
Para budak berkumpul di kamp luar Kerajaan Kairo. Beberapa prajurit Osiris mengintai pertemuan mereka.
Blue memberikan isyarat pada Raul dan Drakula untuk mengusirnya. Elvy memasang formasi lengkap untuk menyembunyikan keberadaan mereka.
"Baiklah, aku yakin kalian semua ingin balas dendam dengan seseorang di Kairo. Ambillah pil ini dan mengamuk sekarang!"
250 budak mengambil pil, mereka berlari ke kerajaan sambil menelan pil penambah kekuatan.
Padahal Blue belum mengatakan efek sampingnya, tapi 250 orang budak tidak peduli dan memilih membalas dendam secepatnya.
82 orang masih terdiam memperhatikan pil berwarna ungu tersebut. Mereka belum yakin dengan keputusannya.
"Apa yang kalian tunggu?" tanya Blue.
Salah seorang pemuda berbaju putih beraksen biru mengangkat tangannya. "Apa yang terjadi setelah memakannya?"
"Kekuatan kalian akan meledak hingga Dewa Puncak, sebagai gantinya kehidupan kalian akan direnggut dan ciptakan ledakan yang sangat besar!"
Blue menjelaskan efek samping dari pil miliknya, ia mendapatkan pil itu dari Neraka waktu latihan.
"..."
Jelas semua orang terdiam, mereka ragu dengan keputusannya.
Pemuda pemberani yang sebelumnya mengangkat tangan lagi. "Untuk apa anda melakukan ini?"
"Tidak ada, aku hanya mencoba membuat keributan!"
"Bajingan gila!" gumam pemuda berbaju putih.
Seperti yang dikatakan Blue, ia hanya ingin membuat keributan untuk memancing para kesatria Osiris keluar dari sarangnya.
"Sepertinya kalian masih ragu. Baiklah, ambil Batu Mana ini untuk meningkatkan diri kalian." Blue mengeluarkan batu mana berwarna biru.
"Tuan, apa anda memberikan ini cuma-cuma?"
Pemuda berbaju putih masih berani bertanya, walaupun nadanya sedikit gemetar.
"Ya, kalian bebas menentukan pilihan setelah mengambil batu biru!"
81 orang langsung berlari layaknya seekor kucing yang kelaparan. Mereka langsung tersebar ke seluruh arah sembari melihat simbol budak miliknya hilang.
Hanya ada satu pemuda yang masih berdiri di depan Blue. "Apa yang kau tunggu?"
"Aku butuh kekuatan lebih, bisakah anda membantuku naik ke Maha Kuasa?"
"Siapa namamu?"
"Western!"
Blue tersenyum karena informasi yang masuk ke dalam kepalanya benar. Pemuda di depannya adalah pangeran yang dijatuhkan oleh Osiris, makanya dia butuh kekuatan setara Maha Kuasa.
"Ok, aku bisa membantumu. Ambil ini!"
Blue melempar sebuah pil berwarna kuning keemasan. Pil itu dia dapatkan dari Dewa Keberuntungan untuk membantunya naik ke Maha Dewa.
Sayangnya Dewa Keberuntungan, Ebisu menemui ajalnya setelah berhadapan dengan Oberon.
Blue mengambil semua harta di dalam berangkas dewa yang memiliki semua harta berharga.
Namun untuk mengkonsumsi pil tersebut, seseorang harus mencapai Dewa Puncak. Bukan dewa puncak biasa, melainkan dewa yang sudah punya perasaan akan naik.
Western, pemuda yang sangat optimis. Namun bakatnya tidak lebih baik dari Ihsan atau budak lainnya.
Meskipun begitu, Blue senang dengan seorang iblis yang harus berusaha keras membangkitkan darahnya. Ya, Western adalah seorang pangeran iblis yang diusir dari istananya.
Tingkatan Western sangat memprihatinkan, meskipun iblis dikenal punya kekuatan tubuh yang hebat. Dia cenderung sangat lemah, bahkan manusia biasa dapat membunuhnya. Makanya pemuda itu menyembunyikan penampilannya dengan mengenakan pakaian putih.
"Apa anda yakin, aku belum membutuhkan pil ini." Western tahu pria didepannya sangat kaya, mungkin saja melebihi kekayaan keluarganya.
"Ambil atau tidak?" tanya Blue sekali lagi dengan nada tegas.
Western yang tidak punya pilihan langsung mengambilnya. Ia tidak tahu apa rencana tuannya.
"Makan itu!"
Sontak Western tercengang, ia akan meledak dan menghilang dari dunia jika memakannya. "Tuan, apa anda benar-benar ingin membuangku?"
Blue menggelengkan kepala. "Makan atau pergilah, ini kesempatan terbaik yang ingin aku berikan."
Western memikirkan pilihannya dengan mata, iblis punya umur yang sangat panjang. Tidak bijak jika mengakhirinya sekarang.
Tatapan kosong, matanya mulai memerah. Tanpa berasa air mata menetes di pipinya.
"Apa pantas seorang iblis yang kejam meneteskan air mata?" tanya Blue dengan senyum manis.
Western langsung menatap tuannya, ia tidak ingat pernah mengatakan bahwa dirinya adalah iblis.
"Bagaimana anda tahu?"
Blue menunjuk matanya. "Tidak ada yang bisa lolos dari pengelihatan ku."
Pernyataan Blue menyakinkan Western untuk menelan pil yang bisa membunuhnya.
Kelit Western berubah merah, rambutnya mulai rontok. Bahkan matanya tampak akan keluar karena kesaktian.
Drakula muncul di sebelah Blue. "Apa sudah waktunya, Bos?"
"Tunggu dulu, biarkan bocah banyak pertimbangan itu merasakan sakitnya."
"Argh..." teriak Western dengan suara yang sangat kencang. 81 orang yang mengambil batu Biru mendengarnya dari kejauhan.
Mereka membayangkan siksaan yang diterima Western. Tiba-tiba bulu kuduk semua orang terangkat merinding.
2 jam penuh Western berteriak, bahkan dagingnya hingga mengering. Blue memberikan isyarat pada Drakula untuk membuat pencegahan.
Drakula mendekati Western dan menyerap semua darah yang keluar dari tubuh iblis. Dengan wajah penuh semangat ia tersenyum. "Ini dia, darah iblis kelas atas. Aku menginginkannya!" teriaknya kegirangan.
Vampir dalam arti sesungguhnya hanya selamat ras iblis kelas menengah. Normalnya mereka tidak akan bisa naik ke tingkat Dewa Tinggi apalagi Maha Kuasa seperti sekarang.
Dengan campur tangan Blue, Drakula menjadi Vampir neraka dengan segudang siksaan. Sampai akhirnya ia menjadi Maha Kuasa yang paling cerdas di antara rekan-rekannya.
Meskipun punya kemampuan untuk meniru keterampilan musuh atau lawannya, Drakula jarang mengungkapkan pemikirannya.
Sifatnya sebagai seorang iblis tidak bisa hilang. Yang ada di pikirannya hanya bunuh dan musnahkan musuhnya.
Tidak butuh waktu lama untuk menghentikan semua garis darah kotor yang keluar. Drakula sangat menikmati darah ras iblis tingkat atas.
Iblis tingkat atas sangat sulit ditemui. Bahkan jika mereka mencarinya, sedangkan Satan adalah Iblis tingkat Mistik.
Tubuh Western yang tampak rapuh tiba-tiba memancarkan cahaya kuning. Dalam sekejap mata dagingnya tubuh dan membentuk fisik baru.
Matanya terbuka lebar tidak percaya dalam sekali jalan ia langsung melompat menjadi Dewa Menengah.
Ditambah lagi garis darah tubuhnya telah bangkit sempurna. Bahkan seluruh keluarnya butuh ribuan tahun untuk mencapai prestasi ini.
Anehnya lagi inti iblis yang seharusnya hilang mulai muncul lagi, energi yang terus berputar membuat kekuatan Western meluap.
"Bagaimana mungkin?"
Blue menepuk pundaknya. "Aku suka keputusanmu, sekarang berlatihlah dengan Drakula. Aku menantikan hasilnya!"
Drakula tertawa keras karena setiap saat dia bisa menghisap darah iblis tingkat atas. Tawanya yang keras membuat Western merinding ketakutan.
Blue meninggalkan mereka untuk melihat situasi di Kerajaan Kairo. Kekacauan terjadi dimana-mana, semua budak yang memakan pil terlarang mengamuk dan membalas dendamnya.
Ratusan praktisi yang melayani Dewa Osiris sedikit demi sedikit tewas. Setelah selesai membalas dendamnya, para budak berlutut sambil tertawa histeris.
Ledakan super besar terjadi akibat mengkonsumsi pil terlarang. Bangunan disekitarnya hancur menjadi puing-puing batu.
Para penduduk yang tidak bersalah mulai berlarian. Para penjaga keamanan mencoba menjadi pahlawan. Namun hasilnya tidak sesuai harapan, para penjaga keamanan tewas karena ledakan.
Blue melihat dari kejauhan, sosok pria tampan terbang di atas istana kerajaan. Ya, dia adalah Osiris Dewa Kehidupan yang digadang-gadang punya kekuatan setara Maha Kuasa.
Matanya menatap ke arah Blue yang duduk santai di pinggiran tebing.
"Apa ini yang kau inginkan?"
"Tidak juga, aku hanya mencoba meluruskan kesalahan!" kata Blue sambil mengayunkan tangannya ke atas.
Sistem biru menampilkan semua bukti rekaman yang memperlihatkan keburukan Osiris di hadapan pengikut setianya.
Osiris melirik sistem yang menemaninya sepanjang waktu. Pengikutnya mulai menurun sedikit demi sedikit, matanya mulai melotot ke arah Blue.
"Bajingan!"
Pedang besar yang memancarkan aura kehidupan muncul dari langit. Pedang itu adalah artefak khas Dewa Kehidupan, Pedang Penghukuman. Barang siapa yang melihatnya, konon katanya akan kehilangan nyawanya.
Blue membelalakkan matanya, ia tidak mengira Osiris akan emosi seperti itu. Semua orang menganggapnya ketakutan melihat pedang penghukuman. Nyatanya dia sangat senang karena Dual Secret Sword menemukan lawan yang sepadan.
Blue menarik dua pedang dan melompat ke langit. "Haha, jangan meremehkan ku. Sialan!"