
Amir menjadi Guild Master Fairy Dance, ia mengembangkan guild tidak hanya di tanah dewa melainkan juga di dunia manusia dan neraka. Padahal Blue dengan tegas mengatakan Fairy Dance akan mengembangkan diri di tanah dewa.. Dari situ sudah sangat jelas, Amir adalah manusia serakah yang akan menguasai segalanya.
Hari berlalu tanpa ada kejadian khusus, Blue memanfaatkan waktunya untuk melatih reflek dan konsentrasinya.
Serly berhasil menerjemahkan simbol dan mengajarkannya pada Blue dengan bahasa yang bisa dipahami. Teknik pembuatan simbol Agnologia tidak berbentuk, jadi raja dari segala raja naga itu membentuknya menggunakan insting.
Namun dengan bantuan Uranus semuanya bisa diselesaikan tanpa kendala. Blue sendiri mendapat keuntungan karena sedikit memahami penderitaan Agnologia. Dari pembuatan simbolnya, Blue bisa merasakan emosi kesepian dan menginginkan kesenangan.
7 hari berlalu tanpa terasa, Blue masih menyiapkan beberapa batu mana. Namun sosok wanita dengan palu bertengger di pundaknya dan sayap berwarna ungu muncul di langit.
"Aku tidak tahu mengapa tuan Zeus menyuruhku menghadapi para kecoa ini!" katanya pelan.
Meskipun pelan, sosok pria berjubah merah api berhiaskan hitam dan emas muncul di depannya.
"Jadi kau Blue yang membuat keributan akhir-akhir ini?" tanya wanita yang tidak diketahui namanya.
Mata Dewa tanpa perintah langsung menyala, Blue bisa melihat nama dan rasnya saja.
"Dalam rangka apa kedatangan anda? putri dari kerajaan Gurun Pasir Siwa, Titania." Blue langsung menyebutkan nama, tempat tinggal, dan gelarnya sekaligus.
Titania mengerutkan alisnya, ia sudah mendengar bahwa para pemain memiliki kemampuan untuk melihat informasi dari targetnya. Namun mendengarnya langsung dari Blue masih tetap mengejutkan.
"Seperti yang diharapkan dari Blue, kedatanganku tentu saja ingin menghentikan pemberontakan kalian pada penguasa Zeus."
Titania tidak mau basa-basi, ia ingin segera menyelesaikan tugasnya dan kembali ke wilayahnya.
"Sayang sekali, putri Titania. Kami tidak ada niatan untuk mundur meskipun anda mengancam kami." Blue mencoba menjawab dengan suara pelan dan sopan. Namun tanggapan lawan bicaranya tidak sesuai ekspektasi.
"Apa boleh buat!" kata Titania sambil mengangkat palu besar miliknya yang dinamakan Mjolnir.
"Hei, hei bukankah palu thor itu tidak sebesar ini?" tanya Blue yang mencoba menghentikan serangan Titania.
"Siapa yang tahu, bukankah kau punya pengetahuan seluas samudera!" ucap Titania sembari mengayunkan palu besar miliknya.
"Ding," suara palu membentue udara. Sebuah gempa muncul dan menggetarkan tanah di bawahnya.
Azazel yang menjadi batu tanpa sengaja masuk ke dalam jurang yang terbentuk akibat gempa.
Susunan simbol untuk melindungi patung Azazel dan beberapa penelitian Fairy Dance hancur. Bahkan alat-alat modern yang dikembangkan oleh Fairy Dance hancur semua.
Blue sejujurnya terkejut dengan perkembangan situasi ini, tapi ia harus tetap memasang wajah datar untuk menekan lawannya.
Meskipun simbol yang melindungi merrka mau sudah hancur, Blue segera memanggil Anthony dan menyelesaikan masalah.
Hanya dengan sedikit usaha, Anthony mengembalikan semua alat-alat dan keberadaan simbol seperti semula.
Blue dan Titania saling memandang, mereka berdua terkejut dengan kemampuan masing-masing.
Titania dengan palu besarnya bisa menciptakan bencana gempa. Hal ini sangat merugikan bagi Fairy Dance yang bergerak di permukaan tanah.
Titania mengayunkan palunya sekali lagi, tapi Blue mencoba menghentikannya dengan tangan kosong.
"Bodoh, apa kau tahu palu apa in!" kata Titania meremehkan Blue.
Tinju Blue dan palu Titania saling bertemu hingga menciptakan percikan ledakan. Blue dihempaskan hingga membentur tanah di bawah.
Segera setelahnya ia melapangkan teknik jiwa untuk melindungi tubuhnya. "Sepertinya palu itu tidak sekuat rumor," kata Blue memprovokasi Titania yang masih tidak percaya dengan kejadian barusan.
Palu Titania yang dikatakan menjadi palu terkuat di Domain Dewa retak hanya dengan satu pukulan tangan manusia. Hal itu bukan karena kekuatan saja, melainkan bisa mewakili emosi dalam tubuh penyerangan.
Jika penyerang tidak pernah menderita, palu miliknya akan semakin ganas. Namun Blue melihat kematian keduaan orang tuanya di dua kehidupan.
Semua yang di rencanakan gagal karena kekuatan misterius muncul dan mengungkapkan kebenaran padanya.
Palu Mjolnir dapat mewakili perasaan manusia, jadi Titania harus melewati kesengsaraan untuk bisa mengangkatnya.
Namun kesengsaraan Titania tidak lebih besar dari Blue, jadi energi negatif langsung menyerang Titania. Namun Mjolnir membantunya sehingga tubuhnya retak dan jiwa di dalamnya kesakitan.
"Sialan, kau menggunakan trik licik!" teriak Titania yang ternyata bukan orang dewasa.
Sebagai Dewa, Titania harusnya bisa lebih tenang dan kuat layaknya Asura. Namun karena umurnya masih beberapa ribu tahun, ia kurang pengalaman melawan manusia.
Titania yang marah langsung melampiaskan kemarahannya dengan melepaskan segel dalam tubuhnya.
"Kau berhasil membuatku marah, Blue. Jangan harap ini akan selesai dengan mudah!" ucap Titania sambil mengayunkan palunya.
Blue segera menghentikan palu yang akan diayunkan. Namun ia merasa aneh ketika tinjunya berbenturan dengan palu.
Keduanya di bawa ke dimensi lain untuk berduel satu lawan satu. Jadi Titania dan Blue akan bertarung sampai mati, siapa yang menang akan keluar.
"Hei sejak kapan malaikat membawa palu!" ucap Blue sambil tersenyum kecut.
Titania memang masih muda, tetapi ia berhasil mendapat gelar sebagai salah satu malaikat penjaga Zeus. Makanya Mjolnir memilihnya sebagai tuan sejati.
"Takutlah, Blue. Kali ini kau tidak akan bisa lolos dariku!"
Titania melepaskan kekuatan penuhnya, wujudnya memang seorang malaikat tapi emosinya tampak seperti iblis.
Blue menghela napas panjang. "Huh, sepertinya situasi ini sudah tidak dapat diperbaiki."
Dual Secret Sword melayang di atas pundaknya, Blue tampak sangat tenang menerima serangan musuh.
Tinjunya mengepal dan langsung menghentikan ayunan palu dari musuhnya. Keduanya bentrok tetapi Blue tidak dihempaskan seperti sebelumnya.
Kekuatan mereka tampak seimbang, Blue dan Titania saling jual beli serangan. Tidak ada yang mau kalah, tapi Blue lebih diuntungkan karena mereka bertarung jarak dekat. Jadi ayunan palu Titania tidak terlalu efektif.
Demi mempercepat pertarungan sia-sia ini, Blue mengeluarkan salah seorang pria yang berhasil menyelesaikan pelatihannya.
Pria itu tidak lain adalah Yami yang dapat mengendalikan Yin dan Yang atau kegelapan dan kesucian.
"Anggap saja ini latihan, aku sedang terburu-buru. Jadi jangan terlalu lama."
"Baik, Tuan." Yami menjawab sambil berlutut di depan Blue.
Titania tidak merasakan tekanan kuat dari mahkluk panggilan Blue. Jadi ia meremehkannya, "Apa kau memanggil golem rendahan?"
"Tentu tidak, kau akan melawannya. Pastikan bisa menjadi latih tandingnya." Blue menunjuk Titania yang selalu terbang.
Yami mulai bergerak, ia menggenggam pedang dengan kedua tangannya. Tangannya naik ke atas dan tiba-tiba sudah di bawah, tidak ada yang tahu kapan ayunan pedangnya terjadi.
Titania masih belum merasakan Mana keluar dari tubuh lawan, jadi ia tampak sangat tenang. Namun hal mengejutkan terjadi, pandangannya kabur dan tubuhnya mulai dingin.
Titania tidak percaya dengan apa yang terjadi, tubuhnya terbelah dua dalam sekejap mata. Padahal dia adalah penjaga atau malaikat dari penguasa Tanah Dewa, Zeus. Sebelum melanjutkan pertarungan, tubuhnya sudah terbelah. Titania tidak akan melupakan penghinaan ini.
"Apa yang terjadi?" ucap Titania yang tidak bisa menggabungkan tubuhnya seperti semula.
Seharusnya seorang malaikat punya regenerasi yang sangat kuat. Namun satu tebasan Yami dapat membelah jiwa dan menghancurkan sirkuit mana dalam tubuh. Jadi Titania selamanya tidak bisa menggunakan regenerasi.
Blue muncul di depan Titania dan mengucapkan, "Aku tidak ingin kau menderita. Ucapkan terima kasih padaku di alam lainnya!" katanya sambil menggunakan pelahap jiwa dan memakan Titania dengan bayangan yang muncul dari punggungnya.
"Argh!" teriak Titania yang merasakan kesakitan tiada tara.
Kubah pelindung yang memindahkan mereka ke dimensi lain hancur. Blue dan Yami keluar tanpa luka sedikitpun, ia berharap anggota Fairy Dance menyambutnya dengan perasaan senang.
Namun nyatanya jauh berbeda dari ekspektasi, semua anggota sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mereka tidak memperhatikan kehadiran Blue yang baru keluar dari dimensi lain.
"Setisaknya khawatirkan anggota kalian yang baru di culik, Sialan!" umpat Blue.
Sosok wanita berambut pendek sebagu muncul, dia adalah Jessica yang baru saja memotong rambutnya. Namun kacamata bulat masih bertengger di hidungnya yang mancung.
"Percuma mengkhawatirkanmu, Bos. Lebih baik kami bekerja untuk perang selanjutnya. Salah satu malaikat Zeus telah bergerak dan menghancurkan kerajaan Kuala, kita tidak punya banyak tempat untuk bersembunyi."
Seperti yang dikatakan Jessica, Kerajaan Kuala menjadi medan perang antara malaikat Zeus dan pasukan Fairy Dance.
Meskipun mengalami banyak kerugian, anggota Fairy Dance berhasil menyingkirkan malaikat dengan sedikit korban.
Jessica menunjukan laporan keuangan dan kejadian di Kerajaan Kuala. Blue segera melihatnya dan mengelus dagunya.
"Apa malaikat Zeus sekuat itu?"
"Jangan bandingkan denganmu, Bos." Jessica memasang wajah datar karena pernyataan bosnya.