Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Penyergapan


Pria berjas hitam memimpin Jessica dan Arief masuk ke mobil kantor, mereka bercengkerama dengan santai.


Tidak berasa perusahaan Aldi sudah berdiri tegap di depan mereka. Hanya Arief yang menyadari bahwa mobil yang mereka kendaraan seperti sebuah ilusi.


"Energi disini jauh melebihi Gunung Harimau Putih! tapi dimana ini! " kata Arief dalam hatinya.


Seperti yang dia katakan, perusahaan Aldi mempunyai banyak cabang. Namun hanya beberapa yang diketahui publik, salah satunya gedung pencakar langit yang tidak ia ketahui.


Jika gedung setinggi ini ada di Kota Bandar atau sekitar markas besar Fairy Dance, seharusnya Arief mengetahuinya. Pasalnya dia sudah hidup lebih dari 50 tahun di daerah ini.


Jessica dan pria berjas masih berbincang dengan santai, tapi Arief menyadari ada yang aneh di sekitarnya. Ruangannya tampak berjalan sendiri dengan kecepatan tinggi.


Tiba-tiba mereka bertiga sudah sampai di lantai paling atas atau lantai pemimpin perusahaan. Seorang pria berpakaian biru duduk di kursi pemimpin dengan sangat santai.


"Selamat datang, Arief dan Jessica."


Pria itu adalah pemimpin perusahaan Aldi, Alex. Meskipun terlihat tua wajahnya memancarkan cahaya kehidupan yang nyata.


"Terimakasih tuan Alex, sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda." Jessica mencoba memuji pria hebat di depannya.


Pria tua yang duduk di kursi tertawa keras. "Jangan menyebutkan nama keluargaku, panggil saja aku Alen."


Ternyata Alex adalah nama keluarga dari sosok paling misterius di dunia. Informasi ini tidak diketahui publik, hampir semua manusia di dunia mengetahui bahwa pemimpin Perusahaan Aldi ialah Alex.


Pengawal yang menunjukkan jalan keluar ruangan, sekarang hanya ada 3 orang saja. Alen berdiri dan melangkahkan kakinya mendekati Jessica.


Telunjuk jarinya menekan dahi wanita cantik berkacamata itu. Seketika Jessica langsung pingsan dan memimpikan kenangan yang indah.


"Mengapa kau tidak membela temanmu?" tanya Alen.


Arief tersenyum mendengar pertanyaannya. "Tidak ada sedikitpun niat membunuh atau menyakitinya, jadi melawan adalah tindakan yang paling ceroboh."


Alasan Arief masuk akal, walaupun ia sudah tampah kuat tapi entah mengapa aura milik Alen sangat mengintimidasi. Bahkan Aries Hardiman yang menjadi anggota Seven Soul tidak sehebat ini.


Sebelum melanjutkan perkataannya, Alen tersenyum manis. "Sepertinya pilihan untuk tidak menyingkirkanmu adalah kebijakan yang luar biasa. Mari aku tunjukkan mesin yang lebih kuat."


"Bagaimana dengannya?" tanya Arief menunjuk Jessica yang tertidur lelap.


"Biarkan saja, akan ada yang mengurusnya."


Arief dan Alen berjalan menuju ruangan khusus yang gravitasinya sangat kuat. Arief yang sudah berlatih tanpa henti harus menggunakan energi jiwa supaya tidak pingsan.


Alen bertepuk tangan. "Mengagumkan, padahal ini ruangan paling kuat di bumi. Baiklah jangan membuang waktu ayo jalan."


Arief mencoba melangkahkan kakinya, keringat dingin mulai bercucuran di dahinya. Ia berusaha keras untuk mempertahankan kesadarannya.


Setelah berjalan beberapa menit, Arief menemukan adanya sebuah bola raksasa yang melayang di udara. Bola itu memancarkan cahaya berwarna hijau muda.


"Tuan Alen, apa benda ini?"


Alen menoleh ke arah Arief yang tampak kagum, bahkan ia melihat Arief sudah tidak kesulitan untuk berdiri tegap.


"Bola Alam Semesta!" ucap Alen dengan suara pelan.


Bola alam semesta adalah sarana untuk menghubungkan manusia di bumi ke Domain Dewa. Semua bola di mesin virtual berasal dari bola melayang ini.


"Aku akan mengatakan sejujurnya, Domain Dewa bukanlah dunia kita. Melainkan dunia orang yang diciptakan untuk bumi."


Alen menjelaskan kebenaran yang sudah pernah didengar Arief. Namun ada satu hal yang pasti, ternyata tujuan diciptakannya Bola Alam Semesta memang untuk kestabilan dunia.


Bumi adalah salah satu alam yang paling lemah dibandingkan yang lainnya. Makannya sosok bernama Aldi mencoba menghubungkan bumi ke dunia lainnya yang masih berkembang.


"Siapa sebenarnya Aldi itu?" tanya Arief penasaran.


"Itu aku," sahut sosok pria berbaju biru yang datang dari belakang.


"Kamu? Bagaimana kau menciptakan semua ini?" tanya Arief semakin bingung.


"Ceritanya panjang, sekarang tugasmu hanyalah menjadi kuat dan mempertahankan Bumi di kemudian hari."


Aldi menyentuh dahi Arief, seketika kesadaran Arief hilang dan masuk Domain Dewa tanpa mesin virtual.


"Apa yang terjadi!" teriak Blue yang kebingungan. Kemudian ia tertidur lagi.


Diluar Domain Dewa, Aldi dan Alen berusaha keras menekan kekuatan Arief. Keduanya menyerap sebagian besar kekuatan Kekacauan dan Kehampaan untuk dijadikan kekuatannya sendiri. Mungkin terlihat seperti perampokan, tetapi Arief tidak akan pernah merasa rugi.


"Mungkinkah dia membantuku?" gumam Arief yang kesulitan dengan Kekacauan dan Kehampaan.


Karena merasa senang, ia langsung berlari ke ruang latihan. Ruang gravitasi di aktifkan hingga maksimal, tapi Arief berdiri tegap tanpa merasakan tekanan sedikitpun.


"Ini hebat!"


Jessica menghampiri bosnya. "Bos, akhirnya kamu sadar. Ayo keluar ada tamu yang sudah menunggu."


Jessica sama sekali tidak ingat apa yang terjadi sebelumnya. Dia tidak ingat siapa Alex dan Alen di Perusahaan Aldi.


"Baik."


Arief keluar dan menemui tamu yang mencarinya. Tamu itu tidak lain adalah Aries Hardiman dan sosok pria berbaju biru.


"Sepertinya kau sudah sehat, Bocah!" kata Aries Hardiman dengan suara senang. Setelah mengatakannya matanya menyempit karena melihat energi jiwa yang begitu kuat.


Aries Hardiman langsung melirik Aldi di sebelahnya. "Mungkinkah bocah ini mendapat keberuntungan, sialan betapa beruntungnya kau Bocah!"


"Haha."


Mereka bertiga berbincang tentang perusahaan aldi dan beberapa kompensasi yang harus diberikan. Jessica menyetujui kompensasi yang diberikan, bahkan sekarang Grup Fairy punya hak untuk distribusi mesin virtual.


Setelah hari yang melelahkan, Arief masuk ke mesin virtual dan menjalankan misinya di Raid Domain Dewa.


"Hei, kekacauan ayo mengamuk lagi!" ucap Blue. Namun tidak ada jawaban apapun, begitu pula dengan Kehampaan.


Kekuatan kedua mahkluk itu sepenuhnya telah menjadi milik Blue dan Aldi. Jadi kedua tidak punya pemikirannya sendiri.


"Bee, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Blue menggunakan telepati.


"Jangan tanya aku bodoh, kau sudah lebih dari dua bulan tidak masuk Domain Dewa. Sekarang ayo keluar, disini sungguh membosankan."


Perbedaan waktu Domain Dewa dan Dunia Nyata adalah 10 kali lipat, jadi Blue tidak login selama 70 hari lamanya.


"Baiklah ayo pulang."


Sebelum meninggalkan ruangan, tiba-tiba monster berkepala bada meraung hingga pintu keluar Raid Tanah Merah tertutup.


"Pantas saja bosnya tidak muncul, ternyata harus menunggu 2 bulan!"


Blue menarik Dual Secret Sword, keduanya langsung terbang sesuai dengan keinginannya. Blue membelah dirinya menjadi 10 dan membunuh bos monster.


Meskipun bos monster setara dengan Dewa Puncak, Blue membunuhnya dengan sangat mudah. Dia tidak menyadarinya kerusakan pasti yang dihasilkan berlipat ganda karena kejadian aneh kemarin.


"Kenapa sekarang menjadi begitu mudah. Tidak menarik, mari buat kekacauan di Kerajaan Kuala!" kata Blue sambil tersenyum jahat.


Pintu Raid Tanah Merah terbuka, sekelompok kesatria mengangkat senjatanya. Serangan sihir langsung menghantam Blue dari kejauhan.


"Serang!" teriak Halim.


Blue tidak bisa menahan senyumnya. "Jadi ini pilihanmu, ayo lihat siapa yang lebih berkuasa!"


Dual Secret Sword menebas setiap sihir yang mengarah padanya. Bee dengan pedang berwana kuning menebas beberapa kesatria Kerajaan Kuala.


Raul dalam wujud Serigala Gunung menggigit setiap orang yang dilihatnya. Drakula seperti orang gila menghisap semua darah para kesatria.


Ela dan Elvy mendukung dari belakang, mereka menggunakan penambahan status dengan sangat cepat.


Blue belum memberikan perintah apapun, ia hanya bisa tercengang melihat familia miliknya begitu bersemangat. "Baiklah ayo!"


Blue tidak menggunakan Pemecah Pikiran, ia menggunakan tampilan Red Devil untuk memberikan serangan area. Pedang besarnya di ayunkan hingga menciptakan sebuah sayatan pedang.


Beberapa orang yang terkena sayatan pedang tampak panik, tetapi mereka langsung tertawa karena melihat kerusakan yang mereka terima hanya 1.


"Haha, kau terlalu membesarkan kekuatanmu!" teriak Halim.


Blue tidak memperdulikannya, ia tersenyum dan kerusakan bertubi-tubi di berikan. Kesatria Kerajaan Kuala bagian depan langsung menghilang.


200 pemuda Dunia Buatan dikeluarkan, mereka semua langsung mengincar musuhnya dengan kombinasi serangan yang mirip dengan Blue sebelumnya.


"Jenius dari mana lagi ini!" teriak Blue terkejut.