
Arief terbangun di tempat tidurnya, ia segera memanfaatkan waktu untuk menyesuaikan tubuhnya dengan kekuatan baru.
Leon mengetuk pintu. "Pasukan Garuda sudah datang, mengapa kau membawa semuanya kesini?"
Arief kebingungan, apa yang sebenarnya terjadi. Ia yakin masih ada di dalam ruang rahasia selama 3 bulan untuk mempelajari warisan pasukan Garuda.
"Masukkan mereka ke aula, aku ingin mengatakan sesuatu."
"Tidak cukuplah, total ada 5 juta orang menunggu di halaman markas Fairy Dance. Aneh juga kau membawa semuanya ke markas kecil kita!"
Seperti yang dikatakan Leon, Fairy Dance bukan super guild yang punya lahan luas. Jadi ia ingin mengatakan bahwa halaman Fairy Dance tidaklah luas.
"Katakan pada Jessica, beli semua lahan peninggalan Pasukan Garuda. Aku yakin mereka akan mengerti!"
Arief menemui semua pasukan yang tersisa, dengan cepat ia menyusun pasukan dengan komposisi sempurna. Tidak lupa ia memberikan beberapa edukasi tentang teknik jiwa.
Selama seminggu pasukan Garuda yang telah kehilangan semangat hidup kembali bangkit. Sosok di balik mereka tidak lain adalah Arief sang pemimpin.
Secara tidak resmi Arief diangkat menjadi pemimpin Pasukan Garuda layaknya Pak Tua. Setelah hari yang melelahkan, Arief kembali untuk melihat Domain Dewa.
Karena sudah berbulan-bulan tidak masuk Domain Dewa, pasti levelnya ketinggalan jauh. Hal pertama yang dilakukannya adalah melihat Hall of Fame.
"Menurut perhitungan Domain Dewa aku tidak hadir selama dua setengah tahun. Sialan itu benar-benar bisa menyalipku!" ucap Blue sambil mengeram.
Orang yang melewati levelnya tidak lain adalah Kamal, pemain yang telah menjadi idola baru rakyat dunia maya.
Blue melihat panel merah di sebelah kirinya, ia menggesernya untuk melihat beberapa bawahan yang sudah berkembang.
"Fix, mereka monster berjalan!" pekik Blue yang melihat level Venom mencapai 970. Ditambah lagi ia sekarang adalah seorang Raja Iblis tingkat 7.
Disusul oleh Anthony yang diam-diam telah mencapai level 910. Rahasia kecepatan levelnya tidak lain karena ia selalu bermeditasi di Dunia Buatan. Meskipun levelnya tinggi, Anthony bukan seorang penyerang handal.
Nama yang muncul selanjutnya membuat Blue tidak bisa berkata-kata, Yami merupakan bawahannya yang menduduki posisi ketiga. Siapa yang menyangka Yami meranjak naik menjadi nomor tiga setelah punya akses masuk Dunia Buatan.
Karena menjadi pengawal pribadi Blue, Yami dapat mengakses dunia buatan sesuka hatinya. Meskipun begitu, Yami akan mati jika tuannya mati.
Blue melihat statusnya yang membuatnya tersenyum manis.
...[Nama : Blue...
...Kelas :...
...1. Pendekar Pedang (Mistik) ....
...2. Sword Saint (Mistik) ....
...3. Survivor Celah Dimensi (~, pemain tidak akan pernah bisa mendapat kelasnya lagi, kecuali tingkat Legenda atau diatasnya)...
...4. Pendekar Jiwa(Menengah)....
...Ras : Demigod...
...Profesi : All Role...
...- Pandai Besi (Ahli)...
...- Arsitek (Mahir)...
...- Koki (Ahli)...
...-Pembuat Simbol (Ahli)...
...Level : 331 (20%)...
...Kekuatan : 17320...
...Pertahanan : 7203...
...Kelincahan : 22530...
...Daya Tahan : 19201...
...HP : 7 juta...
...[Poin]...
...Poin Status : 11230...
...Poin Skill : 10230...
...Poin Profesi : 32302...
...[Demigod - Raja Segalanya]...
...Pengikut : 7 miliar....
...Energi Kehidupan : 977 miliar....
...(Poin Pengalaman +700.000%)]...
Aneh tapi nyata, status Blue memang menantang surga. Ketika perang besar, poin statusnya digunakan semuanya. Siapa yang menyangka setelah perang sudah mencapai 10 ribu poin gratis.
Blue menggeser panel status ke Profesi, ia melihat beberapa profesinya yang bisa ditingkatkan menggunakan poin.
"Ayo masukkan semua pada pembuat simbol!"
...[Selamat anda adalah pemain pertama yang menjadi Guru Pembuat Simbol.]...
Pemberitahuan sistem berhenti sampai disitu saja, tidak ada gelar ataupun hadiah lainnya. Blue sedikit mengerutkan alisnya, ia tidak pernah melihat keanehan seperti ini.
Setelah mencari penyebabnya, ternyata Blue tidak pernah mendapatkan hadiah sistem setelah mempunyai panel merah. Hadiah sistem yang dimaksud seperti pencapaian atau lainnya, jika misi Blue mendapatkannya.
"Baiklah, ayo mulai leveling!"
Blue yang sudah lama tidak masuk ke dalam permainan mengeluarkan semua familia dan menyambutnya.
"Bocah, kenapa kau lama sekali tidak datang?" ucap Bee yang sudah menetapkan jawabannya. Dia tidak ingin menjadi penerus Dewa Cahaya dan fokus berpetualang.
Drakula, Raul, Ela, dan Elvy tersenyum menyanbutnya. Mereka semua berlari untuk membasmi monster raksasa di wilayah Venom.
Blue menarik dua pedang di punggungnya, ia mengayunkannya dengan keceparan tinggi. Satu monster tidak terasa terkapar dengan tubuh transparan.
Kali ini tim terlihat sangat kompak meskipun Bee masih menonton dengan makanan di kedua tangannya. Walaupun begitu, ia masih memberikan semangat pada rekan-rekannya.
"Semangat teman-teman, ayo bunuh mereka biar aku naik level!" teriak Bee dengan wajah datar tanpa dosa.
Elvy dan Ela berusaha menciptakan skill keruskan, mereka melantunkan syair yang sulit dimengerti. Ternyata syair itu adalah mantra skill tingkat SS yang sangat langka.
Ledakan tercipta dimana-mana, bar pengalaman Blue terus bertambah karena monster raksasa menjatuhkan poin pengalaman yang jauh lebih banyak dibandingkan monster biasa.
Kecepatan leveling ini melebihi pemain pro atau bahkan Kamal sekalipun. Sosok wanita cantik sedang memperhatikannya dari jauh, dia adalah Rebecca Si Reporter terkenal.
Sekarang ia beralih profesi sebagai streamer pribadi, jadi tidak ada agensi yang menaunginya. Wajahnya tampak terkejut dan mulutnya terbuka lebar ketika melihat Blue dan rekan-rekannya membasmi semua monster.
Blue menyadari keberadaannya, ia langsung mengenakan topeng khusus anggota Fairy Dance. Begitu pula dengan para familianya, kecuali Bee yang menggunakan jubah aneh untuk menghilangkan seluruh tubuhnya.
Semua rekan-rekannya melihatnya. "Jangan menatapku, jubah ini hadiah yang aku dapatkan. Tidak akan ada manusia yang bisa melihatku!" seru Bee dengan nada tinggi.
Blue menganggukkan kepala, ia memimpin semua familianya menghanguskan semua monster level 340an. Seorang dewa yang punya level diatas 900 saja bisa dihadapi Blue, apalagi hanya monster rendahan seperti itu.
Rebecca tidak mau ketinggalan momen langka ini, ia mengaktifkan siaran langsung. "Halo teman-teman jangan berisik, ini adalah momen Blue melakukan farming."
Farming yang dimaksud adalah sebuah bentuk atau cara membunuh monster dalam rangka meningkatkan levelnya. Istilah ini adalah kata gaul yang akhir-akhir ini digunakan oleh pemain Domain Dewa.
Blue menari seperti seorang pendekar pendekar sungguhan. Bedanya pendekar pedang akan berhenti setelah beberapa menit, tetapi Blue tidak kehilangan ritmennya setelah 2 jam bertarung.
"Seperti yang diharapkan dari ketua sesungguhnya dari Fairy Dance!"
"Maju-maju Blue, aku Fansmu!"
"Bantai-bantai!"
Komentar di siaran langsung Rebecca langsung ramai, padahal ini bukan jam tayang biasanya. "Jangan berisik teman-teman, Blue sudah lama tidak login karena alasan kesehatan. Jadi biarkan dia konsentrasi."
Kolom komentar langsung banjir, Rebeca membuat statmen aneh sehingga menggiring pendapat publik.
"My idol sakit apa?"
"Tidak, Blue!"
Padahal Blue di dunia nyata sehat dan penuh energi. Bahkan kekuatannya sekarang sudah puluhan Kali lipat dari sebelumnya.
"Jangan khawatir teman-teman, Blue bukan orang lemah. Dia pasti akan lolos dari penyakitnya."
Blue tidak tahu apa yang terjadi di siaran langsung itu, ia hanya fokus membunuh monster raksasa untuk mengejar level Kamal. Meskipun level mereka tidak terpaut jauh, Blue harus bekerja keras untuk menyamai levelnya.
Setelah beberapa saat membunuh monster raksasa, sosok kuning menghantam tanah seperti sebuah meteor. Pria tampan muncul dari kepulan asap, orang itu tidak lain adalah Raphael.
"Sangat bagus, bocah rendahan. Kau selama ini menipuku!" katanya.
"Menipu apa?" Blue balik bertanya.
"Serahkan Buku Neraka!"
"Aku tidak memilikinya, Buku Neraka sudah hancur. Kau sedikit terlambat."
Raphael langsung melepaskan semua segel yang mengekang tubuhnya. "Jangan membuatku marah, manusia rendahan!"
Blue yang telah berkembang di dunia nyata tidak mau kalah. Aura ungu kehitaman menghadang kekuatan mana Raphael. Kedua energi saling bertubrukan menghasilkan gelombang angin yang kencang.
Dua pria saling menatap untuk memprediksi pergerakan masing-masing. Raphael memang punya level 1120, tapi perasaannya mengatakan Blue bukanlah musuh.
"Dimana Buku Neraka itu?"
"Dia sudah menyatu denganku, jadi kau tidak akan pernah mendapatkannya. Bukankah tujuanmu mengalahkan Zeus dan pasukannya, aku akan..."
Sebelum Blue menyelesaikannya perkataannya, Raphael langsung mengepalkan tinjunya dan melemparkannya pada Blue.
Teknik Baguazhang digunakan untuk membelokkan serangan musuh. Blue merasa ingatan yang diberikan Shen San menjadi pengalamannya.
Gerakan dua tangannya sangat lembut, serangan Raphael dibelokkan dengan sempurna. Tidak hanya satu kali, melainkan berkali-kali Raphael menyerang tapi tidak terkena kerusakan.
Raphael tidak mau kalah, ia melepaskan dua sayap dipunggungnya. Pedang penghakiman juga keluar, Blue menanggapinya dengan Dual Secret Sword.
"Apa kau yakin tidak mau mendengar pendapatku?" tanya Blue.
"Berusahalah selamat dari bencana ini!" jawab Raphael.