Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Keputusan


Blue menari di tengah-tengah monster pohon, ia menghindar dan mengayunkan pedang kayu miliknya.


Perasaan yang samar sebelumnya mulai terbentuk, tarian pedang atau dikenal Blade Dance telah berkembang.


Sistem tidak bisa mempengaruhi dunia Tartarus, jadi tidak tahu setiap skill bisa ditingkatkan disini selama mempunyai pemahaman.


Setelah beberapa hari di tengah monster pohon, akhirnya Raja Titan menyelesaikan latihannya. Blue memberikan hormat para monster pohon.


"Terima kasih latihannya!" kata Blue sambil menundukkan kepala. Ia benar-benar mengucapkan terima kasih pada para monster pohon.


Latihan yang diberikan monster pohon tidak hanya meningkatkan reflek saja, melainkan konsentrasi dan persepsinya meningkat drastis.


Sekarang Blue seperti sebuah radar berjalan yang bisa mendeteksi musuh 360 derajat.


Raja Titan memimpin jalan menuju kampung mereka di Tartarus. Blue mengikuti dari belakang, ia memperhatikan setiap pembicaraan yang dilakukan Raja Titan dan penjaga.


Keduanya menggunakan wujud titan yang sebesar gunung, tapi Blue bisa mendengarnya dengan jelas berkat pelatihan sebelumnya.


"Sekarang aku bukan lagi Raja Titan. Mulai sekarang panggil saja namaku, Ymir."


"Mohon ampun Raja, aku tidak bisa melakukannya." Kedua penjaga langsung berlutut merasa bersalah.


Keduanya tidak pernah melihat Raja Titan yang berkata lembut seperti itu. Jadi mereka curiga akan ada bencana yang akan terjadi padanya.


"Tidak perlu terlalu formal, panggilkan Revo. Aku ingin bertemu dengannya."


Kedua penjaga langsung masuk dan berlari memanggil wakil ketua para Titan, Revo. Meskipun hubungan Ymir dan Revo sedikit kurang baik, mereka masihlah saudara kandung dan bertujuan melindungi ras Titan.


Revo dengan langkah angkuh keluar bersama penjaganya. Mereka tampak sangat kuat, tetapi tidak lebih kuat dari Ymir sekarang.


"Revo, aku akan mundur dari kursi pemimpin seperti yang kau minta. Sekarang aku menjadi bawahan manusia itu, jadi lakukan hukum ras titan seperti yang biasa kita lakukan."


Blue memanggil 19 titan penjaga Ymir, mereka juga siap menerima hukuman bangsa titan.


Revo hanya mengangguk, dia tidak tahu darimana asal manusia yang bisa menyembunyikan 19 titan.


"Darimana asalmu manusia?" tanya Revo Sang Raja Titan yang baru.


"Tanah Dewa, aku kesini untuk menyelamatkan temanku."


Revo mengubah wujudnya menjadi manusia, perkataannya memang lembut tapi tujuannya sangat dalam. "Apa tujuanmu menjadikan Ymir bawahan?"


"Meruntuhkan kekuasaan Zeus." Jawaban Blue singkat, padat dan jelas.


Revo tertawa terbahak-bahak, ia tidak menyangka ada manusia yang ingin menantang kekuasaan dewa.


"Maaf, maaf. Aku sedikit terbawa suasana. Seorang manusia biasa ingin mengalahkan dewa sejati sungguh lelucon yang bagus."


Revo melihat ekspresi Blue yang tidak berubah, ia menghentikan tawanya dan memasang wajah serius. "Apa kau yakin?" tanyanya.


"Ya!"


Blue menjawab dengan penuh keyakinan, ia tidak mau membuang waktunya.


Revo menarik sebuah batu berbentuk tongkat, lengannya langsung diayunkan. Tongkat batu membentur wajah Blue dengan kekuatan penuh.


Blue tidak bisa merespon sedikitpun. Namun reflek tubuhnya bekerja dengan baik, ia tidak terpental melainkan berputar di tempat.


Dual Secret Sword dikeluarkan dan menghentikan putarannya. Dengan kekuatan seadanya ia langsung menghantam Revo.


Tongkat batu menghentikan Dual Secret Sword dengan sangat baik. Namun sebuah sayatan aneh menembus tongkatnya dan melukai Revo.


Ras titan terkenal dengan kekuatan fisiknya, jadi Revo tidak menghindar. Sayangnya itu kesalahan terbesarnya, sayatan pedang Blue menciptakan efek buruk pada kekuatan fisik.


Dual Secret Sword terbang ke dua arah berbeda, Blue mengepalkan tangannya dan memukul tongkat batu.


Armor Break dan Weapon Break terpicu, Revo terkejut melihatnya. Padahal ia sangat yakin dengan kemampuan fisiknya, tetapi sayatan biasa dan pukulan manusia bisa melukainya.


Revo mundur dua langkah, ia menstabilkan pijakannya dan menatap Blue. Mulutnya terbuka ingin mengatakan sesuatu, sebuah pedang besar sudah ada di depan wajahnya.


Pedang besar yang sudah mengenai Revo langsung menghilang. Kedua tangannya di angkat dan sebuah simbol raksasa mengurung Revo hingga ia terjatuh ke tanah.


Dual Secret Sword dengan cepat menembus kedua telapak tangan Revo hingga ia tidak dapat berdiri.


Tidak hanya terkejut melihat Revo tersungkur dan tak berdaya, para titan bahkan ternganga melihatnya.


Blue menggunakan sebagian sumber daya yang ia miliki, tapi ia berhasil menundukkan wakil ketua ras titan. Hal itu bukan tanpa sebab, Blue terlalu meremehkan dirinya sendiri. Jika kepercayaan Blue meningkat seperti tadi, ia bisa membasmi semua ras Titan.


"Apa ini sudah selesai?"


Revo tidak mau kalah, ia melepaskan auranya. Simbol jaring yang mengekangnya langsung robek. Dengan kecepatan penuh, Revo mengayunkan tombak batu miliknya.


Blue tidak berkedip, ia menghentikan serangan musuh dengan satu tangannya. "Inilah mengapa kalian kalah," ucapnya.


Serangan dengan kekuatan penuh berhasil dihentikan dengan satu tangan. Tentu saja semua orang terkejut melihatnya, nyatanya tidak semudah itu untuk dijelaskan.


Blue menggunakan simbol jaring dan pengurangan kekuatan lawan. Sehingga kekuatan musuh berkurang cukup signifikan.


Ditambah lagi adanya Armor Break dan Weapon Break secara bersama. Sarung tangan Blue bisa terus menerus menimbulkan dua efek itu. Ia hanya perlu menyesuaikan pendinginannya.


Revo menyerang membabi buta, ia mencoba menyelamatkan harga dirinya. Namun semua serangannya berhasil di blok dengan mudah.


Blue menggunakan konsentrasi penuh untuk menghitung pendinginan keterampilannya. Ia memanfaatkan momentum kapan harus menghindar dan memblokir.


Beberapa menit sudah berlalu, Blue tidak terkena kerusakan sedikitpun. Revo akhirnya mengangkat kedua tangannya.


"Aku kalah, sepertinya pilihan Ymir memang yang terbaik. Tapi aku tidak akan mengikuti kalian!" ucapnya tegas.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa!" jawab Blue dan segera berbalik meninggalkan rumah para titan.


Ymir mengikuti dari belakang, pasukannya menyusul dengan wujud manusia. Tampak jelas wajah para penduduk titan yang tidak rela melepaskan Ymir.


Revo berteriak, "Hanya segini saja!"


Blue berhenti dan menoleh ke belakang, "Aku tidak mau memaksa orang yang tidak setia."


Setelah mengatakannya, Blue dan pasukannya meneruskan perjalanan. Mereka meninggalkan bangsa titan yang masih ragu-ragu.


Setelah cukup jauh, Ymir menanyakan keputusan tuannya. "Tuan, apa anda yakin meninggalkan kekuatan besar dari ras titan?" tanyanya.


"Mereka akan menyusul, percayalah!" jawab Blue dengan penuh keyakinan. Meskipun tidak sekarang, pasti dendam mereka pada Zeus lebih besar dari harga dirinya.


Blue berhenti di depan gerbang lantai 5. "Mari buat ini lebih mudah," katanya sambil menoleh ke arah Uranus.


Kedua tangan Uranus mencari titik lemah pintu antar lantai, ia menemukan tempat yang sama seperti sebelumnya dengan mudah.


Blue menyerap limas segi lima lagi, tetapi tidak terjadi Overflow. Hal itu karena tubuh Blue beradaptasi dengan sangat cepat. Sehingga aura kuat di dalam limas segi lima diserap dengan baik.


Ruang penghubung lantai 6 dan 5 sudah rusak, jadi Blue bisa masuk tanpa harus di acak. Semua orang bisa masuk bersamaan.


Blue sampai di lantai 5 dengan mulus, Uranus masuk ke Dunia Buatan karena ia harus menstabilkan kekuatan barunya dan mengajar Emma.


Ymir dan 19 titan lainnya mengikuti Blue menjelajahi lantai 5. Mereka sudah cukup berkembang, jadi harus memupuk pengalaman.


"Tuan, tempat ini terasa aneh."


Blue mengangguk. "Jangan mengeluarkan suara, tempat penuh dengan energi Yin."


Raja Hollow dan Ghost dipanggil untuk memastikan lingkungan sekitar. Keduanya sepakat energi Yin ini bukan milik hantu, melainkan dari entitas yang lebih jahat.


"Hixixi, aku suka ini," ucap Ghost tanpa ada rasa takut sedikitpun.


Raja Hollow untuk pertama kalinya tersenyum lebar. "Ini lebih baik dari lantai 6!"


Blue tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tetapi pasti ada sesuatu yang sangat mengerikan yang akan terjadi.