
Anthony adalah seorang Dryad tua, kekuatannya sudah memenuhi seluruh ruangan hanya dalam beberapa detik saja.
Blue dan rekan-rekannya sudah disembuhkan, berbanding terbalik dengan Ratu Es yang masih kelelahan.
Tanah yang awalnya diam mulai bergerak menghimpit badan Ratu Es yang masih berlutut. Eka melihat kesempatan, ia mengayunkan pedangnya tepat ketika Ratu Es mencoba membebaskan diri dari serangan Anthony.
Dari kejauhan Blue dan Yami melakukan gerakan yang sama tapi beda skill. Yami mengayunkan satu pedang, sedangkan Blue dengan dua pedangnya.
"Keterampilan Buatan : Tebasan Bintang!" seru Blue dengan penuh semangat.
Yami juga melakukan tebasan yang ia pelajari dari Eka. Energi ungu kehitaman menyelimuti pedangnya, anehnya seluruh tubuhnya memancarkan cahaya terang layaknya dewa.
Ratu Es pernah melihat manusia seperti itu, ia memaksakan dirinya untuk membunuh Yami. "Aku akan membunuhmu, Sialan!" teriaknya dengan nada tinggi.
Serangan Ratu Es dan Yami bertemu, angin kencang mulai menyapu simbol yang melayang di udara. Benturan dari dua serangan itu mengakibatkan Ratu Es bisa bergerak lagi.
"Akhirnya aku bisa keluar!" ucap Ratu Es dengan suara pelan. Meskipun sudah kelelahan, ia adalah seorang Demigod tingkat puncak yang sebentar lagi akan mencapai dewa.
Sayangnya barang yang membantunya menjadi dewa sudah direbut Blue. Ratu Es tidak akan menyembunyikan kekuatannya lagi, ia harus segera menyingkirkan Yami supaya masa depannya lebih cerah.
Jantung Titan di dalam tubuh Ratu Es mulai beresonansi dengan Jantung Naga. Ratu Es yang awalnya cantik jelita berubah menjadi sosok monster bersisik keras.
Monster itu seperti naga tetapi berdiri dengan dua kaki layaknya titan. Matanya memancarkan cahaya merah darah yang tampak haus pertarungan.
Insting Naga dan Titan bergabung hingga menciptakan ledakan besar. Blue tidak menduga kekuatan musuh akan sekuat ini, ia segera menyuruh rekan-rekannya berkumpul.
"Kekuatan apa ini?" tanya Blue.
Liem menjawab dengan santai. "Penggabungan Jantung Nada dan Titan akan memakan energi kehidupannya. Tugas kita hanya perlu menahan setiap serangan Ratu Es."
"Masalahnya kita tidak punya kekuatan untuk menahannya." Bee memberikan pandangannya terhadap situasi saat ini.
Eka memberanikan diri untuk maju. "Biarkan aku menahan serangan terkuatnya, aku akan menahannya selama mungkin!"
Ratu Es dari kejauhan mendengar pembicaraan mereka, ia tertawa keras. "Bodoh, memangnya kau bisa menerima satu tinjuku!"
Tepat setelah mengatakannya, Ratu Es menghilang dan muncul di depan Eka. Untungnya Blue masih sempat bergerak dan menggunakan Dual Secret Sword untuk menahannya.
Blue langsung terpental jauh, ia menabrak dinding. Tangan kanannya langsung menutup mulutnya yang mengeluarkan darah.
Peringatan sistem muncul, Blue dalam keadaan bahaya. Di dalam mesin virtual ia juga mengeluarkan darah dari mulutnya walaupun tidak banyak.
Ia teringat pelajaran Aries Hardiman tentang pengendalian jiwa untuk meningkatkan konsentrasi. Blue langsung memejamkan mata dan mengedarkan energi prana sesuai alurnya.
Tanpa terasa Blue menggunakan teknik itu hingga menembus dunia nyata. Ini adalah sesuatu yang seharusnya tidak mungkin terjadi, tetapi Blue berhasil melakukannya.
Tubuh Blue mulai membaik, ia segera membuka matanya dan memberikan perintah pada seluruh rekan-rekannya.
HP Blue berwarna merah, untungnya belum menyentuh 1 karena itu akan memicu keterampilan pasif kebal miliknya.
Entah apa yang membuat Blue percaya diri, ia tersenyum dan menatap Ratu Es dengan tenang. "Sudah dipastikan kami akan menang tanpa korban satupun," katanya sambil menunjuk Yami.
"Apa maksudmu?"
"Jangan berpura-pura bodoh, aku sudah mengetahui mengapa kau terus abadi. Alasannya tidak ada manusia yang menguasai kegelapan dan cahaya secara bersamaan. Artinya keabadian milikmu tidak akan bisa digunakan selama Yami menyerang."
Ratu Es bertepuk tangan. "Sangat bagus, aku tidak menyangka manusia rendahan sepertimu bisa mengetahui rahasia para dewa."
"Hei, jangan terlalu membanggakan dirimu. Bukankah kau masih belum jadi dewa, aku sekarang bisa melihatnya." Blue menunjuk matanya dan tersenyum.
"Menarik, dalam kondisi ini manusia rendahan sepertimu membangkitkan kemampuan ilahi. Terus apa yang bisa kau lakukan dengan melihat energi kehidupanku yang mulai menipis?"
Kali ini Blue yang tertawa. "Pasti kau sekarang mulai panik. Aku punya ramalan bahwa kau akan mati secara mengenaskan dengan pedangnya." Blue menunjuk Yami yang berdiri di depannya.
Ratu Es segera bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal, ia langsung mengayunkan tangannya menyerang Yami. Sayangnya Blue sudah ada di depan dan menghentikannya dengan pedang.
"Meskipun aku sedikit lambat, tak akan kubiarkan kau menyentuhnya." Blue tersenyum untuk memprovokasi musuhnya.
Yami bersiap menggunakan serangan terbaiknya, Blue dan Ratu Es bertukar serangan terus menerus. Liem tidak pernah melakukan serangan licik sebelumnya, tetapi keadaan ini sungguh mendesak.
Tangan Liem mengeluarkan jarum dan memberikan serangan pada Ratu Es yang masih fokus menyerang Blue. Namun kali ini ia tidak meledakkannya langsung, Liem telah meningkatkan skillnya supaya bisa diledakkan sesukanya.
Ketika Blue mendapat kerugian, Liem meledakkan satu jarumnya supaya serangan Ratu Es sedikit meleset. Blue melebarkan senyumnya melihat Ratu Es kebingungan dengan tubuhnya.
"Efek sampingnya sudah mulai terlihat. Bagaimana kalau aku menahan serangan mu selama 2 menit?" tanya Blue.
"Aku tidak akan membiarkannya!" seru Ratu Es mulai memfokuskan serangannya pada Yami.
Sayangnya itu memberikan informasi berharga untuk Blue, 2 menit adalah batas waktu yang dimiliki Ratu Es. Blue memberikan kode pada Anthony untuk melindungi Yami yang bersiap menggunakan serangan terkuatnya.
Tanah melindungi setiap sisi Yami, sehingga ia hanya punya satu pandangan ke depan. Blue memblokir serangan Ratu Es dengan teknik yang sudah dimodifikasi, sehingga Ratu Es akan terus berada dalam pandangan Yami.
Sampai akhirnya serangan Ratu Es mengenai tubuh Blue hingga HPnya turun jadi 1. Pelindung Raja Segalanya aktif, ia akan kebal dari serangan beberapa detik.
Blue memanfaatkan waktunya untuk mencari tempat meminum ramuan penambah HP dan MP. Tepat ketika Blue beranjak pergi, Ratu Es langsung mengarahkan serangannya pada Yami.
Eka dengan sigap mencoba menghadang, sayang ia tidak cukup kuat untuk menghentikan Ratu Es yang berada dalam puncak kekuatannya.
"Rafaela, sekarang!" seru Blue memberikan perintah.
Rafaela tidak muncul dari tadi karena ia sedang menyiapkan simbol pengikat yang jauh lebih kuat. Luis dan seluruh pasukannya sudah bersiap untuk menyerang.
Ratu Es di bombardir serangan bertubi-tubi, ia mengeratkan giginya dan terus melangkah ke Yami. "Aku tidak bisa mati disini!" teriaknya dengan suara putus asa.
Blue yang sudah mengisi HP dan MP langsung muncul di depan Ratu Es. "Jangan tergesa-gesa, setidaknya masih ada 10 detik untukmu menikmati hidup."
"Sialan kau manusia rendahan!" teriak Ratu Es.
Yami membuka matanya, ia melihat Ratu Es berlutut di depan Blue. Dengan tatapan tajam dan ayunan pedang yang sangat kuat, ia langsung menyerang Ratu Es.
Sayatan pedang muncul berwarna hitam dan melahap semua tubuh Rati Es hingga keabadiannya hilang.
"Sial, aku sudah melakukan semuanya sendirian. Apa ini karma yang harus aku terima?" ucap Ratu Es mendongak ke atas dan tampak putus asa.
Blue mendekat dan tersenyum. "Aku sudah pernah melakukannya, sendiri bukan jawaban untuk menjadi yang terkuat."
Yami dari belakang langsung memotong Ratu Es layaknya bolu. Tubuh abadi langsung mencair seperti air.
Dua benda aneh muncul di depan Blue.
[Jantung Jendral Naga
...
Jantung Jendral Titan
...]