Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Semakin Rusuh


Blue memasang kuda-kuda untuk bertarung, ia memandang Ketua Gong menganut tatapan tenang dan senyuman.


"Sampai kapan kau akan terus berdiri?" tanya Blue memprovokasi musuhnya.


4 keluarga kuno yang mendukung Keluarga Gong mulai menyesali keputusannya. Mereka mengalami kerugian yang sangat besar padahal perang sesungguhnya belum mulai.


Seorang pria berteriak dengan penuh semangat, "Jangan takut! Fairy Dance hanya seorang diri!"


Pria itu tidak lain adalah Arsyad yang membela kedaulatan dan kehormatan super guild di Benua Timur.


Setelah mendengar pernyataannya, 7 super guild yang membela Keluarga Gong mulai bergerak dan mengerahkan pasukan elit.


Semua pemain di medan perang tidak ada yang amatir, mereka semua pemain handal yang telah menolehkan prestasi besar.


13 super guild bergabung untuk mengalahkan Fairy Dance, Margareta sudah tidak bisa menahan dirinya. Namun Jessica tetap menghentikannya.


"Jangan bertindak gegabah, kita diberi tugas untuk menunggu. Jadi sebelum 8 super guild lainnya menentukan keputusan, kita tidak akan bergerak!"


Jessica mengatakannya dengan suara tegas dan penuh kepercayaan pada rekan-rekannya.


"Tapi..." Margareta sedikit cemas karena tidak mungkin Fairy Dance menghadapi 13 super guild sendirian.


Tidak terkecuali dengan 3 super guild di belakang Margareta. Mereka ada di pihak Margareta karena mendapatkan keuntungan, jika Fairy Dance tumbang mereka tinggal pindah pihak.


"Percayalah, Fairy Dance bukan kucing liar yang kalah hanya karena gonggongan anjing." Jessica mengepalkan tangannya, sebenarnya ia juga tidak tahan untuk bertarung. Namun Blue mengatakan mereka tidak akan bergerak sebelum semua super guild menentukan pilihannya.


Pasukan Blue dan rekan-rekannya mulai mengalami luka karena jumlah musuh terlalu banyak. Namun tidak ada satupun dari mereka yang dikirim ke rumah kebangkitan.


Aneh tapi nyata, darah mereka seperti terus bertambah padahal medan perang sangatlah luas. Sampai akhirnya sosok yang menjadi tumpuan kekuatan mereka terlihat di puncak gunung.


Sosok wanita cantik dengan 6 sayap di punggungnya menyatukan kedua telapak tangannya dan melantunkan syair pujian. Wanita itu tidak lain adalah Rafaela yang sudah sembuh sepenuhnya. Disampingnya ada Anthony yang meningkatkan jangkauan skill Rafaela untuk membantu tuannya.


"Aku tidak mengerti, mengapa bocah ini sembuh begitu cepat!" gumam Anthony yang sedikit bingung dengab Rafaela dan jati dirinya.


Perang terus berlanjut, hingga salah satu ahli strategi musuh menemukan sesuatu yang janggal. Tidak ada satupun orang dari Fairy Dance mati dalam pertempuran.


"Hentikan, temukan pusat kekuatan mereka!" teriak ahli strategi yang mencoba membongkar kekuatan lawan.


Dalam beberapa menit saja, keberadaan Rafaela ditemukan. Perwakilan dari 13 super guild mengejar Rafaela yang tidak bergerak sejak tadi.


Sosok pria berjenggot tipis serta membawa satu pedang muncul dengan senyum lebar. Rokok di mulutnya dihisap dan segera membuangnya. "Sudah lama aku tidak menggerakkan tubuh tua ini!"


Pria itu tidak lain adalah mantan ketua divisi Pedang Kaku, Toma. Sudah kita ketahui semua, Toma menjadi mata-mata Fairy Dance di Tujuh Mawar. Karena Tujuh Mawar sudah bubar, ia membentuk tim petualang dan berada di bawah naungan Fairy Dance.


Sosok perempuan muncul di sebelahnya, ia juga sangat terkenal sebelumnya. "Siapa yang mengira kita akan bertemu lagi, pria tua!"


"Felicia, mulutmu masih pedas seperti biasa. Jadi kapan kita mulai?"


"Sebaiknya kau tidak mati pria jomblo!" kata Felicia dengan wajah dingin.


"Bocah Sialan!"


Felicia yang terkenal sebagai putri pedang dingin langsung menerjang musuh tanpa ekspresi. Ayunan pedangnya terlihat pelan, tapi musuh tidak bisa menghindarinya. Teknik ini hampir mirip dengan Moon Cutter milik Keluarga Hao, bedanya tidak menciptakan bayangan.


Toma tidak mau kalah, ia melemparkan pedangnya ke langit. Seperti Blue pedangnya bisa bergerak sesuai perintahnya menggunakan pikiran. Dengan dua tinjunya ia menghajar musuh-musuhnya.


"Ini kebebasan yang aku inginkan!" teriak Toma sambil tersenyum puas.


"Pria tua aneh, jangan berisik!" teriak Felicia dengan suara keras.


Tanpa disadari, keduanya menciptakan kombinasi serangan pedang dan tinju yang sangat efisien. Tidak ada satupun pemain yang berhasil selamat setelah terkena serangan mereka.


Blue dan Ketua Gong masih saling memandang, keduanya tahu tindakan gegabah akan membuat mereka kalah. Karena tidak mau menunggu lama, Blue membuat gerakan awal.


Kakinya menghentak ke tanah, tubuhnya tiba-tiba terdorong dengan kecepatan tinggi. Ayunan tinjunya langsung mengarahkan ke pipi musuhnya.


Namun Ketua Gong sangat hebat, ia mundur sedikit dan menggunakan pedang prana untuk memblokir serangan musuh. Selanjutnya karena jaraknya pas, Ketua Gong membuat serangan balasan.


Untungnya Blue punya sarung tangan dewa cahaya, jadi pedang prana milik Ketua Gong tidak bisa menembus pertahannya.


Melihat Ketua Gong sedikit terkejut, Blue memanfaatkan situasi dan menyerang dada musuh. Kepalan tangannya langsung menghantam dada Ketua Gong hingga suara retakan tulang terdengar jelas.


Ketua Gong terbang puluhan meter karena satu serangan. Ia langsung memegang dadanya dan memuntahkan seteguk darah segar.


"Sangat baik, Bocah. Kau berhasil membuatku mengakui kekuatanmu, tapi kau tidak akan bisa menang melawan kelompok kami!"


Blue tidak bisa menjawab karena Tujuh Surga sudah membuat gerakan untuk membela Keluarga Gong. Tidak main-main, ketua mereka sendiri yang memimpin pasukan.


"Serang!" teriak pemimpin Tujuh Surga.


Blue tidak bisa menahan kekuatannya lagi, ia mengangkat tangannya memberikan isyarat untuk mengeluarkan semua yang mereka miliki.


Margareta dan Jessica juga berteriak, "Serang!"


Pertempuran pecah, semua super guild saling bertarung dan menunjukkan siapa yang paling kuat. Jika tidak ada perang Fairy Dance melawan Keluarga Gong, mereka tidak akan bisa menunjukkan kekuatannya.


Perang kali ini mendapat sorotan yang sangat besar, Fairy Dance sebagai pemilik hak cipta penyiaran mendapat keuntungan besar.


8 super guild yang tersisa punya pandangan masing-masing, 4 membela Fairy Dance dan lainnya membela keluarga Gong.


Margareta dari Spektre tidak main-main, ia menggunakan perlengkapan terbaik serikatnya. Ribuan petarung master dikerahkan untuk perang kali ini.


Begitu pula dengan 3 super guild yang sejak awal bergabung dengan Fairy Dance. Mereka mengerahkan ribuan master untuk perang.


Ledakan terjadi dimana-mana, Zaha menggila karena dia tidak menahan sedikitpun kekuatannya. Tidak hanya pesawat tanpa awak yang keluar, ribuan menara sihir melayang diudara dan menyerang siapapun lawannya.


Anehnya aliansi yang membantu Fairy Dance secara otomatis tidak diserang. Zaha sudah memperbaiki algoritma simbol supaya hanya menyerang musuh.


Oleh karena itu banyak petarung elit super guild dari pihak musuh kewalahan. Sedangkan para master di pihak Fairy Dance membunuh terus menerus.


"Sialan, apa yang sebenarnya terjadi!" seru Ketua Gong berpura-pura panik. Sebenarnya ia masih menyimpan banyak senjata dan kartu di tangannya, hal ini dilakukan untuk menurunkan kewaspadaan Fairy Dance.


Sayangnya lawannya bukan pria biasa, Blue segera menyadarinya dan mengangkat tangannya. "Jangan biarkan satupun lolos!"


Anggota Fairy Dance menggila lagi, semua serangan mengenai targetnya. Tidak ada satupun yang meleset karena anggota Fairy Dance sudah berlatih keras.


Terutama Qin Huang yang sangat licin layaknya ular yang berkelok-kelok di kerumunan musuh. Tubuhnya yang lentur dan gerakannya yang sulit diprediksi membuatnya menjadi merusak sejati.


"Tidak akan aku biarkan selesai samapi sini!" Ketua Gong tidak bisa menahan kartunya lagi, ia memanggil 25 raksasa yang telah dijinakkan super guild Keluarga Gong.


4 keluarga kuno terkejut, mereka tidak pernah mengetahui Keluarga Gong punya raksasa yang begitu kekar dan mendominasi. Tubuhnya setinggi 20 meter membuat semua pemain seperti semut.


"Gemetarlah, Fairy Dance!"


Blue tidak bisa menahan tawanya, dia tertawa terbahak-bahak melihat Ketua Gong begitu percaya diri karena memiliki 20 raksasa saja.


Eka dan Dwi yang awalnya berwujud manusia langsung mengambil peran, keduanya berubah menjadi raksasa setinggi 25 meter.


Pedang energi yang diciptakan Eka langsung menebas salah satu raksasa tanpa akal milik Keluarga Gong. Hanya dengan satu tebasan, raksasa milik keluarga gong terbelah rapi.


Dwi yang sudah lama menahan kekuatannya membentangkan kedua tangannya. Simbol raksasa muncul di langit, energi berwarna merah membentuk sebuah pedang kecil mengarah ke bawah.


"Mari berpesta!" ucap Dwi dengan senyum yang begitu mengerikan.


Puluhan ribu pedang kecil menghancurkan medan perang, anehnya pasukan aliansi tidak ada yang terluka. Dwi juga tidak tahu mengapa bisa begitu, tetapi ia tidak peduli karena itu bukan hal buruk.


Disisi lain Blue malah berpikir keras, ia tidak paham mengapa serangan area milik Dwi tidak melukai aliansinya. Pahala menurut peraturan Domain Dewa serangan area akan melukai semua orang didalamnya.


Zaha yang melihat indahnya puluhan ribu pedang energi tidak mau kalah. Ia menempelkan kedua telapak tangannya dan melantunkan syair aneh.


"Bangkitlah!" teriaknya.


20 Robot setinggi 20 meter muncul, mereka semua terbuat dari Batu Mana yang diberikan Blue tempo hari. Jadi tenaganya tidak akan habis sampai perang berakhir.