
Blue dan Leon saling pandang dan tersenyum bersama.
"Apa kau sudah mengerti?" tanya Blue.
Leon menyahut. "Tentu saja mudah untuk mengambilnya, tapi sisakan beberapa pertarungan untukku!"
"Oke!" seru Blue sambil mengacungkan jempolnya.
Blue dan kelompoknya segera pergi ke tepi pantai wilayah selatan. Leon mengeluarkan kapal terbang yang ia simpan dalam ruang penyimpanan pribadinya.
"Apa kamu sedang menghinaku?" tanya Blue sambil mengerutkan kening.
"Hah?"
Blue mengeluarkan perahu terbang raksasa dengan 50 meriam otomatis dan 5 menara sihir. Masih banyak lagi senjata sihir yang belum diungkapkan.
Argya yang awalnya diam langsung bertanya, "Energi misterius apa ini?"
"Energi ini berasal dari Batu Mana tingkat biru. Dipadukan dengan simbol khusus, perahu ini tidak akan pernah kehabisan bahan bakar untuk menembak dan berjalan."
Argya tanpa pamit langsung terbang menggunakan keterampilannya. Segumpal air mendorong tubuhnya hingga naik ke perahu terbang.
Namun sebelum ia menginjakkan kaki di perahu, energi tak kasat mata menolak dan mendorongnya hingga puluhan meter. Argya sedikit terkejut dan menyeimbangkan tubuhnya dengan keterampilan air miliknya.
"Perahunya belum aku buka, jadi secara otomatis akan melindungi dirinya!" kata Blue sambil menekan tombol di layar status miliknya.
Blue menengok ke Leon dan teman-teman lainnya. Sebuah portal muncul di depannya dan langsung masuk.
"Aku tahu kalian tidak bisa terbang, jadi masuk saja." Blue mendahului mereka semua.
Leon dan teman-temannya tidak keberatan dan langsung masuk kedalam perahu terbang. Blue menunjuk arah pelabuhan laut, perahu terbang langsung melesat dengan kecepatan tinggi.
Normal membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai, tetapi Blue dan kelompoknya sampai dalam waktu 8 jam saja.
Setelah di atas pelabuhan, Blue tidak perlu permisi dan langsung menyerang penjaga. 50 Meriam Sihir menyerang penjaga dan menghancurkannya.
"Blue apa yang kau lakukan!" pekik seorang pemain di pelabuhan.
Blue dan kelompoknya langsung melompat turun untuk mendekati pemain tersebut.
"Tentu saja merebut kembali milikku!" jawab Blue dengan nada santai.
"Apa kau bodoh, pelabuhan ini sekarang bukan hanya milik Singa Langit!" seru pemain tersebut dengan suara tinggi.
"Aku tidak peduli, lebih baik menghancurkannya daripada membiarkan Singa Langit ada di dunia ini!"
"Ada 4 super guild yang punya pelabuhan ini, apa kau berniat menarik mereka semua menjadi musuh?"
"Fairy Dance bukan kacang yang mudah pecah, memangnya apa yang berubah. Toh sekarang seluruh dunia sudah memusuhi kami!" ucap Blue sambil mengangkat kedua bahunya.
"Bocah gila!"
Pemain yang tidak diketahui namanya itu langsung menyerang. Namun Cola menghentikannya dengan perisai besar miliknya.
Argya tidak mau membuang waktu, ia menggunakan skill mematikan untuk mengirimnya ke Rumah Kebangkitan.
Blue tersenyum tipis, ia sudah menyiapkan Rumah Kebangkitan di desa tepi pantai. Di sana ada Iblis Kecil dan pasukannya sudah menunggu, jika ada anggota Singa Langit ia akan menyerang layaknya singa yang kelaparan.
Tidak main-main, Blue menyuruh Iblis Kecil untuk membunuh mereka tanpa ampun. Bahkan jika level mereka sudah menyentuh angka 1, Iblis Kecil akan terus membunuhnya sampai pensiun.
Kematian pemain tersebut membuat penjaga lainnya takut, Argya menggunakan keterampilan Tsunami untuk menghilangkan semua pemain.
Ratusan pemain dikirim ke rumah kebangkitan, Leon berlari dengan kecepatan tinggi langsung menebas semua pemain yang sekarat.
Blue teringat ketika merintis Fairy Dance, kelompok ini adalah kelompok pertama yang melakukan raid yang membuat namanya tersohor.
"Tidak perlu khawatir, hancurkan mereka semua!" seru Blue dengan penuh semangat.
Rina dan Lina memberikan penambahan status pada rekan-rekannya, Argya menjadi sosok yang mengerikan setelah mendapatkan kelas Mistik.
Blue masih belum bergerak tapi banyak pemain yang sudah hilang. "Apa sekarang aku yang tidak dapat jatah bertarung?" gumam Blue pelan.
Seorang pemain yang tampak kuat muncul di depan Blue, ia salah satu Tujuh Mawar dari Divisi Pembunuh Gelap.
Blue dengan santai memblokir serangan musuh dengan tangannya. Pedang tajam bertemu dengan tangan yang setara dengan baja.
Keduanya mundur beberapa langkah.
"Blue, kita tidak punya permusuhan. Mengapa kau menyerang pelanggan kami?"
"Dark ketua dari Divisi Pembunuh Gelap, jangan berpura-pura tidak tahu. Tujuh Mawar dan Fairy Dance sedang bermusuhan!"
"Kami sudah menyatakan keluar dari Tujuh Mawar, jadi jangan kaitkan kami dengannya!"
"Kebohongan yang sangat baik, memangnya aku percaya?" tanya Blue sambil menarik dua pedangnya.
Kakinya mulai melangkah dan tiba-tiba tubuhnya sudah di depan Dark. Ayunan pedangnya sangat cepat hingga musuhnya harus menggunakan skill penyelamat diri.
"Sialan, kita akan bertemu lagi!" seru Dark dengan suara keras.
"Sebaiknya kau jangan berlari ke sana!"
Sebelum Dark menghilang, 3 ribu perahu terbang muncul dan menyerang. Tanpa sengaja Dark terkena serangan dan dikirim ke rumah kebangkitan.
Buana memimpin 3 ribu perahu terbang untuk penyerangan. Mereka menggunakan jaringan bawah tanah untuk membeli batu mana putih, jadi bisa membuat perahu terbang sendiri.
"Sepertinya sudah saatnya aku lebih serius!" gumam Blue mengeluarkan Luis dan 5 juta pasukannya.
Tanpa aba-aba, Luis memimpin semua pasukan untuk melancarkan serangan pada musuh. Sebuah simbol raksasa muncul di atas langit, simbol itu digunakan untuk mengurung pemain supaya tidak keluar permainan.
Blue sedikit terkejut melihat Luis bisa menguasai keterampilan itu dalam sebulan. Ia tidak tinggal diam dan segera menebas semua pemain yang ada di pelabuhan.
Disisi lain Dark keluar dari rumah kebangkitan, wajahnya menegang karena melihat sosok hitam besar mengayunkan tangannya.
"Siapa kau?" tanya Dark.
Iblis Kecil tidak menjawab, ia langsung mengepalkan tangannya dan meninju muka Dark hingga dikirim lagi ke rumah kebangkitan.
Dark dihidupkan kembali. "Sialan aku kehilangan 5 level!"
Matanya terbelalak melihat banyak pemain yang tidak mau keluar, beberapa memilih untuk keluar dari permainan.
Dark hanya bisa tersenyum kecut melihat iblis hitam itu membunuh semua pemain tanpa terkecuali. Ia keluar dari permainan dan menulis berita buruk tentang Fairy Dance.
Blue belum mengeluarkan kartu as miliknya, tetapi pelabuhan sudah berhasil dikuasai. "Apa aku terlalu menganggap tinggi 4 super guild?"
Seperti yang dikatakan, semua petinggi super guild sudah menyerah dan mundur dari medan perang. 6 pemain saja sudah cukup untuk memukul mundur pasukan besar.
Apalagi jika 3 ribu perahu terbang menurunkan ribuan pemainnya. Pasukan pertahanan pelabuhan pasti akan hancur.
Blue mengeluarkan 5 ribu robot pekerja, ia membangun semua bangunan yang dibutuhkan pelabuhan untuk beroperasi. Tidak lupa ia membangun sebuah portal ke Pulau Kerang.
"Buana, aku serahkan pelabuhan ini padamu. Jika ada kecelakaan langsung hubungi kantor pusat. Jessica akan mengurusnya!" kata Blue tegas.
"Baik, Bos!" ucap Buana dengan senyum manis.
Blue dan kelompoknya segera melompat ke perahu terbang dan pergi ke Istana Fairy Dance. Mereka akan menemui Regina untuk membahas kerusakan istana.
Seorang pria mendekati Buana. "Bos, apa kita masih ikut ketua Blue?" tanyanya.
"Menurutmu lebih untuk mengikutinya atau keluarga gong?" tanya Buana.
"Ketua Blue mempunyai banyak kekuatan, tetapi Keluarga Gong punya banyak jaringan di Benua Timur."
"Sekarang aku tinggal di Benua Tengah, mengapa harus memikirkan Benua Timur. Aku akan terus mengikutinya, jika kau memilih keluarga gong, aku tidak akan menghentikan mu!"
Kelompok Buana sebenarnya telah ditawari keluarga gong untuk menjadi mata-mata. Mereka menawarkan banyak uang dan kehidupan mewah, tetapi hanya Buana yang punya keyakinan penuh untuk menolaknya.