Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Asura vs Blue (4)


Asura yang tidak mendengar provokasi lawannya langsung menghantam dengan tinjunya. Delapan bulu merak yang ada di punyanya menyerang sesuai kemauannya.


Blue menyempitkan matanya, ia melihat ketidakselarasan antara Asura dan 8 pedangnya. "Mungkinkah?" ucapnya pelan.


Untuk menguji tebakannya, Blue tidak menghindar melainkan memblokir serangan lawan dengan Teknik Baguazhang.


Tinju Asura di belokkan ke samping sehingga serangannya menghantam tanah. Tepat setelahnya, delapan pedang menyerang bersamaan.


Blue berhasil memastikan dari jarak dekat, delapan pedang di punggung Asura memiliki ego yang tidak bisa di kontrol. Itu semua terlihat dari gerakannya yang tidak selaras dan saling mendahului. Berbeda dengan Dual Secret Sword yang bergerak sesuai kemauannya.


Dari kekurangan tersebut, Blue mencoba menarik salah satu bulu merak milik Asura. Dengan kedua tangannya ia menggenggam salah satu bulu merak dan menendang punggung Asura.


Tidak lama setelahnya, bulu merak berhasil di tarik dan wujudnya kembali menjadi pedang. Blue menggunakan Gate untuk melarikan diri.


Asura yang marah langsung mengibaskan lengannya ke belakang. Tanah di sepanjang garis serangnya terbang ke langit.


"Sial kau tikus manusia!" teriaknya penuh kesal.


Disisi lain Blue cukup jauh dari musuhnya, tapi ia masih mengendalikan para robotnya untuk menyerang Asura.


"Pedang ini sanga aneh." Blue mencoba mendekatkannya dengan Dual Secret Sword.


Sebuah bayangan hitam berbentuk seperti monster muncul dari Dual Secret Sword, kemudian melahap Great Sword milik Asura.


"Egh..." suara sendawa. Bayangan Dual Secret Sword kembali lagi.


Dual Secret Sword tidak berubah sama sekali, tetapi Blue bisa melihat penambahan statusnya. Senyum muncul di wajah Blue, ia sekarang punya alasan untuk bertarung dengan Asura.


Setelah memantapkan tekad, Blue segera melangkah kembali. Namun Jubah Raja Api tampak sangat berat dan menghentikan pergerakan Blue.


Alisnya mengerut, Blue tidak pernah mengalami kejadian ini. Selama ini Jubah Raja Api hanya diam dan terus bergerak sesuai dengan kemauannya.


"Aku tahu maksudmu!" kata Blue mencoba menyampaikan pesannya. Meskipun ia tahu Jubah Raja Api punya ego, Blue tidak mau memaksanya untuk bicara.


Jubah Raja Lich di keluarkan dari ruang penyimpanan. Blue mendekatkannya dengan jubahnya.


Seketika jubah Raja Lich terbakar dan menghilang bagaikan debu. Blue sedikit terkejut dengan kejadian tidak terduga ini, ia hanya bisa tersenyum.


Jubah Raja Api memancarkan cahaya hitam, sebuah sambil muncul di punggungnya. Ditambah lagi ada aksen hitam di kerah jubahnya. Sekarang Jubah Raja Api punya tiga warna yaitu Merah, Hitam, Emas.


"Sejak kapan kalian begitu ganas." Blue bertanya pada jubah dan pedangnya, tapi keduanya tidak mau menjawab.


Awalnya Blue ingin menjual atau memberikan pedang dari bulu merak pada anggota Fairy Dance. Namun Dual Secret Sword memakannya hingga tak bersisa.


Jubah Lich juga menambahkan status Kepintaran, sehingga sangat berguna bagi para penyihir.


"Baiklah, ayo kita kembali!"


Blue berlari ke arah Asura yang mengejarnya, kakinya mengejutkan aura berwarna hitam. Langkah Bayangan selalu ia gunakan untuk meningkatkan kecepatannya.


Dual Secret Sword muncul di tangan kanannya, Asura yang tidak fokus mulai mengabaikan detail kecil.


Pedang di tangan kanan Blue langsung lempar, Asura menghentikannya dengan salah satu bulu meraknya.


Blue tersenyum tipis, ia segera mengepalkan tangan kanannya dan segera menyerang pada titik yang sama dengan ujung pedang. Dual Secret Sword tiba-tiba menghilang dan menusuk punggung Asura untuk kesekian kalinya.


"Ugh...."


Asura terdorong kedepan, hal itu membuat kestabilannya menurun. Blue memanfaatkan kesempatan yang terbuka lebar.


Tangan kanannya langsung meraih bulu merak dan menariknya sekuat tenaga. Berbeda dari sebelumnya yang langsung lepas, Blue kesusahan menariknya.


"Manusia sialan, apa yang kau lakukan!" teriak Asura sambil mengayunkan lengannya untuk mengusir Blue.


Karena tidak ingin menyerah, Blue berpindah posisi ke sebalah kanan dan menarik bulu merak lainnya. Kali ini ia menarik serta menambahkan tekanan dengan kedua kakinya.


"Lepaslah sialan!" teriak Blue sambil mengeratkan giginya.


Tanpa sadar seluruh tubuhnya mengeluarkan aura berwarna hitam yang sangat menakutkan, Blue tampa sadar telah memisah ikatan 7 pedang milik Asura.


"Huah!" teriak Blue yang berhasil menarik salah satu pedangnya.


6 pedang yang berbentuk bulu merak akhirnya terlepas dan wujudnya kembali seperti semula. Blue melirik 6 pedang yang berserakan di tanah.


Asura juga melihatnya, keduanya dengan kecepatan penuh saling berebut pedang. Tanpa sadar mereka menggunakan beladiri tangan kosong.


Lengan kanan Blue berhasil mengambil satu dan langsung melemparnya ke ruang penyimpanan. Berbeda dengan Asura yang harus memegang pedangnya.


Pertarungan tangan kosong terjadi, Blue sangat percaya diri dengan tekniknya. Ia berhasil mengambil keuntungan dengan membawa 5 dari 7 pedang.


Gunung yang awalnya berdiri tegap langsung terbelah dan terbang ke udara. Blue hanya tersenyum kecut melihatnya karena ekspresi Asura sudah tidak berwujud manusia.


"Hei, hei bukankah kita hanya main-main?" tanya Blue dengan ekspresi aneh. Ia sedang mengulur waktu untuk menyiapkan jebakan dan kabur menggunakan Gate.


Sayangnya waktu yang diinginkan tidak dapat direalisasikan. Blue mendapat serangan kekuatan, pedang Asura sangat kuat hingga Dual Secret Sword bergetar.


Blue yang tidak siap langsung diterbangkan beberapa meter jauhnya. Namun ia segera menstabilkan pijakannya dan berlari menjauh.


Asura dengan wajah marah segera mengejarnya dan mengayunkan pedangnya. Tanah disekitarnya hancur karena gelombang ayunannya.


Bukammya takut atau panik, Blue melompat dan tertawa keras. "Haha, sepertinya kau sudah sangat serius kawan?"


Dual pedangnya di genggam erat, aura kuning menghiasi dua pedangnya. "Gelombang Kejut!" katanya menyebutkan nama keterampilannya.


Blue mengayunkan pedangnya dan 20 sayatan pedang muncul mengarah ke Asura.


"Bodoh, kau pikir serangan lemah itu tidak bisa menggoresku!" ucap Asura dengan nada sombong.


Kedua padangnya langsung menghadang serangan Blue, ia tersenyum manis karena serangan musuh berhasil dihentikan dengan mudah.


"Haha!"


Asura tertawa keras melihat serangan musu yang tidak berhasil, mulutnya terbuka lebar karena tawanya.


Satu sayatan yang tertinggal langsung menghantam mulutnya yang terbuka. Asura menatap tajam ke arah Blue dan mendapati musuhnya tidak ada di tempat.


"Tikus sialan, dimana kau!" teriak Asura sambil melepaskan auranya untuk menlacak keberadaan Blue.


Sayangnya Blue sudah menggunakan Stealth tepat setelah keluar dari Gate.


"Kau pikir aku bodoh." Blue berjalan perlahan menjauh dari Asura. Ia berjalan ke utara sedangkan Asura ke selatan. Jadi keduanya tidak akan bertemu sebelum mengelilingi Tanah Dewa.


Blue masuk ke dalam gua dan segera menyandingkan Dual Secret Sword dengan 5 pedang. Layaknya seperti orang kelaparan, Dual Secret Sword menelan semuanya tanpa rasa malu. Suara sendawa terdengar setelah Dual Secret Sword menelan 5 pedang lainnya.


Tampilan Dual Secret Sword berubah sekali lagi, tidak hanya hitam dan emas. Sekarang muncul warnah coklat tanah dan merah api di bolah dan gagangnya.


"Hei, hei mana sopan santunmu?" tanya Blue dengan suara pelan. Namun pertanyaannya tidak mendapat jawaban yang bagus.


"Baiklah, ayo rebut dua pedang lainnya." Blue segera keluar dari gua dan ia mendapati serangan pedang dari Asura.


"Tikus kecil, beraninya kau menipuku!" teriaknya dengan nada kesal.


Blue hanya bisa tersenyum kecut, ia langsung menggunakan Langkah Cahaya dan menghindari serangan Asura.


Tanpa terasa HP Asura telah menurun hingga 49%. Padahal Blue yakin ia tidak memberikan serangan fatal pada musuhnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Blue yang kebingungan.


Beberapa saat yang lalu, Asura kehilangan jejak Blue. Karena otaknya tidak bekerja dengan baik, ia menusuk perutnya untuk mengurangi HPnya.


Setelah beberapa saat, ia mendapatkan sensor kepekaannya menimgkat tajam. Matanya berubah menjadi kerah darah dan langsung memutar arahnya.


Kakinya langsung menghajar tanah dan melompat ke selatan. Dari jarak jauh, Asura mengayunkan pedangnya dan menghancurkan gua targetnya.


Sampai akhirnya kejadian canggung antara Blue dan Asura terjadi. Keduanya hanya saling memandang tanpa ada serangan beberapa menit.


Bukan tanpa alasan, Blue tidak bisa melukai Asura dengan teknik biasa. Makanya ia mengandalkan serangan balik dan memanfaatkan celah yang ditinggalkan Asura. Begitu pula dengan Asura, instingnya mengatakan bahwa Blue berdiri tanpa celah. Makanya ia tidak mau menyerang terlebih dulu.


Masih dalam posisi waspada, Blue mencoba memulai pembicaraan. "Kenapa kita tidak berbicara dulu?"


"Tikus, jangan harap bisa kabur dari sini."


Blue hanya bisa tersenyum, ia tidak mempunyai solusi yang bagus untuk memecahkan masalahnya sekarang.


Sebuah pemberitahuan sistem muncul di sebelah mukanya. Eksepsi Blue berubah menjadi sangat percaya diri.


"Apa kau yakin aku tidak bisa lepas dari situasi ini?" tanya Blue.


"Jangan banyak bicara!" teriak Asura dan segera menyerang Blue dengan pedangnya.


Namun sebuah panah berwarna merah menghentikan serangannya. Seorang sosok pemuda berdiri di atas phoenix yang legendaris.


Sosok pria itu adalah pemimpin dari Ranger di Fairy Dance, Qin Huang.


"Sepertinya kau sedikit kesulitan, Bos."