Domain Dewa : Penguasa Benua

Domain Dewa : Penguasa Benua
Keteguhan Hati


Azazel tidak bisa mati karena tubuhnya abadi. Setiap kali ia menerima serangan dari iblis neraka, kekuatannya akan bertambah dengan cepat. Tawanya terdengar menggema hingga ke seluruh dunia, gerbang ketiga segera terbuka dan beberapa iblis menyerangnya.


Super Guild di seluruh dunia panik, mereka kehilangan banyak uang karena bertarung melawan iblis. Padahal belum ada satu hari, tapi kerugiannya sudah melebihi miliaran kredit. Guild kecil dan menengah tidak bisa bertahan, mereka memilih untuk bubar dan menyandarkan nasibnya pada super guild.


Semua anggota Fairy Dance juga bertarung habis-habisan, mereka tidak menahan dirinya. Bahkan beberapa di paksa keluar karena konsentrasi dan staminanya telah terkuras habis.


Zaha, Serly, dan Uranus belum bisa keluar karena alasan khusus. Mereka berhasil mengaktifkan formasi pelindung dunia, tapi kekuatannya belum stabil jadi membutuhkan bantuan ketiga orang itu.


Yami tidak bisa tinggal diam, ia terbang dan menebas iblis neraka yang mulai menyerang. Setiap tebasannya bisa membunuh lebih dari 5 iblis neraka, walaupun mereka tidak kuat, jumlahnya menjadi masalah besar untuk penduduk Domain Dewa.


Blue melirik Athena, kemudian ia menghiraukannya dan pergi meninggalkannya sendiri tersungkur di tanah.


“Sial, bahkan aku kalah dengan bocah kemarin sore.” Athena mencoba duduk dan melihat perisainya hancur dan pedangnya patah.


Satan masih dalam meditasi panjang, ia telah memahami sesuatu yang sangat mengerikan. Blue sempat meliriknya tapi ia harus mengurus masalah yang lebih penting.


“Perhatian! Seluruh anggota Fairy Dance!” teriak Blue di depan gerbang ke empat.


“Barang siapa yang berhasil lolos dari perang ini, aku sendiri yang akan memberikan kalian hadiah!” teriak Blue menggema di seluruh tanah dewa.


Energi berwarna ungu kehitaman menyelimutinya, gerbang keempat terbuka perlahan. Dual Secret Sword di satukan dan sebuah bola energi tercipta di ujung bilah pedangnya.


Gerbang keempat terbuka perlahan, Blue menarik napas dan melepaskan serangan terkuatnya. Selama ini ia tidak menggunakan keterampilan ini karena menguras banyak konsentrasi. Namun sekarang bukan waktunya untuk menahan diri, Domain Dewa mulai kehilangan masa depan.


Bola kecil berwarna ungu kehitaman membesar dan menembak layaknya laser, targetnya tidak lain adalah gerbang keempat yang akan segera terbuka. Tepat ketika iblis pertama keluar dari gerbang, serangan Blue sudah berada di depannya. Iblis neraka yang keluar langsung berubah menjadi abu karena serangan itu dapat memakan jiwa dan raga.


Blue tampak sedang mengendalikan napasnya yang kembang-kempis. “Gerbang ke 4 : Laser Beam!” katanya menyebutkan nama keterampilannya.


Matanya tampak tidak fokus, Blue hampir kehilangan kesadaran padahal masih menggunakan gerbang keempat dari Prinsip Jiwa. Ada satu tingkat lagi yang bisa ia gunakan, tapi itu akan berisiko pada nyawanya.


Azazel bertepuk tangan karena ia tidak menduga ada manusia yang berhasil menghapuskan gerbang neraka hinga menjadi debu. “Sangat mengerikan, untungnya aku tidak terkena serangan itu. Andai saja kau menggunakan padaku, mungkin bencana ini akan selesai.”


Blue tersenyum manis. “Apa kau pikir aku bodoh, gerbang neraka sudah kehilangan kesadarannya. Itu semua karena kau tidak bisa mengendalikannya, jadi apa urusanku membunuhmu dengan keterampilan penghancur?” tanyanya dengan suara pelan.


Azazel membalas senyum lawan bicaranya. “Baiklah, aku akan menonton sampai gerbang ke 7 terbuka, ini sangat menyenangkan!” katanya sambil tertawa dan terbang mendekati gerbang ke lima.


Blue tidak punya kekuatan lagi untuk membuka gerbang keempat dari Prinsip Jiwa. Jadi ia hanya bisa berdoa dan menunggu keajaiban datang dari Uranus.


Monster besar mengamuk di depan Zeus, monster itu tidak lain adalah penjaga pintu terakhir Tartarus, Typhon.


“Aku sudah menantikan ini manusia setengah dewa!” ucap Typhon dengan tawa khas seekor monster.


Zeus menyempitkan matanya, ia tidak percaya Typhon yang terkurung di Tartarus lantai paling bawah berhasil keluar tanpa luka sedikitpun. “Sudah lama kau tidak muncul.”


Tepat setalah Zeus menyelesaikan perkataannya, Typhon sudah menyerangnya dengan sebuah pedang yang ada di salah satu tentakel tangannya. Pedang itu terlihat mirip dengan milik Ashura, tapi ada sedikit perbedaan pada hiasannya.


Raphael tidak ingin di ganggu, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya kaku dan iblis neraka tiba-tiba menusuk punggungnya. “Argh, sialan!” teriaknya kesakitan. Perlu diingat kekuatan para iblis neraka sangat aneh, penyembuhan Raphael tidak berkerja dengan baik.


Seekor mosnter air menusuk iblis neraka dan menyelamatkan Raphael dengan teknik penyembuhan. Monster air itu tidak lain adalah bawahan Dagon yang bertarung di sisi manusia atau Blue.


“Bocah pirang, sampai kapan kau terbaring kayak lele. Ayo bangun dan bantu aku mengambil beberapa makanan!” kata Dagon mengejek Raphel yang terluka parah setelah menghadapi Zeus.


Sosok pria tampan dengan tubuh kurus menyodorkan tangannya untuk membantu Raphel. Pria itu adalah Raja Hollow yang sudah menyempurnakan kekuatannya dengan teknik pedang.


“Pasukan sudah siap, tuan sudah menyerahkan pimpinan kelompok 7 padamu. Aku harap kau bisa memimpin kami!” kata Raja Hollow membantu Raphael.


Raphael mengangguk. “Sepertinya memang harus seperti ini,” katanya sambil melirik ayahnya yang ditekan Typhon hingga darah keluar dari sekujur tubuhnya.


Fairy Dance dibagi menjadi 12 kelompok, mereka semua punya pemimpin yang berbeda.


[Kelompok perang Fairy Dance :


- Tim 1 : Blue


- Tim 2 : Leon


- Tim 3 : Amir


- Tim 4 : Jesicca


- Tim 5 : Amelia


- Tim 6 : Cola


- Tim 7 : Raphael


- Tim 8 : Yami


- Tim 10 : Reaper


- Tim 11 : Qin Huang


- Tim 12 : Argya.]


12 tim Fairy Dance dibentuk untuk mempertahankan tanah dewa, sedangkan beberapa anggota lainnya turun ke dunia manusia untuk membantu para pemain.


Gerbang ke lima terbuka, jutaan iblis neraka keluar. Mereka semua dihadang pasukan pertama atau tim 7 yang dipimpin Raphael.


“Jangan biarkan mereka lolos!” teriak Raphael memberikan perintah untuk menyerang.


Meskipun tekad mereka sangat kuat, perbedaan kekuatan tidak dapat dihindari. Beberapa pasukan Raphael langsung tumbang hanya dengan satu serangan, tapi mereka juga membawa beberapa iblis ikut mati bersamanya.


Raphael mengayunkan pedangnya dengan kekuatan penuh, meskipun kekuatannya lebih hebat dari musuh, wajahnya tetap terkena beberapa sayatan pedang hingga membautnya berdarah.


Blue melihat perjuangan mereka, ia tidak bisa menghindari jatuhnya korban. “Sial, ini sudah lebih dari keterlaluan!” gumamnya pelan.


Beberapa orang yang tergabung dalam pasukannya menghentikan iblis neraka yang keluar dari gerbang ke tiga dan kedua. Dua gerbang itu terus memunculkan iblis neraka tiada henti.


Leon dan pasukannya menghadang iblis di gerbang ke 1, korban tidak hanya pemain tapi beberapa petualang hebat telah gugur. Leon tidak gentar, ia terus menghancurkan setiap iblis yang keluar dari gerbang dengan bantuan Salju.


Gerbang ke enam terbuka dengan sangat cepat. Sosok iblis neraka setinggi 10 meter mulai muncul, disusul dengan iblis neraka yang lebih besar. Tanah dewa bergetar karena ledakan energi neraka yang terlalu berlebihan.


“Haha, akhirnya pecah juga. Ayo cepat keluar para anak-anakku!”


Satan membuka matanya, ia telah berhasil mempelajari teknik yang diterapkan Azazel. Matanya langsung memandang mata di langit dan keduanya saling bertarung di alam jiwa.


Tidak butuh waktu lama untuk Satan mengambil semua kekuatan dari mata langit. Ia tersenyum dan gerbang nomor 7 tiba-tiba meledak.


“Apa yang terjadi?” kata Azazel terkejut dengan perkembangan yang terjadi.


Satan akhirnya menemukan senjata baru, matanya berwarna merah dengan pupil hitam layaknya mata di langit. “Jadi seperti ini punya pandangan masa depan. Sungguh menarik, bagaimana dengan satu ayunan tanganku!” katanya sambil mengayunkan lengan kanannya.


Tanah dewa bergetar dan sebuah sayatan besar muncul dan membelah tanah. Setengah tanah dewa berhasil di belah, kekuatan Satan yang telah ditingkatkan sungguh tidak masuk akal. Saint Martha hanya bisa menggunakan kemampuannya satu kali, tetapi sekarang Satan bisa menggunakannya berkali-kali.


Azazel tidak membiarkan itu terjadi, ia mulai memikirkan cara licik untuk membunuhnya. “Ini lebih menyenangkan dari yang aku duga,” gumamnya sambil mengangkat sudut bibirnya.


Blue mengalihkan pandangannya ke Satan. “Sial, monster yang lain muncul!”


Karena lonjakan energi neraka terlalu kuat, pemberitahuan sistem muncul dan menyuruh para pejuang untuk keluar dari Domain Dewa.


[Para pejuang, terima kasih sudah mempertahankan Domain Dewa, sepertinya kegelapan telah berhasil menguasai dunia dan kita gagal. Diharapkan seluruh pemain untuk segera keluar dan menunggu pembaruan selanjutnya.]


Para pecundang langsung menekan tombol keluar permainan, mereka tidak mau melihat para iblis neraka dengan kedua matanya. Dunia kacau dan ketakutan tersebar di seluruh dunia.


Blue menatap pemberitahuan sistem, ia merasa ada tanggung jawab karena menyebabkan semua ini terjadi.


“Teman-teman, terima kasih telah bekerja keras denganku. Kali ini istirahatlah, biarkan aku menyelesaikan masalah ini sendiri!” kata Blue melalui pesan guild sambil menghela napas.


Tidak ada jawaban sama sekali, Blue menutup panel pesan guild dan menatap musuhnya. “Huh merepotkan sekali,” katanya sambil menarik Dual Secret Sword dari udara.


Bee muncul di sebelahnya dengan wujud manusia. “Tidak mungkin aku meninggalkan tuanku, jadi jangan katakan pernyataan bodoh seperti itu!.”


Raul, Drakula, Ela, Elvy juga berdiri di belakangnya. Para penduduk Dunia Buatan tidak mau kalah, mereka terbang memenuhi langit dan menatap para iblis neraka.


Sosok pria lainnya muncul, ia menggunakan pakaian khas samurai dan mengumpat, “Sialan sebulan lagi aku menikah, ayo selesaikan ini!” katanya menarik dua pedangnya. Pedang di tangan kirinya patah, tetapi Leon masih tetap menggunakannya.


Jesicca juga terbang di atas langit bersama kelompoknya. “Sudah lama aku tidak bersemangat seperti ini!” katanya sambil mengikat rambutnya ke belakang, tidak lupa ia melepas kacamatanya. Sudah lama Jesicca tidak menggunakan tampilan ini, sudah kita ketahui semua ketika Jesicca melepas kacamatanya ia akan bertarung dengan serius.


“Jangan meninggalkan aku!” kata Amelia yang berdiri di sebelah Jesicca. Sudah lama kita tidak melihat Jesicca dan Amelia berada di tim yang sama, dengan tekad sekuat baja mereka akan menghancurkan semua musuhnya.


Blue melihat panel guild dan melihat sesuatu yang sulit dipercaya. Tidak ada anggota Fairy Dance yang keluar dari Domain Dewa, padahal mereka bisa saja keluar dan menikmati hidupnya sampai pembaruan sistem selesai.


“Apa kalian serius?” tanya Blue.


Tidak ada yang menjawab, mereka semua hanya menunjukkan ekspresi teguh dan yakin dengan keputusannya.


“Baiklah, ini akan menjadi akhir. Jangan sampai keluar Domain Dewa!” teriak Blue membakar semangat anggotanya.


Seluruh pasukan menyerang bersama-sama, mereka semua tidak peduli dengan kehabisan stamina dan konsentrasi. Setiap ayunan senjatanya berisi tenaga penuh, Anthony yang berada di depan pohon dunia tersenyum melihatnya.


“Apa kau sudah lihat? Fairy Dance bukan bayi kemarin sore yang akan menyerah meskipun kegelapan menutupi langit.” Anthony berbicara dengan samurai yang sudah mati dan energinya di makan Pohon Dunia.