Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Kejadian


Raphael memang lebih kuat dari mereka semua, tetapi kemampuan bertarung dan kerjasama teman-teman Blue bukan main.


"Membunuhmu bukan sesuatu yang sulit, tapi melawan Zeus tidak semudah membalikan telapak tangan. Kami masih butuh tenaga mu!"


Blue mengucapkannya sambil melangkah ke arah Raphael yang masih memegang dadanya. Meskipun serangan Venom tidak terlalu mematikan, Raphael merasakan tubuhnya terkena racun yang tidak bisa ia sembuhkan.


Venom adalah keluarga Raja Iblis yang fokus pada racun, jadi sudah sewajarnya racunnya sangat bervariasi. Ditambah lagi Venom sudah berlatih di Dunia Buatan, jadi pengalamannya dalam racun telah meningkat pesat.


Yami mampu menahan serangan Raphael karena pedangnya tampak berbeda dari biasanya. Pedang itu ternyata hampir sama dengan pedang keadilan milik Raphael, Yami menyebutnya Pedang Kegelapan.


Tidak hanya timing mereka yang sangat tepat, tetapi menggunakan tenaganya benar-benar sangat efisien. Ditambah lagi serangan Serly yang bisa menghentikan regenerasi sepenuhnya selama beberapa menit.


Kulit wajah Raphael yang rusak tidak dapat menyembunyikan rasa kesalnya. Tidak hanya ia kalah melawan sekelompok semut, tetapi semut itu sekarang sudah menginjak wajahnya.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan?"


"Sudah aku katakan sebelumnya, tujuan kita adalah melengserkan Zeus!"


"Bukankah lebih mudah kalian berpihak pada Hades?" tanya Raphael yang mencoba mengendalikan regenerasinya.


Hades adalah musuh alami Zeus, keduanya saling memperebutkan tahta penguasa dunia. Karena Hades pernah kalah perang, rumor mengatakan bahwa ia masih terluka parah.


Namun ada beberapa desas desus yang mengatakan pasukan Hades sudah mulai bergerak. Karena itulah Raphael harus segera menemukan Buku Neraka untuk memanggil pasukan.


"Hades memang sangat kuat, tapi jika dia menjadi penguasa dunia, akan ada lebih mau banyak penderita manusia!"


Seperti yang dikatakan Blue, Hades memanfaatkan manusia untuk kesembuhannya dan kekutan pasukan setianya. Kadang kala ia mengorbankan manusia untuk meningkatkan energi yang terkandung dalam jantung abadi miliknya.


Blue dan Raphael tidak tahu dimana jantung abadi milik Hades, yang pasti dia tidak akan pernah mati sebelum jantung itu dimusnahkan.


Raphael dan Blue duduk bersebelahan, keduanya membahas rumor dan cara yang mungkin dilakukan untuk mengalahkan keduanya.


"Aku tidak ingin melawan Hades!" ungkap Raphael menunjukkan sikapnya.


"Tunjukkan aku alasannya."


Blue tidak ingin kehilangan kekuatan Raphael, dia masih membutuhkan orang kuat untuk membentuk pasukan solid.


Raphael mengatakan bahwa Hades lebih mengerikan dan kejam dibanding ayahnya. Tujuannya hidup hanya untuk membalas dendam ibunya pada Zeus.


"Apa kau takut?" tanya Blue dengan nada provokasi. Tentu saja itu disengaja, Blue hanya ingin memancing emosi Raphael.


"Iya aku takut!"


Siapa yang menyangka Raphael menyatakan kekalahannya dengan begitu mudah. Hal ini diluar pengetahuan Blue, jadi ia harus memutar otaknya lagi.


"Bukankah memberikan kekuasaan pada Hades dapat menimbulkan kepunahan manusia?" tanya Blue yang sudah memastikan bahwa Raphael adalah manusia setengah dewa.


"Aku tidak peduli, jangan libatkan aku dalam perang kalian melawan Hades!"


Blue menghela napas panjang, otaknya sedang berpikir keras untuk mencari jawaban yang paling masuk akal. "Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini, apa kau tahu penyebab ibumu mati?"


"Bukankah sudah jelas, Zeus membunuh ibuku!"


Senyum muncul di wajah Blue, kemudian ia menggelengkan kepalanya. "Apa kau tahu alasan mengapa Zeus membunuh ibumu?"


Raphael tidak tahu alasan pastinya, tetapi sumber yang ia dapatkan tidaklah sempurna. "Jadi apa penyebab aslinya?"


Blue menjelaskan kejadian yang ia baca di buku sejarah Domain Dewa. Zeus membunuh istrinya tercinta karena dipaksa tanah dewa, hal itu dilakukan untuk menyelamatkan nama semua orang.


Karena Keluarga Raphael terdesak, ibu Raphael mengerahkan pasukan Olimpus yang paling kuat untuk membantu mereka. Herkules, Athena dan berbagai nama terkenal lainnya ikut andil dalam peperangan.


Sampai akhirnya Keluarga Raphael mendapatkan kemenangan atas tanah perebutan, Athena yang bijaksana membuat pertarungan tampak sangat mudah.


Namun dendam Hades tidak dangkal, mereka menunggu pasukan Olimpus kembali ke asal mereka. Tepat ketika mereka kembali, Hades dan kelompoknya langsung membantai semua manusia di keluarga Raphael.


Ibu Raphael yang marah besar membuat kabar palsu untuk menjatuhkan semua pasukan Olimpus termasuk Athena.


Awalnya rencana licik ibu Raphael tidak diketahui Zeus. Namun setelah anaknya tinggal 2, Zeus menemukan bahwa Ibu Raphael adalah dalang dibalik semua kekejaman yang terjadi. Bahkan anak terkuatnya yang bernama Athena harus mendekam di ruang tanpa batas.


Bahkan Zeus yang memiliki kekuatan waktu tidak akan bisa menemukan Athena yang jauh di sana. Karena Athena adalah anak kesayangan Zeus, tanpa pikir panjang pria tua itu langsung memenggal kepala Ibu Raphael di depan putranya.


"Apa sekarang kau mengerti masalah sebenarnya, Zeus sebenarnya bukan musuhmu. Namun ibumu sendiri yang menjadikan situasi ini!"


"Tidak, aku tidak percaya padamu!"


Tiba-tiba sosok pria gendut yang bersimbah darah di sekujur tubuhnya terjun dari langit. Tanpa merasakan sakit, pria itu langsung membetulkan pernyataan Blue.


"Benar yang dia katakan."


Blue langsung menarik Dual Secret Sword dan memberikan kode pada rekan-rekannya. Musuh di depannya bukan seseorang yang mudah dikalahkan.


"Tenanglah, aku tidak ingin membunuh kalian. Jadi kapan kau naik ke tanah dewa?" tanya pria gendut sambil membersihkan darah di tubuhnya.


"10 tahun, itu waktu yang aku butuhkan." Blue dengan santainya menjawab pertanyaan sosok pria di depannya.


"Oh, 10 tahun. Baiklah, kabari aku kalau kalian sudah naik ke tanah dewa."


Raphael mengayunkan Pedang Keadilan ke arah pria gendut. Kekuatan Raphael di dorong hingga titik maksimalnya, bahkan ayunan itu lebih kuat dibandingkan pertarungan melawan Blue.


Dengan santai pria gendut itu menghentikan serangan Raphael dengan tangan kirinya. "Sudahlah bocah, jangan membuat keributan. Aku hanya ingin menyapa kalian."


Blue langsung tersadar dengan nada suara malas tapi sangat kuat. Dimasa depan akan ada acara Domain Dewa untuk mengalahkannya, tetapi tidak ada satupun pemain yang berhasil membunuhnya. Meskipun hanya sebuah tiruan dari monster itu, pemain terbaik dunia tidak bisa mengalahkannya. Monster itu tidak lain adalah Baal sang pangeran Neraka.


"Apa yang dilakukan pangeran neraka ke dunia bawah?" tanya Blue dengan senyum tipis.


"Hoo... Kau mengenaliku. Sungguh manusia yang mengejutkan, gunakan Buku Neraka untuk memanggilku!" kata Baal menunjuk Dual Secret Sword.


"Sepertinya menarik, apa kau akan membantuku membunuh Zeus?"


"Tentu saja, tapi berikan aku waktu mencerna dua anak Zeus. Sialan pak tua itu membuat luka yang cukup dalam."


Seperti yang dikatakan Baal, dua anak Zeus yang tersisa dimakannya. Jadi tidak ada keturunan langsung pria malang yang disebut penguasa dunia itu.


"Apa kau bertarung dengan Zeus?"


"Tentu saja aku bertarung dengannya, kemampuan petir dan waktunya sangat merepotkan. Sebelum menghadapinya jangan lupa panggil aku dengan Buku Neraka!"


Nada Baal tampak marah, bisa dibilang Zeus mengalahkan dengan dua kemampuan terbaik musuhnya. Meskipun begitu, Baal adalah monster yang sesungguhnya.


Dia sendirian mendatangi istana Zeus dan berhasil membunuh dua putra mahkota kemudian melarikan diri tanpa kehilangan nyawanya.


Blue tidak bisa menghentikan Baal pergi, ia hanya bisa memegang perkataannya. Jika diperlukan, Blue pasti akan memanggil monster gila bernama Baal itu.


Meskipun resikonya sangat besar, setidaknya Raphael dan Blue bisa membalas dendam pada Zeus.