
Blue tersenyum manis dan mengatakan, "Aku tidak akan melakukan pertarungan tanpa perhitungan. Jadi tunggulah kejutan yang akan terjadi."
Setelah cukup lama berbincang dengan Raza, Blue segera meninggalkan tempat itu bersama dengan beberapa simbol yang otomatis menyala jika ada penyusup selain anggota Fairy Dance.
Berita tentang jalur Benua Selatan dan Benua Timur sudah tersebar di kedua benua. Fairy Dance menjadi pembicaraan hangat karena telah menguasai dua jalur bolak balik.
Beberapa aliansi super guild telah melakukan pertemuan tertutup untuk menyikapi kemunculan Jalur Antar Benua.
Keluarga Gong adalah kelompok pertama yang ingin merebut jalur antar benua, mereka memang memiliki permusuhan dengan Fairy Dance sejak lama.
"Aku tidak ingin ikut perebutan jalur, lebih baik aku datang ke Fairy Dance dan menjalin kerja sama." Seorang wanita cantik berambut biru mengungkapkan pendapatnya. Ia adalah salah satu dari 25 super guild terkuat di Domain Dewa.
"Pengecut, kau masih saja diam setelah semuanya terjadi. Apa kau memikirkan nama dewan ini sudah tercoreng karena mu!”
"Tidak akan ada yang berani mengkritik kita, yang tercoreng itu namamu!” bantah sosok wanita berambut biru.
Pria yang memprovokasinya adalah perwakilan dari Keluarga Gong, jadi sudah dipastikan mereka akan mendesak dewan perkumpulan melawan Fairy Dance. Ditambah lagi ia mempunyai banyak kekuasaan di Benua Timur, menghancurkan Fairy Dance bukan masalah besar untuknya. Namun sekarang ada kejadian yang menghambat rencananya.
"Itu hanya sebuah Jalur Penghubung, kita bisa mengalahkan Bos Dunia sendiri!” teriak salah satu pendukung Keluarga Gong, ia tidak lain adalah Keluarga Shan Mi
"Awalnya aku tidak terlalu tertarik, tetapi kita tidak bisa membiarkan kelompok kecil itu menguasai Domain Dewa. Keluarga Ma akan mendukung keluarga Gong memusuhi Fairy Dance!” kata seorang tetua berambut putih, Ma Yu.
"Fairy Dance memang sudah kelewatan, aku akan bergabung.” Seorang wanita muda bernama Yun Xie.
Sosok wanita memakai cadar mengangkat tangannya, ia adalah perwakilan dari keluarga Long. Namanya memang tidak terlalu terkenal, tetapi semua orang memanggilnya nenek tua gila, Long Sha.
4 Keluarga kuno saling mendukung, mereka semua mendukung keluarga Gong karena tidak pernah bersentuhan langsung dengan Fairy Dance. Sedangkan 19 perwakilan lainnya tidak menyatakan sikap dan memilih netral, hanya ada satu kekuatan yang akan berkabung dengan Fairy Dance, mereka adalah super guild Spektre.
"Lakukanlah sesukamu, aku tidak akan memusuhi Fairy Dance. Setidaknya kami punya hubungan harmonis dengan Jesicca dan Leon.” Guild Spektre menyatakan sikapnya untuk mendukung Fairy Dance, jadi pertemuan ini tidak menghasilkan suara bulat.
Pertemuan mendadak ini tidak memutuskan apapun, keluarga Gong dan kelompoknya akan membuat pergerakan sendiri. Sedangkan sosok wanita dari Spektre langsung menghubungi Jesicca dan mengatakan bahwa keluarga gong akan membuat kerusuhan.
"Terima kasih informasinya, tapi pria yang lebih merepotkan sudah ada disana. Lebih baik kau menemuinya.” Jesicca menyarankan temannya itu menemui Blue yang sudah ada di Benua Timur.
"Siapa dia?"
"Blue!”
"Aku pernah mendengar nama itu, tapi apa dia memang sehebat itu?”
"Apa kamu pernah mendengar 2 Jalur Penghubung diselesaikan oleh satu orang saja?” tanya Jesicca sambil tersenyum manis.
Karena mereka melakukan panggilan video, sosok wanita berambut biru sedikit bingung. "Tidak mungkin ada yang bisa menyelesaikannya!”
Senyum Jesicca tidak hilang, hal itu membuat sosok wanita berambut biru menghentikan pernyataannya. "Apa kau serius?”
"Tidak ada yang mustahil, dia sudah membuktikannya. Aku akan menghubunginya untuk menemui mu, mungkin ada kesempatan bagus untuk kerja sama kita.”
"Bagaimana kerja sama kita?”
"Sudah diputuskan, Spektre dan Fairy Dance akan mengelola Jalur Benua Timur dan Selatan.
Datanglah ke titik koordinat ini, temui Reza dan katakan perwakilan dari Spektre.”
"Seperti yang diharapkan dari nona Jesicca."
Jesicca harus bersikap formal karena Spektre bukan super guild biasa, mereka punya 2 cabang super guild di 2 benua. Artinya mereka punya 2 dari 5 kelompok yang sudah menyentuh super guild.
Untuk mengembangkan sebuah kekuatan menjadi super guild tidaklah mudah, Fairy Dance saja hanya bisa menyentuh super guild di Benua Tengah. Sedangkan benua lainnya paling baik guild tingkat satu saja.
Margareta langsung melakukan perjalanan ke ujung selatan Benua Timur, ia ingin menemui Reza untuk menanyakan kesediaannya mengelola Jalur Benua Timur dan Selatan. Setelah berjalan beberapa hari, ia melihat seorang pemain dengan jubah berwarna merah di tengah padang pasir.
Matanya sedikit menyempit karena semua orang di dalam kelompoknya tidak bisa diidentifikasi, tapi Margaret tahu bahwa hanya ada satu pemain di kelompok itu. Tangannya langsung menghentikan kelompok Spektre.
"Tunggu, mari kita sapa dia dulu.”
Sosok pria itu tidak lain adalah Blue. Karena melihat Margareta menghampirinya, Blue sedikit waspada.
"Apa yang bisa saya bantu, Nona?” tanya Blue dari jarak 5 meter.
"Aku hanya ingin menyapa seseorang yang berhasil menjelajah tempat jauh ini. Kira-kira dengan siapa aku berbicara?” tanya Margaret dengan suara lembut.
"Aku mendengar di Benua Timur menjunjung tinggi sopan santun, bukankah tidak sopan menanyakan nama tanpa memberitahu namamu sendiri?”
Perkataan Blue mengundang amarah dari kelompok Margareta, seorang pria yang selama ini menutup matanya langsung mengayunkan lengannya. Pedang panjang dengan kecepatan tinggi langsung memotong lawan, tetapi pedang itu tiba-tiba patah tanpa sebab yang jelas.
Setelah diperhatikan lebih cermat, sosok wanita memasukkan pedangnya dengan pelan. Matanya yang memancarkan permusuhan mulai melepaskan energi dalam tubuhnya, pemuda yang melepaskan serangannya langsung terkena serangan fatal. HP yang awalnya hijau langsung berubah merah.
"Sepertinya ada sedikit salah paham disini, jadi tolong maafkan kami. Aku Margareta dari guild Spektre.”
Blue tersenyum dan mengulurkan tangannya. "Maafkan kekerasan rekanku, aku Blue dari Fairy Dance. Aku dengan kita menjalin hubungan yang cukup erat.”
Margareta sekarang mengerti mengapa Jesicca mengatakan sosok Blue sangat misterius dan kuat. Mata Dewa miliknya sama sekali tidak menampilkan tulisan apapun, berbeda jika seseorang menyembunyikan kekuatannya.
Pengalamannya mengatakan bahwa sosok yang tidak bisa diidentifikasi dengan Mata Dewa adalah sosok yang sangat kuat. Tidak terkecuali semua orang yang ada di depannya.
Uluran tangan Blue di sambut hangat Margareta. "Ya, kami juga yang salah menyerang dulu. Jadi apa yang ingin anda lakukan di gurun ini?”
"Aku mendengar banyak kadal padang pasir disekitar sini. Mungkin saja ada desa rahasia yang bisa di dapatkan pemain.”
Blue mengatakannya dengan gamblang, ia tidak ingin menyembunyikan maksudnya karena Jesicca sudah mengatakan bahwa Margaret adalah rekan mereka di Benua Timur.
"Kami sudah mencari di seluruh gurun, tidak ada desa yang bisa di dapatkan.” Margareta memberikan informasi terkait monster yang ada di gurun pasir.
"Terima kasih informasinya, aku yakin memang ada desa di sekitar ini. Apa kalian ingin bergabung?” tanya Blue memberikan penawaran.
"Sebuah kehormatan bisa berburu bersama anda. Jadi kapan kita akan bergerak?”
Margareta ingin menari informasi seberapa kuat pemain bernama Blue yang digagang-gadang sangat mengerikan. 7 orang di belakangnya tidak punya penolakan, mereka hanya mengikuti Margareta sesuai dengan tugasnya.
Blue memimpin kelompok itu menuju pusar gurun, Gate digunakan untuk menampung semua orang. Kelompok Blue melangkah seperti di halaman belakang rumah, mereka sangat santai, berbeda dengan Margareta dan kelompoknya.
Ekspresi terkejut diperlihatkan, seorang pemain bisa menciptakan sebuah portal tanpa menggunakan alat bantu. Setelah menenangkan dirinya, Margareta dan kelompoknya masuk ke dalam Gate.
Hal mengejutkan lainnya diperlihatkan, Naga Angin berubah wujud menjadi naga sebenarnya. Blue dan rekan-rekannya sudah naik di punggungnya.
"Ayo naik kesini, kita tidak punya banyak waktu untuk bersantai!” seru Blue dari punggung Naga Angin.
Margareta tidak bisa berkata-kata, seekor naga benar-benar muncul dan menjadi tunggangan kelompok Blue. Sampai akhirnya mereka terbang menggunakan alat khusus dan sampai di punggung Naga Angin.
"Sebaiknya kalian menggunakan prana untuk menahan tekanan anginnya.”
Sebelum perkataannya selesai, Naga Angin sudah mengepakkan sayap dan melesat dengan kecepatan penuh ke pusat gurun pasir. Margaret dan kelompoknya sempat tersentak dan menstabilkan dirinya menggunakan prana.
Blue dan rekan-rekannya dengan santai mengobrol tentang hal tidak penting sembari mempertahankan energinya supaya tidak jatuh ataupun terkena kerusakan karena tekanan angin.
Margareta duduk sambil mempertahankan konsentrasinya supaya prana yang digunakan tidak sia-sia. "Ini sudah di luar nalar!” gumamnya pelan. Ia mencoba menoleh ke belakang, matanya ingin keluar karena semua rekannya pingsan di ujung belakang.