Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Aliansi


Leon mengirim laporan kerugian Fairy Dance melalui pesan. Blue hanya bisa menarik napas dan menghembuskan nya perlahan.


"Mereka benar-benar gila!"


...[1. Kerugian koin 1 juta baru berlian....


...2. 100 ribu pemain kehilangan 5 level....


...3. 10 ribu pemain kehilangan 2 level....


...4. 5 ribu pemain kehilangan 1 level....


...5. 9 Menara Sihir hancur....


...6. 7 Desa tidak dapat diselamatkan....


...... ]...


"Leon, siapa yang menyerang kita?" tanya Blue melalui pesan suara.


"Mereka dari Tujuh Mawar dan pasukan aliansi. Singa Langit juga terlibat dalam kerusakan desa."


"Baiklah, segera tendang semua orang Singa Langit di semua kekuasaan kita." Blue tegas dalam hubungan aliansi.


"Tapi, banyak wilayah yang tidak bisa kita urus sendiri."


"Pergilah ke Desa Sahara dan berikan tugas pengurusan desa ke Bunny. Ia mempunyai banyak tenaga kerja."


"Oke," jawab Leon langsung menuju portal antar kota. Ia segera menuju Desa Sahara dan menemui Bunny.


Blue juga menuju Desa Sahara menggunakan 1 miliar energi kehidupan untuk berpindah benua. "Bunny, apa kamu sudah mendengar peperangan hari ini?"


"Kerusakan Fairy Dance cukup besar. Menurutku kita hanya kekurangan pasukan." Bunny menyatakan pemikirannya tentang perang.


"Tobias, Iblis Kecil, Emma keluarlah!"


Blue memanggil 3 jendral perang Fairy Dance yang sudah lama berlatih di Dunia Buatan. Ketiganya langsung berlutut layaknya melihat raja.


"Kami siap bertugas, Tuan!" kata ketiganya bersamaan.


Blue menganggukkan kepala dan berkata, "Aku ingin kalian memimpin pasukan untuk merebut beberapa desa di utara, timur dan barat."


"Baik Bos!"


Semua manusia pilihan di Dunia Buatan hampir habis, Blue tidak bisa mengeluarkan mereka semua karena alasan tersendiri.


Tobias memerintah pasukannya untuk merebut desa di utara. Iblis Kecil akan bertugas ke barat dan menghampiri Istana Fairy Dance. Sedangkan Emma akan memimpin pasukan pembunuh bersama Reaper merebut banyak desa di timur.


"Tidak ada ampun untuk musuh. Jika tidak bisa merebutnya, hancurkan saja!" seru Blue dengan suara tegas.


Ketiganya langsung bergerak sesuai tugas. Blue memanggil Luis untuk membantunya di wilayah selatan.


"Luis, persiapkan pasukan. Kalian semua akan berlatih di Dunia Buatan mulai sekarang. Aku akan memanggil kalian untuk merebut pelabuhan yang sekarang dikuasai Singa Langit!" kata Blue.


"Baik, Tuan!"


5 juta pasukan Luis sudah siap di Desa Sahara, mereka menghilang layaknya debu yang ditiup angin.


Tepat ketika mereka hilang, Leon muncul dan melihat sesuatu yang aneh. "Aku tadi melihat banyak orang!"


Blue menghampirinya dan menepuk pundaknya. "Sudahlah jangan dipikirkan. Ini Bunny yang membantu administrasi di seluruh Benua Tengah. Biarkan Jessica fokus pada perekrutan pemain setia di dunia nyata."


"Bro, kita dalam kondisi tertekan. Tidak mungkin mendapat anggota baru."


"Justru waktu inilah yang paling tepat. Aku sudah menulis surat untuk Jessica, ia sudah mulai bergerak," jawab Blue dengan nada santai.


"Memangnya siapa orang gila yang mau bergabung dengan Fairy Dance di situasi ini?" tanya Leon.


"Kamu terlalu meremehkan Kana dan rekan-rekannya. Mereka akan mencari orang yang benar-benar mampu setia pada kita!"


"Bukannya Jessica, kenapa Kana?"


"Aku ingin tanya mengapa banyak pemain membentuk tim petualang dibandingkan dengan sebuah guild?"


"Karena itu menyenangkan."


"Betul, itulah yang akan kita cari. Para anggota yang senang akan adrenalin perang dan siap mengorbankan level demi pengalaman bertarung."


Leon tidak pernah berpikir ada orang yang gila seperti itu. Tetapi ia tidak punya bukti untuk menyangkalnya karena banyak anggota Fairy Dance yang tidak keluar.


Blue, Leon, dan Bunny membuat rancangan kerja untuk satu bulan ke depan. Mereka akan mengambil desa sekitar hanya untuk pancingan, Bunny akan berfokus pada penguatan pertahanan di Danau Putih. Sedangkan Leon akan berpura-pura berperang habis-habisan.


Ketika mereka membahas rencana kerja, Zaha muncul dari bawah tanah. "Bos, aku sudah menyelesaikan semua robot petarung."


"Bagus, Zaha. Aku ada hadiah untukmu!" kata Blue sambil mengirimkan batu mana yang ia miliki.


"Bos, apa kamu ingin membunuhku?" tanya Zaha sambil tersenyum lebar.


"Lihatlah ekspresi mu sebelum mengeluarkan kata dari mulutmu. Tentu saja aku membebaskan mu berkreasi dengan itu," jawab Blue dengan nada santai.


"Bukannya kita dalam masa perang?"


"Tenanglah, aku jamin 100% Fairy Dance tidak akan runtuh."


"Keluarga Gong, mereka benar-benar berani membuat masalah. Aku akan mengadu pada ayah." Zaha langsung keluar dari Domain Dewa dan berlari ke ruang pertemuan ayahnya.


Tepat ketika ia membuka pintu, sekelompok orang sedang melakukan pertemuan. Semua orang melihat sosok imut yang membuka pintu.


Normalnya Zaha akan kembali karena banyak orang. Namun semua orang terkejut ketika kakinya melangkah dan melemparkan tubuhnya ke pria yang duduk ditengah.


"Ayah, keluarga Gong membuat masalah dengan guild ku!" ucapnya dengan suara imut.


Ekspresi ayah Zaha langsung berubah serius. "Yuliana, aku akan membantu kalian sepenuhnya. Mari hilangkan keluarga Gong dari Benua Selatan!" ucapnya tegas.


"Ayah, memangnya ada pertemuan apa ini?" tanya Zaha dengan suara lembut.


"Mereka teman-teman dari keluarga Baskoro."


"Oh, keluarga Baskoro. Salam nyonya, saya Zaha Walton." Zaha membungkukkan sedikit badannya dan memberikan salam layaknya putri kerajaan.


Walton, salah satu keluarga yang berhasil selamat dari perang melawan para dewa 1200 tahun yang lalu. Leluhur mereka adalah teman dekat dari Alen, salah satu orang terpercaya bos besar Seven Soul.


Seiring berjalannya waktu, keluarga Walton mulai mengundurkan diri dari dunia luar. Hal itu dikarenakan pertikaian antar manusia mulai terjadi lagi.


Kepala keluarga walton beranggapan bahwa menjadi netral dan tidak berpihak adalah pilihan yang paling baik. Namun semua langsung berubah ketika guild dari anaknya mulai disinggung.


Semua keluarga Walton sangat menghormati putri Zaha karena sudah mulai membuka diri. Ia menunjukkan banyak prestasi dengan membuat terobosan salam teknik bertarung.


"Ya, semua berkat Bos Fairy Dance. Kalau saja tidak bertemu dengannya mungkin aku masih di dalam kamar!" ucap Zaha pelan.


Yuliana teringat nama karakter anaknya. "Apa Blue yang kamu maksud dari Fairy Dance?"


"Iya, Nyonya. Apa anda mengenalnya?"


Yuliana hanya bisa tersenyum manis. "Bocah gila, kalau saja aku tahu Domain Dewa bisa mendapat jaringan seperti ini. Aku akan memainkannya setiap hari!"


Seorang pria paruh baya dari keluarga Baskoro nyeletuk, "Oh Blue adalah karakter anaknya."


Kepala keluarga Walton terkejut dengan fakta yang mencengangkan. Zaha tanpa rasa malu langsung mendekati Yuliana dan memegang tangannya.


"Ibu, aku sudah lama ingin mengunjunginya. Kapan kita bertemu bos?"


"Haha, secepatnya." Yuliana tertawa canggung anaknya di panggil bos oleh salah satu penguasa dunia saat ini.


Kepala keluarga Walton dan istrinya membuka mulutnya karena terkejut. "Ibu?"


"Ya, bos bilang ibuku adalah ibumu. Jadi tidak perlu berkata formal!" seru Zaha dengan senyum manis di wajahnya.


Pertemuan mereka berakhir dengan kesepakatan bersama. Keluarga Baskoro mendapat dukungan penuh dari Keluarga Walton.


Sesampainya di kediaman keluarga Baskoro, Yuliana masuk ke dalam ruang pertemuan. Tampak sekelompok pria dengan pakaian putih dan mata yang cerah.


"Keluarga Hardiman?" tanya Yuliana.


"Anda bisa mengenali kami dengan sangat mudah, nona Yuliana." Seorang pria paruh baya mendekatinya.


"Tentu saja saya mengenal penguasa Benua Barat dengan sangat baik." Yuliana melemparkan pujian untuk mencairkan suasana.


Yuliana hanya ternganga mendengar pembicaraan kepala keluarga Baskoro dan Hardiman. Mereka membentuk sebuah aliansi tanpa hambatan sedikitpun.


Rudy Baskoro menjabat tangan kepala keluarga Hardiman. "Terima kasih, semoga kerja sama kita menghasilkan keuntungan yang sepadan."


"Tentu saja, semua sudah di atur kakek. Jika ada masalah hubungi kami." Kelompok keluarga Hardiman keluar dari ruang pertemuan.