
Blue tidak akan memaafkan pengkhianat sedikitpun, padahal ia berharap banyak pada Queen untuk memimpin Fairy Dance di Benua Barat.
Tidak hanya mengembangkan Fairy Dance, Queen justru menghabiskan dana Fairy Dance untuk urusan yang kurang penting. Itulah alasan mengapa Blue bisa mengetahui bahwa Queen adalah pengkhianat yang sudah merencanakan semuanya sejak awal.
Queen mulai panik karena banyak pengikutnya yang di tendang dari guild, makanya ia menggunakan stealth kelas S untuk mengikuti Blue kemanapun ia pergi. Namun siapa yang menyangka ternyata Blue hanya mempermainkannya.
“Bajingan, bagaimana mungkin karakterku menjadi sampah seperti itu!” seru Queen keluar dari mesin Domain Dewa.
Ia sekarang tinggal di tempat yang sangat mewah, tidak ada kekhawatiran sedikitpun untuk jaminan masa tua. Makanya ia berani mengungkapkan jati dirinya di depan Blue.
Anehnya setelah beberapa saat menikmati kekayaannya, puluhan polisi langsung mendobrak pintu rumah dan menangkap Queen dan seluruh pembantunya.
“Ini melanggar hak asasi manusia, tunjukkan surat penangkapannya!” seru Queen membela diri.
Seorang polisi menunjukkan surat dari penangkapan. “Jangan banyak bicara dan segera ikuti kami!”
Semua ini sudah direncanakan sejak awal, Blue hanya ingin melihat perubahan Queen yang sangat cerdik. Sayangnya sepintar-pintarnya tupai melompat, ia akan jatuh juga. Keluarga Hardiman punya akses untuk semua kekuatan pemerintah, mereka adalah penguasa sebenarnya Benua Barat di dunia nyata.
Bodohnya Blacklist tidak pernah mengetahui perang nyata antara Keluarga Gong dan Fairy Dance, mereka hanya tahu tentang ketegangan Keluarga Gong dan Hardiman. Blue memanfaatkan celah itu untuk membuat alasan yang tepat untuk mengakhiri Queen dan Blacklist secepat mungkin.
Queen awalnya hanya mengira Keluarga Hardiman mau menandatangani kesepakatan karena perang politik dengan keluarga gong, tetapi ia tidak pernah menyangka kemalangan akan menimpanya.
Dengan bukti yang disajikan, Queen terancam penjara 50 tahun. Tidak hanya itu, semua uangnya akan dibekukan oleh polisi dan Jesicca sedikit memanipulasi informasi supaya uangnya masuk ke Fairy Dance.
Hanya butuh 48 jam untuk Queen dan komplotannya menjadi tersangka dan di jatuhi hukuman 70 tahun penjara. Itu bisa bertambah lama karena Jesicca memberikan bukti tidak kejahatan yang melebihi tuntutan sebelumnya.
Selain itu, semua pengacara yang membela Queen dipaksa mundur dan meninggalkan kasusnya. Semua bisa dilakukan karena kekuasan Keluarga Hardiman dan perusahan besar yang ternyata milik Fairy Dance di Benua Barat.
“Kau pikir aku ke Benua Barat hanya main-main, bajingan!” seru Jesicca melihat berita yang sudah mengatakan bahwa Queen telah mendekam di penjara.
Sebenarnya Jesicca terlambat mengikuti perang sebelumnya karena ia mendirikan jaringan perusahan di Benua Barat. Ia melakukannya atas nama Arief Baskoro, jadi tidak akan ada orang yang mengenalnya bahwa itu adalah milik Fairy Dance.
Semua itu dilakukan untuk membuat langkah pencegahan pada Queen, tetapi siapa sangka Blacklist ikut campur dan memulai perang.
“Blacklist ya... sepertinya ini akan sedikit menarik,” ucap Jesicca dengan senyum jahat yang muncul di bibirnya.
Nidia melihat bosnya tersenyum aneh segera tahu bahwa Jesicca akan melakukan hal kotor untuk merebut sesuatu atau bahkan mengambil milik orang lain. “Sebaiknya aku pergi dari sini,” gumam Nidia pelan sambil melangkahkan kakinya kebelakang.
500 ribu pasukan musuh sudah sampai di depan Desa Pohon Runtuh, Blue secara pribadi menjadi jendral perangnya. Aqila izin tidak ikut perang karena sahabatnya terkena masalah dengan kepolisian.
“Apa kamu yakin ingin melanggar kontrak dan memilih menjenguk sahabat mu?” tanya Blue melalui pesan suara.
Aqila tampak merenungi apa yang harus ia perbuat. Saat ini ia sudah tahu bahwa Queen memanfaatkannya dan guild Fairy Dance untuk mencari keuntungan pribadi, hatinya sangat sakit ketika mendengar berita tentang pengkhianatan dan bukti-bukti yang sudah ditunjukkan petugas keamanan di persidangan terbuka.
Bukannya tambah terpuruk, Fairy Dance lebih berkembang karen Queen keluar. Anehnya semua anggota Fairy Dance yang setia tetap berdiri melawan pasukan musuh yang mustahil untuk dikalahkan.
“Aku percaya Fairy Dance bukan guild biasa. Queen hanya boneka yang dikendalikan oleh seseorang dan akhirnya berakhir di penjara hingga tulangnya keropos.”
“Aku juga percaya itu, tetapi posisi kita tidak sebagus yang diharapkan.”
“Apa kamu sudah mendengar, beberapa anggota inti Fairy Dance dari Benua Tengah sudah datang untuk membantu. Artinya kita akan menahan pasukan musuh dengan sekuat tenaga, toh kalau kita kalah tinggal cari yang lain.”
“Bro, kamu harus berpikir realistis. Jika Fairy Dance kalah, semua anggotanya akan dipulangkan dan sulit mencari guild lainnya!” salah seorang pria memberikan pengaruh buruk pada prajurit perang.
Sampai akhirnya Fairy Dance terbagi menjadi dua, Blue tersenyum dan segera memberikan semua orang yang ada di pihaknya berkesempatan mengucap sumpah darah melayani Fairy Dance dan Raja Segalanya.
Anehnya semua orang yang memilih berdiri di samping Fairy Dance segera mengucap sumpah darah. Mereka semua dilarang untuk mengungkapkan kemampuan yang didapatkan setelah mengucap sumpah darah, hal itu dilakukan supaya pengikut Raja Segalanya hanya pengikut setia.
Blue harus belajar dari kasus Queen, ia tidak mau memberikan kesempatan pada pengkhianat untuk kedua kalinya.
“Keluar kau perwakilan Fairy Dance!” teriak Oheb dari pasukan Blacklist.
Tentu saja Blue keluar mengenakan topeng supaya musuhnya tidak tahu. “Jadi apa tujuan anda datang ke tempat kami?”
“Jangan banyak bicara, segera bebaskan semua tahanan dan serahkan desa ini!” seru Oheb dengan suara menggelegar.
Blue tersenyum manis mendengar pernyataan berani dari lawannya. “Bukankah negosiasi sebelumnya gagal, mengapa kalian masih berdiri di sana?” jawabnya dengan nada rendah.
Tanpa basa-basi, pasukan Blacklist langsung menyerang layaknya singa yang kelaparan. Namun sebuah cahaya tembus pandang menyelimuti seluruh desa, sekali lagi 500 ribu pasukan musuh terperangkap dalam simbol raksasa.
7 ribu pengikut setia Fairy Dance muncul dari gerbang depan. Mereka tampak yakin bisa menang melawan pasukan segitu banyaknya. Juga ada 4 ribu pemain yang kurang setia menghadapi musuh.
“Serang!” seru Oheb memberikan perintahnya.
Blue tersenyum dan memerintahkan Ragil membersihkan semua musuh dengan cepat. 500 ribu musuhnya langsung menghilang dalam beberapa detik saja, mereka semua kalah tinggal 5 orang terkuat yang berdiri.
Blue melangkah ke arah mereka berlima, suara hentakan sepatu terdengar seperti drum di dalam hati musuhnya. “Jadi kalian menganggap Fairy Dance lemah?” tanya Blue sambil menatap Oheb yang mulai khawatir.
Padahal ia tidak pernah mati sekalipun, tetapi melawan Fairy Dance akan mengantarkannya ke rumah kebangkitan beberapa kali. Meskipun hanya firasat, Obeh tahu betul rasanya tidak bisa menang melawan musuh kaut.
“Siapa kau, tidak mungkin Fairy Dance punya orang sepertimu!” seru Oheb.
“Tentu saja aku salah satu anggota Fairy Dance yang akan berperang melawan kalian.” Namun siapa yang menyangka pasukan kalian begitu lemah, hingga tidak bisa menahan serangan mudah seperti tadi.
Kenyataannya Blue mengirim 500 ribu penduduk pribumi yang levelnya di atas 500 untuk pembantai pemain level 200an. Meskipun begitu, Blue harus menjunjung tinggi negosiasi.
Oheb menarik busur panahnya, ia langsung membidik mata lawan untuk menunjukkan dominasinya. Anak panah melesat layaknya senjata api, tetapi itu masih belum cukup membuatnya terluka.
Tangan kanan Blue reflek bereaksi menangkap anak panah yang melesat ke matanya sebelum kena. “Ini akan menjadi perang yang menarik, ayo lakukan!” kata Blue menantang 5 orang terkuat yang sesungguhnya.