Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Kemunculan Dua Penguasa


Siapa yang mengira dendam Yuri membangkitkan garis keturunannya. Iblis Ebisu berhasil memulihkan tubuhnya seperti sedia kala, ia langsung menarik Panah Suci miliknya.


Dalam sekejap mata Yuri menghilang dan muncul kembali di sebelah Ebisu. Teknik ini sering digunakan ras iblis untuk membunuh lawannya.


Blue sedikit bingung, padahal sudah jelas Yuri adalah ras manusia suci. Namun ada yang janggal ketika dia bisa berubah menjadi rubah ekor 9 dan menyerap darah untuk menambah kekuatannya. Dua sifat itu sangat berlawanan karena manusia suci hanya bisa menyerap sesuatu yang baik.


"Terserahlah, itu bukan urusanku. Yang penting sekarang perang semakin menarik."


Osiris yang melihat dari kejauhan mengerutkan keningnya. "Jadi ini kartu as yang sudah kau persiapkan. Sepertinya kakek bodoh itu sudah tidak tertolong, baiklah lebih baik aku buat tubuh untuknya lagi." Osiris menggiling dari medan pedang, ia kembali ke markasnya di tempat Dewa Kehidupan.


Geb masih berhadapan dengan Moris selaku cucunya. Keduanya menggunakan serangan terkuat untuk membunuh satu sama lain, sayangnya Moris masih menaruh rasa iba pada kakeknya itu.


Beberapa sayatan pedang berhasil menyobek kulit dan baju Moris. Blue dari kejauhan tidak membiarkan pertarungan selesai dengan kematian Moris.


"Yami, hadapi Hakim Agung wanita itu. Jangan bunuh dia, masih ada banyak teka teki yang harus dihilangkan."


Osiris dan Hades pasti punya kerja sama yang tidak diketahui. Bisa dilihat dari pasukan Ebisu yang menggunakan cimera dan kemunculan Geb.


Padahal Hakim Agung wanita itu di bawah kepemimpinan Hades, sedangkan Geb berada di payung Osiris.


Yami dengan cepat langsung bergerak dan menghentikan Hakim Agung, Agni yang melirik Yami paham apa yang sedang terjadi. Makanya ia langsung terbang mendekati Moris untuk membantunya.


Namun ketika ia mendekati pertarungan Moris dan Geb, sebuah pedang langsung menusuk perutnya. Pelaku utamanya tidak lain adalah Geb yang bisa mengendalikan pedang terbang.


Awalnya pedang itu diperuntukkan untuk menusuk Moris dari kejauhan. Karena adanya campur tangan dari pihak lain, Geb tidak bisa melepaskannya.


Agni yang masih remaja tidak bisa mempertahankan kekuatannya. Pedang terbang milik Geb sangat istimewa, jadi ia terjatuh dan membentur tanah.


Darah mengalir terus menerus keluar dari perutnya. Blue mengiriminya telepati untuk tetap mempertahankan kesadaran dan mengendalikan teknik yang sudah ia pelajari.


Moris melihat anaknya tergeletak di tanah tidak bisa merasakan aura dewa miliknya. Tanpa sadar air mata menetes di pipinya.


"Kenapa, kenapa kau membunuh anakku!"


"..." Geb tidak menjawab apapun, ia tidak tahu Agni adalah anak Moris.


"Kenapa!"


Aura membunuh dan energi alam yang selama ini membantunya menjadi kuat keluar paksa. Bajunya hancur dan sosok manusia setelah iblis muncul kembali.


Tiga tanduk muncul di kepala Moris, matanya berubah merah serta air mata yang terus mengalir di pipinya. Hawa membunuhnya semakin instan, Blue ingin membantunya tapi dihentikan oleh Elvy yang sudah pernah merasakannya.


"Ini adalah titik penting untuk hidupnya, aku merasa Moris itu orang spesial. Dia tidak akan mati hanya karena amarahnya!"


"Kau benar, lebih baik aku membantu Agni."


Blue terus mengirimnya telepati untuk menuntun muridnya. Meskipun hanya sebentar, Blue bisa merasakan bakat Agni dari lahir.


"Moris, akhirnya kau menunjukkannya!" ucap Geb.


Perlu diketahui, Moris di usir dari istana Osiris tidak hanya karena dia menikahi ibu Agni. Namun karena ada aura iblis yang melekat pada jiwanya.


Blue bisa melihatnya aura iblis itu diberikan oleh iblis bernama Mosas, tidak ada yang tahu siapa dia. Namun sistem merah menyebutnya sebagai pengkhianat alam semesta.


Setelah wujud Moris sempurna, tangannya tiba-tiba sudah mencekik leher Geb. "Kenapa!"


Bukan pertanyaan yang dikatakan Moris, tetapi penyesalan karena merasa iba pada kakek yang mengurusnya sejak kecil. Tidak hanya menyerang Agni, Geb malah membunuhnya dengan serangan mematikan.


Jiwa kehidupan Geb diserap iblis Mosas yang ada di dalam Moris sebagai persembahan untuk peningkatan kekuatan yang diberikan.


"Kenapa!"


Moris mengatakannya berkali-kali, tidak ada yang tahu berapa kali ia berkata "Kenapa!". Namun satu hal yang pasti, Moris sangat kecewa dengan Geb yang dianggapnya kakek.


Jiwa Geb di serap Moris hingga kering, tidak ada yang tahu mengapa itu bisa terjadi. Hanya Blue yang punya sedikit petunjuk tentang kekuatan aneh milik Moris.


Tepat setelah sampai di sana, ia melihat plat kehidupan Geb pecah.


"Ais, pak tua lemah itu cepat sekali matinya."


Kedua tangannya langsung membuka sebuah peti mati yang berisi tubuh Geb yang lainnya. Dengan sentuhan telapak tangannya, jiwa Geb berhasil dikumpulkan kembali.


Namun ada sesuatu yang janggal, Geb tidak bisa mengembalikan semua kekuatannya. Sekarang ia hanya dewa tingkat sangat rendah.


"Hei pak tua, apa yang terjadi padamu?" tanya Osiris yang menyesal telah kembali cepat.


"Aku tidak ingat!"


Jawaban Geb membuat Osiris menjadi bingung, ia memeriksa tubuh Geb dan menemukan banyaknya kekurangan. Artinya ada sesuatu yang bisa di ambil dari jiwanya.


"Pria muda itu sangat berbahaya, aku harus segera mengurusnya."


"Siapa dia?"


Osiris mengusir Geb dan ia memikirkan cara untuk mengalahkan Blue. Padahal dia tidak melihat yang membunuh Geb adalah Iblis Moris.


Disisi lain Moris yang masih dalam bentuk iblis membuat Yuri menjadi marah. Emosi Yuri semakin meningkat dan menyerang Ebisu tanpa henti.


Pedang suci yang sudah disempurnakan redup karena terlalu banyak pemakaian. Yuri membuang pedangnya dan mengeluarkan pedang lainnya.


Sampai akhirnya Moris dan Yuri saling memandang, entah mengapa mereka mempunyai perasaan benci dan berkahir bertarung.


Oberon berhasil menyembuhkan tubuhnya hingga 60% langsung menghadapi Ebisu yang masih terluka parah. Agni belum berhasil membuat progres penting, ia masih tergeletak di tanah sambil meringis.


Pertarungan Yuri dan Moria menghancurkan bangunan sekitar, keduanya tidak bisa mengontrol kesadarannya dan hanya mengandalkan insting.


Hakim Agung wanita itu sudah tidak punya kesempatan untuk menang, ia memilih pergi menggunakan bom asap. Sayangnya bos asap tidak dapat mempengaruhi Yami yang bisa membelah ruang.


Tebasan Yami berhasil membuka penyamaran Hakim Agung dan langsung mengikatnya.


"Lebih baik kau bunuh aku!" teriak Hakim Agung.


"Diam dan jangan bertindak bodoh!" ucap Yami sambil memukul tengkuk Hakim Agung hingga sebuah pil keluar dari mulutnya.


Pil itu sama seperti yang digunakan Ebisu untuk membuat tubuhnya menjadi iblis. Bisa dibilang Ebisu dan Hakim Agung adalah satu kubu di pihak Hades.


Interogasi dilakukan Tobias dengan sangat lembut dan penuh pengertian, hasilnya akan segera keluar dalam beberapa jam saja.


Moris dan Yuri masih bertarung tanpa memperhatikan sekitarnya, Blue memberikan telepati pada Naga Angin untuk menghentikannya.


Naga Angin yang bosan duduk di atas batu sambil menonton orang bertarung langsung melompat. Dalam wujud manusia, ia tebang ke arah Moris dan Yuri.


Dua tangannya menghentikan serangan Moris dan Yuri, baju yang selalu ia gunakan dalam wujud manusia terkoyak. Otot yang membentuk tubuhnya terlihat sangat kekar.


"Pukulan yang menarik, ayo kita lihat siapa yang berdiri paling akhir!" teriaknya.


Dua tangannya menggenggam kepala tinju Yuri dan Moris, Naga Angin segera membantingnya ke tanah dan melihat siapa yang masih berdiri.


Siapa yang menyangka ternyata keduanya masih berdiri sehat, Naga Angin tersenyum dan melesat seperti rudal yang menyerang musuhnya. Kepalan tinjunya langsung menghantam tubuh Moris yang di rancang untuk pertarungan menggunakan sihir.


Suara tulang retak terdengar sangat nyaring, beberapa tulang tangan Moris parah hanya dengan satu serangan.


Yuri yang melihatnya tidak tinggal diam, ia menggunakan cakarnya untuk menyerang Naga Angin. Namun serangannya tidak memberikan kerusakan sedikitpun, kulit Naga Angin sudah sangat keras. Serangan lemah milik Yuri tidak dapat menggores kulit naga yang sebenarnya.


Naga Angin mengangkat sudut bibirnya dan segera mengepalkan tinjunya. Lengannya di dorong hingga titik maksimal, telapak tangan Yuri dan kepalan tinju Naga Angin berbenturan.


Sekali lagi suara retakan tulang terdengar, tangan kanan Yuri hampir hancur padahal tubuhnya di desain untuk pertarungan jarak dekat.


"Orang lemah jangan banyak acara!" teriak Naga Angin dengan penuh semangat.


Serly dengan cepat memukul tengkuk Moris dan Yuri yang sudah kelelahan. "Naga bodoh, bukannya bos menyuruhmu menghentikan mereka?"


"Hei, aku sedang bersenang-senang! Mereka berdua cukup kuat untuk menghiburku!"


"Terserahlah, kalau kau berani lawan orang itu!" ucap Serly menunjuk sosok pria yang ada di atas langit. Pria itu tidak lain adalah Hades yang melihat keadaan perang.


Setelah melihat medan perang, ia segera pergi tanpa memperhatikan Hakim Agung yang diseret Tobias ke ruang rahasia.


"Sepertinya itu sedikit berlebihan." Naga Angin sadar kekuatan Hades di luar akal mahkluk hidup, insting seekor naga sangat tajam. Jadi ia bisa merasakan seberapa kuat lawannya.


Perang dimenangkan pihak Kerajaan Damaskus, tetapi banyak korban yang berjatuhan. Shira juga mengalami koma hingga ia tak sadarkan diri, Oberon berhasil membunuh Ebisu dengan Pedang Suci Damaskus yang asli.


Blue tersenyum dari kejauhan, anting ruang dan waktu yang bersinar mulai redup. "Panen hari ini lumayan bagus."


...[Selamat telah membunuh Dewa Ebisu, Dewa Keberuntungan. Semua status keberuntungan anda akan dilipat gandakan.]...


...[Semakin sering anda menggunakan keberuntungan, poin anda akan meningkatkan.]...


...[Gelar Dewa Keberuntungan telah berpindah pada Blue, semua rakyat Dewa Keberuntungan akan memberikan anda energi kehidupan.]...


Serangkaian pemberitahuan sistem biru tak dapat dibaca satu persatu, ada sangat banyak hingga Blue menutup semua pemberitahuan dan segera berdiri.


Dual Secret Sword merasa kenyang dengan sajian hari ini. "Hei bocah, kapan kita memburu para dewa sombong itu?" ucapnya.


Kekacauan atau Cheos sudah bisa berbicara sejak Blue memasuki neraka. Dua mahkluk yang menjadikan Dual Secret Sword sebagai rumahnya malah terkunci dan menjadi satu dengan monster itu.


Blue tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya mengikuti alur dan menjadikan dua mahkluk yang menempati Dual Secret Sword bergabung tanpa paksaan.


"Aku belum terlalu yakin, sebagainya segera serap jiwa tadi. Kita akan bertarung beberapa saat lagu!"


"Aku menantikannya, bocah!"


Oberon tidak bisa menggunakan kekuatan penuh karena sudah menggunakannya secara berlebihan. Blue memberikannya batu biru untuk mempercepat penyembuhan.


Sedangkan untuk Yuri, Moris, dan Agni akan di bawa ke sebuah ruang khusus menjalani perawatan Ela.