Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Batu Bertuah


Blue melihat semua jebakan ini sudah direncanakan, ia segera bersembunyi di tempat yang cukup jauh.


Setelah monster tinggi itu pergi, sekelompok pemain dan penduduk pribumi mengambil monster yang tertangkap.


Mata Dewa langsung digunakan, Blue tidak pernah menyangka level mereka sangat rendah dibandingkan Benua Tengah.


Satu pemain baru menginjak 200, sedangkan yang lainnya masih 190an. Hebatnya mereka bisa menangkap monster level 250an dengan kecerdikannya.


Awalnya Blue tidak pernah terpikirkan menggunakan cara seperti ini untuk menangkap monster. Ia mencoba mendekati musuhnya, tapi langkahnya tiba-tiba membatu.


"Tidak dibunuh?" gumam Blue mengurungkan niatnya dan melihat apa yang akan dilakukan.


Ada 7 monster buaya yang di tangkap, Blue mengikuti mereka dari belakang. Karena Yami dan teman-temannya tidak terlalu pandang menggunakan skill penyembunyian, Elvy turun tangan dan memberi mereka perlindungan.


Blue dan kelompoknya sampai di sebuah tempat yang akan membuat semua orang tidak percaya. Ada seekor monster yang menjaga pintu gerbang dengan rantai di lehernya.


"Apa aku tidak salah lihat?" gumam Blue melihat sosok perempuan mengendarai monster kadal api.


Menurut ingatannya, hewan tunggangan itu hanya bisa didapatkan oleh pemain yang menjinakkan monster tertentu. Namun desa ini bisa menjinakkan monster ganas yang seharusnya liar.


Blue tidak pernah mendengar adanya Tamer yang lebih hebat dari Gebby. Ini akan menjadi aneh jika orang yang membuat desa ini adalah seorang pemain.


"Tidak mungkin!" ucap Blue terkejut melihat informasi yang di tampilkan Mata Dewa.


Ternyata tebakannya benar, desa ini milik seseorang bernama Kamal. Blue tidak tahu siapa dia, tetapi bisa membuat desa seperti ini sudah pencapaian yang luar biasa.


Tepat ketika Blue ingin masuk desa, pasukan berjumlah 100 pemain mengendarai kuda memblokir gerbang masuk.


"Kami dari No Name melarang siapapun masuk ke desa. Jika menolak kalian akan menjadi musuh kami!" seru seseorang sambil mengangkat pedangnya.


Blue segera melihat poin kekuatannya, ternyata mereka tidak sekuat kelihatannya. Semua orang itu terlihat kuat karena mengenakan baju zirah perang.


"Aku tidak peduli, pergi sana!" ucap seorang pemain wanita menunggangi kadal api.


"Cantik, jangan membuat kami bertindak. Aku mengatakan siapapun tidak boleh masuk!" seru ketua kelompok.


"Bodoh amat!" seru wanita itu sambil mengenakan skill dibatas tunggangannya. Anehnya Kadal Api juga menyemburkan api untuk memperkuat serangannya.


3 pemain dari kelompok No Name segera menghentikan serangan sihir. Mereka adalah guardian cekatan yang cukup mengesankan.


Blue menonton dari kejauhan, ia masih belum mau bertindak karena ingin melihat tindakan yang dilakukan pemilik desa.


"Aneh pertarungan sudah berlangsung cukup lama, mengapa kepala desa tidak keluar?" gumam Blue pelan.


"Mungkin dia pengecut," sahut Bee yang langsung muncul dengan kotak makanannya.


"Mari tunggu lebih lama."


"Tidak perlu, pria bernama Kamal itu akan segera datang." Bee merasakan energi dari saudaranya atau anak dari Dewa Cahaya.


Sosok elang terlihat, matanya menatap tajam ke arah segerombolan musuh. Pria yang menungganginya merapal sihir berskala besar hingga membuat 100 pemain dari super guild itu ketakutan.


"Itu bukan skill, Kan?" tanya Blue melirik Bee yang punya pengetahuan luas.


Dibandingkan dengan Liem, Bee memiliki pemahaman skill yang lebih tinggi. Pada kehidupannya sebagai Lucifer, Liem hanya berlatih terus menerus dan membantai semua penghalangnya.


"Itu kemampuan simbol yang dimiliki elang itu." Bee memberikan komentar pada keterampilan yang sangat indah hingga membuat 100 orang ketakutan. Anehnya ia sama skali tidak takut dengan serangan sebesar itu, ia pernah melawan Naga Petir dan Ratu Es yang lebih kejam.


Ketika mengingat Ratu Es, Blue segera melihat gelar yang ditinggalkan. Sudut bibirnya segera terangkat ketika melihat tulisan Ratu Es, ia segera menekannya untuk melihat efeknya.


...[Sistem Eror.]...


...[Merubah gelar Ratu Es menjadi Raja Es.]...


...[Raja Es...


...1. Memberikan kekuatan kebal terhadap semua serangan bertipe Es. (Hanya berlaku disaat HP dibawah 20%.)...


...2. Meningkatkan pertumbuhan Energi Kehidupan....


...4. Meningkatkan keberhasilan membuat simbol, barang, peningkatan pelengkapan sebanyak 20%....


...5. Menjadi musuh Raja Api.]...


Blue langsung mengeluarkan Batu Bertuah yang sudah menjadi barang Epik. Ia melihat adanya secercah harapan meningkatkan Batu Bertuah.


...[Baru Bertuah (Epik)...


...Bonus status :...


- Keberhasilan profesi meningkat 15%


...- Efek barang buatan meningkat 15%...


...- Pengalaman profesi meningkat 15%...


...Kegunaan :...


...3 Barang Jenis sama....


...Peningkatan :...


...10 ribu serpihan rendah / 1000 serpihan tinggi.]...


Batu serpihan cukup sulit didapatkan karena para pemain sudah menjualnya pada pedagang pribumi. Artinya persediaan batu serpihan hanya di dapatkan oleh para pemula yang belum level 50.


Namun Blue harus bersyukur karena ia membeli banyak batu serpihan yang didapat dari hari terakhir pembukaan pasar online.


Sebelum meningkatkannya, Blue harus mencari tempat tertutup supaya tidak menimbulkan banyak kecurigaan.


Blue segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam desa, tujuan awalan langsung bengkel perbaikan barang. Yami akan memimpin semua kelompok untuk berburu monster disekitarnya.


Liem sudah menyelesaikan beberapa skenario utama hingga ia harus mundur karena musuhnya terlalu kuat untuknya sekarang.


"Aku harus tenang, ini hanya di bawah 30%." Blue harus mengambil resiko, ia menekan tombol satukan dalam sistem untuk meningkatkan Batu Bertuah dan batu serpihan.


...[Gagal peningkatan, semua barang akan dikembalikan.]...


...[Tindakan anda menarik para Dewa yang mengincar Batu Bertuah. Sebaiknya anda segera meningkatkannya untuk menyembunyikan dirinya.]...


...[Jangan menempanya menggunakan sistem, cobalah tempa manual untuk meningkatkan keberhasilannya.]...


"Sejak kapan sistem berbaik hati padaku?" " gumam Blue. Meskipun begitu ia melakukan sarannya dan memanaskan tunggu untuk meleburkan para batu serpihan.


Setelah meleleh, ia menaruhnya di atas batu bertuah. Karena melakukannya dengan penuh semangat, Blue tidak sadar telah menghabiskan waktu 6 jam di dalam bengkel.


Untungnya desa ini tidak meminta bayaran di awal, jadi Blue bisa menambah waktunya sesuka hati. Selain itu penjaga bengkel disini sangat ramat tidak mencerminkan pandai besi sesungguhnya.


Blue sebenarnya curiga dengan pemilik bengkel ini karena ia terlalu lemah untuk menjadi pemegang kekuasaan. Pasti ada seseorang yang mendorong orang itu untuk terkenal dan di sanjung semuanya.


Blue melakukan semua proses, Batu Bertuah siap untuk ditingkatkan. Cahaya yang di pancaran oleh Batu Bertuah dan lelehan batu serpihan saling melengkapi.


Proses ini sama persis seperti penggunaan sistem. Namun anehnya Blue bisa menciptakan ilusi seperti itu hanya dengan menuangkan cairan ke atas batu.


...[Peningkatan berhasil, selamat Blue mendapatkan Batu Bertuah Legendaris. Segel jiwa yang anda tinggalkan di dalam Batu Bertuah tidak akan hilang, seiring berjalannya waktu segel itu akan menjadi akarnya.]...


"Sejak kapan sistem jadi begitu perhatian padaku. Paham-paham aku paham!" gumam Blue pelan sekaligus senang karena bisa melihat Batu Bertuah yang tidak pernah ada di dunia sebelumnya.


Persentasi awal Batu Bertuah adalah 15, setelah meningkat menjadi 20. Artinya keberhasilan profesi, efek barang buatan, dan pengalaman profesi telah meningkat cukup signifikan.


Barang yang dibutuhkan untuk meningkatkannya menjadi Mistik sangat banyak. Ia membutuhkan 1 juta Batu Serpihan rendah atau 10 ribu tingkat puncak.


Blue tidak punya rencana untuk meningkatkannya ke Mistik. Namun matanya segera terbuka lebar melihat kesempatan berhasil meningkat ke Mistik masih 20 persenan.


"Apa mungkin gelar Raja Es begitu penting makanya diperebutkan oleh Demigod lainnya." Blue termenung dan memikirkan sesuatu yang mungkin dilakukan oleh manusia biasa sepertinya.