Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Sarang Monster


Terry menceritakan semua tindakannya di depan raja yang sekarat. "Ayah, aku melakukannya untuk kebaikan kakak."


"Aku tidak menyalahkan tindakanmu, tetapi apa informasi itu dapat dipercaya?" tanya raja yang berbaring di atas kasurnya.


"Aku berani bersumpah semua yang aku katakan benar adanya!"


"Kalau begitu mungkin Dewa Ebisu sudah meninggalkan kita," ucap raja dengan suara lemah.


Sebuah suara terdengar dari arah jendela. "Sebenarnya ia tidak meninggalkanmu, tetapi karena kondisinya tidak memungkinkan untuk membantu kalian anak cucunya."


Sumber suara itu tidak lain dari Topeng Setan yang menolong pangeran kedua. Blue sengaja memalsukan identitasnya untuk alasan tertentu.


...[Dewa Keberuntungan berterima kasih karena menepati janji anda.]...


Blue sekarang bisa memastikan bahwa penyamarannya tidak bisa membohongi para dewa. Jadi penggunaan topeng setan sangat tidak berguna di tanah dewa.


"Kau muncul lagi, terima kasih telah menyelamatkanku tempo hari!" seru pangeran kedua dengan suara keras.


"Tidak perlu berterima kasih, tugasku disini membantu kalian menyelamatkan pulau. Karena Blue terlalu lemah, ia tidak mungkin bisa menang melawan pangeran ketiga atau keempat. Jadi aku muncul untuk menyelidiki situasinya."


Blue mencoba menjelaskan situasinya, mungkin Yami dan Rafaela bisa menandingi pangeran ketiga. Namun itu sangat beresiko jika pangeran keempat ikut dalam pertarungan.


Raja mencoba bertanya, "Apa tidak ada cara untuk menyelamatkan mereka berdua?"


"Mereka sudah menjadi Raja Iblis, sulit untuk menariknya kembali menjadi manusia." Blue menjawab dengan suara pelan.


"Huh, sangat disayangkan. Kelima anakku saling bertarung dan menyisakan satu yang masih berbakti padaku." Raja sedikit menyesal membuat sayembara perebutan tahta.


"Ayahanda jangan bergerak dulu," kata Terry yang melihat ayahnya mencoba membangunkan badannya.


"Tidak apa-apa, mungkin ini memang sudah takdirku untuk mati lebih cepat."


Blue tersenyum tipis di balik topengnya. "Aku mempunyai cara untuk menyembuhkan penyakitmu, tetapi harga yang harus aku bayar sangat mahal."


Raja mengalihkan pandangannya ke pria bertopeng di dekat jendela. "Berapa yang harus aku bayar?"


"Aku tidak tahu, setidaknya butuh 6 bulan atau lebih untuk mencari penawarannya. Itupun kalau bahannya muncul di pelelangan."


Blue tidak mau menyembuhkan raja secara langsung karena ia harus memanfaatkan sarang monster untuk naik level lebih cepat.


Perlu diketahui, ternyata sarang monster di pulau bawah tanah bisa menyesuaikan levelnya dengan penantang. Blue menyadarinya setelah melawan harimau di sarang monster, karena menurut informasi itu monster paling kuat di kota bawah laut.


Sekarang Blue level 220, itu jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Setelah naik satu level, Blue akan keluar sarang monster dan masuk kembali. Hal itu menyebabkan harimau yang ia hadapi akan 5 level diatasnya.


Meskipun levelnya naik, harimau tersebut tidak berubah banyak. Sehingga Blue bisa menghasilkan poin pengalaman maupun status tanpa batas.


"Itu lebih baik daripada tidak. Baiklah, aku akan membayar apapun yang kamu minta jika berhasil membawa obatnya." Raja mulai bersemangat karena mendapat petunjuk untuk kesembuhannya.


Sebenarnya Blue hanya perlu menggunakan 15 juta energi kehidupan untuk melepas kutukan iblis di tubuh raja. Namun ia harus menaikkan levelnya sebanyak mungkin terlebih dahulu.


...[Dewa Keberuntungan memaksa anda segera menyembuhkan raja dan memulihkan kerajaan.]...


"Aku akan mengumpulkan informasi dulu, semoga hari kalian menyenangkan!" ucap Blue sambil melompat dari jendela yang ada di lantai 3.


Sesampainya di tempat sepi, Blue mendongak melihat langit. "Apa kau pikir aku bodoh dan menyembuhkan raja begitu saja. Bagaimana jika raja itu mengepungku dan memaksaku menyembuhkan semua manusia disini?"


...[Dewa Keberuntungan menjamin itu tidak akan terjadi.]...


"Sudahlah, raja masih punya banyak waktu. Aku akan menyembuhkan kutukannya setelah level 250." Blue segera menuju sarang monster harimau, ia berburu terus menerus untuk mendapatkan poin pengalaman.


Ditambah lagi ia akan mendapatkan 1 poin status setiap 10 ribu kombo serangan. Bisa dibilang karakter Blue jauh lebih kuat dari levelnya.


"Mari lihat poin status yang sudah aku dapatkan?" ucap Blue dengan santai di depan ruang bos.


...[Poin Status : 5234.]...


"Wow, sangat melimpah padahal aku baru naik 12 level." Blue merasa senang dengan statusnya yang gila.


Tanpa pikir panjang ia memasukkan 3000 ke Daya Tahan atau VIT. Kemudian menambahkan Kekuatan atau STR 2000 poin.


Meskipun Blue tidak butuh kerusakan yang besar, ia masih memikirkan masa depan dan banyaknya monster yang mempunyai pertahanan lemah.


...[Nama : Blue...


...Kelas :...


...1. Pendekar Pedang (Mistik) ....


...2. Sword Saint (Mistik) ....


...3. Survivor Celah Dimensi (~, pemain tidak akan pernah bisa mendapat kelasnya lagi, kecuali tingkat Legenda atau diatasnya)...


...4. Pendekar Jiwa(Rendah)....


...Ras : Demigod...


...- Pandai Besi (Ahli)(Pandai Besi yang Terlupakan)...


...- Arsitek (Mahir)...


...- Koki (Ahli)...


...-Pembuat Simbol (Mahir)...


...-Tamer (Mahir)...


...Level : 222 (80%)...


...Kekuatan : 12310...


...Pertahanan : 4198...


...Kelincahan : 15737...


...Daya Tahan : 10370...


...HP : 600 ribu...


...[Poin]...


...Poin Status : 234...


...Poin Skill : 6700...


...Poin Profesi : 23208...


...[Demigod - Raja Segalanya]...


...Pengikut : 89,7 juta....


...Energi Kehidupan : 89 miliar....


...(Poin Pengalaman +89.716%)]...


Blue tersenyum manis melihat statusnya yang jauh melebihi pemain top dunia. Bahkan level 350 tidak akan bisa mendapatkan status setinggi ini.


"Apa ini keuntungan pemain yang mengetahui segalanya, Haha!" seru Blue yang masih berdiri di depan pintu masuk bos monster.


Karena tidak mau membuang waktu, Blue mendorong pintu masuk bos monster. Matanya terbuka lebar karena monster yang ia hadapi berbeda dari sebelumnya.


"Tidak mungkin, harusnya Harimau Putih tidak ada disini!" seru Blue dengan mata terbelalak tidak percaya.


Monster setinggi 5 meter berdiri tegap didepannya. Harimau harusnya berdiri dengan empat kaki, tetapi harimau putih sedikit istimewa. Monster itu lebih senang berdiri dengan dua kaki layaknya manusia.


"Dimana aku?" tanya harimau putih yang bingung.


Blue tambah bingung karena ia juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. "Apa kau bos monster?" tanyanya yang memastikan kebenaran.


Seingatnya, Harimau Putih adalah salah satu Demigod yang gugur ketika perang besar melawan dewa. Jiwanya hancur dan tidak mungkin dibangkitkan lagi ke dunia, Blue bisa mengetahuinya karena menonton pengantar terbentuknya Domain Dewa.


"Lancang, kau pikir aku bos monster yang mudah dikalahkan!" seru Harimau Putih sambil melepaskan auranya. Namun kekuatannya benar-benar hilang dan menyisakan beberapa diantaranya.


Blue mengerutkan kening karena tekanan monster didepannya yang tidak lebih kuat darinya. "Mungkin jiwamu telah terbentuk lagi dan berkahir sebagai bos monster di sarang ini."


"Siapa yang menciptakan sarang monster ini?" tanya Harimau Putih sambil menyusutkan tubuhnya setinggi manusia biasa.


"Aku tidak tahu, tetapi kota bawah tanah ini milik Dewa Ebisu!" jawab Blue dengan suara tenang, ia tidak perlu takut dengan monster didepannya karena itu hanya sepotong jiwa.


"Bajingan, ternyata bocah kecil itu yang berhasil naik ke tanah dewa. Rasanya sia-sia aku berjuang puluhan ribu tahun, sialan!"


"Dibutuhkan keberuntungan yang sangat tinggi untuk mencapai tanah dewa di zaman dulu. Ebisu bisa naik karena keberuntungannya sangat tinggi."


"Memang apa julukan bocah Ebisu itu?"


"Dewa Keberuntungan."


"Ais, keberuntungannya sangat tinggi!"


"Ya begitulah." Blue tidak bisa mengobrol terlalu lama, ia menarik dua pedang dari punggungnya. Matanya menatap tajam ke arah bos yang punya badan lebih kecil.


"Tunggu, tunggu. Aku Byakko mahkluk mitos seharusnya kau mengenalku!" ucap harimau putih.


"Tentu saja aku mengenal Byakko sang penjaga barat. Namun sekarang aku harus cepat-cepat menaikkan levelku."


...[Dewa Keberuntungan ingin anda mengucapkan permintaan maafnya pada Byakko.]...


"Heh?"