melakukannya dan memilih untuk mati di tangan penduduk kota.


Saint Martha menjelaskan kebenarannya pada publik dan menyampaikan isi hati Tarasque. Sampai akhirnya nama Kota itu di beri nama Tarscon.


Ribuan tahun berlalu, Pemilik Kota yang baru tidak mengerti sejarah dan menjarah makan Tarasque di bawah air terjun yang dijaga mahkluk air.


Peperangan pecah, Pemilik Kota yang tidak tahu sejarah langsung terbunuh oleh seorang wanita cantik. Wanita itu tidak lain adalah Saint Martha yang menjaga makam Tarasque.


"Dimana tempatnya, Paman?" tanya Blue.


"Aku tidak tahu, yang pasti ada di antara Kota Tears dan Confused. Tatanan geografis Tanah Dewa sudah berubah setelah peperangan Zeus dan Hades, jadi ini pekerjaan yang sulit untukmu."


Petani memakai capilnya dan segera melanjutkan pekerjaannya. "Tidak perlu merasa terbebani, hidup ini terus berjalan meskipun kau tidak mau melakukannya."


Mata Dewa aktif otomatis, Blue tidak tahu mengapa itu bisa terjadi.


...[Huda...


...Saksi mata penyerangan kematian Tarasque. Dialah orang yang membunuh mahkluk suci dan menjadikannya abadi tanpa kekuatan.]...


Darah Tarasque mengutuk petani itu menjadi mahkluk abadi. Meskipun dia dibunuh atau bahkan dihancurkan, ingatannya akan terus reinkarnasi ke dalam tubuh manusia lemah. Kutukan yang membelenggunya tidak akan bisa dipatahkan.