Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Kejutan


Blue hanya bisa tersenyum kecut melihat potensi dari dua orang saja sudah sangat besar. Bagaimana mungkin Queen tidak bisa melihat peluang.


Mata Dewa langsung digunakan untuk melihat skill keduanya, ia melihat ada Stealth yang selalu digunakan Ragil dan Eko.


"Apa kalian selalu menggunakan Stealth setiap saat?" tanya Blue pelan.


"Tuan Tobias meminta kita untuk terus waspada, jadi kami harus berlatih stealth apapun kelas yang kita pilih," jawab Ragil dengan ekspresi datar.


Karena hanya Tobias dan kelompoknya yang mempunyai teknik beladiri, semua orang di Dunia Buatan di haruskan mempelajari stealth. Bahkan seorang guardian punya stealth yang sangat tinggi hingga Queen tidak bisa melihat statusnya.


Teknik penyembunyian atau stealth yang diajarkan Tobias tidak hanya menyembunyikan wujud, tetapi juga melindungi statusnya untuk diintip seseorang. Jadi Blue bisa memaklumi kondisi Fairy Dance saat ini.


"Baiklah, mari buat makanan saja."


Blue mengeluarkan peralatan masak. Bee, Ela, Elvy muncul dari ruang penyimpanan, mereka bersiap menyantap makanan tuannya.


Drakula yang jarang makan terpaksa keluar karena ia sudah pernah mencicipi masakan tuannya. Meskipun tidak seperti Bee, ia masih mempunyai napsu makan pada masakan yang enak.


Blue dengan cekatan langsung menggunakan keterampilan memasaknya untuk menyuguhkan makanan terlezat.


Semua orang makan kecuali Yami dan Raul yang mendapatkan pencerahan ilahi.


Butuh waktu 12 jam untuk Yami dan Raul menyelesaikan pemahaman barunya. Mereka berdua segera mendekati Blue yang duduk di atas batu.


Senyum muncul di wajah Blue yang begitu dingin. "Sepertinya kalian mendapatkan sesuatu yang bagus, ayo tunjukkan padaku!" ucap Blue pelan.


Yami memejamkan matanya, ia menciptakan sebuah energi berbentuk pedang dengan petir yang menyelimutinya. Ia mengayunkan pedangnya ke arah sarang Naga Petir.


Sebuah sayatan berhasil membelah badai petir yang menyambar, Teknik ini hampir sama dengan Eka.


Blue bertepuk tangan untuk memberikan pujian. "Sangat baik, bagaimana denganmu?" tanya Blue menatap Raul yang berwujud manusia.


Raul mengayunkan tangannya dan menciptakan sebuah portal. Ia memasukinya dan tubuhnya segera pindah 10 meter di depannya.


"Apa itu seperti Gate?"


"Tidak, Tuan. Keterampilan ini hanya bergerak beberapa meter ke depan, tetapi tidak punya pendinginan skill."


Blue menganggukkan kepala dan berkata, "Yami buat jalan untuk kita. Raul bawa semua orang masuk sarang Naga Petir tanpa terluka sedikitpun."


Raul berubah menjadi monster serigala setinggi 5 meter, Blue tidak ingat hewan tunggangannya itu bisa berubah sebesar itu. Tidak mau memikirkannya terlalu detail, ia langsung naik bersama kelompok lainnya.


Yami dari atas punggung Raul mengayunkan pedang, badai petir terbelah sementara. Raul berlari dengan kecepatan super tinggi, tubuhnya tampak menghilang-hilang setiap 10 meter.


Dalam semenit mereka sampai di depan gua masuk Sarang Naga Petir. Blue sedikit familier dengan tempat ini karena pernah menguji kekuatan disini. Sayangnya kelompoknya gagal dan berakhir di ratakan.


"Ragil pergi pimpin jalannya, ikuti instruksi. Eka pergi kebelakang, akan ada serangan dari belakang." Blue memberikan perintah pada dua guardian yang bertugas melindungi seluruh tim.


Raul kembali ke ruang penyimpanan, Blue tidak tahu apa Naga Petir akan keluar jika ada lebih dari 5 orang.


Blue dan kelompoknya berjalan perlahan, segerombolan monster kadal mengepung mereka dari depan dan belakang.


Tanpa diberi perintah Rafaela langsung menggunakan kemampuan pendukung, ia memberikan perlindungan pada Ragil dan Eka yang berdiri paling depan.


Yami sudah bersiap menarik pedangnya, tetapi Blue menghentikannya. "Jangan gunakan kekuatanmu untuk sementara, masih banyak musuh yang harus dihadapi."


Menurut ingatan Blue, Naga Petir akan keluar menyesuaikan kekuatan penantang. Jika kelompok Blue menunjukkan kekuatan besar, Naga Petir tidak akan menahan kekuatannya.


Sebagai gantinya, Blue menarik dua pedang dari punggungnya. "Biarkan aku yang mengurus semua monster sampai ruang bos."


Blue langsung berlari ke gerombolan musuh, ia mengayunkan pedangnya terus menerus dengan kecepatan tinggi. Meskipun tidak sekuat Yami, Blue sudah bisa dikategorikan pemain terkuat di dunia.


Ratusan monster kadal telah berhasil dikalahkan dengan mudah, Blue tidak menurunkan kewaspadaannya sedikitpun. Ia tahu bahwa manusia kadal atau Lizardman akan segera muncul.


Sesuai dugaannya, Lizardman muncul bersama kelompoknya. Mereka membawa pedang, panah, dan tombak.


Rafaela tidak menunggu lama, ia langsung melepaskan sihir untuk membantu tuannya. Cahaya berwarna merah menyelimuti tubuh Blue yang berlari ke musuhnya.


"Ragil bantu aku menghentikan monster di bagian kiri, Eko kamu sebelah kanan!" seru Blue memberikan perintah.


Ragil dan Eko langsung menyembunyikan perisainya, mereka berlari seperti seorang pendekar pedang. Setelah sampai di kerumunan musuh, Ragil dan Eko mengeluarkan perisai dan menggunakan skill provokasi.


Beberapa monster tertarik ke arah mereka, Blue sebagai eksekutor langsung menebas leher semua monster dengan cepat.


Anehnya setelah 20 detik para Lizardman belum terbebas dari skill provokasi. Karena penasaran Blue menggunakan Mata Dewa untuk melihat status buruk musuhnya.


"Ini gila, 30 detik skill provokasi dan tidak bisa menggunakan skill!" ucap Blue terkejut dengan skill milik Ragil dan Eko.


Tidak mau membuang waktu, Blue menggunakan semua skill yang dimiliki. Rafaela bisa mengurangi pendinginan skill dengan kemampuan khususnya.


Setelah 1 jam terus menebas musuh, Blue berhasil menyingkirkan banyak Lizardman dan menyisakan pemimpinnya. Ujung pedang menghunus ke leher Lizardman yang tersisa.


"Panggil Naga Petir!" seru Blue dengan nada tinggi.


"Bodoh, tidak mungkin bos keluar melawan manusia lemah sepertimu!"


Blue tersenyum manis dan menebas lizardman yang tersisa. Ia sudah mendapatkan kata kunci untuk memancing Naga Petir dalam versi lemah.


Suara raungan berasal dari ruang bos, Blue menoleh ke arah rekan-rekannya. "Pada serangan pertama gunakan serangan dengan kerusakan terbesar kalian. Hanya ini kesempatan kita untuk mengurangi HPnya yang banyak."


Tepat di depan pintu masuk ruangan bos, Rafaela menggunakan keterampilan penambah kekuatan. Semua orang diselimuti oleh cahaya kebiruan.


Bee keluar dari ruang penyimpanan sebelum Blue membuka pintunya. Tangannya langsung di ayunkan untuk memberikan penambahan status yang gila.


"Cepat selesaikan ini, aku sudah kehabisan kaki kepiting." Bee kembali ke ruang penyimpanan setelah memberikan penambahan status.


...[Bee menggunakan Nyanyian Peningkat untuk menambahkan status semua rekan dalam tim.]...


...[Nyanyian Peningkat....


...Memberikan 600+100% semua status selama 30 menit.]...


Blue tersenyum melihat Bee mulai perhatian dengan tim kecil yang ia bentuk. Meskipun hanya 30 menit, itu akan menjadi bantuan yang sangat besar.


600+100% bagi Blue sangat besar. Contohnya poin kekuatan Blue berada di 12 ribuan, sekarang dengan penambahan Bee menjadi 25 ribuan. Belum lagi penambahan yang diberikan Rafaela.


Blue dan kelompoknya segera masuk, raungan Naga Petir membuat Ragil dan Eko terkena efek buruk hingga mereka membatu.


Blue dan Yami saling melirik. Keduanya menggunakan energi aneh untuk membebaskan diri dari efek buruk, Blue menggunakan energi kehidupan sedangkan Yami menggunakan energi aneh dalam tubuhnya.


Rafaela secara otomatis bisa menggunakan keterampilan untuk membebaskan semua rekannya dari efek buruk.


Blue dan Yami langsung berlari ke Naga Petir yang tidak terlalu waspada. Mereka berlari layaknya seekor singa yang melihat mangsanya.


Blue menggunakan Ledakan Suci untuk memberikan kerusakan dengan cepat. Yami melompat sangat tinggi dan mengayunkan pedangnya.


Ragil dan Eko menggunakan keterampilan mempertahankan diri. Ledakan Blue sangat besar, hingga bisa mempengaruhi skill Rafaela jika dibiarkan. Adanya Ragil dan Eko meniadakan akibat skill Ledakan Suci.


Rafaela selesai melantunkan sihirnya, sebuah lingkaran besar berwarna merah muncul di atas kepala Naga Petir.


Tiga serangan terbaik masing-masing mengenai Naga Petir secara langsung. Kerusakan besar terus menerus yang dihasilkan Rafaela terlihat sangat menakutkan.


Namun kombinasi mereka bertiga tidak menghasilkan kerusakan yang diinginkan. Blue memberi perintah untuk mundur.


"Mundur ke area aman!" teriak Blue dengan suara keras.


Semua kelompok langsung berlari ke dekat pintu masuk, Blue dan semua kelompoknya tidak percaya serangan gabungan hanya mengurangi 1% HP Naga Petir.


"Manusia bodoh, apa kamu pikir bisa membohongi mataku!" ucap Naga Petir dengan suara berat.