Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Kesalahan


Pertarungan Yami dan kelima Jenderal Hades tersebar luas. Para penduduk Kerajaan Moskow mulai membicarakan pertarungan yang mengguncang ketenangan semua orang.


Zeus dan pengikutnya juga mulai tertarik, karena banyaknya desas-desus tentang pertarungan tempo hari. Beberapa orang menganggap ini sebagai bentuk peringatan Zeus pada Hades yang mulai tak terkendali.


Contoh nyatanya sudah jelas, Kerajaan Moskow tercemar kutukan Cimera. Beberapa penduduk juga sudah mulai pindah ke kerajaan Damaskus ataupun Kuala.


Tujuan para penduduk sangat jelas, mereka berharap di kerajaan yang baru tidak harus menderita.


Meskipun hanya ratusan orang yang pindah, Hades mulai memerintahkan pengikutnya untuk melarang kepergian penduduk. Hal itu dilakukan supaya Cimera terkuatnya segera bangkit.


Hades di depan tabung kedap air menatap sosok yang sangat familier. "Osiris, aku tidak menyangka akhirnya bisa bertemu denganmu lagi."


Osiris dan Hades adalah teman masa kecil, mereka hidup di bawah tanah dan menempa tubuhnya bersama-sama. Sayangnya nasib menentukan jalan mereka, Hades dibuang ke Neraka sedangkan Osiris malah di angkat ke surga.


Sentuhan lembut Hades pada tabung kedap air mengingatkan masa kecilnya. Setelah beberapa saat, senyum jahat mulai menghiasi wajahnya.


"Mari buat kekacauan dan balas dendam padanya!" gumam Hades terlihat sedih.


Tidak hanya terobsesi dengan kekuatan, Osiris sebenarnya adalah pendendam akut. Dia menghalalkan segala cara untuk membalas Zeus yang menghancurkan seluruh keluarganya.


Tidak hanya keluarga di permukaan, Zeus juga membantai semua orang di bawah tanah. Untungnya Hades berhasil selamat dan menetap di Neraka, begitu pula dengan Osiris yang diangkat murid Dewa Kehidupan.


Blue merasakan ada pergerakan orang kuat, ia melihat dengan Mata Dewa untuk memastikan.


"Kenapa akhir-akhir ini banyak Maha Kuasa?" gumamnya pelan.


Ada 12 Maha Kuasa yang berkeliaran mengumpulkan informasi. Semuanya adalah prajurit Zeus yang kastanya cukup rendah.


Prajurit Zeus saja sudah Maha Kuasa yang tidak dapat diukur kekuatannya. Bagaimana dengan para kapten, jenderal, atau bahkan Zeus itu sendiri.


Blue mengerutkan alisnya berpikir cara terbaik memecahkan masalah ini, tapi tujuan utamanya sekarang mencari informasi tentang kekuatan mental.


Kekacauan yang terjadi di seluruh penjuru Tanah Dewa menjadi fenomena alam. Beberapa dewa mati mengenaskan dan pengikut Zeus ataupun Odin menjadi target.


"Baiklah, ayo menyambutnya." Blue berdiri dari kursinya. Dia menghilang seperti debu yang tertiup angin.


Hanya dalam beberapa menit, ia mengejar salah satu prajurit Zeus. "Hei, bukankah kalian terlalu mencurigakan?" tanya Blue dengan senyum tipis.


"Siapa kau?"


"Blue, Raja Segalanya!" ungkapnya dengan nada tegas.


"Jadi kau pelaku utama kekacauan ini." Great Sword di tarik dari sarungnya, ia tidak berencana membiarkan Blue kabur.


Meskipun hanya satu orang, Blue harus tetap waspada karena musuhnya Dewa tingkat Maha Kuasa. Ditambah lagi ada 4 prajurit yang bersembunyi menunggu kesempatan.


Blue bisa memastikan bahwa mereka sedang berkompetisi mendapatkan perhatian Zeus.


"Menarik, Majulah!"


Tepat setelah menyelesaikan kata-katanya, musuh yang menggunakan Great Sword sudah berada didepannya. Blue tersenyum dan menggunakan tangannya menghentikan pedang besar lawannya.


Sarung tangan yang dia miliki bukan barang sembarang. Blue menggunakan tangan kanan untuk menangkis dan tangan kiri mengepal bersiap menyerang balik.


Kepalan tinju tangan kiri langsung berangkat layaknya peluru, Blue berhasil menembus tubuh musuhnya. Namun tubuh musuhnya berubah menjadi kelelawar dengan suara khasnya.


Mata Dewa digunakan, Blue mencari keberadaan musuhnya. Meskipun mengenai targetnya, sosok prajurit Zeus itu punya keterampilan.


Beberapa meter dari tempatnya berdiri muncul sosok pria. Dia adalah prajurit Zeus yang melawannya.


"Serangan yang bagus." Prajurit Zeus berdiri dengan badan tegap. Meskipun badannya terluka parah, ia mencoba bertahan dan terlihat santai.


Blue bisa merasakan pukulannya berhasil mengambil beberapa jiwa. Matanya menyempit dan menggunakan Mata Dewa.


"Sangat disayangkan prajurit hebat sepertimu tidak bisa melanjutkan ini." Blue melihat adanya luka para dan penurunan status setelah menggunakan keterampilan penyelamat jiwa.


Berbeda dengan jenderal Hades, 4 orang muncul dan membantunya. Meskipun sedang berkompetisi, ternyata mereka cukup solid. Hal ini sedikit meleset dari dugaannya, Blue mengepalkan kedua tangannya.


"Blue Sang Raja Kekacauan, kau memang kuat tapi kami tidak bisa membiarkanku berkeliaran!" ungkap salah seorang wanita berbaju ungu.


Sinergitas mereka tampak diasah puluhan atau bahkan ratusan tahun. Blue waspada dan melemparkan dua pedang ke udara.


Dual Secret Sword dengan cepat menghilang dan bersiap membantu tuannya jika terjadi kecelakaan.


Serly mengamati dari kejauhan ia mencoba mempelajari formasi simbol yang belum pernah diketahui.


Blue yang mempunyai segudang pengetahuan juga tidak tahu, makanya ia tampak waspada.


Sayangnya kewaspadaan saja tidak cukup, sebuah lubang hitam muncul dan menyedot setiap benda di depannya. Sialnya Blue tidak sempat bereaksi dan terseret ke dalam dan terjebak.


Lubang hitam langsung tertutup dan Blue menghilang dari dunia untuk sementara. Bahkan ikatannya dengan Yami dan kawan-kawan tiba-tiba melemah.


Serly tampak tercengang dan segera berlari ke arah 5 prajurit Zeus. 5 tangan bayangan tanpa ampun menarik leher mereka semua.


"Apa yang kau lakukan!" teriaknya dengan tatapan mengerikan. Tidak hanya pengetahuannya minim, Serly sedikit menyalahkan dirinya karena tidak tahu apa yang terjadi.


Serly yang panik mulai menyiksa mereka untuk segera membuka mulut. Keterampilan aneh inilah yang memaksa Athena ke Ruang Tanpa Batas.


Tangan bayangan Serly menghajar kelima Maha Kuasa dengan sangat mudah. Namun keinginannya tidak dapat dikabulkan hingga semua orang kehilangan nyawanya.


Yami, Naga Angin dan semua orang yang telah membentuk ikatan dengan Blue merasakan keanehan. Semua anggota Fairy Dance juga mengalami hal yang sama, beberapa fungsi dari Raja Segalanya juga menghilang.


Disisi lain Blue membuka matanya, ia tidak mengira dirinya terkena serangan semudah itu.


"Dimana aku?" gumam Blue pelan. Dia merasa familier dengan tempat serba putih. Kemanapun ia berjalan, Blue tidak menemukan apapun.


"Sebaiknya aku keluar dulu." Blue mengusap jarinya ke layar melayang di depannya. Namun matanya segera terbuka lebar setelah melihat tombol Logout menghilang dari tempatnya.


"Ini..."


Perasaan panik mulai menghantuinya, Blue menarik Dual Secret Sword dan mengayunkannya dengan gila.


Semua keterampilan digunakan untuk menemukan jalan keluar. Namun semua usahanya tidak membuahkan hasil.


Sampai akhirnya sosok yang dikenalnya datang, dia adalah Athena dengan baju mewah miliknya.


"Wah sudah tiga kali kau mengunjungiku. Kali ini di ruang putih ya..." Athena dengan santainya mendekati Blue.


Namun langkahnya segera terhenti setelah melihat wajah Blue yang tampak kelelahan dan panik.


"Apa yang terjadi?" tanya Athena.


"Bagaimana caranya keluar dari sini?" tanya Blue dengan napas terengah-engah.


Athena melebarkan matanya, pupilnya tampak mengecil. Dia tidak percaya Blue muridnya juga akan terperangkap di Ruang Tanpa Batas.


Untuk menenangkan suasana, Athena menepuk pundak Blue dan mengatakan kata-kata menyenangkan.


"Ambil sisi positifnya, kamu bisa berlatih mental dan meningkatkan kekuatan mu tanpa batas disini." Athena mencoba menghibur muridnya.


Meskipun dia juga ingin pergi dari ruang tanpa batas, semua cara yang ia pikirkan tidak dapat ditetapkan. Ruang tanpa batas ini 100% otoritas Zeus ayahnya. Jadi selama Zeus belum mati atau otoritasnya belum berpindah, maka Athena dan Blue akan terjebak selamanya.


Blue tercengang, dia tidak menyangka nasibnya akan seperti ini. Ibunya dalam kondisi mental down dan sekarang dirinya terjebak di Domain Dewa.


Blue tersungkur, kedua tangannya memukul tanah dengan perasaan putus asa. "Sial, sial, sial!" teriaknya.


Athena tidak bisa melakukan apapun, tapi dia tidak berhenti bereksperimen dan menemukan beberapa teori.


Karena Blue dalam kondisi yang kurang baik, ia tidak mau mengganggu dan menemaninya sampai tenang.


Tidak tahu berapa lama Blue tampak putus asa dan memandang ruang tanpa batas dengan tatapan kosong. Sampai akhirnya Athena mengungkapkan beberapa teori.


"Ruang tanpa batas ini berbeda dengan Celah Dimensi, pasti ada kesempatan keluar." Athena menyatakan semua pemikiran.


Entah apa yang menggerakkan Blue, ia mendengarnya dan langsung membuat percobaan. Semua hipotesis nya mengarah pada kekuatan mental dan jiwa.


Blue tersenyum manis, ia menemukan titik terang untuk kebaikannya. "Ayo mulai dari awal!"