
Penelitian tentang kekuatan mental dan jiwa mulai dilakukan bersama. Blue dan Athena bekerja sama layaknya rekan dan mengembang beberapa teori.
Tidak ada yang tahu berapa waktu yang telah berlalu, karena terlalu fokus Blue menumbuhkan beberapa jengot dan rambutnya sangat panjang berwarna putih.
Blue batuk dan darah mengalir di sudut bibirnya. Ia kelelahan dan seluruh pemikirannya sudah dikerahkan. Namun semua usahanya belum menemukan hasil.
Sampai akhirnya Athena berbicara pada dirinya sendiri. "Kalau saja waktu itu aku tidak percaya!"
Blue langsung teringat sesuatu, ketidakpercayaan pada sesuatu dapat membatalkan semua kebaikan dan keburukan.
Menurut ingatan dan pengalaman Shen San, sosok pemimpin Seven Soul tidak percaya dengan takdir. Dia merubah dan membuat takdirnya sendiri tanpa ada intervensi luar.
Blue duduk dan menutup matanya, ia merasakan setiap energi ditubuhnya bergelora tak beraturan. Menurut pemahamannya dan pengalaman Shen San, energi kekacauan memang seperti itu. Jadi wajar membiarkannya kacau, Blue lupa bahwa dirinya punya energi kehampaan.
Dengan maksud menekan kekacauan energi dalam tubuhnya, Blue menggunakan energi kekacauan dan kehampaan bersamaan.
Ruang Tanpa Batas yang dihuni Athena dan Blue tiba-tiba bergetar. Sebuah petir mencoba menerobos masuk tetapi terhalang sesuatu. Blue memuntahkan seteguk darah segar karenanya.
Sudut bibirnya terangkat. "Aku menemukannya! Kita tidak harus mengambil alih otoritas Ruang dan Waktu."
Teori yang sangat sederhana tapi berpengaruh penting. Jika tidak bisa merebutnya, maka hancurkan saja dengan kekuatan yang lebih besar.
Sesuatu yang lebih kuat daripada aliran waktu dan ruang adalah kehampaan dan kekacauan. Kedua energi itu adalah cikal bakal dari seluruh alam semesta, bahkan keduanya telah terlahir sebelum ruang dan waktu itu terbentuk.
Duduk dan terus berkonsentrasi, Blue memanfaatkan semua pengetahuan yang dia miliki. Tidak hanya mengandalkan kekacauan dan kehampaan, Blue menggabungkannya dengan teknik jiwa dan mental.
Ruang Tanpa Batas terguncang, kali ini guncangannya jauh lebih besar dari sebelumnya. Athena tidak tahu apa yang terjadi, ia melihat kanan dan kiri.
"Mungkinkah..."
Athena sadar kejadian aneh ini terjadi karena sosok Blue yang terus memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Melihat aura Blue semakin melemah, Athena mendekat dan memperingatkannya. "Hei, jangan memaksakan dirimu!"
Blue tetap menutup matanya dan mengedarkan semua teknik yang dimilikinya. Sampai akhirnya tubuhnya berubah transparan dan menghilang dari pandangan Athena.
"Sial, si brengsek itu!" teriak Athena yang tidak percaya dirinya tertinggal sekali lagi.
Ya, Blue berhasil keluar dari ruang tanpa batas. Matanya terbuka dan melihat Serly membunuh 5 prajurit Zeus.
Blue terlihat pucat dan segera pingsan setelah keluar. Tubuhnya di dunia nyata menyesuaikan kekuatannya.
Shen Haise perempuan yang sangat peka, ia merasakan faktor yang menyebabkan Bumi terekspos menghilang selamanya.
Matanya melirik ke arah bumi yang perlahan menghilang dari pandangannya. Senyum muncul di wajahnya, ia meregangkan kedua tangannya dan tubuhnya tercerai berai seperti piring pecah.
Shen Haise yang sekuat tenaga melindungi bumi mati dan membuat aliran waktu kembali sepenuhnya. Aldi yang tidak terima menggunakan keterampilan aneh untuk memaksa jiwa Shen Haise kembali ke bumi.
Sayangnya keterampilannya itu memaksa Shen Haise tidak bisa menggunakan kekuatannya. Hanya kekuatan fisiknya yang masih dipertahankan.
Meskipun hanya kekuatan fisik, Shen Haise tidak terkalahkan. Ditambah lagi umur dan takdirnya tidak memperbolehkannya mati sebelum 10 ribu tahun.
Langit merah berangsur pulih seperti semula, Arief terbangun dari tidurnya. Ia membuka mesin virtual dengan tangan kanannya.
Kakinya melangkah keluar, asap putih keluar dari mesin virtual. Arief berdiri tegap dan merasa tubuhnya telah tumbuh beberapa centimeter.
Tidak hanya itu, kendali tubuhnya telah sepenuhnya sempurna. Ditambah lagi kekuatan kekacauan yang ada di dalam tubuhnya semakin tenang.
"Ini..."
Arief bisa merasakan tubuhnya berkembang pesat. Bahkan jika ada Aries Hardiman ada di depannya, ia masih bisa mendominasi pertarungan.
Dia melangkah ke depan jendela, ia melihat langit sudah mulai normal. "Fenomena ini lebih cepat dari sebelumnya."
Arief melihat ibunya yang masih tertidur. Matanya terpejam dan mengelus lembut punggung tangan ibunya.
"Ibu..."
Sebelum menyelesaikan perkataannya, Yuliana tersenyum. Tangan kirinya membelai kepala Arief.
"Tidak ada yang perlu dimanfaatkan. Percayalah, aku bisa menyembuhkanmu."
Sayangnya kata-katanya terlambat, Yuliana sudah membuat keputusan. Tangannya melemah dan jiwanya terurai masuk kedalam lingkaran reinkarnasi.
Ya hal itu karena Doni Baskoro jika tewas di medan perang yang sesungguhnya. Permintaan maaf itu adalah kata terakhirnya.
Arief tidak percaya dan memberikan suntikan energi baru miliknya. Namun energi jiwa miliknya sudah tercemar teknik lainnya, alhasil Arief tidak dapat menyembuhkan ibunya.
Kematian Yuliana menyayat hati Arief. Dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya pada siapapun lagi. Kehidupan keduanya masih belum bisa menyelamatkan kedua orangtuanya.
Leon dan Dinda Hartono kebetulan menjenguknya. Leon dengan sigap berteriak.
"Dokter!" teriaknya.
Sekelompok perawat dan dokter berlari. Arief adalah pelanggan VVIP, jadi Yuliana adalah pasien yang sangat penting.
Puluhan orang masuk dan memeriksa Yuliana. Arief termenung, beranjak dari posisinya.
Leon sebagai sahabat karibnya langsung memeluk kepalanya. Dinda Hartono di sebelah tidak mengatakan apapun, tetapi raut wajahnya tampak sangat sedih.
Hari pemakaman dilangsungkan dengan begitu hikmat, semua orang penting datang dan mengucapkan bela sungkawa.
Tidak ada yang spesial dalam pemakamannya, tetapi sesuatu yang besar terjadi di Domain Dewa. Beberapa anggota Fairy Dance mulai memberontak dan memisahkan dirinya.
Dibawah kepemimpinan Leon mereka diam karena ada sosok Blue yang terus menyeimbangkan kondisi guild.
Setelah Blue terkena musibah berturut-turut dan karakternya tidak login beberapa hari, banyak rekanan Fairy Dance mulai memberontak.
Sayangnya mereka hanya pemain Dunia Manusia, jadi tidak mengetahui bahwa Fairy Dance sudah menginjakkan kakinya ke Tanah Dewa.
Arief memandangi dunia dengan tatapan kosong. Dia masih tidak percaya dengan keadaannya sekarang.
Sampai akhirnya sosok yang mirip Yuliana muda datang. "Sampai kapan kau jadi seperti ini?"
Sosok perempuan muda itu adalah Shen Haise yang wajahnya sangat mirip dengan Yuliana. Shen Haise sebenarnya memang sangat mirip dengan Yuliana, tetapi karena kultivasinya terlalu tinggi, membuatnya menjadi lenih cantik dan menawan.
"Siapa kau?"
"Shen Haise, kita pernah bertemu sebelumnya."
Meskipun Shen Haise kehilangan seluruh kekuatan jiwa, tubuhnya masih menjadi momok menakutkan.
"Bohong, kau pasti orang lain."
"Hufh." Shen Haise menghela napas, ia menceritakan kejadian yang sesungguhnya.
Karena dia sudah menyelesaikan tugasnya, Shen Haise akan melindungi Bumi dengan kekuatannya yang tersisa.
Kedatangannya ke Arief Baskoro tidak lain untuk melatihnya menjadi pelindung bumi yang sebenarnya. Dengan pengalamannya, Shen Haise akan menciptakan sosok manusia yang paling menakutkan.
"Bisakah kau merubah wajahmu?" tanya Arief pelan.
"Ini wajah asliku. Jadi merubahnya sedikit disayangkan, bagaimana jika aku menggantikan ibumu?"
Arief tak tahu mengapa ia merasa sangat nyaman. Tanpa pikir panjang ia memeluk Shen Haise dan menetapkan hatinya untuk menganggapnya sebagai ibu.
"Ibu..." Arief menangis untuk kesekian kalinya. Hari ini sosok Arief Baskoro akan kembali seperti semula, wajahnya yang ceria dan pribadi kuat muncul kembali.
Hari berikutnya dia kembali ke Markas Besar Fairy Dance dan menemui Leon.
"Sepertinya sudah waktunya aku ikut campur." Arief mengatakannya dengan senyum manis. Kali ini dia tidak perlu menyembunyikan identitasnya.
Melalui konferensi pers, Arief mengatakan identitasnya sebagai Blue Raja Segalanya.
"Maaf beberapa hari ini aku absen karena masalah pribadi. Mulai hari ini kita Fairy Dance akan fokus berkembang di Tanah Dewa!" ucapnya dengan tatapan mantap.