
Blue sampai di bengkel pandai besi Desa Koral, ia melihat Gandring berbicara dengan Aden.
"Bagaimana kamu bisa menciptakan senjata Epik dengan mudah?" tanya Gandring penasaran.
"Yang terpenting itu jiwa penempaan, semua alat ini diciptakan hanya untuk mempercepat proses pembuatan."
Jawaban Aden membuat Gandring mengingat masa mudahnya. Kala itu ia membuat pedang dengan sepenuh hati. Meskipun hasilnya tidak sebagus sekarang, ia merasa bahwa masa mudanya lebih berwarna dibandingkan dengan masa tuanya ini.
"Bagaimana caramu terus bekerja keras, padahal dengan usaha seadanya bisa membuat senjata langka?" tanya Gandring dengan ekspresi serius. Ia membutuhkan jawaban yang bisa membangkitkan jiwanya.
"Semua orang memiliki jalannya sendiri, aku terus berusaha keras karena Tuan Blue menyelamatkan ras kurcaci dari kepunahan. Sekarang semua ras kurcaci di Benua Tengah telah menetapkan Desa Koral sebagai rumah mereka."
Aden mengingat krisis yang dialami ras kurcaci, Blue berhasil membuat rencana dan menyelamatkan mereka semua. Semua ras kurcaci di Benua Tengah mengakui Blue sebagai Dewa Segalanya.
Gandring belum puas dengan jawaban Aden, ia mencoba melemparkan beberapa pertanyaan sulit. Namun Aden selalu menjawab dengan melibatkan kepercayaannya pada Raja Segalanya atau Blue.
"Mengapa kau sangat mempercayainya, bagaimana jika dia mengkhianati kalian semua?" tanya Gandring dengan suara pelan.
Aden tersenyum manis. "Aku tidak peduli, kalau beliau memang mengkhianati kita apalah daya. Aku hanya melakukan apa yang bisa dilakukan dan melupakan sesuatu yang sulit seperti itu."
Jawaban Aden membuat pikiran Gandring sedikit terbuka, meskipun ia pernah dikhianati oleh muridnya sendiri, sekarang ia mempunyai kepercayaan yang cukup tinggi untuk memulai.
"Baiklah, terima kasih. Aku akan segera menemuinya."
Aden yang bisa merasakan kehadiran Blue langsung melirik ke luar jendela. Blue memberi kode supaya mengajak Gandring untuk menempa sebuah pedang atau armor.
"Mengapa terburu-buru, ayo lakukan beberapa penempaan untuk mengasah kemampuanmu dengan teknologi ini." Aden menghentikan Gandring untuk pergi.
"Bukannya bengkel sudah tutup, aku melihat semua orang sudah pulang."
Aden menunjuk jam dinding. "Pukul 17.00 mereka semua akan kembali dan melakukan eksperimen untuk meningkatkan skillnya."
Karena Aden belum berkeluarga, ia menjaga bengkel siang dan malam. Sedangkan kurcaci lainnya kembali ke keluarganya sebentar dan kembali ke bengkel untuk eksperimen.
Sesuai perkataan Aden, tepat pukul 17.00 semua pandai besi membawa bahan mereka sendiri dan menempa.
Gandring membatu melihat lebih dari 300 kurcaci menggunakan tempat mereka untuk menempa barang. "Apa mereka tidak punya waktu luang untuk istirahat?"
"Semua orang disini memiliki prioritas mereka sendiri, jika ingin istirahat aku tidak akan melarangnya. Bos hanya ingin melihat kita bekerja dengan baik, ia tidak meminta kita bekerja keras."
Pernyataan Aden mempunyai dua arti yang bertolak belakang. Jika orang yang mendengarnya pemalas, mereka akan bekerja semampunya, tetapi jika yang mendengarnya adalah pekerja keras, mereka akan menjadi orang yang sangat hebat.
Aden mengajari kakek tua bernama Gandring tere, mereka bekerja sama untuk menciptakan sebuah senjata yang mungkin bisa dijual.
Perlahan tapi pasti, Gandring mulai tersenyum ketika menempa besi. Ekspresi semakin bahagia ketika menemukan jiwa penempaan yang selama ini sudah hilang.
Meskipun hasil akhirnya hanya barang tingkat Epik, Gandring merasa senang dalam prosesnya.
"Apa semua senjata yang dibuat dari bahannya sendiri akan diberikan pada perusahaan?" tanya Gandring.
"Tentu saja tidak, Jessica menawarkan untuk membeli barang tingkat Epik atau diatasnya. Namun pekerja mempunyai pilihan untuk menjualnya ke orang lain atau menjualnya sendiri."
Blue sudah menarik seseorang yang seharusnya mati di kehidupan sebelumnya. Ia tersenyum di hadapan Aden dan Gandring.
"Sepertinya kalian menikmati suasananya."
Aden memberikan salam beladiri untuk menghormati tuannya. "Bos, pekerjaan hari ini melebihi target seperti biasa. Nona Jessica telah memproses semua senjata beberapa saat yang lalu."
"Aku sudah meninggalkan urusan bisnis padanya. Jadi tidak perlu melaporkan situasinya. Toh aku selalu memperhatikan kalian dari kejauhan."
Blue meninggalkan mereka berdua, ia mendekati beberapa pandai besi dan memberikan arahan untuk membangun kepercayaan dirinya. Meskipun Blue hanya seorang pandai besi tingkat Ahli, pengalamannya sangat melimpah.
Dengan Mahkota Raja yang terpasang di lengannya membuat semua pandai besi menghasilkan barang yang memuaskan. Meskipun tidak semuanya bisa diberikan bimbingan, Blue berhasil mendorong semangat semua orang untuk terus maju.
Gandring berlutut di depan Blue, ia menyatakan bahwa seluruh hidupnya akan melayani Fairy Dance dan Raja Segalanya.
"Aku menantikan kerja kerasmu," kata Blue dengan senyum manis.
"Tuan, bisakah aku bekerja disini untuk sementara?" tanya Gandring.
"Aku berencana menempatkan mu di Desa Abidzar, tetapi pengalamanmu tentang teknologi ini kurang. Jadi tinggallah disini selama sebulan," jawab Blue.
"Terima kasih, Tuan!"
Gandring terlihat senang mendengar jawaban tuanya. Ia merasa tubuhnya telah pulih dari semua luka lama.
Setelah menyelesaikan semua tugasnya, Blue pergi keluar bengkel. Ia kembali ke Desa Abidzar untuk menemui Liem dan Kitty.
Sebelum melanjutkan perjalanan, ia melihat perlengkapan yang ia gunakan selama ini.
...[Perlengkapan yang dipakai Blue :...
...Kostum : Jubah Raja Api...
...Baju : -...
...Kepala : Mahkota Raja...
...Celana : -...
...Tangan : -...
...Kaki : -...
...Senjata : Dual Secret Sword...
...Kalung : Kalung Kartanegara...
...Gelang : Gelang Dewa...
...Cincin : Cincin Wibawa - Raja Kartanegara...
...Anting : Anting Roh Hijau.]...
"Aku baru sadar tidak pernah memakai armor dan beberapa item lainnya. Apa aku harus membuatnya?" gumam Blue melihat peralatan yang ia pakai saat ini.
Belum lagi banyak barang berharga lainnya yang tidak digunakan. Blue harus mencari cara untuk memanfaatkan semua persediaannya.
Bee muncul dari ruang penyimpanan. "Mengapa kau tidak mencoba menggabungkan barang yang sangat banyak itu?"
Perlu diingat, Blue punya beberapa barang yang tidak digunakan. Ada Cincin Rate, Cincin Darah, Kalung Raja Kepiting, Kalung Arta, dan lain sebagainya.
"Menggabungkan barang tingkat epik ke atas tidak bisa dilakukan pandai besi ahli sepertiku. Diharuskan adanya Maha Guru atau mungkin dewa."
Bee menggelengkan kepala. "Apa aku mengatakan bahwa kamu harus menggabungkan barangnya secara kasar. Tentu saja maksudku adalah menggabungkan barang mu di Kolam Dewa Cahaya."
Blue ingat identitas Bee yang sebenarnya, tetapi ia harus berhati-hati menghadapi Dewa Cahaya. "Dimana tempatnya?" tanya Blue dengan suara pelan.
"Benua Timur, lebih tepatnya di ujung timur."
Blue memang berencana ke Benua Timur, tetapi dengan levelnya ia merasa ada yang harus dipersiapkan terlebih dulu. Liem dan Kitty harus level 200 keatas dan Yami bisa menghadapi Raja Iblis tingkat 7 atau di bawahnya.
"Baiklah, aku akan memikirkannya. Namun saat ini bukan waktu yang baik untuk melakukan perjalanan ke Benua Timur."
Blue harus mencari perlengkapan yang memadai, ia mencoba mengingat semua tempat di Benua Tengah, Utara, Selatan, dan Barat.
"Sepertinya Armor Naga Petir akan menjadi barang yang bagus." Blue bergumam pelan, tetapi Bee mendengarnya di sebelah.
"Armor Naga Petir mengharuskan 5 orang masuk kedalam sarangnya. Ditambah lagi Naga Petir tidak terlalu ramah dengan manusia." Bee mengungkapkan pengetahuannya.
"Aku memiliki cara untuk mengalahkannya, fokus utamanya sekarang adalah membantu Liem dan Kitty level 200 atau diatasnya."
Blue meminta Yami dan Rafaela membantu melakukan level up. Liem dan Kitty akan berburu di ujung barat Benua Tengah.
Banyak monster terbang yang memberikan poin pengalaman ganda, jadi Kitty dan Liem akan sangat mudah memburu monster di sana.
Disisi lain, Blue masuk kedalam bengkel. Ia mencoba membuat pelengkapan dengan ingatannya.
Meskipun tanpa desain ataupun gulungan tempa, Blue bisa membuat semua peralatan karena pembaruan sistem sebelumnya.
Ia segera mengeluarkan palu dan menempa peralatannya secara manual. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk menciptakan perlengkapan terbaik.
Perlu diingat, sebuah peralatan mempunyai 12 tingkat. Jadi Blue berusaha membuat Baju, Celana, Tangan, dan Kaki. Setidaknya ia harus membuatnya berada di tingkat Epik atau diatasnya.
...[Tingkat Peralatan :...
...1. Rendah...
...2. Biasa...
...3. Tinggi...
...4. Langka...
...5. Epik...
...6. Unik...
...7. Legenda...
...8. Mistik...
...9. Dewa Rendah...
...10. Dewa Menengah...
...11. Dewa Tinggi...
...12. Maha Kuasa.]...
Tingkat peralatan sama dengan tingkatan kelas, jadi Blue bisa dengan mudah menghafalnya.