Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Perselisihan


Mulai sekarang keluarga Moldova akan menjadi bawahan Fairy Dance. Leon yang mendapat segudang pemberitahuan sistem hanya bisa tersenyum kecut.


"Sialan!" teriaknya di ruang kerja Fairy Dance Kerajaan Kuala.


Pekerjaan mulai menumpuk karena masalah keamanan Kerajaan yang mulai menurun. Meskipun anggota terbaik Fairy Dance dikerahkan, mereka belum bisa bersaing dengan para bandit.


Sekarang ada pekerjaan tambahan keluarga Moldova yang ada di Dunia Manusia.


"Apa bocah itu tidak bisa berhenti sejenak, minggu depan aku tunangan sialan!"


Meskipun semua persiapan pertunangannya sudah selesai, Leon masih harus istirahat untuk menyiapkan mentalnya. Namun karena pekerjaan di Tanah Dewa membuatnya harus kerja lembur setiap hari.


Pucuk di cinta, ulam pun tiba. Itulah kata yang cocok menggambarkan situasi Leon saat ini. Perwakilan Kerajaan Damaskus memberikan bantuannya mengendalikan kekacauan, ditambah lagi Pengadilan Surgawi mendukung pemindahan kekuasaan.


Semua masalah keamanan akan perlahan hilang, Leon sudah sedikit longgar sebelumnya. Namun sekarang tampaknya ia harus lembur lagi.


Perlu diketahui, Kerajaan Kuala sangat luas. Kasarnya sepersepuluh kekuasaan Fairy Dance berasal dari Kerajaan Kuala. Itu artinya Kerajaan Kuala menduduki luas wilayah paling besarnya.


Meskipun Tanah Dewa sangat luas, Blue punya kemampuan untuk mengarungi seluruh wilayah dengan portal ataupun terbang.


Blue bersin tiba-tiba, ia merasa ada yang sedang mengumpat tentangnya. "Sialan mana yang mengutukku!" ucapnya.


Sekarang dia bersama Melvin sedang mencari budak yang setia. Beberapa budak telah didapatkan, mereka hanya orang biasa yang belum menyentuh setengah dewa.


"Tuan, kami berhasil mengumpulkan 200 budak yang sudah mengucap sumpah darah." Melvin memberikan laporan resmi pada Blue yang duduk di atas batu.


"Ok, sekarang ayo pergi dari sini. Sepertinya akan ada bencana besar."


Moris, Agni, Yuri muncul di sebelahnya. Mereka memberi laporan menggunakan pesan sistem, ternyata ada perselisihan organisasi hitam dan Hutan Gelap akan menjadi medan perang.


Blue bersama para budaknya langsung meninggalkan Hutan Gelap untuk mengamankan diri. Bukan mengamankan dirinya tetapi para budak yang sudah bersumpah darah.


Pergerakan 200 budak terlihat mencolok, beberapa orang memperhatikan pergerakan mereka. Blue sudah tahu mereka dari salah satu organisasi hitam tersebut.


"Jangan pedulikan mereka, terus bergerak."


Melvin Moldova memimpin semua budak ke tengah hutan. Mereka langsung mendirikan tenda darurat untuk menghindari pertengkaran.


200 orang yang direkrut bukan manusia atau ras lainnya yang berbakat. Mereka hanya ingin hidup dan menjadi lebih kuat untuk membalas dendamnya.


Blue menyuruh mereka semua duduk memperhatikannya. "Mari kita dengar tujuan kalian bergabung denganku?"


Satu persatu memberikan alasannya bergabung. Melvin sekarang mengeri mengapa Blue ingin merekrut para budak, tekadnya untuk bertambah kuat dan membalas dendam sangat mengerikan.


"Aku tidak suka alasan kalian semua. Jika kalian sudah berhasil membunuh atau membuat musuhmu sengsara, apa yang akan kalian lakukan?"


Pertanyaan Blue membuat semua orang terdiam, mereka tidak punya tujuan selain balas dendam.


Suasana hening, tidak ada yang berani mengeluarkan sepatah katapun. Termasuk Melvin yang mulai kehilangan tujuannya untuk menjadi lebih kuat.


"Kenapa kalian diam?" tanya Blue dengan suara keras.


Meskipun sudah dibentak dengan suara lantang, tidak ada yang menjawab pertanyaannya. Wajar saja para budak didepannya belum membalas dendam, jadi tujuan selanjutnya belum ditentukan.


"Baiklah aku akan memberikan tujuan baru. Jadilah lebih kuat dari kawan dan musuhmu, tidak ada yang abadi di dunia ini."


Blue berdiri setelah mengatakannya, ia langsung meninggalkan kamp untuk melihat situasi.


Tidak ada perintah untuk bubar, semua budak masih duduk memperhatikan tempat Blue. Beberapa dari mereka menemukan artinya hidup hanya dengan kalimat tersebut.


Mungkin terlihat sederhana, tapi kehidupan para budak tidaklah abadi. Bahkan jika kau menjadi maha dewa, masih ada mahkluk yang akan mengalahkanmu.


Konsep ini digunakan untuk menggambarkan satu sosok yang tidak akan pernah kalah ataupun menang. Tapi kekuatannya bisa melakukan apapun.


Melvin juga termenung dengan kalimat sebelumnya, ia sekarang tahu tujuan Blue bukan sekedar mengalahkan Osiris, pasti tujuannya jauh di atas itu.


Setelah kontak mata beberapa saat, Hades memilih kembali ke Pengadilan Surgawi untuk mengevaluasi penemuannya. Ia bisa melihat kekuatan Blue melebihi Pengawal Pribadi Osiris, Artha Moldova.


Hades bisa mengetahuinya karena ia punya beberapa mata-mata di Hutan Gelap, jadi mencari informasi di sana cukup mudah.


Disisi lain Blue menghela napas lega. Dia membawa ratusan budak yang belum siap perang, jika Hades datang patinya mereka semua akan tewas.


Tepat setelah Hades pergi, sosok pria berpakaian serba hitam menikamnya dari belakang. Sayangnya Blue sudah waspada sejak tadi dan menangkis serangan dengan salah satu pedangnya.


Pria yang menusuknya dari belakang tampak terkejut, ia adalah seorang pembunuh profesional. Karena aksinya sudah diketahui, pria itu mencoba lari.


Sayangnya Raul keluar dan menggigit kerah baju bagian belakangnya. Pembunuh itu seperti seekor anak kucing yang di gendong ibunya.


Blue mendekat dan bertanya, "Siapa yang menyuruhmu?"


"Demi Dewa..." gumamnya pelan. Semua tulang dan daging pembunuh tadi langsung lunak. Semua kekuatannya tiba-tiba menghilang layaknya uap. Energi aneh berwarna hitam keluar dari tubuh Blue dan menyerap uapnya.


Tidak ada penambahan kekuatan yang didapatkan, tetapi Blue bisa merasakan mental bertarungnya menjadi lebih tenang.


Karena tidak merasa ada yang salah, Blue segera pergi dari tempatnya. Dua kelompok organisasi gelap saling membunuh di pinggir Hutan Gelap.


Blue yang penasaran mendekat untuk melihat-lihat. Namun tindakannya itu malah memancing amarah kedua belah pihak.


Merasa dirinya dijadikan kambing hitam, Blue mengangkat kedua yang tangannya. "Aku hanya kebetulan lewat, permisi kalian lanjutkan saja."


Dua kekuatan yang sedang bertarung saling melirik dan mengangguk menyatakan persetujuan.


Lebih dari 40 orang mengarahkan senjatanya pada Blue yang berdiri ditengah.


"Bukanya aku sudah mengatakan hanya lewat?"


Tanpa ada jawaban yang jelas, 40 orang yang awalnya saling membunuh malah bekerja sama.


Blue tidak mau menerima takdir dan mati penasaran, ia menarik Dual Secret Sword. Karena hanya lawan 40an, dia tidak melemparkan pedangnya.


"Ayo gunakan cara klasik."


Kakinya melangkah layaknya sedang berjalan di udara, kecepatan cukup tinggi untuk ukuran manusia. Namun di depan kumpulan pada dewa kecepatan seperti itu tidak ada apa-apanya.


Ayunan pedang yang dilancarkan Blue berhasil dihindari.


"... "


Padahal Blue tidak ingin berpura-pura lemah, ia mengayunkan pedangnya dengan benar.


Kecepatan lawannya semakin tinggi, Blue bertahan untuk melihat teknik kaki apa yang mereka gunakan.


Sistem perekam sangat berperan dalam mengembangkan teknik atau pembuatan simbol.


Ayunan pedang tampak setiap kali Blue bergerak. 40 pembunuh itu adalah Dewa Rendah, jadi membunuh Blue hanyalah angan-angan semata.


Pertarungan segera selesaikan ketika Blue mencoba melangkah. Dalam sekejap mata benang tak baja sudah tertancap dan mengunci setiap orang.


Sebenarnya bukan batu baja yang digunakan Blue, melainkan teknik mana yang cukup rumit. Karena pengalaman Shen San diberikan padanya, ia bisa membuatnya menjadi lebih baik.


Semua benang dari mana itu mengalir ke puncak, yaitu tangan kanan Blue.


Tidak mau memberi mereka kesempatan bunuh diri, Blue meremas tangannya dan semua musuhnya menjadi transparan.


Sekali lagi asap hitam di tubuh Blue memakan jejak jiwa milik mangsanya.


"Apa ini serius?" gumam Blue terkejut dengan situasi yang ia hadapi.