
Status Yami terlalu gila untuk dimiliki seorang pengawal pribadi. Harusnya status seperti ini tidak dimiliki pemain pada saat ini.
...[Yami...
...Level : 580...
...Gelar : Pengawal Raja Segalanya...
...HP : 2,7 juta...
...MP : 810 ribu...
...SRT : 37 ribu...
...DEF : 29 ribu...
...AGI : 31 ribu...
...VIT : 43 ribu...
...INT : 14 ribu...
...Pengawal pribadi Raja Segalanya.]...
Selain statusnya yang sangat tinggi, keterampilan aktif dan pasifnya sangat banyak hingga Blue tidak bisa membacanya satu per satu.
Untuk sekarang Yami harus berada di sekitar Blue, dikarenakan ia adalah pengawal pribadinya. Jika Blue mati, Yami akan menghilang dari dunia karena jiwanya ikut terbawa.
Gabungan keterampilan dan poin statusnya yang sangat tinggi membuat Yami bisa bersaing dengan Anoman maupun Venom. Bahkan ia bisa mendominasi melawan mereka berdua.
Sekarang ada satu lagi pelindung Fairy Dance yang sangat kuat. Blue harus menempatkannya dalam posisi terbaik.
"Yami, untuk sekarang jaga Liem dan Kitty. Kita akan melakukan beberapa peperangan melawan Raja Iblis setelah membuat mereka aman."
Blue memberikan perintah, Yami langsung menganggukkan kepala. "Baik, Tuan."
Setelah beberapa saat, Pangeran Kedua siuman. Blue langsung mendekat dan melemparinya pertanyaan, "Apa yang terjadi padamu?"
"Aku tidak tahu, entah mengapa aku kehilangan kesadaran."
"Kau mengalami kelainan mana, itu biasanya terjadi karena pelatihan yang salah atau emosi berlebihan." Blue menjelaskan pengetahuannya.
"Iya, mungkin aku sudah tahu penyebabnya. Jadi apa tawaranmu kemarin masih berlaku?" tanya Terry dengan ekspresi serius.
"Tentu saja, pintu kami selalu terbuka untukmu." Blue tersenyum manis.
"Terima kasih. Aku Terry Nelson bersumpah akan melayani Raja Segalanya dan Fairy Dance seumur hidupku!" ucap pangeran kedua sambil mengusap darahnya di dahi.
Cahaya kebiruan menyelimuti tubuhnya, semua status Terry telah ditingkatkan. Beberapa keterampilan juga ditambahkan otomatis setelah menjadi pengikut Raja Segalanya.
...[Dewa Keberuntungan marah besar sampai menghancurkan mejanya.]...
"Bagaimana perasaanmu setelah menjadi sedikit lebih kuat?" tanya Blue.
"Aku tidak menanyakan hanya mengucap sumpah darah bisa bertambah kuat. Apa semua saudaraku juga mengalami ini?"
"Tentu saja, mereka lebih kuat daripada yang kau bayangan. Sekarang ayo ke sarang monster untuk berburu monster." Blue menunjukkan surat izin untuk masuk sarang monster.
Terry sedikit terkejut melihat kartu izin di tangan Blue. "Darimana kau mendapatkannya?" tanyanya dengan bahasa non formal.
Yami yang mendengarnya langsung menarik pedang dari sarungnya. Dalam sekejap mata ujung pedangnya sudah berada di leher Terry. "Jaga bicaramu!" ucapnya.
"Yami, aku bukan diktator yang gila kehormatan. Biarkan saja dia melakukan apa yang diinginkan." Blue memberikan pandangan hidupnya.
Sebagai pengawal, Yami segera paham dan menarik pedangnya. Ia segera mundur beberapa langkah untuk memastikan Blue tidak terganggu.
Terry bukan orang pintar, ia dengan santainya tersenyum dan melanjutkan perkataannya. "Bukankah mencari izin masuk sarang monster sangat sulit?"
"Aku menggunakan beberapa trik supaya bisa mendapatkannya. Bahkan kamu bisa mendapatkannya sekarang."
"Baiklah, aku percaya."
Blue dan kelompoknya termasuk Terry mencari sarang monster yang sesuai dengan level Liem dan Kitty.
Terry ikut berburu bersama mereka, Blue masih belum bisa melihat statusnya karena otoritas dari Dewa Keberuntungan.
Setelah membunuh beberapa monster, Blue menyimpulkan bahwa Terry bisa naik level dengan monster level berapapun.
Liem, Kitty, dan Terry berburu sampai larut malam, Blue hanya menonton dan mengamati pergerakan mereka bertiga. Rafaela bertugas menyembuhkan stamina, HP, dan MP.
Melihat perkembangan mereka bertiga sangat cepat, Blue menyarankan untuk segera keluar dan mencari tempat yang lainnya.
Pengawasan ketiganya akan diberikan pada Yami, sedangkan Blue akan mengumpulkan informasi terkait tiga pangeran lainnya.
Tubuh Blue langsung terbelah menjadi tiga, mereka segera berlari ke tiga arah yang berbeda.
Sesampainya di kediaman pangeran pertama, Blue melihat beberapa pakaian yang sedang diselimuti oleh sihir aneh. Orang yang melakukannya tidak lain adalah penasihat pangeran pertama.
Kali ini Blue tidak ingin mencari permusuhan, ia hanya akan mengawasi apa yang sebenarnya dilakukan Raja Iblis tersebut.
Campuran batu iblis terkutuk dengan pakaian membuatnya terlihat sedikit gelap, pria paruh baya tersebut segera memberikan pakaiannya pada orang lain.
Blue mencoba untuk mencari pangeran pertama. Matanya segera terbelalak melihat pangeran pertama sedang makan cacing yang mengandung racun berbahaya. Jika manusia biasa memakannya, ia pasti akan mati dalam sekejap mata.
Anehnya pangeran pertama memakannya dengan lahap seperti tidak sadar. Blue bisa menyimpulkan bahwa Raja Iblis sedang mencuci otak pangeran pertama.
Disisi lain, Blue sampai di kediaman pangeran keempat yang sangat tersembunyi. Ia bisa mencari tempat ini karena bantuan Terry.
Sialnya tepat setelah ia masuk, Raja Iblis memergokinya dan memukulnya dengan keras. Blue terbang beberapa meter hingga membentur dinding gua.
"Berani sekali kau menyusup tempatku!" ucap Raja Iblis yang belum diketahui namanya.
Blue tersenyum tipis di balik topengnya. Ia bisa memastikan bahwa lawannya adalah Raja Iblis tingkat 6 yang mungkin masih bisa dikalahkan.
"Aku seorang pejuang yang akan merampas kehidupanmu. Sekarang tunjukkan dimana pangeran keempat."
Blue mencoba bersandiwara untuk mengulur waktu dan menggali informasi yang lebih banyak.
"Untuk apa kau mencari aku?" tanya Raja Iblis dengan tatapan bingung.
Blue mengerutkan kening, ia mencoba mencerna perkataan Raja Iblis tersebut. "Apa kamu pangeran keempat?"
"Iya, aku memang pangeran keempat. Apa urusanmu menemuiku?"
"Tentu saja untuk membunuhmu, aku mendapat tugas dari seseorang!" kata Blue sambil menarik dua pedang di punggungnya. Ia sebenarnya hanya berpura-pura dan sedang memikirkan cara untuk kabur.
Untuknya Blue yang mencari informasi di kediaman pangeran keempat hanyalah bayangan. Sehingga Blue bisa menghilangkannya kapanpun ia mau.
Kaki Blue mulai melangkah, tubuhnya di condong kan ke depan layaknya pelari. Pedangnya langsung menusuk tubuh Raja Iblis.
Dual Secret Sword menembus tubuh lawan dengan sangat mudah. Namun tubuh musuhnya yang tertembus segera tumbuh kembali.
Blue tersenyum tipis karena melihat pemberitahuan sistem yang membuatnya memiliki harapan untuk menang.
...[Pendekar Jiwa telah berhasil memakan sebagian jiwa musuh.]...
Melihat Raja Iblis yang bisa meregenerasi tubuhnya dengan cepat, Blue mencoba menggunakan Gelombang Kejut untuk menguji tekniknya.
Gelombang Kejut berhasil menembus tubuh Raja Iblis, tetapi tubuhnya segera utuh kembali seperti sedia kala.
"Percuma melawanku dengan serangan lemah seperti itu," ucap Raja Iblis.
"Bobi Nelson, anak terakhir dari pulau ini. Kekuatanmu seharusnya jauh di bawahku, tetapi informasinya salah. Aku harus meminta bayaran lebih." Blue memainkan perannya layaknya pembunuh bayaran.
Setelah mengatakannya, Blue segera menghilang menggunakan Gate untuk sampai di luar gua. Ia tidak ingin melawan Bobi dengan kondisinya sekarang.
Disisi lain Bobi mengerutkan kening, ia benar-benar kehilangan jejak mangsa yang ada di depan matanya. "Menarik, aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia!" serunya dengan suara keras.
Bobi Nelson sekarang setara dengan Raja Iblis tingkat 6. Kekuatannya setara dengan Yami saat ini, tetapi Yami kalah dalam jumlah level.
Karena otoritas Dewa Keberuntungan tidak bisa memengaruhi Bobi, Blue bisa melihat statusnya dengan sangat jelas. Yami saja bisa mengalahkannya karena status dan keterampilan tidak saling berhubungan.
Sekarang tinggal mencari informasi tentang pangeran ketiga yang dilindungi oleh simbol pelindung.
Blue yang lain sudah sampai di halaman rumah pangeran ketiga, ia tanpa ragu masuk ke dalam simbol.
Alarm terdengar sangat keras dan membangunkan beberapa penjaga yang masih tidur. Blue menggunakan stealth yang sangat baik, sehingga ia tidak bisa diketahui siapapun.
Setelah alarm berhenti, Blue segera mencari pangeran ketiga untuk memastikan kebenarannya. Tepat ketika Blue ingin menemui pangeran ketiga, seorang pria bermata kuning disampaikannya menyadari keberadaannya Blue.
"Siapa?" katanya sambil melempar jarum tajam.
Blue dengan sigap langsung bersembunyi dan membuat jarak yang cukup jauh. Ia sudah memastikan bahwa pendukung pangeran ketiga adalah seorang Demigod yang mempunyai gelar Raja Pelindung.
Ia bisa mengetahuinya karena otoritas Dewa Keberuntungan tidak bisa menutupi status Demigod tingkat rendah tersebut.
Blue tidak bisa menghadapai orang itu sendirian, jadi ia membutuhkan rekan dan rencana penyerangan yang matang