
Kematian Osiris menandakan perang besar akan pecah, Blue dan pasukannya tidak membiarkan satupun musuh yang kabur dari jangkauan.
Sampai akhirnya Hades menunjukkan wujudnya, ia tampak sangat marah karena teman masa kecilnya mati begitu mudah. Ditambah lagi Osiris menyerahkan kekuatan cimera pada musuhnya.
Ribuan pasukan dari Dunia Buatan tewas, mereka tetap memperjuangkan apa yang diyakini. Tidak ada satupun manusia yang membuang nyawanya percuma, hampir semua mati dengan membawa musuhnya.
Hades terbang di langit, dia tidak menyangka bukan Zeus yang menjadi lawannya. Namun sosok manusia dan pasukannya yang misterius.
Blue mendekatinya, keduanya saling memandang tanpa mengatakan apapun. Setelah beberapa menit berlalu, ledakan di istana Kerajaan Moskow terjadi.
Sosok monster raksasa setinggi 25 meter muncul dan mengayunkan tangannya. Semua bangunan yang terkena hempasannya langsung hancur menjadi puing runtuhan.
Eka dan Dwi merubah wujudnya menjadi raksasa yang setara dengan titan. Tingginya memang cuma 25 meter, tetapi kekuatannya tidak kalah dengan sosok cimera raksasa.
"Aku tidak menyangka kau juga punya titan. Apa kita harus bertarung seperti ini?" tanya Hades dengan suara pelan. Sebenarnya ia tidak punya kesempatan menang, ini adalah satu-satunya cara melawan monster bernama Blue.
"Ya," ucap Blue dengan ekspresi datar.
Jawaban yang singkat itu menandakan tidak ada kata damai diantara mereka. Hades hanya bisa menghela napas, ia tidak bisa melakukan apa-apa dan menyerang dengan seluruh kekuatannya.
Blue yang menggunakan jubah raja api melepaskan auranya, ia menangkap senjata Hades dengan satu tangan. "Jangan membuatku tertawa."
Hades sudah menggunakan semua kekuatan aslinya. Ia tidak bisa meningkat karena ada sel cimera di dalam tubuhnya.
"Sepertinya ini akhir hidupku. Awalnya teknik ini akan aku gunakan untuk melawannya."
Musuh yang dimaksud Hades adalah Penguasa Tanah Dewa, Zeus. Namun karena lawan di depannya sangat kuat, ia tidak punya pilihan lain.
Hades meremas mukanya dan menarik kulitnya, sosok mengerikan muncul dari tubuhnya. Tubuh manusia yang dipertahankan melunak digantikan dengan sosok monster.
Sayap kecil yang ada di punggungnya menandakan Hades telah selesai menjadi sosok iblis dibandingkan dengan cimera.
"Hixixi..."
Tawa kecil Hades tampak sangat mengerikan, kekuatannya memang meningkat pesat. Namun kesadarannya mulai terkikis.
Sosok Iblis Neraka sepenuhnya terbentuk, Hades telah berubah menjadi Azazel.
"Haha, akhirnya aku bebas bocah sialan. Sesuai permintaanmu, akan kubunuh bocah itu!" teriaknya dengan penuh semangat.
Jiwa dan raga Hades telah menghilang digantikan Azazel yang terkurung sebelumnya. Kekuatannya sudah sepenuhnya bangkit, Azazel melepaskan aura kematian.
Hal itu menarik minat 3 Outer yang duduk di singgah sananya. Zeus, Odin, dan Satan berdiri dan mendekati energi yang dipancarkan Azazel.
Zeus orang paling pertama yang hadir, ia melihat ke bawah dan menemukan ribuan manusia membantai manusia lainnya.
"Ternyata ini yang terjadi di tanah kekuasanku!" ucap Zeus dengan suara pelan.
Zeus terus mengurung dirinya untuk meningkatkan pemahamannya tentang Outer.
Azazel mengepakkan sayapnya, ia tertawa dengan suara keras. "Haha..."
Tawanya membuat semua mahkluk takut, bahkan para cimera yang sudah berkembang. Anehnya pasukan Fairy Dance dan semua orang di bawah Blue tidak ada yang terpengaruh.
"Bagus manusia, kau layak melihat kekuatanku!" teriak Azazel penuh gairah menghancurkan semua yang terlihat.
Sebuah bola energi muncul di atas telapak tangan Azazel, tanpa menunggu perintah dia melemparnya ke arah Blue.
Dual Secret Sword bergerak dan membelah bola energi, seketika bola energi terbelah dua. Bukannya hancur, sisa dari bola energi terus melesat dan menghancurkan semua yang dilalui.
"Ini..." Blue sedikit bingung, ia tidak menyangka hal ini bisa terjadi.
Serly langsung mengirim telepati. "Bos, bola energi itu terbuat dari energi neraka!"
Blue langsung sadar dan melepaskan energinya, ia sudah berlatih di Neraka dan seharusnya bisa melawan Azazel.
"Terima ini lagi, Bocah!" teriak Azazel dengan penuh semangat. Keenam sayapnya juga terus aktif memberikan serangan ke segala arah.
Blue memberikan isyarat untuk mundur sementara. Bukannya tidak bisa menang, ia mengkhawatirkan semua pasukannya.
Ledakan dari energi neraka menghanguskan seluruh kerajaan Moskow. Blue menggunakan Dual Secret Sword membelah bola energi sekali lagi.
"Aaa... hancurlah!" teriaknya sembari mendorong semua kekuatannya.
"Sing..."
Dual Secret Sword berhasil membelah serangan Azazel. Tepat setelah ia menghilang menggunakan Gate ke tempat terjauhnya.
"Boom..."
Suara ledakan membakar semua makhluk di area serangannya. Azazel mengerutkan keningnya, ia tidak percaya 60% kekuatannya berhasil dibelah.
"Sudahlah, palingan dia akan mati!"
Azazel tidak tahu konsep mahkluk abadi atau pemain, makanya dia sangat yakin dengan racun yang terkandung dalam bola energi.
"Sampai kapan kalian menonton?" tanya Azazel dengan congkaknya.
Zeus tampak tercengang melihat Azazel bisa menemukan keberadaannya. Begitu pula dengan Odin, ia menggunakan burung gagak untuk memantau situasi.
Satan yang mulai termotivasi masih berlari menuju pusatnya. Namun langkah kakinya berhenti setelah energi yang membuatnya tertarik menghilang.
"Hemb..." Satan melihat telapak tangan kanannya, kemudian ia menutupnya.
Ternyata energi yang menarik minat Satan bukan Azazel, melainkan Blue yang berhasil membangkitkan kekuatan emas.
"Terserahlah," gumam Satan melanjutkan perjalananya dengan santai. Area sekitarnya tampak berwarna biru.
Area itu dikelilingi Api Biru yang bisa membakar jiwa. Namun Satan melewatinya dengan begitu mudah.
Situasi menegang di tempat Azazel berdiri, sosok Zeus dan Odin melihatnya dengan tatapan tertarik.
Namun Zeus berpaling dan meninggalkan tempatnya. Sebagai seorang Outer tidak seharusnya dia ikut campur urusan Tanah Dewa.
Odin sedikit berpikir lain, ia menyerang Azazel dengan bonekanya. Burung gagak langsung menerjang musuh dan meledakkan dirinya.
Azazel menggunakan teknik sihir untuk melindungi tubuhnya. "Brengsek!"
Teknik perlindungan Azazel tembus dan membuatnya terluka. Meskipun tidak parah, ia harus fokus menyembuhkan racun dari gagak.
Blue membuka Gate sekali lagi dan sampailah dia di Kerajaan Kuala. Beberapa orang dikeluarkan lagi dari Dunia Buatan, mereka memberikan saran dan pendapatnya tentang Azazel.
Meskipun Blue sudah berlatih di Neraka cukup lama, ia hanya berakhir di bagian tengah. Kekuatan Azazel setidaknya sekuat para iblis di bagian pusat.
"Hemb, artinya sekarang belum ada cara melawannya." Blue bergumam pelan, ia memikirkan beberapa cara yang mungkin.
Bee dalam wujud lebah muncul di sebelah. "Pengalaman, iblis itu sepertinya tidak tahu tentang Domain Dewa."
"Maksudmu?"
"Apa kamu merasakan adanya racun, Azazel menganggapmu sudah mati terkena racun. Artinya dia kekurangan informasi terkini."
Blue tersenyum tipis. "Jadi waktu kita terbatas. Tobias, berapa orang yang siap bertarung?"
Tobias muncul dari debu hitam yang mengumpul. "20 juta pasukan pemuda di Dunia Buatan siap bertarung. Mereka setingkat Dewa Puncak."
Blue menggelengkan kepala. "Azazel spesialis serangan area, pilih 12 orang terbaik, pelajari ini."
Sebuah gulungan melayang di depan Tobias, itu adalah gulungan formasi 12 rasi bintang. Kekuatan Hancurnya sangat tinggi, jadi kelompok Tobias akan berfokus pada kerusakan.
"Luis, lakukan tugasmu seperti biasanya."
"Baik, Tuan."
Serly mendekat, ia memberikan saran yang lebih masuk akal. Kekuatan simbol kelompok mereka sangat rendah, jadi mengandalkan Luis saja bukan pilihan terbaik.
"Jadi, apa yang kita butuhkan?"
"Senjata Sihir. Berikan aku waktu 2 minggu, Aku dan Zaha akan membuat sesuatu yang baru."
"Sejak kapan kau tertarik dengan senjata sihir."
Serly tersipu, ia akhirnya sadar. Kekuatan simbol saja tidak akan bisa memenangkan peperangan. Makanya ia dengan rendah hati mendatangi Zaha di Dunia Manusia untuk meneliti robot otomatis.
Batu Mana milik Fairy Dance hampir tak terbatas, dengan sedikit usaha Batu Bertuah, mereka bisa mendapatkan batu mana kualitas terbaik.