Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Mengejutkan


Zaha menjadi maestro perang, seperti julukannya di kehidupan sebelumnya. Bedanya di kehidupan sebelumnya ia tampak diam dan dingin, tetapi sekarang ia seperti orang gila yang tertawa ketika menghancurkan lawannya.


"Apa-apaan itu!" teriak Ketua Gong yang mulai sadar betapa dalamnya Fairy Dance. Dia mulai merasa salah mencari gara-gara dengan pasukan gila seperti Fairy Dance.


Eka mengayunkan pedang energinya sekali lagi, dua raksasa ditumbangkan begitu cepat. Dwi juga menggila, pasukan musuh yang terkena pedang energinya akan menerima efek slow sebanyak 20%.


Jadi pasukan Fairy Dance dan aliansinya bisa menghancurkan mereka dengan mudah. Blue tersenyum melihat pasukan musuh mulai tertekan, tapi senyumnya hilang ketika melihat Ketua Tujuh Surga tampak tidak senang.


Firasatnya mengatakan bahwa akan ada gelombang besar akan terjadi. Blue segera memastikan keadaan di markas Fairy Dance.


"Ayunda, apa di sana kondusif?"


"Tenang saja, kami bisa melindungi semua orang!" jawab Ayunda sambil memegang tangan kanannya yang dipenuhi darah.


Tiga pria melindunginya, mereka adalah pasukan Harimau Putih yang bertugas melindungi markas Fairy Dance. Namun malam semakin larut, siapa yang menyangka ada banyak penyerang tak dikenal.


Bahkan Yohana pingsan karena sekujur tubuhnya terkena sayatan pedang dan senjata api. Meskipun begitu nyawanya tidak terancam.


"Baiklah, aku percaya padamu. Tapi lain kali jangan berbohong!" Blue langsung menutup panggilan suaranya.


Blue sebenarnya mulai panik, tapi sebagai seorang pemimpin ia harus tenang. Karena Ketua Gong mundur untuk menyesuaikan pasukan yang, Blue menghubungi Leon untuk menanyakan kemajuannya.


"Leon, bagaimana kemajuannya?" tanya Blue.


"Kami menemukan jalan buntu, berikan aku waktu sedikit lagi!" jawab Leon dengan suara lirih, dia juga terluka. Bajunya robek tak karuan, darah mengalir di setiap sendirinya.


Bahkan 20 pengawal yang menjaganya tergeletak di lantai karena kehabisan napas. Tidak ada yang tahu berapa lawan yang mereka hadapi untuk sampai di tempat tujuan.


"Ya, aku percaya padamu. Tolong kembalilah dengan selamat!" kata Blue dengan suara pelan.


"Jangan meremehkanku, aku pasti kembali dan memimpin Fairy Dance!" jawab Leon.


Tidak bisa dipungkiri, super guild yang mendukung Keluarga Gong mulai melancarkan serangan di dunia nyata. Awalnya Blue tidak menduga ini akan separah ini, tetapi semua sudah siap, Fairy Dance tidak akan mundur.


Kondisi Reza dan Justin tidak jauh berbeda dengab Leon, mereka berdua mendapat tekanan dari aliansi musuh di kehidupan nyata. Makanya tidak ada satupun dari mereka yang hadir di medan perang.


Zaha punya mesin virtual di kamarnya, jadi tidak mungkin penyusup masuk kedalam dan menggagunya. Jessica dan Amelia ada di ruangan khusus bawah tanah bersama Blue dan beberapa orang lainnya.


Aries Hardiman menghisap rokoknya, ia sudah lama tidak merokok karena usianya sudah terlalu tua. Seorang pria tua berjenggot putih menghampirinya.


"Merokok sangat tidak pantas untuk orang tua sepertimu!" katanya.


Aries Hardiman menjatuhkan rokoknya dan menginjak dengan kakinya. "Sadar diri, kau juga sudah sangat tua, Gong Ryu!"


"Aries Hardiman, kita dulu adalah kerabat dekat. Tolong minggir dan biarkan aku menyingkirkan anak itu!" kata Gong Ryu dengan suara santai.


Aries Hardiman menggaruk pelipisnya. "Gimana ya, dia sudah aku anggap cucu. Jadi jangan mengatakan sesuatu yang konyol!"


"Apa kau masih mengharapkan dia kembali ke bumi dan menjemput kita?" tanya Gong Ryu.


"Siapa yang tahu, aku hanya melakukan yang terbaik." Aries Hardiman masih bersikeras akan melindungi Fairy Dance dan Blue.


"Jangan salahkan aku jika bertindak kasar!" kata Gong Ryu dengan nada mengancam. Empat pria berotot muncul di belakangnya.


"Huh, siapa yang menyangka 4 murid kesayanganku akan menjadi bawahan Gong Ryu alias musuhku sendiri. Untung masih ada satu muridku!"


Ketua Harimau Putih muncul di belakang Aries Hardiman. "Apa kalian bangga dengan tindakan ini?"


"Kakak pertama, kami tidak akan bisa mengalahkanmu jika dilatih pria tua itu terus. Jadi bergabung dengan Gong Ryu adalah pilihan yang paling tepat."


Aries Hardiman dan Ketua Harimau Putih berlari ke arah musuh. Bentrok antaran keduanya tidak bisa dihindarkan.


Lingkungan sekitarnya hancur dan beberapa pohon tidak dapat diselamatkan. Aries Hardiman sedikit kewalahan karena melawan 3 orang sekaligus, termasuk Gong Ryu.


Sedangkan Ketua Harimau Putih melawan dua adik seperguruannya. Tidak ada yang tahu siapa yang menang, tetapi kondisi Harimau Putih tidak diuntungkan.


Hanya karena peperangan Domain Dewa, polisi di dunia nyata tidak dapat melakukan apapun karena keterbatasan kekuatan. Mereka hanya menonton dan akan menutupi kejadian ini di esok hari.


Perang bergulir terus, Blue memandu semua rekan-rekannya supaya bergerak sesuai tugasnya. Keluarga Gong dan aliansinya juga melakukan hal yang sama.


Meskipun bukan semua orang yang turun di medan perang, tetapi semuanya bukan pemain atau penduduk pribumi baisa. Semuanya punya prestasi yang tidak mudah diraih.


Drakula terbang di sebelah Dwi, ia tersenyum dan mengatakan, "Persembahan darah sudah cukup. Mari mulai upacaranya!"


Tetesan darah di telapak tangannya membuat semua musuh yang darahnya disedot langsung lemas.


Margareta yang melihat Drakula entah mengapa darahnya bergejolak. Meskipun ini hanya permainan, tidak mungkin mesin virtual bisa mengenali identitas aslinya.


Jessica yang mundur dan mengistirahatkan tubuhnya melirik Margareta. "Jangan membohongi dirimu, semua orang tidak akan takut meskipun kau seorang raksasa ataupun vampir!"


Mendengar perkataan Jessica, Margareta tersenyum dan melepaskan segel yang selama ini mengekang kekuatannya. Sosok wanita vampir dengan bibir putih pucat dan taring tajam muncul.


Beberapa pengawal Margareta juga berubah menjadi wujud aslinya. Mereka tidak pernah menunjukkan wujud aslinya selama ini, tapi entah mengapa setelah melihat Drakula darah dalam tubuh mereka bergejolak.


Raul juga meraung keras khas seekor serigala. Raungannya terdengar sampai ujung medan perang, hingga pria di belakang Margareta tidak bisa menahan dirinya dan berubah menjadi manusia serigala.


"Mungkinkah hewan itu Fanrir leluhur kami!" katanya dengan suara pelan.


"Aku tidak tahu, yang pasti serigala itu tidak baisa!" jawab Jessica dengan santai.


Berbeda dengan beberapa pemimpin super guild lainnya, mereka tidak percaya masih ada sosok mitos seperti Vampir dan Manusia Serigala.


Jessica menengok ke arah 6 super guild lainnya. "Tidak perlu menyembunyikannya, kami Fairy Dance sudah tahu siapa kalian semua."


Seperti yang dikatakan Jessica, 6 super guild yang mendukungnya bukanlah manusia sepenuhnya. Mereka manusia setengah hewan dan ras langka seperti Elf dunia nyata.


"Bagaimana kamu bisa tahu?" tanya seorang wanita yang telinganya memanjang layaknya elf.


"Bos kami sudah tahu kalian semua. Makanya membentuk aliansi dengan mahkluk lain lebih mudah dibandingkan dengan sesama manusia."


Alasan Jessica memang masuk akal, tetapi jawabannya tidak menjawab pertanyaan perempuan Elf itu.


"Aku semakin tertarik dengan Fairy Dance, semoga kita terus bekerja sama di masa depan."


"Aku tidak mau menakuti kalian, tetapi jika kita kalah hari ini, semua orang disini dipastikan akan tumbang!"


Pernyataan Jessica memang benar adanya, Ketua Tujuh Surga bukan orang biasa. Jika dia marah pasti dunia akan terguncang.


Blue masuk lagi ke medan perang, tujuannya tidak lain adalah ketua keluarga gong yang memberikan instruksi pada anggotanya.


"Sepertinya kau sangat sibuk, Pak Tua!" kata Blue menyapa Ketua Keluarga Gong.


"Bocah ingusan sepetimu mana mungkin tahu apa namanya strategi!"


"Memang pengalamanku tidak lebih banyak darimu, tapi strategi bisa dilihat dari hasilnya kan!"


Tepat setelah Blue mengatakannya, pesan mengejutkan di terima Ketua Gong.