Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Berebut


Blue menghela napas panjang, ia masih harus meneruskan misi yang membuat tenaganya terkuras.


Bukannya merasa kelelahan dan menyesal, wajahnya memperlihatkan senyum yang begitu lebar seperti orang yang bahagia.


Petunjuk di kaki patung dewa keberuntungan sudah dihapus, Blue tidak bisa asal pegang. Akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan tempat ini.


Disisi lain, bayangan Blue yang menggunakan topeng putih menyusup ke kediaman pangeran pertama.


9 orang sedang melakukan pertemuan di ruang tertutup, ada banyak keamanan yang tidak memungkinkan Blue untuk mendekat. Walaupun jaraknya cukup jauh, Blue masih bisa mendengar dan memperhatikan situasi.


"Aku sangat yakin, adikku bersekongkol dengan iblis. Mana mungkin kekuatannya lebih hebat dariku padahal aku 7 tahun lebih tua darinya!" ucap pangeran pertama menyampaikan keluhan.


"Pangeran ketiga sangat mencurigakan, ia dengan cepat mengambil hati rakyat. Aku yakin sepenuhnya ia adalah penyembah iblis!" ucap salah seorang pria paruh baya yang duduk disebelahnya.


Blue menggunakan Mata Dewa untuk melihat statusnya, sudut bibirnya segera terangkat karena satu misteri telah terungkap.


Pangeran pertama adalah boneka dari seorang iblis, karena penasihatnya adalah raja iblis yang dikabarkan. Untungnya raja iblis itu hanya tingkat 3, jadi Blue dan kelompoknya masih bisa menghadapinya.


"Menuduh orang penyembah iblis berakibat fatal, kita harus berpikir tenang dan mencari bukti yang otentik." Seorang perempuan yang menggunakan cadar mengungkapkan pikirannya.


"Aku setuju dengannya. Meskipun pangeran ketiga adalah seorang penyembah iblis, ia masih harus diselidiki!"


"Aku memilih untuk segera mengeksekusinya karena itu bisa menjadi aib untuk kerajaan kita!" ungkap seorang pria berbadan kekar.


Dalam sebuah pertemuan pasti ada yang setuju maupun tidak. Tugas seorang pemimpin untuk melerainya, tetapi Blue melihat sesuatu yang aneh terjadi.


"Tidak usah berdebat, kita akan melakukan investigasi dan langsung mengeksekusinya," ucap pria paruh baya di sebelah pangeran.


Sudah jelas, pangeran pertama kurang punya otak tetapi Raja Iblis mengendalikan semua perbuatannya.


Pertemuan selesai tanpa ada solusi terbaik, pangeran pertama akan melakukan investigasi untuk menangkap dan mengeksekusi pangeran ketiga.


Blue mendapatkan informasi tambahan, ternyata 3 keluarga yang mendukung pangeran pertama adalah mata-mata. Namun ia belum tahu mereka bekerja untuk pangeran ketiga atau keempat.


Bayangan Blue akan terus mengikuti pangeran pertama untuk mengumpulkan informasi.


Disisi lain, Blue yang lain mencari kediaman pangeran ketiga. Namun ia segera terhenti karena ada simbol sangat kuat menghalangi kediamannya.


Meskipun menggunakan Stealth, Blue tidak yakin bisa keluar hidup-hidup. Ia mengurungkan niatnya dan segera kembali ke tubuh asli.


Pangeran kedua atau Terry sudah siuman. Blue segera mendekatinya dan menepuk pundaknya. "Apa yang sebenarnya terjadi?"


"Aku tidak tahu, tiba-tiba mereka menyerang dan menginginkan kunci untuk perebutan tahta. Sialan, ini lebih kejam dari yang aku duga!" geram pangeran kedua yang merasa lemah.


Blue tidak bisa melihat levelnya, ia harus mencari cara untuk membuatnya menjadi kuat. Sayangnya pulau di bawah tanah sudah sangat padat dan hanya ada beberapa portal menuju sarang monster.


"Apa kamu mempunyai sarang monster?" tanya Blue. Ia mengetahui bahwa kerajaan mengendalikan semua sarang monster di pulau ini.


Pangeran kedua menggelengkan kepala. "Sarang monster dikendalikan oleh kerajaan, kita bisa masuk kapanpun. Setahuku tidak ada yang benar-benar menguasai sarang monster."


"Aku berencana membuatmu menjadi kuat, ayo cari sarang monster!" seru Blue mengajak Terry meningkatkan levelnya.


"Tentu, aku akan mencari cara untuk mendapatkan izin!" kata Pangeran Kedua.


"Apa kita butuh izin untuk masuk?" tanya Blue.


"Semua sarang monster dikendalikan kerajaan, sudah sewajarnya memerlukan izin. Tenang saja, aku seorang pangeran harusnya bisa mendapatkannya dengan mudah."


Blue membiarkan Terry mencari izin untuk masuk sebuah sarang monster. Ia akan membuntutinya dari belakang untuk memastikan bahwa pangeran kedua adalah orang yang baik.


Sesampainya di kerajaan, pangeran kedua segera meminta izin masuk sarang monster. Sayangnya pemberi kuasa melarangnya karena merasa bahwa pangeran sudah terlalu kuat.


"Apanya yang kuat, aku hanya ingin berlatih dan membunuh monster!" seru Terry dengan nada tinggi.


"Pangeran, apa anda tidak prihatin dengan saudara anda yang masih lemah. Biarkan mereka berlatih hingga seimbang dengan anda!" ucap seorang pemberi kuasa.


Blue sangat yakin bahwa pemberi kuasa itu adalah penyembah iblis, aura yang ia pancarkan hampir sama seperti Batu Iblis Terkutuk.


"Silahkan pergi pangeran, ini sudah perintah raja untuk menyetarakan kekuatan kalian berempat!"


Pangeran kedua tampak murung, ia segera kembali ke kediamannya dan berlatih ayunan pedang seperti biasa.


Blue sekarang yakin bahwa pangeran kedua bukan bagian dari konspirasi aneh di kota bawah laut ini. Ia segera mendatangi pemberi kuasa masuk ke sarang monster.


Tangannya mengandung energi kehidupan dan langsung memurnikan kutukan yang diterima pemberi kuasa. "Aku ingin izin masuk sarang monster dengan 5 orang," ucap Blue pelan.


Pemberi kuasa setengah sadar, ia langsung membuat izin masuk tanpa menanyakan identitas Blue.


Setelah memberikan izin masuk, pemberi kuasa tersebut baru sadar. "Apa yang sebenarnya aku lakukan, mengapa aku sangat menentang pangeran masuk sarang monster?"


Wajahnya tampak kebingungan, ia seperti sedang dikendalikan oleh seseorang. Namun pemberi kuasa itu tidak berpikir lebih lanjut dan melanjutkan tugasnya.


Disisi lain Blue sudah bisa menyimpulkan bahwa pangeran keempat adalah musuh yang paling susah dikalahkan. Hal itu dikarenakan Raja Iblis yang mendukungnya berada di tingkat 6 atau bahkan 7.


Energi kehidupan yang dihabiskan Blue untuk menyadarkan pemberi kuasa sekitar 21 juta. Itu jauh lebih banyak daripada kutukan yang ada pada vampir.


Sedangkan simbol yang menutupi kediaman pangeran ketiga tampak seperti energi dewa. Jadi ada dewa yang mencoba mencari barang peninggalan Dewa Keberuntungan.


"Aku harus bergerak cepat!" gumam Blue langsung berlari ke rumah pribadi pangeran kedua.


Terry atau pangeran kedua sedang mengayunkan pedangnya seperti biasa. Wajahnya tampak murung, setiap ayunannya terdapat emosi yang meluap-luap.


Blue muncul dari belakang, ia menepuk pundak pangeran kedua. Tindakannya itu memancing reflek Terry untuk mengayunkan pedangnya sekuat tenaga kebelakang.


Senyum muncul di wajah Blue, ia langsung mengedarkan prana pada tangan kirinya dan segera menangkis pedang pangeran kedua.


"Sangat baik, aku suka reflek itu. Sayangnya kekuatanmu lemah dan penuh emosi tidak penting." Blue memberikan pandangannya pada penggunaan pedang pangeran kedua.


"Blue, apa kamu punya cara untuk meningkatkan kekuatanku?" tanya Terry dengan ekspresi serius.


"Tentu saja aku punya, tetapi harganya sangat mahal." Blue tersenyum manis layaknya seorang pedagang melihat pelanggannya.


"Aku akan mengambilnya!" seru Terry.


"Lakukan sumpah darah untuk melayani Fairy Dance dan Raja Segalanya!" ucap Blue dengan suara pelan.


Pangeran kedua termenung, ia tidak bisa mengkhianati dewa yang telah dipuja kerajaan selama ini.


"Aku tidak bisa mengkhianati kepercayaan pada Dewa Ebisu, itu akan menentang kepercayaan kerajaan ini!" ungkap Terry.


"Oh, jadi dewa yang mengurungku disini namanya Ebisu. Sejujurnya aku dikirim kesini untuk menyelamatkan pulau ini, pilihan ada di tanganmu!" kata Blue.


Ekspresi Blue sedikit kecewa karena Terry sangat taat dengan Dewa Keberuntungan, sebenarnya ia ingin membuatnya menjadi perwakilan Fairy Dance di bawah laut.


...[Dewa Keberuntungan marah dengan tindakan anda.]...


Blue pergi ke tempat yang sepi, kemudian ia menatap langit dan berkata, "Aku akan terus memberinya penawaran menjadi pengikut Raja Segalanya. Itu juga akan menyelamatkan pulau yang kau lindungi ini!"


...[Dewa Keberuntungan tidak setuju, ia meminta anda membuat rencana lain.]...


"Tidak, aku memilih Terry untuk menjadi utusanku. Bukankah dengan adanya Terry menjadi utusanku akan menyelamatkan pulau kesayanganmu ini?"


...[Dewa keberuntungan mengatakan tidak, ia masih sayang dengan keturunannya. Ia meminta anda mencari cara selain membuat Terry menjadi pengikut Raja Segalanya.]...


"Kau sangat keras kepala. Terry akan menjadi pengikut Raja Segalanya, kalau protes turun saja dari tanah dewa dan selamatkan sendiri."


...[Dewa Keberuntungan marah dan mencoba menyegel poin keberuntungan anda.]...


...[Kelas Survivor Celah Dimensi telah memblokir kekuatan Dewa Keberuntungan, status anda tidak akan pernah bisa dipengaruhi olehnya.]...


"Haha, Aku bukan kacang yang akan pecah untuk kedua kalinya. Percayakan saja pulau ini padaku, aku jamin pengikut mu tidak akan berkurang banyak!" seru Blue memandang langit.