Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Gagal


Peperangan mulai memanas, Fairy Dance dengan 12 ribu pasukannya berhasil menekan ratusan ribu orang dengan serangan dadakan. Blue yang awalnya bersembunyi mulai menunjukkan diri dengan topeng biasa berwarna hitam dengan aksen merah. Tidak lupa ia menggunakan 2 bayangan untuk meningkatkan kerusakan yang dimiliki.


Yami dan kelompoknya belom bergabung dalam pertempuran, mereka harus mundur untuk memastikan simbol pengurungan di wilayah Kota Yu berfungsi dengan baik. Dengan dua pedangnya, Blue menerjang barisan belakang untuk mengurangi tekanan dari para penyihir.


Ayunan pedang dari 3 Blue membuat semua penyihir kesakitan,  ketiganya bisa menggunakan Holy Slash terus menerus. Karena Blue tidak menggunakan MP, ia harus memastikan energi kekacauan dalam tubuhnya terus terkendali.


Rasyd melihat 3 orang yang menyerang bagian belakang musuh, ia segera mengetahui bahwa tiga pemain itu adalah Blue dan dua rekannya. Dia mulai bingung dengan rencana Queen yang menginginkan semua pasukan segera mundur setelah 10 menit.


“Heran, mengapa Queen meminta kita mudur. Padahal kita bisa mengurangi banyak musuh di wilayah ini!” seru Rasyd yang terdengar oleh pasukan musuh.


Segera setelah teriakan Rasyd terdengar, pasukan musuh mulai mundur dan menyesuaikan diri. Ketua pasukan mereka tahu ada jebakan yang sudah dipersiapkan Fairy Dance. “Mudur, jangan biarkan musuh bertindak sesuka hatinya!” seru Wise memberikan perintah.


Blue sedikit terkejut melihat seorang pemimpin yang mundur padahal menang jumlah, kali ini rencananya memancing semua pasukan Blacklist gagal. Dia segera memikirkan cara lain untuk memperbaiki kesalahannya.


Tiga bayangan langsung menggunakan gelombang kejut secara bersamaan, 20 penyihir penting langsung di kirim ke rumah kebangkitan. Queen sudah memerintahkan untuk menahan pasukan Blacklist yang ada di Kota Yu.


“Bos, ada yang aneh. Semua pasukan Blacklist bisa lolos karena pengaruh bangsawan kota!” seru Queen sedikit panik.


“Biarkan mereka lolos, aku akan memikirkan strategi lainnya. Untuk sekarang suruh pasukan mundur dan melatih keterampilan individu, aku melihat banyak pemain yang tidak bisa memaksimalkan kekuatannya di dalam medan perang.”


Sejalan dengan perkataan Blue, keterampilan perang besar yang melibatkan ribuan orang berbeda dengan pertarungan satu lawan satu. Karena pembaruan sistem yang mengharuskan pemain mengontrol kekuatannya, banyak anggota yang terluka karena keterampilan temannya.


Queen akan memberikan pengertian untuk perang selanjutnya, Blue akan membuntuti pasukan musuh dan mencari celah untuk mencuri persediaan lawan. Dia memanfaatkan keterampilan stealth untuk menyembunyikan dirinya.


“Bajingan apa kau yakin Fairy Dance sudah memasang jebakan?” teriak Wise sambil menarik kerah baju seorang prajurit.


“Aku mendengarnya sendiri dari Rasyd, ia mengatakan bahwa pemimpin Fairy Dance menyuruhnya mundur setelah 10 menit!” jawab prajurit dengan nada ketakutan.


“Sialan, ternyata mereka punya ahli strategi yang mengerikan.”


Seorang pria dengan wajah yang menawan mendekati Wise, ia adalah Venus Sang Ahli Strategi. Blue pernah mendengar namanya di guild super Jalan Surga, anehnya Venus ada di Blacklist untuk mengatur strategi.


“Tenanglah, mereka hanya menggertak, semua anggota inti Fairy Dance ada di Benua Tengah, jadi besar kemungkinan hanya sebagian anggota yang dikirim. Contohnya 3 orang yang membuat kerusuhan di barisan belakang.”


Venus menjelaskan kemungkinan terburuk yang akan di alami pasukan Blacklist untuk saat ini. Meskipun sedang dalam kondisi mengkhawatirkan, Venus tetap tenang dan menunjuk sebuah titik di utara Kota Yu.


“Mari serang mereka dari titik ini, seharusnya mereka tidaka akan menyangka karena Desa Pohon Runtuh ada di selatan Kota Yu,” lanjut Venus menyatakan strategi.


Blue menyeringai di balik pintu, ia mendengar semua percakapan anggota Blacklist dan mengirimkan pesan untuk segera menyiapkan pasukan penyergapan. Tidak sampai disitu, Blue juga sempat mendengar banyak taktik yang dibeberkan Venus.


Setelah pertemuan selesai, Blue segera mencari tempat persediaan barang pasukan Blacklist. Ia langsung mengambil semua barang dan menghilang dari pandangan semua orang, ia kembali ke Kota Yu untuk menemui Yami dan kelompoknya.


“Barang yang aku ambil kali ini tidak terlalu berharga, setidaknya masih bisa untuk mendanai pasukan Fairy Dance.” Blue segera memasukkan barang-barang ke tempat penyimpanan pasukan Fairy Dance.


Semua pasukan tampak ketakutan, mereka mendengar bahwa pemimpinnya sangat brutal dalam menghukum prajuritnya. Venus melihat tempat kejadian, ia tidak melihat sedikitpun petunjuk siapa yang mengambil. Sampai akhirnya ia melihat jejak kaki di pojok pintu dan langsung melihatnya.


Venus mendekati Wise dan membisikkan, “Ada pengkhianat dalam pasukan. Lihatlah jejak sepatu milik prajurit itu.”


Wise segera menoleh dan melihat jejak sepatu yang mirip dengan sepatu khas Blacklist. Wajahnya langsung merah dan segera berbalik, tetapi Venus menghentikannya.


“Jangan terlalu cepat, pasti pengkhianat itu akan melakukan aksinya lagi.”


Karena Wise percaya dengan strategi Venus, ia segera meredam amarahnya dan meminta guild pusat untuk mengirim persenjataan dan bahan-bahan makanan. Meskipun ini hanya permainan, seorang pemain harus makan setidaknya satu hari sekali. Hal itu digunakan untuk mengembalikan stamina yang terkuras.


Disisi lain Blue sudah sampai di restoran tempat Yami dan kelompoknya berkumpul. “Perang kali ini tampaknya cukup panjang. Queen terlalu lembut dan membiarkan banyak mata-mata dalam guild.”


“Mengapa tidak kita tangkap semua saja, Tuan?” tanya Liem.


“Untuk saat ini kita tidak bisa membuat kelompok lain tersinggung, mari selesaikan satu masalah dan segera beralih ke masalah lainnya.”


Liem sudah cukup level untuk memulai peperangan, Blue berencana membuat pasukan penyergapan di sisi lain. Queen dan pasukan Fairy Dance akan membuat blokade di timur laut Kota Yu, sedangkan Blue dan kelompoknya akan mencegat di barat laut. Perlu diketahui pasukan Blacklist berangkat dari timur Kota Yu.


Setelah hari sudah terang, pasukan Blacklist segera bergerak menuju utara kota yu. Sesuai perkataan Blue, terjadi pertempuran di timur laut Kota Yu.


Sedangkan prediksinya di barat laut juga benar, ada sekelompok pasukan beranggotakan 20 orang menyelinap. Venus yang tidak pernah muncul di pasukan akhirnya membuat sebuah gerakan, Blue dan kelompoknya tidak membuat pergerakan untuk sementara. Ia ingin mengamati apa yang ingin dilakukan Venus dengan anggotanya.


Setelah beberapa saat, Blue melihat simbol pemanggil monster. Ia masih memperhatikan setiap aliran energi untuk meniru jika suatu saat bisa dipraktikkan.


Tidak lama setelah Venus mengukir sebuah simbol pemanggil, ia memasukkan Batu Mana berwarna kuning untuk memberikan kehidupan pada monster panggilannya. Energi meledak dari arah barat laut Kota Yu, monster raksasa setinggi 10 meter meraung dengan suara yang mengerikan.


Langkah kakinya menggetarkan tanah dan matanya terlihat sangat merah. Blue bisa memastikan bahwa monster panggilannya adalah iblis yang belum sempurna, ia tidak pernah mendengar ada guild yang membuat iblis di Domain Dewa.


“Tuan, apa kita tidak menghentikannya sekarang?” tanya Liem.


“Tunggu, tujuan kita bukan untuk menyelamatkan Kota Yu.”


“Bukannya Kota Yu adalah markas Fairy Dance?”


“Bukan itu maksudku, tujuan kita adalah mengalahkan Blacklist bukan untuk melindungi kota. Biarkan perlindungan kota di urus oleh penjaga.”


Penjelasan Blue masuk akal, Liem dan rekan-rekannya mengikuti instruksi dengan baik. Mereka diam dan mengamati pergerakan monster. Venus mengendalikan perilaku monster, ia segera mengamuk dan menghancurkan dinding kota.


Penjaga kota yang katanya kuat langsung menyerang monster raksasa, mereka menembakkan beberapa meriam dan sihir dari menara. Sayangnya semua senjata pertahanan kota tidak efektif melawan monster buatan tersebut.


Blue tampak familiar melihat monster yang bisa merubah semua kerusakan menjadi 1. “Apa ini tiruan dari Bos Dunia?”