
Blue memang merendah untuk menarik minat Spektre, hal itu dilakukan supaya Fairy Dance punya pijakan yang cukup kokoh di Benua Timur.
Setelah berkeliling istana lama Lucifer, Margareta mulai sadar betapa berharganya tempat ini. Tidak hanya ada 8 portal antar kota yang bisa menjangkau seluruh benua, istana ini punya kepadatan mana alami.
Mata Margareta memandang 8 menara yang menjulang ke langit, ia yakin menara sihir itu belum aktif karena kehabisan tenaga. Jika 8 menara itu aktif pasti kepadatan mana di desa ini lebih tinggi.
Sembari mengerutkan alis, Margareta berpikir keras. 70 banding 30 adalah margin yang cukup besar, tapi menimbang keuntungan ini Spektre bisa menguasai Benua Timur lebih cepat.
"Ketua Blue, apa tawaran anda sebelumnya masih berlaku?"
Blue tersenyum tipis karena umpan yang dilempar mulai dimakan lawan bicaranya. "Tentu saja, aku akan memberikan keringanan. Bagaimana jika 65 banding 35?"
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan Margareta yang notabennya sudah tertarik dengan 70 banding 30.
Margareta sebenarnya sedikit senang mendengarnya, tetapi ia tidak kehilangan kewaspadaannya. Hal itu karena umurnya tidak mencerminkan tampangnya.
Perlu diketahui, Margareta adalah sosok nenek tua yang sebenarnya sudah berumur ratusan tahun. Namun karakternya di Domain Dewa dibuat semuda mungkin untuk menarik perhatian lawan bicaranya. Makanya perwakilan dari 25 super guild memanggilnya nenek tua.
Minuman konsentrasi menjadi penyebab utama para manusia dari kalangan atas punya umur panjang. Minuman itu punya sejarah panjang, rumornya itu diproduksi sebelum Kiamat atau perang Ragnarok manusia melawan dewa. Tidak ada yang tahu pasti siapa pembuatnya, tetapi sekarang Perusahaan Aldi adalah satu-satunya distributor resminya.
"Baik, aku setuju. Kapan kita menandatangani kesepakatan?" tanya Margareta dengan senyum manis layaknya wanita dewasa berumur 30 tahunan.
Blue menggelengkan kepala. "Seperti yang anda ketahui, aku tidak punya wewenang untuk melakukan transaksi resmi. Biarkan salah satu wakil kami melakukannya."
3 pemain berjalan kearah Blue dan kelompoknya, mereka adalah Leon, Jessica dan Cola. Pakaian mereka tampak sama persis dengan model yang sedikit berbeda.
Blue mengerutkan alisnya, ia tidak punya baju terbaru Fairy Dance karena terlalu lama berpetualang. "Lebih cepat dari perkiraan ku, jadi bagaimana kalian punya baju baru dan tidak memberikannya padaku?"
Leon menjawab, "Kau sudah lama tidak ke Benua Tengah, bagaimana caraku memberikannya!"
"Yah, itulah yang terjadi. Selesaikan urusan kalian, aku punya tamu yang kurang bersahabat." Blue menggunakan Gate dan menghilang bersama kelompoknya.
Leon mengalihkan pandangannya ke Margareta. "Seperti yang dikatakan Blue, mari selesaikan transaksi dengan 65 banding 35!"
Bukannya senang, Margareta merasa ia menari di telapak tangan Blue. Tidak hanya Leon yang tahu, Jessica di belakangnya juga tersenyum aneh.
"Sial, sepetinya mereka menipuku!" Margareta tidak punya pilihan selain mengikuti permintaan Fairy Dance.
Jessica menggeleng kepala. "Jangan merasa di tipu, Nyonya Margareta. Kami melakukan ini untuk kebaikan kalian di Benua Timur."
"Apa di guild kalian ada pelajaran membaca pikiran? Aku merasa ini sudah direncanakan sejak awal!" ungkap Margareta yang sedikit kebingungan.
"Tentu saja tidak, Nyonya. Kami hanya melakukan transaksi yang saling menguntungkan, jadi jangan terlalu melebih-lebihkan Fairy Dance," sahut Leon.
"Ya, ya aku paham. Ayo segera selesaikan!"
Fairy Dance dan Spektre secara resmi menjalin hubungan aliansi guild. Kedua ketua guild melakukan melakukan kontrak aliansi dan di publikasikan.
Hal itu membuat beberapa divisi Spektre tidak setuju. Bahkan ada beberapa ketua divisi yang secara pribadi menelpon Margareta.
"Nyonya apa anda serius beraliansi dengan guild kecil seperti itu!" ungkapnya dalam pesan suara.
"Datanglah ke gurun pasir!" jawab Margareta sambil mengirim titik koordinat miliknya.
100 pemain berpakaian mirip menghampiri mereka, Margareta tersenyum dan mengatakan, "Apa kalian percaya ini sekarang ada di bawah kekuasaan kita dan Fairy Dance?"
"Kenapa harus bekerjasama dengan Fairy Dance, istana ini harus kita kuasai sendiri!" ketua divisi itu membanggakan dirinya.
"Semangat yang patut di puji, tapi kalian terlalu lemah untuk menguasainya sendiri!" sahut Leon memprovokasi ketua divisi itu.
"Siapa kau bocah!"
"Aku hanya pemain yang kebetulan punya logo Fairy Dance. Bagaimana jika bertarung denganku, kalau kau dan pasukanmu bisa mengalahkan kita, istana ini akan menjadi milikmu!" kata Leon dengan senyum manis.
Margareta ingin menghentikannya, tapi ketua divisi itu terlalu emosi dan memberikan tawaran yang lebih menantang.
"Oke, jika aku dan pasukanku kalah, kami akan menjadi budak Fairy Dance selama 5 tahun!"
Sebuah lembaran kontrak tiba-tiba muncul, jika menandatanganinya maka semua perkataan mereka akan menjadi hukum. Leon tanpa ragu memberikan tandatangannya, disisi lain ketua divisi sedikit ragu.
Ketua Divisi Spektre melihat rekan-rekannya yang penuh percaya diri. Akhirnya ia memberikan tanda tangannya dan pertarungan akan segera dimulai.
"Baiklah, aku akan menjadi wasit. Bersiap...mulai!" teriak Margareta.
Tepat setelah perkataannya selesai, 1000 pemain yang entah dari mana langsung menikam musuh. Ketua divisi tidak sempat bereaksi tapi HPnya tiba-tiba berwarna merah darah.
Kemampuan dari Demigod aktif, ketua divisi dan kelompoknya tidak bisa mati langsung. "Curang apa kau sudah merencanakan ini sebelumnya!"
"Tentu saja tidak, mereka hanya bereaksi jika ada musuh yang mengancam kami. Jadi itu adalah pertahanan khusus yang aku miliki di Fairy Dance."
1000 orang yang menikam pasukan Spektre tiba-tiba hilang seperti debu yang tertiup angin. Mereka hanya meninggalkan kerusakan fatal yang terus menggerogoti HP musuh selama 10 detik.
Margareta mulai berpikir, apa semua pemain Fairy Dance begitu licik. Ia menoleh ke arah Jessica dan mengirimkan telepati, "Apa semua pemain Fairy Dance seperti ini?"
"Ya, kami semua seperti ini. Aku ingin mengatakan ini untuk kebaikan divisi kalian. Sebaiknya segera hentikan pertarungan sebelum Leon membuat gerakan!"
"Mereka akan terus bertarung, biarkan saja mereka bertarung!"
Jessica hanya menghela napas panjang, ia merubah pandangannya ke arah ketua divisi Spektre.
Leon melirik Cola dan Jessica. Keduanya mengangguk dan siap menyerang sesuai porsinya, dengan sedikit aba-aba ketiganya berlari ke gerombolan musuh.
Ayunan pedang Leon terasa sangat berat, darah berwarna putih tidak mempengaruhinya untuk menebas lawan. Dalam sekejam mata 10 orang di kirim ke Rumah Kebangkitan.
Cola mengeluarkan perisai setinggi 2 meter dan berwarna emas. Itu adalah senjata dari Kesatria Tangguh, kelas ke empatnya. Tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, ia menggunakan skill provokasi pada 90 pemain yang tersisa.
90 orang yang awalnya waspada di paksa untuk memperhatikan Cola dan menyerangnya. Ketua divisi tanpa pikir panjang langsung melakukan serangan ke arah Cola.
Bukannya mengurai darah musuh, ia menerima kerusakan dan mencederai senjatanya. Ketua Divisi mengerutkan alisnya, sosok pria dengan satu pedang muncul di belakangnya.
Tidak mau membunuh ketua divisi dengan cepat, Leon menghentikan pedangnya tepat sebelum menebas Ketua Divisi Spektre.
"Nikmati pertunjukannya!" katanya pelan.
Ketua divisi berteriak, "Sialan!"
Disisi lain Jessica mengamuk dengan dua tombaknya, ayunan tombaknya seperti kipas angin yang terus berputar. Matanya tampak merah sepertu seorang Berserker.
"Kelas apa yang dimiliki Jessica itu?" ucap salah satu penjaga Margareta.
"Mungkin dia Berserker, tapi kenapa menggunakan tombak?" jawab Margareta.
Berserker biasanya menggunakan senjata berat dan kecepatannya sedikit rendah dibandingkan kelas tempur lainnya. Hal itu dikarenakan kekuatannya terlalu besar, anehnya Jessica punya kecepatan tinggi tapi kerusakannya juga tidak masuk akal.
Dalam 37 detik, Leon menghunuskan pedangnya ke ke leher ketua divisi. "Dengan kekuatan ini kalian mau menguasai Lucifer Village, jangan bercanda kawan!"
Tepuk tangan terdengar, 5 orang berjalan ke arah Leon dan pasukannya. Ia tidak lain adalah Reza dan kelompoknya.
"Pertunjukan yang menarik Ketua Leon. Sebenarnya aku juga ingin menyerang, tapi bos menyuruhku tidak ikut campur sungguh disayangkan mengalahkan mereka dalam 37 detik."
"Sudah lama tidak melihatmu membuatku ingin memukulmu, Reza!" sahut Cola.
"Yah, efektivitas kami dalam serangan skala besar memang sedikit rendah, jadi apa kalian sudah menyelesaikannya?"
Reza menganggukkan kepala. "Semua sudah siap!"
Dengan jentikan tangan, 8 Menara Sihir dan semua senjata Lucifer Village aktif. Blue menggunakan Batu Mana untuk memproduksi tenaga tanpa batas.
Tidak main-main, Blue menggunakannya 8 Batu Mana Biru dan 1 Batu Mana Merah. Tidak mungkin ada orang yang memilikinya kecuali Blue saat ini.
Untuk mendapatkan Batu Mana Merah, pemain harus membunuh monster level 1200an. Karena Batu Bertuah terlalu tidak masuk akal, makanya Blue bisa mendapatkan dengan mudah.
Ketika semua Menara Sihir dan pertahanan desa Lucifer aktif, kepadatan mana beranjak naik hingga ketebalan yang tidak masuk akal.
"Ini Gila!" gumam Margareta yang tidak menyangka Fairy Dance begitu begitu dalam.