Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Singkat


Keduanya langsung mundur beberapa langkah, Anoman sedikit terkejut karena ia tidak menahan sedikitpun kekuatannya. Berbanding terbalik dengan Yami yang sangat tenang menghadapi lawannya.


"Anak muda, kau sangat hebat!" puji Anoman sambil merubah wujudnya menjadi manusia setengah kera dan perlengkapan yang menyala berwarna kuning keemasan.


Yami menghembuskan napasnya pelan, energi aneh segera menyelimuti sekujur tubuhnya hingga membentuk sebuah armor yang kokoh.


Tanpa ragu Yami mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh. Sayangnya Anoman bukan orang barbar yang menghadang semua serangan, ia melompat dan melemparkan sebuah energi sari telapak tangannya.


Yami dan Anoman tersenyum, mereka berdua langsung beradu teknik jarak dekat. Anoman dengan dua tangannya menangkis dan menyerang tubuh Yami dengan mudah.


Sedangkan Yami terus belajar hingga serangan dan tangkisan Anoman tidak efektif. Luaskan pengalaman Anoman dalam medan perang membuatnya bisa menggunakan berbagai teknik.


Disisi lain Yami terus belajar seperti spon yang menyerap air. Meskipun ia terlihat dirugikan, dalam beberapa detik langsung ada peningkatan.


"Menurutmu siapa yang akan menang?" tanya Blue melihat Bee yang menonton sambil makan kaki kepiting miliknya.


"30 banding 70, Anoman dipastikan akan menang. Namun lain cerita jika Yami mempertaruhkan nyawanya. " Bee memberikan pandangannya tentang pertarungan persahabatan ini.


"Sejujurnya aku kurang setuju denganmu, Yami akan mengatasi kelemahannya pada pertarungan ini. Lihat dan saksikanlah!" sahut Liem menunjuk pertarungan Yami dan Anoman.


"Otakmu hanya berisi kekuatan dan bakat. Meskipun Yami bisa menambal kesalahannya, sampai kapan ia bisa melakukannya. Lihatlah Anoman masih bisa tersenyum dan mengayunkan serangannya dengan santai."


Perdebatan Bee dan Liem tidak berhenti sampai disitu, Blue tidak mendengarkan mereka berdua dan melihat pertandingan yang sangat seru. Tanpa ia sadari, Blue telah belajar ilmu pedang dan beladiri secara bersamaan.


Setelah menyerap energi kekacauan, Blue merasa ada yang berbeda dengannya. Namun ia tidak tahu apa yang berubah, hingga akhirnya mengabaikannya.


Yami dan Anoman bertarung dengan kekuatan penuh, tanpa sadar mereka menghancurkan beberapa bangunan yang sudah dilapisi simbol mahal.


Bunny melangkah ke tengah pertandingan dan menghentikan serangan keduanya. "Mari pindah ke tempat pertarungan yang sesungguhnya."


Kedua tangan Bunny yang menahan serangan Yami dan Anoman bergetar hingga kedua lengan bajunya robek. Meskipun begitu, ia tetap tersenyum dan menyembuhkan kedua lengannya sambil berjalan.


Anoman dan Yami saling memandang, mereka mengurangi jumlah kekuatan pada detik terakhir ketika Bunny menghentikannya. Anehnya mereka berdua saling tersenyum karena kontrol kekuatan telah terbukti.


Blue dan teman-temannya juga mengikuti dari belakang, ia masih belum kehilangan senyumnya sejak Bunny berani menghentikan serangan Anoman dan Yami.


"Bocah itu punya perspektif yang sangat baik. Tidak salah aku memaksanya bergabung dengan Fairy Dance."


Meskipun perkataan Blue pelan, Bee mendengarnya. "Siapa di Fairy Dance yang tidak kamu paksa masuk. Mereka semua masuk karena tipu muslihat lidahmu!"


"Setelah sekarat lidahmu jadi lebih tajam."


Blue dan Bee sudah lama bersama mereka berdua sudah seperti keluarga kandung.


Liem, Rafaela, dan Kitty hanya diam tampa mengatakan apapun. Mereka sudah tahu kedudukan Bee di mata tuanya.


Tidak hanya satu kali Bee menyelamatkan Blue dari kematian, tetapi dua kali hingga memaksanya koma beberapa hari.


Pertarungan Yami dan Anoman dilanjutkan, keduanya berdiri di sisi yang berbeda. Blue dan semua orang duduk di kursi penonton yang terbuat dari marmer mahal.


Blue hanya bisa menggelengkan kepala ketika melihat arena pertarungan semegah ini tetapi tidak menerima pemain masuk ke dalam desa.


Sebuah pesan langsung di kirim ke Jesicca untuk mengadakan kompetisi di Desa Sahara, hanya 64 pemain yang diperbolehkan bertanding disini.


Mereka semua akan melakukan kompetisi seperti biasanya, kemudian akan melaju ke babak 64. Dengan kemegahan arena pertandingan ini dan pesona sekitarnya, seharusnya para pemain dan penonton akan menyukainya.


Namun masih ada masalah yang harus mereka selesaikan, bagaimana cara memindah portal antar kota ke dalam arena pertandingan yang luas ini dan membatasi pemain untuk keluar. Blue masih tidak bisa mengerti mengapa Zaha membangun arena pertarungan semegah ini di dalam desa yang menutup diri.


“Sudah aku katakan, Yami pasti bisa menjadi lawan yang cocok untuk Anoman,” seru Liem menunjuk arena pertarungan yang seimbang.


Yami dan Anoman tidak ada yang mau kalah, mereka mengerahkan semua kekuatannya untuk mendapat hasil terbaik. Meskipun Yami terlihat tidak diuntungkan karena pengalamannya, ia membuktikan bahwa bakat juga mempengaruhi pertarungan.


Sampai akhirnya pertarungan mereka menemukan hasilnya, Yami berlutut karena kehabisan napas dan stamina. Berbanding terbalik dengan Anoman yang masih bisa berdiri tegap tanpa kelelahan sedikitpun.


“Kali ini aku menang,” kata Anoman sambil mengulurkan tangannya.


Yami tersenyum dan menerima uluran tangan Anoman. “Lain kali aku tidak akan kalah. Sebaiknya persiapkan dirimu!”


Anoman tersenyum manis, ia merasa perkataan itu bukan candaan semata. Melihat perkembangan Yami dalam pertarungan tadi, Anoman yakin ia akan terlewati setelah 10 atau 20 tahun. Blue bertepuk tangan dan menghampiri mereka.


“Pertandingan yang sangat baik.” Blue mengatakannya karena ia merasa kagum dengan keterampilan Anoman dalam beladiri. Dengan tangan kosong Anoman berhasil mengalahkan salah satu rekan terbaiknya.


“Jadi bagaimana keputusan anda,Tuan?” tanya Anoman yang tidak sabar mengikuti tuan terakhirnya .


“Aku setuju dengan ide mu, tetapi sebelum kau meninggalkan Desa Sahara, latihlah beberapa anak berbakat dan buat mereka menjadi pilar desa ini. aku akan kembali setelah 1 atau 2 tahun lagi, pastikan menyelesaikan tugasmu.”


“Baik, Tuanku.”


Anoman mengerti mengapa tuannya ingin dia melatih seorang penerus, jika terjadi kecelakaan yang membuat Anoman tidak dapat kembali, setidaknya ada murid yang ia tinggalkan untuk Desa Sahara yang menyelamatkannya.


Blue segera menghubungi Reza di Benua Selatan. “Bagaimana kabarmu?” tanya Blue melalui panggilan suara.


“Semua berjalan lancar, hanya ada beberapa masalah kecil yang membuatku sedikit kesal.” Suara Reza tanpa berat, hal itu membuat Blue mengetahui bahwa ada masalah yang menimpa Fairy Dance di Benua Selatan.


“Apa kamu sudah menguasai simbol tingkat tinggi?”


“Aku sudah menghafal semua simbol tingkat tinggi di sini. Namun aku masih kalah dengan seseorang bernama Wanda.” Reza mengatakannya dengan suara yang ditekan, artinya ia sedang stres karena pemain bernama Wanda.


“Apa yang membuatmu kalah?”


“Hanya taruhan kecil, kapan anda kemari bos?” tanya Reza mencoba mengalihkan pembicaraan.


“Aku akan tiba 3 hari lagi, sebaiknya persiapkan dirimu. Aku akan mengajarimu cara menahan emosi dalam berbicara dengan orang.” Blue langsung menutup panggilannya, ia ingin memberikan tekanan yang lebih pada Reza yang baru saja kalah.


Meskipun begitu, Blue sedikit terkejut salah seorang pemain yang akan menjadi Maha Guru simbol menantang Reza di Benua Selatan. Pasti ada permasalahan yang menyangkut Fairy Dance atau mungkin guild Wanda.


Blue akan lebih baik melakukan persiapan dan membuat simbol di dalam kertas, ia juga menyuruh Liem menyelesaikan skenario utama berama Kitty. Keduanya telah berkembang sangat banyak, jadi tidak akan sulit menyingkirkan beberapa monster sederhana.


Karena penasaran dengan Dual Secret Sword masuk dalam tubuhnya, Blue memeriksa statusnya sambil membelalakkan mata.


“Sial, aku bisa mati berdiri jika ini terus berlanjut!” seru Blue yang baru saja membuka layar statusnya yang sangat berbeda dari sebelumnya.