Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Arsitek


Rasyd dan semua kelompoknya  segera menuju Desa Pohon Runtuh yang dikabarkan menjadi markas utama Fairy Dance di Benua Barat. Blue mengawal mereka sampai ke desa dan segera memantau pembangunan desa.


“Jika Zaha disini pasti pembangunannya akan lebih mudah.” Blue merasa membutuhkan seseorang yang dapat dipercaya di benua barat. Namun ia tidak mempunyai banyak informasi dari kehidupan sebelumnya.


Sampai akhirnya ia melihat seorang gadis sekitar 20 tahunan melihat pembangunan restoran sambil membawa kertas. Dia menggambar dan menulis semua kekurangan yang dimiliki bangunan tersebut.


“Aneh, aku sudah menggambar semuanya tapi tidak ada satupun bahan yang terbuang sia-sia. Pembuat rancangan bangunan ini pasti orang yang hebat.”


Blue tidak menggangunya, ia hanya meliriknya dan melihat statusnya dengan Mata Dewa.


...[Yuri...


...Level : 210...


...Profesi : Arsitek (Ahli)]...


Blue sedikit tersenyum melihat ada seorang seperti Yuri yang mendedikasikan dirinya untuk arsitek. Meskipun begitu ia masih bingung mengapa Yuri masih ada di tingkat Ahli.


Sebagai orang biasa, Blue mendekati Yuri yang berdiri sendirian di depan pembangunan gedung. “Halo, ada yang bisa aku bantu?” tanya Blue dengan santai.


Yuri menoleh ke arah Blue. “Ah, tidak ada!”


“Apa yang kamu lakukan disini?”


Blue melihat lawan bicaranya menunduk jadi sedikit canggung, meskipun kurang mengetahui informasi di benua barat, Blue akan mencari sosok yang mungkin menjadi arsitek untuk fairy dance di Fairy Dance.


“Emm, aku hanya berjalan-jalan.”


“Apa kamu menyukai menggambar bangunan?” tanya Blue sambil mengalihkan pandangannya ke bangunan restoran.


“Aku sekolah di jurusan arsitek, jadi sudah pasti menyukai gambar bangunan. Tapi bakat ku sangat buruk dibandingkan dengan teman sekelas,” ucap Yuri mulai membuka dirinya. Selama ini ia bermain Domain Dewa hanya untuk bersenang-senang.


“Sangat mengagumkan, aku tidak punya uang untuk melanjutkan sekolah. Makanya aku bermain Domain Dewa untuk menghasilkan uang. Untungnya aku bergabung dengan guild yang cukup besar, makanya kehidupanku sekarang berkecukupan.”


Yuri tidak pernah merasakan kekurangan, dia berasal dari keluarga yang cukup kaya. Makanya ia bisa membeli mesin virtual saat pertama kali Domain Dewa rilis.


“Sebenarnya aku juga ingin menghasilkan uang dari Domain Dewa, sayangnya orang tuaku masih belum yakin tentang itu. Sekarang pertukaran emas sudah tidak ada, banyak pemain telah menyerah dan melakukan pekerjaan di dunia nyata.”


Blue bisa mengerti mengapa benua barat sangat sepi dibandingkan tengah dan timur, ternyata ada beberapa masalah mendasar tentang penghasilan uang. Blue sedikit tersenyum dan mengatakan, “Aku bisa merekomendasikan mu masuk ke Fairy Dance. Menurutku bayarannya cukup untuk kehidupan sehari-hari, kadang juga dapat bonus yang menguntungkan.”


“Apa kamu anggota Fairy Dance?”


“Bisa dibilang aku anggotanya,” jawab Blue sambil tersenyum aneh.


Yuri sedikit curiga dengan Blue karena mengatakan bahwa ia anggota Fairy Dance tetapi tidak mempunyai lencana maupun jubah khususnya.


Keduanya membicarakan arsitektur, sesekali Blue terus menawarkan menjadi anggota Fairy Dance. Tentu saja Yuri mengabaikannya dan mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain, sebenarnya ia juga menginginkan masuk sebuah guild yang menjanjikan gaji.


Aqila dan kelompoknya selesai membersihkan sarang monster, mereka tampak sangat menawan dengan jubah Fairy Dance yang tidak bisa ditiru oleh siapapun.


“Bos, apa yang kau lakukan disini?” tanya Aqila dengan ekspresi datar, menurutnya itu sudah kewajaran yang tidak perlu diperdebatkan.


“Kau memiliki tim yang sangat bagus. Sayangnya tidak ada pembuat kerusakan beruntun.”


“Menurutku kerusakan beruntun tidak terlalu penting untuk monster saat ini. Sistem menginginkan kita berburu monster yang 5 level di atas, jadi monster nya sangat mudah.” Aqila memberikan pendapatnya terkait komentar Blue.


“Apa kalian pernah melawan sekelompok pemain atau bos dunia?” tanya Blue dengan santai.


Salah seorang perempuan dari tim Aqila langsung membentak, “Bajingan memang kau pernah menemukan bos dunia?”


Pernyataan Blue membuat semua orang terdiam, mereka tidak bisa mengatakan apapun karena tidak ada informasi tentang itu.


“Bohong, tidak mungkin bos dunia bisa ditemukan begitu mudah!”


“Terserah percaya atau tidak.” Blue menjawab sambil mengangkat bahunya.


Aqila segera menghentikan perdebatan yang tidak penting. “Bos, apa kamu berhasil mengalahkan bos dunia?”


“Tentu saja tidak, aku hanya menggunakan sebuah trik untuk sampai disini. Oh iya, ini Yuri ia sangat pandai menggambar bangunan, mengapa tidak mempekerjakannya?”


Blue mencoba memperkenalkan Yuri pada Aqila yang notabennya adalah petinggi Fairy Dance.


“Queen akan memprosesnya, aku ingin tanya bagaimana cara melewatinya?” tanya Aqila dengan tatapan serius.


“Untuk sekarang kamu belum bisa melakukannya, manfaatkan waktumu untuk menyelesaikan misi kerusakan pasti.”


Seorang pria bertubuh kekar langsung mendekatkan wajahnya ke Blue dan mengeram. “Bajingan memangnya kau sekuat apa, ayo bertarung siapapun yang kalah akan keliling desa tanpa pakaian!”


“Tidak menarik, bagaimana jika taruhan.” Blue mengeluarkan 10 berlian dengan sangat santai, padahal 10 berlian setara dengan 10 ribu koin emas atau bisa dibuat bangun gedung 3 lantai.


Kelompok Aqila mulai berdiskusi, hanya Aqila yang tidak setuju dengan taruhan dan memilih mundur. Namun Blue sedikit menambahkan bumbu provokasi untuk meningkatkan keyakinan mereka.


“Sebagai ketua kelompok masak mudur?” kata Blue dengan santai.


Akhirnya mereka menuju arena, Blue melawan 12 orang sekaligus. Aqila juga masuk dalam jajaran kelompok karena ia juga ingin menguji kekuatan terbarunya. Yuri menonton di kursi penonton, ia sendirian karena pertandingan ini bersifat tertutup. Sampai akhirnya Queen, Rasyd dan kelompoknya datang dan duduk di sebelah Yuri.


“Aku sudah mendengarnya, kamu adalah orang yang direkomendasikan bos?” tanya Queen dengan santai.


“Ah, iya itu aku...” jawab Yuri sedikit canggung karena duduk di sebelah orang-orang terkenal.


“Santai saja, aku yakin kamu punya bakat yang bagus hingga bos merekomendasikan mu.”


“Siapa sebenarnya Blue itu?”


“Bisa dibilang dia adalah mantan ketua Fairy Dance.”


Rasyd dan kelompoknya juga baru tahu sebenarnya Blue adalah mantan ketua Fairy Dance. Namun mereka bisa merasa lega ternyata orang kuat seperti itu ada di pihaknya.


“Terus mengapa dia keluar?” tanya Yuri yang berpikir kritis.


“Siapa bilang dia keluar, bos hanya memindahkan kekuasaannya pada Leon. Jadi ia bisa fokus mencari bibit unggul di seluruh penjuru dunia, termasuk kamu.”


Perkataan Queen membuat Yuri semakin optimis, Rasyd dan kelompoknya juga makin percaya diri untuk mengembangkan kekuatannya di Fairy Dance. Queen sudah menceritakan tentang ketertarikan Blue kepada Rasyd dan kelompoknya.


Rasyd bertanya tentang pertandingan 1 lawan 12 ini. “Bukankah ini akan melukai harga diri Blue karena melawan 12 pemain terbaik Fairy Dance?”


“Rasyd kamu belum pernah ke markas besar Fairy Dance, Aqila sama sekali tidak menempati 100 besar pemain terbaik di sana. Apa lagi aku yang hanya bisa berencana dan melakukan bisnis.”


Jawaban Queen terlihat pesimis, sebenarnya ia juga heran mengapa bosnya mengirim dirinya ke benua barat. Padahal tugas pelebaran wilayah sangat penting untuk sebuah guild, tetapi Blue mempercayakan tugas penting itu padanya.


Blue mengirimkan pesan melalui sistem. “Itu karena aku percaya padamu.”


Queen langsung memegang kepalanya. “Bos, apa kamu membaca pikiranku?”


“Tentu saja tidak, aku hanya mengetahui kau terlalu banyak berpikir,” jawab Blue melalui pesan sistem.


Kemampuan Blue membaca mimik wajah sangat baik, sehingga ia bisa menggunakan trik untuk bermain dengan Queen.